Siete: Tempat Nongkrong Asyik Yang Tersembunyi
2012-06-06
Satu lagi nih Open Ricers, resto/cafe di Bandung yang bisa dimasukkan ke dalam daftar tempat nongkrong yang asyik dan enak. Namanya Siete Cafe & Resto. Kalau dari Simpang Dago, cukup jalan kaki sedikit ke arah ITB. Letaknya yang di tepi jalan dan nama restonya yang cukup gede pasti akan langsung menarik perhatian. Dijamin nggak akan kesasar deh.
Kalau dari luar Siete kelihatan kecil, jangan ketipu ya. Karena ketika kita masuk, ternyata bagian dalamnya cukup luas lho (yang dibagi oleh sekat-sekat) dan banyak kursi serta meja yang bisa dipilih, mulai dari sofa, kursi kayu, hingga area outdoor. Bayangin makan sambil ditemani dengan udara sejuk kota Bandung. Hmm, enak banget kaan?? Makanya, nggak heran kalau pas saya ke sini, banyak anak mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas dengan teman-teman mereka. Oh iya, di sini juga ada fasilitas wi-fi lho. Jadi, sambil menunggu pesanan, kita bisa browsing-browsing deh. Selain tempatnya yang luas, nyaman, dan bersih, pelayanan di sini juga cukup oke. Pelayannya ramah, sopan, dan sigap. Terus, pesanan kita pun nggak lama datangnya dan disajikan dengan penataan yang menarik. Siapa yang nggak ngiler ngeliatnya? >_<
Menu yang disajikan di sini cukup beragam, mulai dari appetizer, misalnya onion ring, salad, soup, omelete, hingga bola-bola jamur (fried champignon) yang katanya favorit itu. Dilanjutkan dengan main course yang menyajikan steak, pasta, bahkan makanan lokal pun ada seperti nasi goreng dan nasi campur Bali. Minum pun juga beragam dengan berbagai pilihan kopi, teh, jus, soda, dan air mineral. Terus, untuk mereka yang pengen cuci-cuci mulut setelah makan, ada pilihan es krim dan banana split lho. Kisaran harga di sini antara Rp8.000-Rp35.000. Cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa, tapi siapin duit tambahan ya karena resto ini memberlakukan pajak sebesar 10% dan 2,5% untuk service charge.
Menu pertama yang saya coba adalah onion ring (Rp8.000). Rasanya cukup enak. Terus, ada tuna nicoise salad (Rp17.500) yang isinya terdiri dari timun, bawang bombay, tuna, dan paprika kemudian disiram minyak Italia. Rasanya sih agak asam dan menurut saya kurang enak >_<. Untuk main coursenya, saya pilih chicken cordon bleu (Rp27.000) yang daging ayamnya cukup tebal dan kejunya meleleh keluar. Untuk kentang, saya minta mashed potato doooong (favorit banget sama kentang lembek ini. Hihihihi). Pacar sendiri pesan chicken duxelle, yaitu daging ayam yang di atasnya diberi potongan jamur dan paprika kemudian disiram dengan saus daging. Rasanya enaaaaaaak banget. Untung udah kenyang, jadi nggak pengen nambah. Untuk minum, saya pesan lemoncillio tea (Rp10.000), yaitu teh yang ada rasa lemon dan herbalnya. Cara penyajian tehnya unik deh.
Kalau dari luar Siete kelihatan kecil, jangan ketipu ya. Karena ketika kita masuk, ternyata bagian dalamnya cukup luas lho (yang dibagi oleh sekat-sekat) dan banyak kursi serta meja yang bisa dipilih, mulai dari sofa, kursi kayu, hingga area outdoor. Bayangin makan sambil ditemani dengan udara sejuk kota Bandung. Hmm, enak banget kaan?? Makanya, nggak heran kalau pas saya ke sini, banyak anak mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas dengan teman-teman mereka. Oh iya, di sini juga ada fasilitas wi-fi lho. Jadi, sambil menunggu pesanan, kita bisa browsing-browsing deh. Selain tempatnya yang luas, nyaman, dan bersih, pelayanan di sini juga cukup oke. Pelayannya ramah, sopan, dan sigap. Terus, pesanan kita pun nggak lama datangnya dan disajikan dengan penataan yang menarik. Siapa yang nggak ngiler ngeliatnya? >_<
Menu yang disajikan di sini cukup beragam, mulai dari appetizer, misalnya onion ring, salad, soup, omelete, hingga bola-bola jamur (fried champignon) yang katanya favorit itu. Dilanjutkan dengan main course yang menyajikan steak, pasta, bahkan makanan lokal pun ada seperti nasi goreng dan nasi campur Bali. Minum pun juga beragam dengan berbagai pilihan kopi, teh, jus, soda, dan air mineral. Terus, untuk mereka yang pengen cuci-cuci mulut setelah makan, ada pilihan es krim dan banana split lho. Kisaran harga di sini antara Rp8.000-Rp35.000. Cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa, tapi siapin duit tambahan ya karena resto ini memberlakukan pajak sebesar 10% dan 2,5% untuk service charge.
Menu pertama yang saya coba adalah onion ring (Rp8.000). Rasanya cukup enak. Terus, ada tuna nicoise salad (Rp17.500) yang isinya terdiri dari timun, bawang bombay, tuna, dan paprika kemudian disiram minyak Italia. Rasanya sih agak asam dan menurut saya kurang enak >_<. Untuk main coursenya, saya pilih chicken cordon bleu (Rp27.000) yang daging ayamnya cukup tebal dan kejunya meleleh keluar. Untuk kentang, saya minta mashed potato doooong (favorit banget sama kentang lembek ini. Hihihihi). Pacar sendiri pesan chicken duxelle, yaitu daging ayam yang di atasnya diberi potongan jamur dan paprika kemudian disiram dengan saus daging. Rasanya enaaaaaaak banget. Untung udah kenyang, jadi nggak pengen nambah. Untuk minum, saya pesan lemoncillio tea (Rp10.000), yaitu teh yang ada rasa lemon dan herbalnya. Cara penyajian tehnya unik deh.
Lemoncillio Tea (Rp10.000)
Tuna Lacoise Salad (Rp17.500)
Onion Rings (Rp8.000)
Chicken Cordon Bleu (Rp27.000)
Chicken Duxelle (Rp29.000)
Recommended Dish(es):
onion ring,chicken cordon bleu,chicken duxelle
Date of Visit: 2012-06-05
Spending:
Approximately
IDR 102.000




Previous Review







