1
0
0
Telephone
(0361) 763953
Good For
Dating / Couple
Hang Out
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Payment Method
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (1)
Veteran Gourmet 2012-05-30
4 views
Hallo Openricers!Malam ini saya dan team makan malam di daerah Tuban, Kuta, Bali. Kami sudah menetapkan tujuan untuk dinner di Pepito Cafe. Dari kemarin list tempat makan selama berada di Bali sudah disusun dan malam ini jadwalnya ke Pepito Cafe Pepito sendiri sebenarnya adalah sebuah nama supermarket, hanya saja di samping supermarket ada cafenya yang bernama Pepito Cafe. Tampak luar, cafe ini bergaya eropa klasik dimana pintunya terbuat dari kayu. Pas masuk ke dalam, suasana klasiknya terasa sekali. Meja dan kursinya berdesain antik dan terkesan seperti bukan berada di Bali, lebih tepatnya berada di Eropa dan terasa homy sekali.Kami memilih tempat di pojok sesuai dengan jumlah kursinya yaitu 5. Pengunjungnya kebanyakan turis asing. Setelah kami duduk, pelayannya langsung menyodorkan buku menu. Pas buka buku menu langsung pusing karena menunya banyak sekali dan tulisannya penuh setiap halaman, tidak ada gambarnya jadi tidak tahu makanannya seperti apa, hanya bisa mengira-ngira dari deskripsi yang ditulis di menunya. Menunya terdiri dari menu western, italia, indonesian food.Pilihan menunya beragam, antara lain:- Breakfast- Pepito's Specialities- Soups- Appetizers- Risotto, Ravioli, Tortellini, Pasta- Main Course Beef - Main Course Pork - Sausages - Main Course Chicken - From Indonesia & Beyond - Neptune’s Seafood- For the Children - Vegetarian - Fresh Garden Salad - Dessert & PastriesDari sekian menu yang ada, pilihan saya jatuh kepada halaman Neptune's Seafood karena memang saya lagi mau makan ikan. Akhirnya saya memesan Tasmanian Salmon Steak yang disajikan dengan mashed potato dan salad. Teman saya yang lainnya ada yang memesan Fish Fillet Mermaid, yaitu fillet ikan yang diberi almound sauce disajikan dengan potato wedges dan salad. Teman saya yang lain memesan 300gr Porks Cacciator, yaitu pork steak saus mushroom disajikan dengan mashed potato dan salad. Teman saya yang lain memesan Full Bolognese dan Full Gorgonzola. Untuk minuman ada yang memesan Cup Tea with Milk dan soft drink.Penyajian makanannya cukup lama tapi selama menunggu makanan tidak bosan karena suasana tempatnya sangat asik untuk dinikmati. Hanya saja saya merasa cukup terganggu karena tidak ada smoking area sehingga pengunjung lain yang merokok membuat udara di dalam ruangan menjadi tidak enak Akhirnya pesanan saya datang, wah tampilan Tasmanian Salmon Steak yang saya pesan tampak menggiurkan. Walaupun salomnya tidak besar, tapi cukup kenyang karena ada mashed potatonya. Di bawah ikannya ada bayam yang ditumis, saus yang disiram di atas ikannya tidak tahu saus apa, pokonya enak dan bewarna kuning kental gitu. Untuk rasa salmonnya sendiri enak, tapi makannya harus hati-hati karena banyak tulang di ikannya. Supaya lebih enak lagi, saya menambahkan keju bubuk ke dalam mashed potatonya, jadi kentangnya terasa cheesy...Pesanan teman saya yang lainnya menurut mereka rasanya enak, apalagi teman saya yang memesan Porks Cacciator, katanya enak dan puas makannya karena dagingnya cukup besar dan mengenyangkan.Untuk harga tergolong cukup mahal sih, tapi tidak apa-apa sekali-sekali mencoba mumpung masih di Bali dan supaya tidak penasaran Pesanan saya Tasmanian Salmon Steak adalah yang paling mahal, yaitu Rp 79.500. Semua harga di menu belum termasuk tax & service charge 15.5%.Overall, saya menyukai tempatnya dan makanannya...lain kali kalau ke Bali lagi harus makan lagi di sini continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice’s point of view.)