4
2
0
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Payment Method
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Sales Tax
Review (6)
Rising Gourmet 2014-10-06
15 views
Kalau lagi bosan jalan-jalan di Mal Kelapa Gading, biasanya gw akan mampir ke Mal Artha Gading yang menawarkan sensasi yang agak berbeda, mulai dari toko-toko sampai dengan kuliner yang tersedia di sini. Tentunya foodcourt menjadi salah satu tujuan gw sebagai tempat makan, ditambah di sini juga ada cabang dari Mie Gondangdia yang merupakan salah satu mie yang sudah cukup legendaris di Jakarta. Tempatnya memang agak ngumpet di pojokan tapi tenang aja karena lumayan besar kok yah. Enaknya lagi makan di MAG ini, area foodcourtnya cenderung lebih sepi dan tidak terlalu ramai dibandingkan di mal lainnya.Makanan gw sebenernya sih nggak terlalu aneh-aneh kok yah. Untuk menu yang ditawarkan di Bakmi GOndangdia sebenernya cukup beragam aneka macam chinese food loh. Tapi memang kemarin ini gw hanya memesan nasi capcay saja. Yup, memang ini salah satu menu favorit gw kok kalau ke restoran chinese food yah. Nasinya bukan polos tapi dimasak dengan mentega dulu. Capcaynya lumayan banyak lengkap dengan potongan bakso dan daging ayam sebagai pelengkap. Rasanya gurih dan enak serta terasa pas berpadu dengan rasa nasi nya tersebut. Porsinya juga banyak loh, soalnya piringanya itu sampai penuh banget. Harga yang ditawarkan sendiri masih tergolong standart untuk harga makanan di sebuah mal. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice’s point of view.)
Rising Gourmet 2013-12-22
8 views
Beberapa waktu yang lalu saya jalan2 ke Mal Artha Gadingkarena ada sesuatu yang ingin dibeli. Karena sudah lumayan lama nggak main ke mal yang satu ini dan tampaknya sudah banyak berubah, terutama di area foodcourtnya sudah banyak bermunculan aneka restoran baru. Salah satu restoran favorit saya yaitu Mie Gondangdia masih tetap ada di area pojokannya yang agak tersembunyi. Counternya cukup besar dimana dua buah counter yang dijadikan satu. Didepannya terdapat beberapa tempat duduk, yang boleh digunakan oleh siapa saja kok, kan namanya juga area foodcourt. Ternyata sekarang ini Mal Artha Gading ramai sekali lho kalaau akhir pekan terutama di jam makan siang gitu.Selain mie disini juga tersedia berbagai pilihan menu makanan khas Chinese Food. Karena saya termasuk pecinta bakmi maka saya ingin mencoba rasa dari mie Gondangdia ini dan saya memesan bakmi ayam + pangsit goreng. Ukuran bakminya kecil dan tipis, teksturnya kenyal tetapi lembut. Setahu saya sih bakminya buatan mereka sendiri deh. Mienya diberi rebusan sayur caisim yang direbus dengan pas sehingga tidak lembek dan masih terasa fresh. Topping potongan daging ayamnya empuk banget, dimasak dengan kecap dan rasa manisnya juga pas, tidak berlebihan. Daging ayam yang diberikan cukup banyak, gak pelit deh. Kaldu pada kuah ayamnya juga terasa, enak dan gurih. Pangsit gorengnya juga lumayan enak, renyah dan garing. Isi pangsitnya gak pelit. Rasanya pas dan tidak terlalu asin. Pas banget dimakan dengan cocolan sambalnya.Porsi yang diberikan cukup pas dengan perut saya, tidak terlalu berlebihan dan harganya termasuk OK untuk sebuah restoran di dalam mal.Kebersihan area foodcourtnya termasuk standart, tidak bisa dibilang terlalu bersih karena meja-meja kadang masih sedikit berminyak dan lantai pun kadang masih kurang bersih. Kalau counternya sih tergolong cukup bersih. Pelayanan cukup baik, kita harus memesan dan membayar dulu, agak repot karena bayarnya di kasir yang terletak terpisah. Kita akan diberikan nomor dan makanan akan diantar ke meja kita. Petugas yang mengantar hanya ada satu orang nih, sehingga kita harus agak sabar bila sedang ramai, tapi kalau datang di hari biasa sih tampaknya tidak terlalu lama. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice’s point of view.)
Rising Gourmet 2013-08-20
7 views
Setelah agak bingung dan muter-muter di foodcourtnya, akhirnya saya putuskan untuk makan di Mie Gondangdia ini saja. Mie ini sudah lama ada di daerah Gondangdia dan sekarang mulai mengembangkan beberapa cabangnya di lokasi yang lain.Kalau di MAG ini lokasinya berada di area foodcourtnya dan berupa counter. Ukuran counternya sendiri cukup besar kalau dibandingkan dengan beberapa counter restoran lain yang ada disini juga. Untuk areal foodcourtnya sendiri termasuk luas, kalau datang di hari biasa tuh foodcourtnya sepi banget sampe hampir gak ada orang ya, tetapi kalau di akhir pekan sih bisa sampai gak dapet tempat duduk. Walaupun namanya Mie Gondangdia, tetapi jarang sekali ada orang yang memesan Mie. Cukup aneh sih ya, tapi memang kebanyakan orang memesan menu-menu chinese food mereka yang memang ternyata cukup beraneka ragam lho. Saya pesan nasi capcaynya nih. Nasinya bukan nasi putih polos, tapi sudah digoreng dengan mentega dan ada sedikit telurnya, sehingga rasanya gurih dan enak banget. Di bagian atasnya disiram dengan capcay yang berkuah kental gitu. Isi capcaynya ada sayur sawi, kembang kol, wortel, dan juga jagung kecil plus potongan daging dada ayam dan bakso sapi. Dipadukan dengan rasa nasinya tersebut, ternyata menghasilkan rasa yang enak dan pas. Rasa gurih dari si Capcaynya ini cukup menyatu dengan rasa nasi goreng mentega tersebut. Porsinya juga lumayan banyak, dengan harga yang hanya sekitar Rp. 22k saja. Sangat terjangkau, dan memang harga makanan di MAG ini juga cenderung tidak terlalu mahal kalo dibandingkan dengan mal lain. Di counternya itu ada 2 orang yang bertugas melayani pengunjung yang datang, sehingga biasanya cukup cepat. Sedangkan di bagian dapurnya yang tertutup itu kayaknya ada cukup banyak karyawannya. Setelah memesan kita akan diberikan nomor dan makanan kita akan diantar ke meja. Kekurangannya adalah karyawan yang bertugas mengantar hanya ada satu orang sehingga biasanya agak sedikit lama kalau harus mengantar beberapa pesanan makanan. Makanannya enak, porsinya juga lumayan banyak dan harganya hanya sekitar Rp. 22k saja. Sangat terjangkau, dan memang harga makanan di MAG ini juga cenderung tidak terlalu mahal kalau dibandingkan dengan mal lain. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice’s point of view.)