Asia DiningAsia Dining
missnl

Profile Stat:

The First to Review: 4
Review: 24
Photos Uploaded: 70
Videos Uploaded: 0
Favorite Restaurant: 0
Recommended Reviews: 0
Recommended: 1
Following: 0
Followers: 0

missnl

My name is missnl. I live in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus . I often go to Tanjung Duren , Pondok Indah , Senayan . I love Bali , Chinese , Italian , India , Street Foods , Cafe , Restaurant , lounge and Siomay / Batagor , Pizza & Pasta , sate lilit bali the most.

Showing 1 to 15 of 24 reviews
1 2
Sort by:
Region:
Membeli Suasana di The Rock Bar
Smile 2012-04-10
The Rock Bar ( Jimbaran )
Banyaknya review tentang Rock Bar di berbagai media, membuat saya sangat tertarik mengunjunginya. Meskipun sudah melihat foto2nya di internet dan majalah, tentu belum afdol jika belum datang langsung. Maka dari itu, jauh2 di ujung Jimbaran pun saya datangi tempat ini. The Rock Bar berada di Ayana Resort & Spa, sebuah hotel eksklusif di daerah Jimbaran. Rock Bar merupakan bar terbuka (open top bar) yang sangat terkenal karena lokasinya yang unik yaitu dibangun di karang terjal setinggi 14 meter di pantai Jimbaran oleh arsitek Jepang. Bar ini bergaya modern minimalis dengan lantai kayu, bertingkat-tingkat mengikuti kontur tanahnya. Lokasi ini menjadikan Rock Bar memiliki pemandangan fantastik ke laut lepas. Untuk mencapainya, harus turun dengan semacam cable car dari halaman belakang hotel Ayana. Cable car ini berfungsi sebagai lift yang mengantar tamu datang & pulang. Untuk tamu yang menginap di Ayana Resort sebenarnya ada jalan lain bertangga tanpa harus pakai cable car, tapi tentu lebih jauh mad Dalam perjalanan dengan cable car pun pemandangannya sudah indah. Sekali jalan cable car bisa mengangkut 4-5 orang dewasa dan memakan waktu sekitar 2-3 menit.

Sampai di area Rock Bar, setiap tamu yang datang langsung disambut reception desk untuk mendaftarkan nama baru kemudian diantar oleh usher ke tempat duduk. Jadi tamu tidak bisa masuk sembarangan sesuka hati. Tamu yang menginap di hotel Ayana mendapat privillege karena bisa menempati area bar yang posisinya paling tinggi sehingga view-nya paling baik untuk menyaksikan sunset. Area bar ini baru dibuka untuk umum setelah jam 6. Karena datang agak awal, saya masih bisa mendapat tempat yang cukup strategis di area umum, yang tidak terhalang orang untuk nanti memotret sunset. Di bawah area saya duduk, ada satu bagian yang lebih rendah dengan tempat duduk sofa rotan berpadding empuk dan meja rendah, ketika saya tanyakan, tempat itu hanya untuk tamu yang akan spending 600ribu ke atas. Wow... jadi semua tempat beda harganya di sini. Jika mau dapat tempat terbaik, ada harga yang harus dibayar. Ketika sudah gelap, laut tidak kelihatan lagi, hanya suara ombak saja yang terdengar. Sebagai gantinya, tamu bisa menikmati tata cahaya yang indah disini. Memang harus sedikit hari2 melangkah karena pencahayaannya temaram. Menjelang malam bar makin ramai, terutama tamunya para ekspatriat alias bule. Jika sedang ramai begini, tamu harus pasrah jika untuk naik atau turun ke bar harus mengantri panjang untuk naik cable car.

Saya datang sekitar pk. 16.00, saat matahari masih sangat terik. Sambil memberikan buku menu, waitress pun menawarkan payung untuk menghalau panas, rupanya memang sudah diantisipasi yah.. Saya pun tidak menolak, at least untuk menghalau silaunya matahari yang sangat tak nyaman di mata (karena saya berkaca mata silinder, jadi tidak pakai sunglasses). Saya memang hanya berencana untuk snacking saja disini, karena sudah ada jadwal makan malam sendiri di pantai Jimbaran nanti. Berikut menu snack yang saya pilih:

 

Mixed potato, 50k
Berisi potato wedges, curly fries & pita breads dengan cocolan hummus, curry mayonnaise, & saus tomat. Potato wedges & curly fries biasa saja seperti yang bisa didapat dimana2, tapi pita breads nya yang enak, kering dan renyah. Cocolannya saya paling suka curry mayonnaise yang paling enak. Menu yang sebenarnya sederhana ini tampil sangat menarik karena penyajiannya. Mixed potatoes ditata dalam gelas anyaman rotan, saus masing2 di cobek mini dari batu hitam, semuanya ditempatkan dalam baki kayu hitam dengan pinggiran logam sebagai bingkai. Mewah!

Virgin tropical tango, 80k
Mocktail yang diracik dari strawberry, mango, pineapple, & grenadine. Rasanya asam manis dan bersoda. Cocok diminum ditengah udara panas seperti ini. Warnanya cantik, rasanya enak, dan penyajiannya menarik di gelas pendek dengan garnish simple.

Inilah hasil foto yang saya dapatkan dari tempat duduk saya. Walaupun sunset-nya tidak sempurna karena ada awan, tetap menjadi pengalaman tak terlupakan bisa berada di tempat bagus ini. Kesimpulannya, Rock Bar memang 'menjual' tempat dan suasana sebagai yang utama.

Spending:
Approximately
IDR 130000

Restaurant Ratings
  • Taste (3)
  • Environment (5)
  • Service (4)
  • Clean (4)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Makan Sehat di Heavenly Blush
Smile 2012-04-10
Heavenly Blush ( Pondok Indah )
Biasanya saya ke Heavenly Blush hanya mampir untuk beli frozen yogurt secara take away, namun kali ini ada yang berbeda. Berbekal voucher diskon dari salah satu portal voucher online yang kini kian marak.

Saya mampir sepulang kantor ke Heavenly Blush PIM yang berlokasi di Restaurant Row. Karena ini weekdays, sore2 begini HB sepi banget, sangat berbeda dengan saat weekend yang pasti penuh. Counter HB tidak terlalu besar standar satu kapling di Restaurant Row, bernuansa cerah dengan dominan warna putih dikombinasi magenta dan hijau. Meja dan kursinya pun putih. Saya memilih tempat di pojok belakang yang nyaman. Waitress segera menghampiri dengan list menu, sambil menawarkan tester yogurt drink. Meskipun sudah pernah minum yogurt drink tsb, saya tak menolaknya lol Karena dari awal sudah ingin mencoba salad buahnya, maka tak perlu lama menentukan pilihan. Ketika saya bertanya tentang pilihan dressingnya, saya malah ditawari untuk mencoba dulu masing2 dressing tsb. Asyik, pastinya tak saya lewatkan.

Yo Salad - Fruit
Sebenarnya ada 2 pilihan salad yaitu buah atau sayuran dengan grilled chicken. Saya sudah pernah mencoba salad sayurnya, biasa saja sayuran standar salad dengan lettuce yang banyak, sedikit tomat, dan sedikit grilled chicken. Kali ini giliran mencoba salad buahnya. Ternyata memang lebih memuaskan. isinya terdiri dari melon, rock melon, nanas, anggur red globe, lettuce, strawberry, dan taburan kacang mete sangrai. Dressingnya berbahan dasar yogurt dan saya memilih asian dressing yang ada sedikit rasa pedas. Setelah dicampurkan dengan saladnya, ternyata rasanya enak & berbeda dari dresing mayonnaise untuk salad pada umumnya. Porsi saladnya pas, cukup mengenyangkan, cocok sebagai makanan sehat untuk yang sedang diet.smile

Pelayanannya kali ini di HB sangat memuaskan, two thumbs up! Sudah ditawari tester yogurt drink, tester dressing, plus dapat free air putih. Waiter & waitress nya semua helpful dan menguasai menu. Saya juga membeli 2 botol yogurt drink untuk dibawa pulang, maka lengkap sudah makan sehat di HB kali ini. Pastinya saya akan ke HB lagi lain waktu.

Recommended Dish(es):
Yo Salad (fruit)

Spending:
Approximately
IDR 40000

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (3)
  • Service (5)
  • Clean (4)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    2

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Serasa di Bangkok bersama Jittlada
Smile 2012-04-10
Jittlada Thai Cuisine ( Pondok Indah )
Makan malam bersama my best friend ever di PIM.. kami ingin yg agak beda nih, lalu muncul ide untuk makan Thai yang & sampailah kami ke Restaurant Row. Jittlada tampaknya menarik, kami pun memutuskan makan di situ. Areanya tidak terlalu besar, standar ukuran satu kapling di Restaurant Row. Dekorasinya khas thailand dengan adanya patung2 seperti di kuil2 yang pernah saya kunjungi di bangkok, namun perabotannya bergaya modern minimalis dengan meja kursi berwarna coklat kehitaman. Nuansa gelap memang lebih dominan di sini, selain perabotannya, warna dinding pun dibuat mendukung gelapnya ruangan, kemudian di beberapa spot diberi lighting yang menciptakan suasana temaram tapi elegan.

Setelah beberapa saat membolak balik buku menu, berikut pilihan kami:

 

Pad Thai
Semacam mie khas Thailand ini biasanya memang selalu ada di resto Thai, tapi rasanya pun bisa bebeda2 di tiap resto. Maka kami pun ingin mencoba Pad Thai milik Jittlada. Satu porsi ternyata cukup banyak isinya, masih cukup kami share berdua karena kapasitas perut kami memng tidak terlalu besar juga, apalagi ini makan malam (jangan banyak2 makan malam supaya tidak ndut tonguelol). Rasa Pad Thai-nya pas, ada rasa asin, manis, dan gurih dengan taburan kacang tumbuk. Kekenyalan mie-nya pas dan menyatu dengan bumbunya. Satu hal lagi yang kami suka, tidak terlalu banyak minyak.

 

Som Tam
Salad pepaya muda khas Thailand ini juga sebuah menu yang terkenal danbiasa ada di resto2 Thai. Seharusnya som tam memang menjadi appetizer, tapi ketika itu malah datang belakangan setelah pad thai.. tak apalah, jadi kami pun memakannya selang-seling dgn pad thai. Sesuai yang diharapkan, rasanya asam manis menyegarkan dan pedasnya sedang. Pepaya muda-nya pas tidak terlalu empuk atau terlalu keras. Porsinya pun pas untuk kami share berdua.

Jittlada Surprise
Salah satu minuman racikan spesial Jittlada rupanya.. terdiri dari peach & orange juice plus blue curacao. Awalnya ketika datang, minuman ini masih terpisah 2 lapisan warna biru & kuning, sayang saya lupa memotretnya ketika baru datang, baru ingat setelah dicampur jadi terlihat hanya berwarna hijau seluruhnya. shocked Rasanya manis, sedikit asam menyegarkan dan bersoda.

Kami berdua puas makan malam di sini.. makanannya enak & pas porsinya untuk kami berdua. Soal harga masih termasuk affordable, sesuai dengan mutunya. Pelayanannya cukup baik, waitress nya sigap & makanan pun cepat keluar meskipun saat itu resto cukup ramai.

Recommended Dish(es):
som tam,pad thai

Spending:
Approximately
IDR 80000

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (4)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Kecewa di Churreria
Cries 2012-04-09
Churreria ( Slipi )
Saya mengetahui Churreria dari promo Disdus dan tertarik mencobanya karena resto ini menawarkan dessert khas spanyol yang jarang ada. Mumpung ada promo, tentunya jadi kesempatan bagus untuk mencoba2 sesuatu yang baru.

Saya pun datang di hari terakhir masa berlaku promo sesuai yang tercantum di vouchernya. Saya sampai di Central Park sudah cukup malam, sudah lewat dari jam makan malam. Churreria berlokasi di Tribeca di lantai atas, letaknya di dekat eskalator jadi tak sulit menemukannya. Restonya berpintu kaca, sehingga bagian dalam bisa terlihat jelas dari luar. Area makannya selain di dalam yang ber AC ada juga di luar yang non AC dan smoking area. Untunglah saya lihat masih ada meja kosong di dalam, sehingga saya aman dari asap rokok. Saya menempati meja di bagian terjauh dari kasir/pantry, tapi karena tempatnya memang kecil yah masih bisa terlihat jelas seisi ruangan itu. Area indoor didominasi warna coklat kayu, dengan meja dan kursi kayu pula.

Ketika saya datang, seorang waitress segera menghampiri & memberikan buku menu. Saya pun segera mengatakan bahwa saya mau pakai voucher Disdus. Waiter itu pun mengiyakan, tampaknya memang sudah banyak yang menggunakan voucher sejenis. Dia pun menjelaskan meu apa yang saya bisa dapatkan, yaitu menu churros isi 4 dengan 1 dip sauce dan 1 menu dessert pilihan. Sayangnya dari tiga piilihan yang ada semuanya habis, jadi katanya bisa diganti dgn jenis dessert yg lain yaitu churros juga dengan topping ice cream. Dia juga menawarkan alternatif jika tidak mau pakai vouchernya sekarang, karena ternyata masa berlaku voucher diperpanjang hingga 12 Februari. Wah, sudah jauh2 saya ke CP, jadi sia2 kalau tidak jadi..maka saya pun menyetujui menu pengganti itu. Berikut menu yang saya dapatkan dengan voucher:

Churros isi 4 + dipping
Churros itu sendiri semacam adonan dari tepung (fluor base) sepanjang kira2 30 cm, rasanya manis, kering seperti kue dengan sedikit rasa asin samar2. Rupanya inilah dessert khas spanyol specialities resto ini. Dipping sauce nya saya pilih dark chocolate sauce. Enak juga churos dicocol saus coklat, hanya sayang jatah seporsi dipping nya tergolong pelit. Kalau kurang harus beli dipping tambahan lagi.

 

Caramello
Sebenarnya sama saja isinya churros yang dipotong jadi 2 disusun ke atas dan diberi topping es krim vanilla, siraman madu, dan sedikit taburan almond. Saya pribadi justru tidak suka menu ini, karena rasa madu-nya malah bikin eneg karena terlalu manis. Masih lebih baik churros saja dengan dip sauce.

Meskipun bukan selera saya banget, sebenarnya tidak ada masalah dengan makanannya. Satu hal yang membuat saya sungguh kecewa adalah lamanya menunggu pesanan datang! Churros dgn dip sauce itu sangat sederhana (dibanding menu masakan yang harus dibuat dari awal) itu pun baru keluar setelah 2x saya menanyakan ke waiter karena mulai tak sabar menunggu. Saya lihat tamu yang datang lebih belakangan dari saya sudah keluar pesanannya, sama2 churros juga. Rupanya ada yang tidak beres dalam urutan bon pesanan yang masuk, atau memang buruk mengorganisirnya sehingga waiter yang bagian menghidangkan menu tidak tahu mana pesanan yang lebih dulu masuk? Lebih mengesalkan lagi menunggu Caramello saya keluar. Saya sampai harus menanyakan 2x lagi untuk menu kedua ini. Memang saya lihat di bagian dapurnya (yang dapat terlihat dengan jelas) agak berantakan cara kerjanya, terkesan rush. Sangat disayangkan untuk resto sekelas ini, di mall besar pula. Bahkan, saya pernah membaca ulasan customer yang kecewa karena pihak restoran menghidangkan minuman di gelas yang masih ada bekas cap bibirnya ke tamu yang baru datang. Wow, rupanya kekesalan saya menunggu lama ini masih belum apa2. Sorry to say, saya mem-black list Churreria untuk ke depannya.

Date of Visit:
2012-02-06

Spending:
Approximately
IDR 50000

Restaurant Ratings
  • Taste (3)
  • Environment (3)
  • Service (1)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Menjajal Warung Satria nan Tersohor
Just OK 2012-04-09
Warung Satria ( Denpasar )

Warung Satria termasuk salah satu warung tersohor di Bali yang telah beroperasi lebih dari 35 tahun lamanya. Warung Satria kini sudah buka di 3 tempat, dimana 2 cabangnya yang dibuka lebih belakangan tempatnya lebih bagus dari yang aslinya. Saya pun menyempatkan mampir untuk mencoba nasi campurnya yang terkenal itu ketika sedang keliling2 denpasar. Sang driver, teman saya yang asli orang Bali pun mengantar kami ke Warung Satria yang aslinya, terletak di jalan kecil yang sulit berpapasan 2 mobil.. alhasil mobil kami pun mesti parkir di tempat yang agak jauh.

Warung ini tempatnya sederhana, terlihat jelas semula merupakan rumah tinggal sang pemilik yang sekarang sudah digunakan seluruhnya untuk warung makan. Meja kursi di dalamnya pun sedernaha saja dan tidak terlalu banyak, tentunya ruangan tanpa AC yang hanya mengandalkan AC alam. Ketika kami datang siang itu, warung tidak terlalu ramai karena kami datang agak lebih awal dari jam makan.

Ketika datang, kami langsung memesan lauk pauk yang diinginkan di etalase makanan, bawa sendiri piringnya, baru kemudian duduk. Kami pilih meja di dekat jendela meskipun tidak membantu juga alias tetap kegerahan, apalagi setelah mulai makan dan mendapati beberapa lauk yang kami pilih ternyata cukup pedas. Lauk wajib yang pasti saya coba adalah sate lilitnya, cukup enak, bumbu rempahnya terasa, tapi masih kalah enak dengan sate lilit kaki lima di denpasar yang pernah masuk kompas itu (saya lupa namanya). Lawar pun wajib buat saya untuk mencobanya, ternyata cukup enak dan tidak pedas. Ayam suwip pilihan saya lah yang ternyata pedas, sesuai dengan warnanya yang merah. Sebagai pelengkap saya juga memilih urap agar tetap ada sayurnya. Urapnya not bad, tapi bumbu kelapanya tidak terlalu berasa.

Secara keseluruhan makanannya enak, tapi ketika membayar, saya pun teringat referensi2 di internet yang mengatakan bahwa warung ini tergolong mahal untuk "kelas" warung. Yah, tak apalah kalau hanya sekali2 demi menjajal warung legendaris yang tersohor ini. tongue

Recommended Dish(es):
nasi campur bali

Spending:
Approximately
IDR 35000

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (2)
  • Service (3)
  • Clean (2)
  • Price (2)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Yummy Mexican Food at TJ
Smile 2012-04-09
TJ's Mexican Bar & Restaurant ( Kuta )
Tak disangka, resto yang sedemikian terkenal, masuk food review dimana2, letaknya berada di jalan kecil yang lebih menyerupai gang. Anw, Poppies Lane merupakan gang yang ngetop di Bali, jadi meskipun kecil tetap ramai oleh turis lokal maupun internasional. Demikian halnya dengan resto Mexico yang satu ini. TJ, sudah beroperasi lebih dari 25 tahun lamanya, dan tetap eksis sampai sekarang. Bangunannya dari rumah pribadi pemiliknya yang kini telah dibuka full untuk resto. Pengelolanya pun sepertinya masih dijalankan oleh keluarga secara turun temurun, tentunya dengan dibantu karyawan juga.

Suasana asri dan homey sangat terasa di dalam resto, meja & kursinya dari kayu. Di salah satu sudut ada kolam ikan yang atasnya terbuka, di sisi2nya digantungkan beberapa sangkar burung membuat makin terasa seperti di rumah. Kami pun memilih meja yang paling dekat dengan kolam, di bagian rumah yang lantainya lebih tinggi dari lainnya, jadi posisi meja kami pun lebih tinggi dari kolam sehingga pemandangannya lebih bagus lagi. Kami membayangkan nikmatnya makan sambil menghadap kolam yang asri dengan kicauan burung menemani.

Agak lama kami memilih2 menu, terutama melihat2 fotonya karena kami masih "buta" makanan meksiko. Sering dengar namanya sih iya, tapi belum pernah mencoba sama sekali... jad kami pun dengan cermat membaca ingredients-nya agar dapat membayangkan kira2 rasanya seperti apa nanti. Berikut pilihan kami:

 

TJ's nachos, 30k
Tortilla chips yang di-grilled, dengan topping refried beans, melted cheese, salsa & mild jalapeno... Kami suka sekali appetizer yang satu ini. Rasanya sungguh pas dari asin, manis, sedikit asam, sedikit pedas, dan crunchy nya tortilla chips benar2 mak nyus!

TJ combination plate, 50k
Gabungan dari 2 menu yaitu Chicken taco (crisp corn tortilla) & beef enchilada (soft flour tortilla) dihidangkan bersama mexican rice & refried beans. Sebetulnya chicken taco & beef enchilada ada menu terpisahnya masing2, tapi buat kami yang memang ingin coba2, tentunya menu kombinasi ini adalah pilihan tepat. Saya pribadi lebih suka chicken taco karena crunchy-nya, juga karena saya lebih suka ayam dibanding beef.. tapi bukan berarti beef enchilada nya tidak enak loh... Nasi mexico-nya terasa agak keras (pera) untuk saya yang lebih suka nasi lembek tongue

 

Mango cheese cake with raspberry coulis, 25k
Sebagai penutup, dari awal tadi kami sudah mengincar mango cheese cake ini. Kami membayangkan cheese cake yang segar dengan rasa buah mangga, apalagi ada raspberry juga... ternyata memang benar! Cheese cake-nya sama sekali tidak eneg karena segarnya rasa buah. Rasanya ingin tambah lagi, hanya sayang sudah kekenyangan lol

Kami sangat puas makan di sini, ternyata nama besar TJ sesuai dengan cita rasanya. Harga makanan pun sangat affordable, sesuai dengan kualitas yang kami dapat. Pelayanannya ramah dan cukup cekatan. Oh ya, di area depan dekat pintu masuk juga ada semacam toko kecil yang menjual bumbu2 mexico dalam botol, siap dipakai masak. Kmi pun akhirnya membeli satu botol bumbu taco untuk nanti coba2 masak ala mexico di jakarta lol.

Recommended Dish(es):
TJ's nachos,Mango cheese cake with raspberry coulis

Spending:
Approximately
IDR 80000(Dinner)

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (4)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Pie Enak di Aroma's Cafe
Just OK 2012-04-09
Aroma's ( Kuta )
Cafe ini letaknya tak jauh dari hotel tempat saya menginap di jl. Legian. Pada malam terakhir di Bali sebelum pulang keesokan harinya, kami (saya & nyokap, again!) sempatkan makan di sini, terutama untuk mencoba Provencale Pie-nya yang direkomendasikan di beberapa food review yang saya baca di internet. Cafe ini sudah beroperasi cukup lama, dan katanya memang Pie ini menu jagoannya. Di bagian depan ada toko kue sekaligus tempat memesan/bayar, dan beberapa meja. Ketika kami datang, waitress nya menawarkan bisa juga duduk di bagian belakang, kami pikir boleh juga nih, karena di belakang pasti tidak terlalu terganggu dengan keramaian Legian plus club2nya. Di bagian belakang tempatnya seperti pendopo, sekelilingnya terbuka dengan pagar tanaman, atap cukup tinggi. Lebih terasa sejuk di sini, tapi lebih gelap dan banyak nyamuk! Area ini juga lebih dekat dengan dapur yang letaknya di paling belakang. Dari tempat kami duduk masih bisa terdengar suara2 kesibukan di dapur.lol

Untuk menunya, inilah plihan kami:

 

Provencale Pie, 42,5k
Tentunya, ini menu incaran. Cukup lama menunggunya terhidang di meja kami, rupanya memang benar2 dibuat dari awal. Rasanya tidak mengecewakan. Bentuk luarnya menyerupai zuppa soup tapi pastry-nya lebih tebal. Isinya mushroom dengan cheddar cheese & herbs, dimasak menjadi seperti cream agak kental yang rasanya asin, gurih, dan enak. Sebagai pendampingnya ada semacam acar timun (tapi tidak asam, melainkan sedikit asin) dengan taburan kacang mete. Rasanya unik juga ketika dimakan berbarengan dengan pie-nya. Di menunya disebutkan pie ini mengunakan resep perancis kuno. hmm, yummy!

Punjabi Thali, 46,5k
Menu satunya lagi sengaja kami pilih yang benar2 beda 'genre'nya. Set menu North indian & Nepalese Specialities ini dihidangkan dengan Thali style. Satu menu isinya beberapa jenis masakan, yang kami tidak tahu namanya satu persatu. Yang jelas, sangat mengeyangkan! Soal rasa, masih bisa kami terima walaupun tak semuanya terasa enak tongue

Overall, kami cukup puas makan di sini. Harga affordable, rasa enak, pelayanan standar, meskipun tempat kurang nyaman. Menurut waiternya, cafe ini sebentar lagi akan ditutup sementara untuk renovasi habis2an, bahkan katanya akan ada hotelnya. Kita tunggu saja seperti apa nanti jadinya.

Recommended Dish(es):
Provencale Pie

Spending:
Approximately
IDR 50000

Restaurant Ratings
  • Taste (3)
  • Environment (2)
  • Service (3)
  • Clean (2)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Ternyata Tak Sesuai Harapan
Cries 2012-04-09
Kopitiam Oey ( Sabang )
Jujur saya berharap banyak dengan resto ini, terutama karena nama besar sang empunya resto yang sudah malang melintang di dunia kuliner. Berkali2 pula saya sudah melewati resto di jalan sabang ini, akhirnya baru kesampaian mampir bersama sekelompok teman2 cewe. Siang itu kami datang untuk late lunch, karena kira2 sudah pk. 13.30. Kami pun sudah lapar berat sehabis ikut tour jalan2 keliling kota tua dari pagi hari.

Resto ini menempati satu kapling kecil yang berderet2 di jalan Sabang, sebuah kawasan pertokoan tua yang memang ramai dan sekarang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner top di jakarta. Kopitiam Oey tampil menarik diantara toko2 di sebelahnya dengan cat bagian depan berwarna pink dan tulisan "Kopitiam Oey" menjadi nameplate yang sederhana dan terlihat old style. Pintu masuknya dan keseluruhan bagian depan resto bergaya kawasan chinatown di batavia kuno, sungguh menarik! Agak disayangkan bagian depan ini terhalang gerobak sate yang memang sengaja diletakkan di situ. Mungkin maksudnya agar benar2 seperti suasana resto tempo dulu yg di depannya sering ada penjual makanan kaki lima numpang mangkal, atau mungkin sekaligus sebagai "perluasan" dapur juga yah? mengingat kecilnya area resto ini.smile

Masuk ke dalam ruangan, terasa sejuknya AC, tentu melegakan bagi kami yang habis kepanasan di luar, pas siang2 begini...mad Interior dalam ruangan pun tak kalah cantik, kursi2 bergaya antik dari kayu, meja kayu dengan marmer di atasnya, dinding dipenuhi hiasan iklan2 kuno yang dipigura, dan beberapa pernak pernik old style lainnya.

Siang itu resto cukup penuh, beruntung kami bisa mendapat tempat yang cukup untuk kami berlima (beberapa meja kosong yg ada hanya untuk 2-3 orang saja). Segera kami memilih2 menu yang akan dipesan. Dua teman saya memilih sate ayam, satu memilih gado2, saya sendiri memilih Roti Cane dengan Kari Ayam. Satu teman saya tidak jadi pesan makanan, karena menu yang dia mau ternyata hanya ada saat breakfast time saja , jadilah dia hanya pesan minuman yang mengenyangkan saja seperti milkshake.. Tak terlalu lama makanan datang, kelihatannya menarik dari tampilan awalnya, berikut reviewnya:

Roti Cane dengan Kari Ayam
Tak salah saya pesan ini, karena kari ayamnya enak, gurih & creamy, hanya sayang kuahnya pelittttt banget. Hanya semangkuk mini kira2 seukuran cangkir teh, itu pun penuh karena potongan ayam di dalamnya. Jadi kuahnya sendiri benar2 sedikit, mesti saya hemat2 agar cukup untuk mencocol 2 lembar roti cane-nya. Roti canenya biasa saja, standar, dan lumayan berminyak.

Sate Ayam dgn lontong
Saya sempat mencicipi sedikit dari piring teman saya.. Lontongnya besar dan pulenny pas. Satenya sih lumayan besar2 dan berdaging, tidak banyak jerohan, tapiii... sayang sekali bumbunya tidak enak, rasanya terlalu manis dan terasa kacangnya seperti belum terlalu matang & tidak menyatu dengan minyak bumbunya. Dua teman saya yg memesan sate tentu saja kecewa berat, dan harganya pun tidak semurah sate2 gerobakan biasa. Gado2nya pun menurut teman saya biasa aja, dengan harga yang tentunya lebih mahal dari penjua gado2 kaki lima.

Overall kami agak kecewa makan di sini. Tempat oke, pelayanan standar resto/cafe, tampilan makanan oke, sayang justru rasanya yang tidak oke... Ternyata nama besar pemiliknya saja tidak cukup menjamin kami suka dengan makanannya. Meskipun tempatnya bagus, jujur, kami malas untuk kembali kedua kalinya.

Recommended Dish(es):
-

Spending:
Approximately
IDR 50000

Restaurant Ratings
  • Taste (3)
  • Environment (4)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Hidangan Vietnam di Muffin House
Just OK 2012-04-09
The Muffin House ( Sudirman )
Saya mengetahui resto ini hasil iseng2 browse di website Pacific Place karena kebetulan sedang mencari info sebuah toko. Selama ini karena termasuk jarang mengunjungi Pacific Place, meskipun sudah pernah melewatinya, tidak 'ngeh' dengan keberadaan resto ini. Dari referensi yang saya baca, tampaknya menarik dicoba, terutama karena resto ini menyediakan makanan Filipina yang agak jarang kita temui. Oleh karena itu ketika saya berkesempatan ke PP bersama seorang teman, kami pun mencoba resto ini.

Ternyata tempatnya kecil sekali ya... hanya ada 2 atau 3 meja kecil dengan beberapa kursi di depan counter tempat memesan & membayar (di belakangnya adalah area dapur), di luar nya masih ada 3 set meja, masing2 bisa memuat 4 orang dengan kursi empuk.. that's all, hanya itu tempat makannya, maksimal bisa menampung sekitar 20 orang saja. Ketika kami datang pun resto sepi hanya ada 1 customer selain kami. Tampilan resto ini jadi terlihat sangat sederhana di tengah mall mewah seperti PP, seharusnya jika ditata lebih apik lagi dengan detail2 dekor kecil mungkin akan membuatnya lebih menarik dan 'chic' meskipun kecil.

Untuk menunya saya hanya memilih 1 menu untuk dinner, dan teman saya tidak mau makan jadi hanya pesan blueberry yogurt saja. Menu pilihan yang tersedia tidak terlalu banyak, terutama menu2 Filipina.. ada menu2 main course dan juga kue2. Inilah pilihan saya:

Chicken Tapa
Set menu berisi ayam yang dibumbui ala Filipina, nasi, telur mata sapi, dilengkapi acar lobak dan sambal. Ayamnya lumayan enak, daging dada ayam yang dibumbui & digoreng terasa asin dan gurih, cuma agak terlalu berminyak (mungkin cara menggorengnya kurang tepat). Nasinya juga sedikit ada rasa asin seperti ditumis sebentar dengan minyak, terlihat ada beberapa butir yang kecoklatan & agak wangi nasi yg digoreng walaupun sebentar. Telur mata sapinya masih agak melted bagian kuning telurnya, pas seperti yang saya suka.

Overall makanannya enak, harganya juga tidak terlalu mahal, sepadan dengan apa yang didapatkan. Pelayanan standar, agak sedikit lama sih mengingat resto sepi dan menu yang saya pesan sebenarnya bukan masakan dengan tingkat kesulitan tinggi/cara pengerjaannya kompleks. Satu hal yang harus ditingkatkan adalah cara penyajian makanan. Menu yang saya pesan sebenarnya enak, hanya tampak fisiknya tidak menarik sama sekali, tidak ada bedanya dengan makanan sehari2 di rumah yang tidak di-garnish sama sekali.

Recommended Dish(es):
Chicken Tapa

Spending:
Approximately
IDR 50000

Restaurant Ratings
  • Taste (3)
  • Environment (2)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
The Famous BJ Cafe
Smile 2012-04-09
Cafe Batu Jimbar ( Sanur )
Menurut referensi2 yang saya baca di internet, Cafe Batu Jimbar sudah terkenal sejak lama. Terletak di kawasan Sanur yang ramai, pastinya sebuah cafe yang sudah beroperasi sekian lama & tetap eksis, makanannya pun enak. Oleh karena itu, sengaja saya sempatkan mampir untuk mencicipi menu spesialnya.

Kebetulan hari itu kami (saya & nyokap) memang ke daerah Sanur untuk Sea Walker. Selesai Sea Walker sebenarnya kami sudah makan siang, tapi sengaja kami sisakan tempat di perut karena mau mampir sekalian ke Cafe BJ. Daerah Sanur yang dekat laut pastinya panas, apalagi hari itu pun cerah ceria, siang bolong pula... tapi memasuki area Cafe BJ suasana agak teduh karena banyaknya pohon. Cafe BJ terbagi menjadi dua area yaitu indoor dan outdoor. Area indoor beratap cukup tinggi sehingga udara terasa lebih sejuk daripada di luar karena sirkulasi udara yang bagus. Di langit2 bagian tengah digantungkan hiasan yang sangat menarik berupa cangkir2 teh beserta tatakannya (dilekatkan jadi satu) digantung terbalik dengan kabel2 hitam yang dirangkai dari tengah. Mungkin kalau malam ini berfungsi jadi lampu membentuk sebuah "chandelier" besar. Sungguh hiasan yag kreatif, sederhana, tapi eye catching! Interior di dalam didominasi warna gelap hitam, coklat tua, dengan meja2 dan kursi2 kayu.

Nyokap bergaya di area outdoor samping tempat kami duduk
Siang itu area indoor sudah penuh, terutama karena di tengah ada meja2 yang digabung jadi panjang penuh ibu2 bule seperti sedang arisan lol. Kami pun memilih area outdoor saja, tapi di teras samping bukan di depan. Di teras samping ini lebih teduh karena lebiih banyak pepohonan, dan tidak terlalu dekat dengan jalan. Sekelilingnya tembok tinggi dari susunan batu2 kecil, ada dua payung taman di ujung, tapi meja kami cukup barpayung pohon alami yang sudah pasti lebih sejuk.

 

Untuk makanannya, berhubung kami sudah makan sebelumnya, kami hanya memesan satu makanan saja untuk di-share berdua.. dan tentunya pilihan jatuh pada menu yang sudah terkenal ini (lagi2 hasil membaca2 referensi & berbagai food review di internet), yaitu BJ Salad (55k). Salad ini berisi berbagai macam sayuran diantaranya standar salad seperti wortel, buncis, lettuce, jagung pipilan. Selain itu isi spesialnya adalah terong yang di-grill, bit merah, dan asparagus. Terakhir, yang menarik adalah raspberry vinaigrette sebagai dressingnya. Dressing ini terasa asam manis, tapi tetap ada gurih creamy-nya, berpadu pas jika dicampurkan ke salad. Saladnya jadi makin menyegarkan dan berbeda dari salad2 biasa.. tak heran menu ini jadi favorit dan khas Cafe BJ, makan dinamai sama dengan nama cafenya. Harganya termasuk tidak mahal untuk seporsi salad kelas cafe, apalagi isinya pun fresh dan bermutu baik.

Di area indoor tengah dibawah hiasan cangkir2 itu ada area bar dan etalase berisi berbagai macam kue & dessert yang sebenarnya sungguh menggoda untuk dicicipi. Apa daya perut tak muat lagi, jadi kami tidak bisa mencobanya. Overall pelayanannya cukup baik dan cekatan dalam melayani customer, waiter/waitessnya cukup menguasai menu. Tak menyesal khusus menyambangi cafe ini, lain kali saya masih ingin mampir lagi untuk mencoba menu2 lainnya.

Recommended Dish(es):
BJ Salad

Spending:
Approximately
IDR 60000

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (3)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (4)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Super kenyang di Tokio Kitchen
Smile 2012-04-09
Tokio Kitchen ( Slipi )
Tokio Kitchen masih satu management dengan Urban Kitchen, berkonsep sama yaitu food court, tapi khusus kumpulan counter2 makanan jepang. Pertama kali mengetahui tempat ini dari sahabat sy sesama penggemar kuliner yg tinggal di apt Medit sebelah CP, tentunya dia sudah pernah mencoba Tokio Kitchen & memberikan referensi bagus. Interior food court ini sungguh menarik, counter2 makanan ditata menyerupai food stall/counter2 kecil khas jepang. Di pojok kanan belakang ada satu mobil VW combi merah yang beralih fungsi jadi kasir. "Pintu keluar" ini langsung tersambung ke Urban Kitchen di sebelahnya. Area tempat duduk pun ada beberapa tema dari harajuku, tatami style (tapi tidak benar2 lesehan karena ternyata bagian tengah bolong & mejanya lebih dibawah), hingga yg bersekat seperti sebuah ruangan kecil dalam rumah jepang. Kami pun duduk di area harajuku dengan meja & kursi biasa, hanya di satu sisi dinding dekat kami dipenuhi poster2 khas harajuku style.

Berbekal voucher Disdus senilai 73rb (untuk 2 sushi & 1 pizza), saya pun datang bersama nyokap (sayangnya sahabat sy sedang di luar kota jadi tidak bisa ikut, dan hari ini hari terakhir berlakunya voucher). Setelah melihat2 sekeliling, kami pun menetapkan pilihan untuk makan malam kali ini.

 

Aburi Chilli Salmon Roll
Salmon roll sebenarnya tak terlalu spesial, tapi yang membedakan di sini adalah saus mayonnaise pedasnya yang memang racikan khusus, memberikan rasa yang pas berpadu dengan baked salmon di dalam gulungan sushi plus flamed salmon fillet on top. Kami yg bukan penggemar sushi (tapi kami penggemar salmon) pun langsung suka dgn yg satu ini.

 

Tokio Dragon Roll
dragon roll special ala Tokio Kitchen, dgn ebi tempura yang crunchy di dalam, kani, serta (seharusnya) unagi on top. Karena kami tidak makan unagi, dgn sedikit tawar menawar, kami sukses mendapat shrimp on top sebagai gantinya.

 

Shrimp n Cheese Pizza
Meskipun lama sekali menunggunya plus self service ambil sendiri ke counter pizza.. ternyata worth it karena rasanya yg unik tapi enak. Menu ini jadi menu "cross culture" yaitu pizza jepang. Toppingnya yg sederhana berupa shrimp tempura 'n lots of mozzarela cheese justru menjadikannya uenak! Perpaduan mozzarela yang empuk meleleh dgn crispy nya tempura udang memberi rasa & tekstur yg mantap. Saking kenyangnya, setengah pizza ini kami bawa pulang karena sudah tak muat lagi di perut.
Secara keseluruhan, makanannya memuaskan.. bagi kami yang bukan penggemar japanese food pun rasanya enak, juga porsinya cukup besar, terutama sushi yg terdiri dari 8 potongan besar per porsi. Pelayanannya standar sebagaimana yg berlaku di urban kitchen, hanya malam itu kami agak tidak beruntung karena cukup lama menunggu makanan datang, bahkan salah satunya sampai sy ambil sendiri ke counter saking lamanya menunggu. Soal harga, rasanya standar makanan jepang yang memang agak mahal, tapi karena pakai voucher bagi kami jadi murah. Thanks to Disdus!

Recommended Dish(es):
Shrimp n Cheese Pizza,Aburi Chilli Salmon Roll

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (4)
  • Service (2)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Akhirnya Kesampaian Juga Mencoba Mykono Taverna
Smile 2012-04-09
Mykonos ( Seminyak )
Dulu sekali, Mykonos Taverna ada di Cilandak Town Square. Sayangnya saya belum kesampaian mencoba sudah keburu tutup & hingga sekarang hanya ada di Bali. Tentunya, ketika berkesempatan ke Bali saya sempatkan mencoba, apalagi lokasinya pun di daerah ramai yg strategis yaitu Oberoi. Restorannya sendiri sederhana, dan agak panas (gerah) padahal sy datang utk dinner, gimana kalo siang hari yah? Meskipun ruangannya tidak terlalu besar, tapi penuh dengan meja dan kursi sehingga dapat menampung banyak orang juga, namun malam itu sedang tidak ramai. Dekornya cenderung sederhana bernuansa homey, mungkin dibuat agar seperti rumah di yunani. Lampunya pun pakai bohlam kuning yang tak terlalu terang sehingga makin menyerupai suasana di rumah.
Karena lumayan 'buta' dgn makanan yunani, cukup lama kami membolak balik buku menu yang (untungnya) ada fotonya. Berikut pilihan kami:

 

Mykonos gyros, 55k
pocket pita bread berisi pork, dibungkus bersama lettuce, onion, tomat, dengan dressing tzatziki sauce, dihidangkan bersama french fries. Enak dan mengenyangkan! Porsinya besar, kalau sendirian saya tak akan sanggup menghabiskannya.

Sahanaki, 30k
melted feta cheese with tomato, oregano, garlic, dill, olive oil. Rasanya asin, gurih, creamy, juga harum rempah2. Penampilannya memang terlihat berantakan seperti bubur yang tak cantik, tapi ternyata rasanya enak.

 

Mixpikilia, 35k
mixed appetizer yang terdiri dari humus, melitzanes, tzatziki, dolmathes, feta cheese, greek olive & mix salad. Cocok sekali buat kami yang memang mau coba2 berbagai jenis makanan yunani ini. Dalam satu piring ada 7 macam appetizer khas yunani yang hampir semuanya enak. Berikut detail dari beberapa nama appetizer tsb sebagai informasi yang mungkin berguna:
- dolmathes: grape leaves w/ rice, dill, yoghurt&olive oil
- tzatziki: yoghurt w/cucumber, garlic, dill, olive oil
- humus: chick beans w/ tahini, lemon, dill, garlic, olive oil
- melitzanes: eggplant w/feta cheese, lemon, dill, garlic, olive oil

Overall, I love greek food! Enak dan cocok di lidah saya karena bahan2nya pun basically saya suka, misalnya feta cheese, olive, dan olive. Soal harga, very worth the price! Kalau dibandingkan dgn pasaran harga di jakarta, ini sungguh tidak mahal & sesuai dgn yg kita dapatkan. Pelayanannya memang masih perlu ditingkatkan, karena masih seperti kafe rumahan yang belum profesional.

Recommended Dish(es):
Mykonos gyros

Spending:
Approximately
IDR 50000

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (2)
  • Service (3)
  • Clean (2)
  • Price (4)
Rate this review

  • Keep it up

    1

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Lunch di Tengah Kandang Singa
Smile 2012-04-08
Bali Safari - Tsavo Lion ( Gianyar )
Restoran ini punya daya tarik lebih dibanding resto lainnya dalam area Taman Safari Bali karena terletak di dalam area kandang singa! Sungguh privillege yang tak akan saya lewatkan untuk bisa memotret singa2 itu dalam jarak dekat, meskipun di balik kaca. Ya, satu sisi besar resto ini berdinding kaca tebal yang di luarnya merupakan wilayah kekuasaan sang raja hutan. Siang hari begini gerombolan singa2 sedang enak2an bersantai di bawah pohon. Jika beruntung datang saat feeding time, tamu resto bisa menyaksikan singa2 dalam jarak lebih dekat lagi yaitu persis di balik kaca.
Resto ini mengambil bentuk rumah tradisional berbentuk bundar beratap kerucut tinggi. Interior di dalam juga masih ada sentuhan natural dengan dinding berlapis batu alam gelap di area dekat dapur hingga toilet. Ada yang unik pula dengan toiletnya. Ada satu jendela kaca di sebelah tempat cuci tangan yang dibaliknya terdapat singa. Rupanya ada kandang terpisah di situ, tapi singa yang saya lihat dari situ kelihatannya sedang tidak sehat atau mungkin memang area karantina. Meskipun singanya lemas tak bersemangat, tetap jadi hal menarik. Rupanya jendela ini merupakan "atraksi" tambahan, karena para waiter mengingatkan tamu yang menanyakan letak toilet dgn berkata "jangan kaget pak/bu, kalau ketemu singa di toilet" wow!
Untuk makanannya, tsavo lion kebanyakan menyediakan international menu. Berikut menu yang kami coba:

 

Paella Potjie, 150k
Spanish paella yang terkenal itu, dengan isi pork chorizo, udang, ayam, ikan. Tampilannya tidak sekuning paella umumnya, tapi rasanya enak. Porsinya sama sekali tidak besar, tapi isiannya cukup banyak.

 

Balinese Spicy Chicken Salad, 60k
Isinya smoked chicken, lettuce, toge, dan kacang panjang. Sebuah menu "cross culture" chicken salad ala western digabung dengan urap bali dan sambal matah sebagai dressing-nya, hasilnya jempolan, enak & unik.

Kesimpulan akhirnya... makanan di sini tergolong mahal, tapi sebanding dengan privillege yang didapatkan. Memang singa2 itu jadi nilai jual tersendiri yg membuat resto ini selalu ramai pengunjung, terutama bule2. Pelayanannya cukup baik dan cekatan, untuk ukuran resto yg cukup ramai, it was OK. Bagi saya pribadi, tak menyesal datang ke sini karena bisa dapat foto2 singa yang cantik!

Recommended Dish(es):
Balinese Spicy Chicken Salad

Spending:
Approximately
IDR 120000

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (5)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    1

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
All You Can Eat Makanan India di Royal Kitchen
Smile 2012-04-08
The Royal Kitchen ( Kuningan )
Lagi2 voucher Disdus membawa saya & nyokap bertualang kuliner! Kali ini giliran makanan India yang akan kami jajal, tak tanggung2, all you can eat!

 thw gate

Dilihat dari papan nama plus gerbang masuknya, ada sentuhan modern namun gerbang masuknya yang berbentuk setengah lingkaran terlihat menarik. Begitu melangkahkan kaki ke dalam gerbang itu, langsung disambut aroma dupa dan meja sembayang khas India, lengkap dengan pernak perniknya. Rupanya meja itu bukan sekedar pajangan, karena saya sempat melihat sang pengelola resto dan beberapa tamu yang masih asli orang India bersembayang sejenak di depannya.

 Inside

Interior di dalam resto sendiri tenyata memang bersentuhan modern seperti tampak luarnya, terlihat dari meja tempat menyajikan buffet dengan lampu2 gantung di atasnya. Namun, kesan tradisional juga masih dipertahankan dengan meja2nya yang terbuat dari kayu berhiaskan ornamen2 khas India, serta peralatan makan yang tersedia pun dari stainless semua khas resto2 India.

Tak berlama2 lagi, kami pun mulai makan. Karena belum terlalu ramai, seorang waitress (yang kelihatannya sudah setengah baya, mungkin cukup senior di sini) menawarkan untuk memulai dengan sup dan melayani seperti jika kami memesan secara ala carte. Beberapa hidangan berikutnya pun terus datang, sambil diberi info nama makanan apa yang dihidangkan tersebut. Nice service! Belakangan setelah resto makin ramai oleh tamu2 India yang kebanyakan datang serombongan dan mereka pesan ala carte.. kami pun tidak dilayani seperti tadi lagi. Tak apa, kini saatnya kami melihat2 sendiri ke meja saji & mengambil makanan sesuka hati. Berikut hasil perualangan kuliner India kali ini:

Dal (lentil soup)
Sup bening India sebagai appetizer, cukup menyegarkan dengan aroma merica & rempah yang kuat, tapi tak masalah untuk saya.

 

Rujak India
Waiter yang mengantarkannya hanya bilang begitu ketika saya tanya makanan apa ini.. jadilah saya tak tahu nama aslinya.. tapi yang penting: rasanya enak! Isinya berupa semacam keripik tebal dari tepung yang digoreng, kentang kukus dipotong kecil2, sayuran mentah (diantaranya kol dan onion) lalu disiram yogurt dressing khas India plus saus asam (tamarind) yang membuat keseluruhan rasanya jadi enak dan segar. IMO, ini lebih ke arah salad daripada rujak.

 

Fish Tikka
Tikka, adalah jenis masakan India yang sangat umum dengan ciri khasnya berbumbu warna merah. Biasanya saya menemukan chicken tikka, kali ini fish.. wow, sebagai penggemar ikan pastinya saya suka. Awalnya ketika dihidangkan oleh waiter, fish tikka datang bersama saus hijau sebagai cocolannya, tapi ternyata saya tak suka perpaduan rasanya. Belakangan saya memakannya dengan saus yang lain, atau juga dengan kuah kari, buat kreasi sendiri hehelol Menu ini yang paling banyak saya ambil.. lagi dan lagiii...

 

Roti goreng dengan saus coklat
Lagi2 saya tak tahu namanya, tapi roti ini menarik sekali karena bentuknya menggelembung setelah digoreng. Untuk memakannya tentu harus dipecahkan, lalu dicocol ke saus coklat yang rasanya seperti chickpeas dihaluskan plus rempah2. Lagi2 roti ini pun enak juga dimakan dengan kuah kari.

Ini dia salad India hasil kreasi sesuai selera saya sendiri! Hanya berisi tomat, timun, campuran kol yang sudah di-marinate. Awalnya saya coba hanya dengan yogurt dressing saja seperti terlihat di foto, ternyata kurang enak karena too plain. Akhirnya saya minta lagi tamarind sauce yang memang tidak terhidang di meja buffet, harus spesial diminta ke waiter. Setelah pakai tamarin sauce barulah rasanya pas!

Jelebi
Dessert snack yang super duper manis, terbuat dari tepung singkong yang digoreng dengan lapisan gula seperti karamel (tapi tidak ada aroma gosong karamel). Dua potong kecil ini saja kami sharing berdua karena manisnya membuat perut terasa makin kenyang. Bagi penderita diabetes lebih baik jauhi yang satu ini yah...

Overall, puas makan disini, apalagi karena pakai voucher jadi murah. Lain kali masih ingin datang lagi untuk mencoba menu2 ala carte-nya yang pasti lebih banyak lagi jenisnya. Pastinya makanan di Royal Kitchen ini masih "India banget" dari segi citarasa, terbukti dengan banyaknya tamu asli India yang berkunjung ke sini & biasanya beramai2 dengan keluarga, beberapa dari mereka pun masih berpakaian sari khas India, menarik juga untuk diamati!

Recommended Dish(es):
fish tikka,mint raita

Spending:
Approximately
IDR 70000(Lunch)

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (3)
  • Service (3)
  • Clean (3)
  • Price (4)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0
Girls' Dinner at Torigen
Just OK 2012-04-08
Torigen Japanese Restaurant ( Wijaya )
Atas rekomendasi sahabat saya yang penggemar makanan Jepang, saya bersama 2 best friend mampir ke Torigen untuk makan malam bersama. Sebelumnya sih sudah sering mondar mandir lewat di depan resto ini, tapi baru kali ini mampir tongue

Tampilan luarnya khas rumah jepang dengan pintu geser dan jendela kotak2. Memasuki resto, interior nya pun jepang abiz dengan meja kayu serta ada juga area tatami. Terlihat banyak WNA jepang yang makan disitu. Sapaan ala jepang dari waiter/waitress selalu terdengar setiap kali ada tamu datang. Kami pun ditawarkan takoyaki yang menjadi signature item dari Torigen, karena customer bisa mencoba membuatnya sendiri jika memesan porsi besar. Khawatir terlalu kenyang nantinya, kami pun memutuskan tidak memesan takoyaki.

 

Cheese Chikuwa~ 39k
Kami mencoba simple appetizer ini karena tampaknya tidak terlalu mengeyangkan dan menarik untuk dicoba. Chikuwa ini diisi dengan cheddar cheese lalu digoreng dengan tepung tempura sehingga permukaannya crispy. Enak juga jika dimakan dengan menaburkan bubuk cabe jepang di atasnya.

 

Ebi Furai Bento~ 65k
Menu bento yang komplit bangets! ebi furainya sih cuma 2 ekor, tapi pelengkapnya yang bikin kenyang.. mulai dari chawan mushi, salad, miso shiru, hingga pickles. Saya suka chawan mushinya yang lembut dan gurih dalam porsi kecil itu. Seorang teman saya pun akhirnya memesan bento yang sama lol

Saya & kedua sahabat puas makan di sini. Menunya pas, harganya pun sesuai. Pelayannnya cukup baik, makanan pun cukup cepat keluar. Tentunya lain kali masih banyak menu yang ingin dicoba, terutama takoyaki nya yang terkenal.

Recommended Dish(es):
cheese chikuwa

Date of Visit:
2012-01-28

Spending:
Approximately
IDR 80000(Dinner)

Restaurant Ratings
  • Taste (4)
  • Environment (3)
  • Service (4)
  • Clean (3)
  • Price (3)
Rate this review

  • Keep it up

    0

  • Look Forward

    0

  • Interesting

    0

  • Touched

    0

  • Admiration

    0

  • Nice Photo

    0