2
0
0
Novice Gourmet
18
0
2012-09-14
Belum lama, akhir tahun 2010, Tamani Kafe buka cabang di Jl. Cinere. Lokasinya gabung dengan restoran Sate Senayan. Saya pertama kali melihat Tamani Kafe di Dago, Bandung. Saat itu saya tidak berani masuk, kondisi keuangan masih berstatus ga punya duit alias kere . Setelah bekerja, saya baru berani mencoba. Itupun di Tamani Express (versi cepat sajinya Tamani Kafe) Pondok Indah Mall, yang notabene menunya tidak selengkap Tamani Kafe.Saya dan suami datang di malam valentine, jadi suasana di Taman
Baca Ulasan Lengkap
Belum lama, akhir tahun 2010, Tamani Kafe buka cabang di Jl. Cinere. Lokasinya gabung dengan restoran Sate Senayan. Saya pertama kali melihat Tamani Kafe di Dago, Bandung. Saat itu saya tidak berani masuk, kondisi keuangan masih berstatus ga punya duit alias kere
. Setelah bekerja, saya baru berani mencoba. Itupun di Tamani Express (versi cepat sajinya Tamani Kafe) Pondok Indah Mall, yang notabene menunya tidak selengkap Tamani Kafe.

Saya dan suami datang di malam valentine, jadi suasana di Tamani Kafe juga penuh dengan cinta. Valentine kali ini saya diajak makan bareng keluar.

Pramusaji Tamani Kafe menyambut, “Selamat datang di Tamani Kafe, untuk berapa orang pak?”

“Dua orang mbak.” Jawab suami.

“Merokok atau tidak, pak?” Mbak pramusaji kembali bertanya.

“Ngga mbak.” Jawab suami, yang selalu irit kata.

Mbak pramusaji lalu menunjukkan meja kami. Lha… ternyata kami dibawa keluar, di area merokok. Tetapikami tidak protes, saya menyadari banyak orang melihat tampang preman suami saya sehingga berasumsi dia merokok. Lagipula, kami memang berencana mengambil meja yang diluar. Lebih romantis.Oke, kembali ke topik. Menu yang disajikan Tamani Kafe cukup beragam, baik makanan atau minumannya. Mulai dari masakan Eropa, hingga masakan Indonesia. Kenyamanan dan pelayanannya tidak perlu diragukan. Dan yang tidak kalah penting, harganya masuk akal. Pas untuk ukuran restoran. Kami memesan sop buntut bakar dan gordon blue parmigiana untuk hidangan utama, creamy mushroom soup + soup hat untuk hidangan pembuka, green tea latte dan cloud in the sky ice chocolate untuk minumannya3
18 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Creamy mushroom soupnya sangat lezat dan creamy. Saya sampai tidak kebagian jatah karena istri saya sangat menyukainya. Gordon blue parmigiana (saya masih bingung bedanya gordon dengan cordon apa) dihidangkan bersama fettucini. Saya sempat mencicipi potongan dagingnya. Rasanya lengkap, ada keju, daging asap, dan ayam dalam satu gigitan. Dan juaranya tentu saja sop buntut bakar. Rasa buntut bakarnya mantap. Sudah cukup lezat tanpa sopnya. Yang tidak suka bumbu dengan intensitas tinggi, bisa dipadukan dengan sopnya.
18 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
16 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Bagi penggemar cokelat, seperti saya, minuman cloud in the sky ice chocolate cocok untuk anda. Minuman coklat dengan tambahan cokelat dan whip cream (saya pesan tanpa whip cream, saya tidak suka whip cream) ini pokoknya cokelat banget. Menikmati cokelat memang nikmat. Green tea latte pesanan istri saya juga unik. Berbeda dengan minuman green tea yang biasa saya temui di restoran lain. Komposisinya cukup kental, sehingga agak aneh untuk sebuah minuman green tea (yang di dalam kepala saya biasanya tidak kental). Tetapi rasanya dijamin oke, perpaduan yang pas antara susu dan green tea.
16 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Setelah puas ngobrol, makan, sedikit browsing dengan fasilitas hotspot, dan menikmati malam, kami membuat target untuk mengunjungi restoran sebelah esok hari.
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga