Openrice Logo
Register |  Sign in

Region: Jakarta Bali Bandung Surabaya Semarang Yogyakarta Other Cities
Home  Restaurants  Reviews  Coupons  Bookmarked Restaurant  Desktop Version  Register  

Tjap Toean


Address: Citywalk Building Lt. 1 #1-2, Jl. KH. Mas Mansyur No. 121, Karet
Map : Show Map
Tel: (021) 29912805 (Add to Contacts)
Categories: Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga
Spending: Rp.50.001 - Rp.100.000
Overall Score: 3.8
4smile face vs 1ok face vs 1cry face

Photo>>
Other Information

Signature Dishes:   Gurami Ala Tjap Toean、Dortjie、Kukuruyuk、Nasi Babah、Teh Tarik
Payment Method: Visa、Master、Tunai / Cash、Kartu Debit
Wi-Fi: Yes
Parking Area: Yes

Gourmet Reviews

1 to 5 of 6 restaurant:
Next Page>

Restaurant Peranakan dengan Konsep Tempo DoeloeSmile
2015-01-08
stepwibi (46 Review(s))

Tjap Toean adalah restaurant yang cukup unik. Mereka menyajikan masakan Peranakan, menggunakan konsep dan interior yang serba “tempoe doeloe.” Mereka sudah membuka beberapa cabang di Jakarta, salah satunya di Pondok Indah Mall yang kebetulan sudah pernah saya kunjungi juga. Namun dua lokasi ini konsepnya sedikit beda, dimana di Pondok Indah Mall yang lebih ketara adalah burung warna-warni yang digantung di langit-langit. Sedangkan di sini mereka menggantung payung kertas dan sangkar burung kayu.Tjap Toean ini merupakan tempat yang sangat enak untuk ngobrol dengan teman ataupun minum kopi sembari bekerja. Kali ini saya mengunjungi Tjap Toean sebagai tempat meeting saya dengan client. Saya memesan Kopi Susu yang rasanya sangat rumahan sekali. Yah, untuk sesekali saya rehat dari latte-latte coffee shops dan beralih ke kopi susu biasa. Saya juga memesan Pisang Bakar Keju dan lumayan enak.Come and taste for yourself!
Instagram : @stepwibi

Recommended Dish(es): Kopi Susu,Pisang Bakar Keju
Date of visit: 2014-12-10
Table Wait Time:  0 minute(s)
Spending per Head: Rp.100000 (Lunch)
Ratings :   Taste4   Environment5   Service4   Clean4   Price4

Kuliner JadulCries
2014-12-18
Tikz (236 Review(s))

Restaurant dengan nuansa pecinan jadul mungkin salah satunya adalah Tjap Toean. Awalnya waktu pertama kali kesini dan lihat nuansa restaurant ini memang unik. Dindingnya berwarna merah bata dan di dindingnya banyak pajangan unik khas jaman dulu, nuansa lampu yang tidak terlalu terang juga membuat suasana lebih cozy. Well.. kalau weekday restaurant ini cukup ramai dikunjungi para pekerja kantoran namun karena saya pergi dihari weekend restaurantnya sedikit sepi.

Begitu datang kami disuguhi buku menu yang cukup unik, karena berupa koran dan nama nama di menu tersebut sangat asing didengar dan unik, jadi lebih baik bertanya dulu jika kurang yakin.

Saya memesan menu yang bernama tuan moeda yang rupanya adalah nasi timpenampilannya sangat simple, hanya nasi tim berukuran mangkuk yang diletakan dipiring dan semangkuk kecil kuahnya.
nasi timnya tidak empuk namun untuk ukuran nasi tim masih kurang lembek. rasa gurih dari ayam dan manisnya bumbu ayam ini lumayanlah rasanya. tapi seidkit agak kecewa karena dibagian bawah nasi timnya ada bagian nasi yang keras, benar benar keras dan tidak bisa dimakan..entah apa yang dibuat oleh si koki hingga saya pun tidak menghabiskannya (hanya setengah bagian atas saja yang bisa dimakan sick upsetdislike)
Overall makanan saya kali ini mengecewakan.

Date of visit: 2014-12-07
Spending per Head: Rp.50000
Ratings :   Taste1   Environment3   Service2   Clean2   Price2

Tempoe DoloeSmile
2014-11-15
Celenganceleng (140 Review(s))

Resto ini ada di citywalk sudirman, dia tepatnya ada di lantai 1, diujung, gw selalu lwatin restonya, tetapi karena bingung ini resto apa jadinya gw ga masuk, nah kemarin ini gw kesini sama teman teman gw dan gw baru tau ternyata ini adalah restoran yang temanya tempoe dulu, makanya restonya kelihatannya gelap dan remang remang dari luar dan interiornya dia menggunakan tema kayu kayu gitu seperti jaman dulu, dan uniknya ada terompet untuk memanggil pelayannya, jadi gw datang dan masuk sama temen temen gw duduk di bangku yang sofa, selain sofa dia juga ada bangku lainnya bangku kayu.

Pas duduk kita diberikan menu, dia menunya bukan buku tapi kayak selembar koran begitu, dan lucunya menu ini menggunakan nama nama yang cukup buat gw bingung bacanya, tapi tenang aja karena dibawahnya ada penjelasan lengkap tentang nama namanya. disini ada meu appetizernya, ada salad dan soup, ada sup asam pedas, merem melek kayak asinan isinya mangga enak dan seger loh ini, pakai kacang juga, ada sup kepiting, ada kukuruyuk alias chicken wings, ada juga salt and pepper tofu, selain itu ada malaysian curry juga, untuk menu sayuran dia ada cay miaw, pak choy, baby kailan sama tjap tjoi, disini ada menu mie, kayak chicken noodle, chicken nodle with meatball, kwetiau siram, kwetiau goreng, bihun goreng, sui kiaw sup, rice noodle, i fu mie, laksa, ada bakso, terus ada juga pilihan nasi goreng yang rasanya juga cukup banyak, trus juga ada gurame, ayam, beef, ufang telor asin. nah untuk snacknya ada roti canai pake susu  bisa pake gula bisa juga pake chicken currynya enak enak kok ini, trus ada otak otak, untuk minuman ada teh o, teh o peng, kopi, es cendol es teler dan yang lainnya deh.. rasanya enak enak kok, ya walau harganya lumayan dan bisa dibilang cukup mahal.

silahkan datang dan mencoba ya lol

Recommended Dish(es): Nasi aliong,nasi babah,canai
Date of visit: 2014-11-13
Table Wait Time:  10 minute(s)
Spending per Head: Rp.70000 (Dinner)
Ratings :   Taste5   Environment5   Service5   Clean5   Price4

Nasi nya berwarna biru boo...Smile
2013-05-16
setia_dya (5720 Review(s))

Resto ini kalau dilihat dari nama resto nya cukup vintage sekali,dan membuat setiap orang yang melihatnya menjadi tertarik untuk masuk ke resto ini dan mencicipi menu makanan yang ada disini...dan ketika itu ketika saya sedang hangout bersama dengan teman saya pun memutuskan untuk makann disini..

Menu yang saya pesan ketika makan disini :

Nasi babah adalah menu yang saya pesan ketika saya makan disini dan menu ini terdiri dari nasi yang berwarna biru dan diatasnya diberi taburan bawang goreng,kerupuk,ayam goreng,telor rebus setengah,teri kacang,sayur kacang panjang, timun,cabe merah..dan menu yang saya pesan ini pun cukup komplit dan rasa dari nasi biru nya nikmat sekali rasa nya dan untuk ayam goreng nya juga cukup renyah kulit ayam nya...dan sangat pas dimakan dengan menu yang lain nya juga...

Curry laksa nya terdiri dari telor rebus setengah,potongan daging ayam,toge,mie laksa dan lain nya dan kesemua nya ini dibalut dengan kuah karinya yang warna nya terlihat sangat kental sekali dan untuk rasa dari menu curry laksa ini juga sangat nikmat dan menyatu sekali rasa dari mie laksa dan kuah kari nya dan membur dengan isi laksa nya...

Mandarin orange juice adalah menu minuman yang saya pesan ketika itu dan minuman ini pun terasa sangat menyegar kan sekali rasa nya dan ukuran gelas nya juga cukup besar,jadi minum minuman ini membuat kita merasa puas sekali...dan rasa jeruk mandarin di minuman ini sangat mantap sekali rasa nya yaitu ada rasa asem dan manis yang menyegarkan tenggorokan saya....

Jarang jarang kita makan menu makanan yang dibuat nya dengan cukup unik,dan bila anda kepingin makanan dengan tampilan dan citarasa yang enak dan jarang anda makan maka anda harus ke resto ini karena disini terdapat nasi yang berwarna biru dan menu ini pun bisa saya rekomendasikan untuk kalian semua smile

Ratings :   Taste4   Environment3   Service4   Clean4   Price3

Makan sambil BernostalgiaJust OK
2012-12-22
ichakhairisa (218 Review(s))

Mencari tempat makan dengan suasana modern atau a la Eropa mungkin gampang dengan mudah ditemui, namun mencari tempat makan yang menghadirkan suasana tempo dulu yang benar-benar seperti membawa kita ke jaman dulu masih jarang. Ada beberapa restoran yang berusaha menghadirkan nuansa tempo dulu sebagai desain restorannya pernah saya masuki, namun yang satu ini membuat saya merasa justru kembali ke masa kecil saya. Adalah sebuah restoran bernama Tjap Toean di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan yang menarik hati di sore hari sambil ngobrol-ngobrol cantik. Saat masuk kesini saya sudah disuguhkan dengan nuansa sebuah rumah gaya Betawi tempo dulu lengkap dengan tipikal jendela berkanopi kunonya. Resto ini memiliki tiga area, dua indoor di dalam area mall, satu teras depan dan bagian dalam satu gabung dengan kitchen, dan satu outdoor di teras luar mal. Di bagian depan pintu masuk sebelah kanan, terdapat sebuah bangku taman besar dengan hiasan satu pot besar ilalang dan uniknya ada sangkar burung kuno berbentuk persegi panjang yang di cat berwarna putih dan ditutupi dengan selendang warna-warni. Di salah satu sudut lainnya, masih di area indoor namun di bagian luar, juga terdapat sangkar burung bernuansakan campuran gaya betawi kuno dan cina kuno yang kanan kirinya tergantung hiasan rumbai warna-warni. Di area indoor bagian depan, terdapat beberapa variasi set meja makan yang seolah membawa kita ke 3 jaman berbeda. Di area sebelah kiri dari pintu terdapat set meja makan bernuansa Cina era 60-an dengan meja kayu usang dan bangku kotak beralaskan bantal empuk yang sarungnya bergambar cici-cici Cina a la lukisan Andy Warhol. Di sisi sebelahnya terdapat set meja makan a la rumah Betawi tempo dulu lengkap dengan lampu petromak gantungnya dan juga lemari berisikan mesin jahit super usang yang sangat unik!Tjap Toean selain menghadirkan nuansa traditional, kita juga dibawa bernostalgia ke jaman makan a la kedai tempo dulu terbukti dengan seperangkat peralatan makan seperti sendok, garpu, dan sumpit yang semuanya diletakkan di dalam kotak kayu di atas masinng-masing meja makan dan lucunya mereka memiliki ‘horn’ atau terompet pijat yang biasa dipakai tukang roti jaman dulu untuk berkeliling menjajakan dagangannya. Jadi, kalau kita ingin memanggil pelayan, silahkan pencet ‘horn’nya sampai berbunyi ‘teeet’ nyaring, maka datanglah si pelayan hihihi lucu banget ya!Sementara itu, masuk ke bagian dalam area indoor, saya bisa melihat semi open kitchen bernuansa kedai tradisional lengkap dengan pajangan panci-panci dan bakul jaman dahulu. Etalase kitchennya juga semuanya dibuat dari kayu yang mengesankan saya seolah berada di kedai 60 tahun lalu. Berjalan kea rah teras luar, disinilah saya merasa dibawa ke masa kecil saya. Ribuan pesawat mainan kayu warna-warni digantung di langit-langit resto yang terbuat dari susunan bamboo gelondong. Semuanya terlihat cantik dan unik apalagi di sore hari menjelang mala mini ada lampu hias warna-warni yang membuat pesawatnya seolah berkelap-kelip. Wah, ingin rasanya saya awa pulang satu pesawat mainan itu hihi…Di salah satu sudut lainnya di teras malah terdapat kaleng kerupuk usang warna-warni yang masih asli dengan karat di pinggirannya. Jaid inget jaman kecil dulu saya suka nyemil kerupuk putih yang dijual di dalam kaleng ini. A super great idea to bring people into childhood memory!Setelah iseng pencet-pencet ‘horn’ maka datanglah si pelayan membawakan menu, saya terheran-heran pas datang kok si pelayanannya malah membawa selembar Koran, eh taunya menu list-nya memang berbentuk Koran. Wuah benar-benar nostalgia yang bagus! Memang agak ribet membuka koran selebar itu dan membaca deretan menunya, tapi semuanya membuat saya lagi-lagi takjub ketika membaca deretan makanan bernama unik. Masakan yang dihadirkan disini berupa old-fashioned Indonesia peranakan, jadi jangan heran jika menemukan menu-menu Cina atau Malaysia disini. Coba tengok deretan makanannya, Tjap Toean punya appetizer mulai dari salad, sup, aneka kari dan nasi campur. Nasi Baba yang berwarna biru, katanya menjadi jagoan disini. Masuk ke menu utama, deretan nama seperti Dortjie (gurame fried in salted eggs) atau Lu Orang (chicken with dark soy sauce) membuat saya ingin tertawa membacanya. Begitu juga dengan snack dan dessertnya. Di deretan dessert nama-nama seperti Nona Tjantik (sticky rice with durian), Martabak Cungkring, Q Pe, Ya Ketan Ijau, menjadi nama-nama yang membuat siapa saja penasaran. Roti bakarnya juga namanya unik-unik seperti Ci-Ca (buttered toast sprinkled with sugar), Pindakaas (toast with peanut butter), atau Manis Mandja (toast with rich caramel spread) juga membuat siapapun geli membacanya. Begitupun minumannya coba saja tengok nama Tju Tju Gue (soy milk with cincau), Gang Kantjil (Siamese orange with basil seeds) atau Si Picis (chocolate milk shake), semuanya membuat rasa penasaran makin tinggi, deh!
Saya pun dibuat penasaran dengan nama-nama unik tersebut, berhubung perut belum terlalu lapar dan ingin nyemil sore, akhirnya saya memutuskan memilih aneka dessert dan toastnya saja.

Pilihan saya jatuh pada si toast Gua Kasih Tau Lu Yah (24.5K), roti bakar ini diisi dengan olesan selai hazelnut dan di bagian luarnya dioles dengan truffle oil. Dari namanya yang sangat membuat saya ngakak, saya berharap rotinya benar-benar unik awalnya, pas datang sih unik soalnya rotinya mengguunakan roti tawar persegi panjang dan disajikan dengan talenan kayu. Sayangnya, ternyata memang hanya seperti roti bakar biasa. Selai hazelnutnya pun menurut lidah saya terasa seperti selai kacang biasa, truffle oil di bagian luarnya juga hanya menghadirkan wangi hazelnut bercampur caramel yang wangi. Tapi sisanya buat saya ini nggak lebih enak dari roti bakar pinggir jalan ditambah dengan harganya yang nggak sepadan. Pilihan lain jatuh ke Swie Kiaw Steam (21.5K), dim sum kesukaan saya ini datang dengan wadah bambu dan berisi 3 swie Kiaw. Kulitnya lembut dan isi sayur serta ayamnya juga lumayan banyak. Cukup menyenangkan sih dim sum yang satu ini. Untuk dessertnya, saya memesan Qi Pe (19.5K) yang sebenarnya sebuah es campur dengan campuran tape, kelapa muda, alpukat, sirop cocopandan, dan susu kental manis. Es campur ini disajikan dalam mangkuk kecil dan terlihat cantik dengan es serut yang dilapisi sirup cocopandan warna hijau dan merah. Rasanya segar sekali, manisnya pas, dan campuran buah-buahannya juga lumayan, walau menurut saya kurang lengkap untuk ukuran es campur normal sih. Harga makanan yang ditawarkan Tjap Toean menurut saya masih masuk akal, meskipun ada beberapa menu snack yang menurut saya overpriced. Untuk appetizer seperti sup, salad, curry, dan nasi campur bisa dinikmati mulai dari Rp24.500 – 34.500. Untuk menu utamanya mulai dari Rp17.500 – 33.500. Roti Canai, Snack aneka dim sum dan toast bisa dinikmati mulai dari harga Rp10.500 – 26.500. Sementara, dessert aneka es-nya bisa dinikmati dari harga Rp17.500 – 26.500 dan aneka minuman mulai dari Rp9.500 – 30.500. Oiya, satu lagi yang lucu, pas saya membayar makanan, kembaliannya diberikan menggunakan dompet kain a la ibu-ibu jaman dulu lhoo hihihi…

Pelayanan disini pun cukup ramah namun agak lama menurut saya. Entah mungkin karena restoran sedang ramai atau apapun. But, I really appreciate resto yang walaupun ramai mereka tetap mengedepankan pelayanan prima dan cepat, sih. Overall, saya menikmati sore saya disini dengan senang hati, selain bisa duduk-duduk manis sambil dibawa kesuasana tempo dulu, perut saya juga cukup kenyang diisi dengan cemilan a la tempo dulu milik Tjap Toean. Wanny bring your memory back, coba deh mampir kesini!
Kesimpulan:

Plus
++ Suasana cozy, homey, penuh dengan nuansa tradisional dan jaman dulu.
++ Nama makanannya unik, membuat pengunjung jadi penasaran dan tertarik mencoba
++ Harganya masih masuk akal tapi sedikit overprice untuk cemilan seperti toast-nya
++ Pelayannya ramah-ramah menjelaskan tiap arti nama unik makanannya

Minus
- Makanannya datangnya lama


Recommended Dish(es): Qi Pe
Date of visit: 2012-12-21
Spending per Head: Rp.50000 (Lunch)
Ratings :   Taste3   Environment5   Service3   Clean5   Price3

Next Page>
Back to Toparrow up

Home   Restaurants   Reviews   Coupons   Bookmarked Restaurant   Desktop Version   Register  

Advanced Search

Desktop Version   Sign in