Berkunjung Kembali ke Bang Olan
2012-06-16
Udah lama nih nggak mengunjungi rumah makan Olan-Olan, maka suatu malam saya, pacar, dan temannya pacar memutuskan untuk mencoba lagi datang ke sini. Siapa tau ada yang beda gitu. Selain tambahan kursi, untuk interiornya sih nggak ada perubahan. Masih yang itu-itu aja. 'Konvensional' kalo kata orang pinter bilang mah (#tsaaah).
Letaknya Olan-Olan ini masih di tepi jalan. Nggak susah ditemui sih karena tinggal jalan kaki ke arah atas dari Tubagus Ismail dan bersebelahan dengan Bubur Ayam Pak Zaenal atau kalo dari atas, dia persis bersebelahan dengan toko sepatu. Pokoknya mudah dijangkau deh. Tapi, karena letaknya yang persis di tepi jalan membuat Olan-Olan tidak punya tempat khusus untuk parkir. Makanya, orang-orang yang makan di sini biasanya memarkir kendaraan mereka di depan Olan-Olan atau jalan kaki biar lebih mudah. Pelayanan di sini sendiri cukup cepat dan ramah. Nggak kalah sama pelayan-pelayan restoran besar lainnya deh.
Menu di Olan-Olan ternyata nambah lho. Untuk steak dan sop sih masih sama. Ada sirloin, tenderloin, mixed grill, dan omelete. Sementara, untuk sopnya sendiri masih ada tom yum, iga, dan steamboat. Semuanya itu ada paket yang udah digabung dengan nasi. Untuk harga sih lumayan mahal karena porsinya yang cukup besar, mulai dari Rp25.000-Rp27.000. Terus, adapula ayam bakar/goreng kremes, nasi goreng, hingga cemilan ringan berupa tahu pletok atau kentang goreng dan sosis. Yang baru adalah mie tek-tek kuah tomyum. Hmm, tertarik sih. Tapi, karena saya kurang suka yang asem-asem, akhirnya gak beli itu ah.
Menu yang saya pesan malam itu adalah nasi goreng seafood (Rp14.000). Seafoodnya bisa dibilang berlimpah dengan potongan cumi, udang, dan baso. Tapi, rasanya asiiiin. Kalau kata orang sih, mereka yang masak keasinan itu udah pengen kawin. Hahaha. Nggak tahu deh apa hubungannya rasa asin dengan kepengen kawin. Untungnya, saya pesan es teh manis (Rp3.000) yang sedikit bisa menetralisir rasa asin itu. Pacar sendiri pesan paket ayam bakar kremes + teh botol (Rp14.000). Berbanding terbalik dengan harganya yang cukup mahal, ayam di sini kecil banget ukurannya, nggak seperti ayam-ayam di pecel ayam pinggir jalan itu lho. Keremesnya pun juga ditaruh di tepi piring bukannya ditabur. Daripada misuh-misuh karena ukuran dan harga beda, not recommended deh. 
Letaknya Olan-Olan ini masih di tepi jalan. Nggak susah ditemui sih karena tinggal jalan kaki ke arah atas dari Tubagus Ismail dan bersebelahan dengan Bubur Ayam Pak Zaenal atau kalo dari atas, dia persis bersebelahan dengan toko sepatu. Pokoknya mudah dijangkau deh. Tapi, karena letaknya yang persis di tepi jalan membuat Olan-Olan tidak punya tempat khusus untuk parkir. Makanya, orang-orang yang makan di sini biasanya memarkir kendaraan mereka di depan Olan-Olan atau jalan kaki biar lebih mudah. Pelayanan di sini sendiri cukup cepat dan ramah. Nggak kalah sama pelayan-pelayan restoran besar lainnya deh.
Menu di Olan-Olan ternyata nambah lho. Untuk steak dan sop sih masih sama. Ada sirloin, tenderloin, mixed grill, dan omelete. Sementara, untuk sopnya sendiri masih ada tom yum, iga, dan steamboat. Semuanya itu ada paket yang udah digabung dengan nasi. Untuk harga sih lumayan mahal karena porsinya yang cukup besar, mulai dari Rp25.000-Rp27.000. Terus, adapula ayam bakar/goreng kremes, nasi goreng, hingga cemilan ringan berupa tahu pletok atau kentang goreng dan sosis. Yang baru adalah mie tek-tek kuah tomyum. Hmm, tertarik sih. Tapi, karena saya kurang suka yang asem-asem, akhirnya gak beli itu ah.
Sebagian menu Olan-Olan
Es teh manis (Rp3.000)
Nasi goreng seafood (Rp14.000)
Ayam keremes (Rp14.000)
Date of Visit: 2012-06-12
Spending:
Approximately
IDR 31.000














