Pertama kali nya saya mencoba daging bebek disini nih tempatnya. Awalnya agak ragu juga sih karena belum pernah ngerasain daging bebek. Dipikiran saya, daging bebek itu alot dan amis (termakan asumsi orang). Nah, pas saya merasakannya secara live disini, hmmm mari liat review saya berikut ini (sok misterius), hehe.
Lokasi Bebek Kaleyo ini berada di pinggir jalan, tepatnya jalan Radin Inten. Jadi kalo dari arah kalimalang, restonya ada di kanan jalan dan sebelum Mall Buaran. Ketika weekend dan jam makan malam, wah jangan ditanya ramenya kaya apa. Banyak mobil diparkir dipinggir jalan, sehingga agak mengganggu lalu lintas sih. Resto nya juga tidak memiliki lahan parkir yang luas, sehingga banyak mobil pengunjung yang numpuk di pinggir jalan.
Tempatnya sih cukup luas, tetapi seluas-luasnya tempat kalo pengunjung nya banyak yah harus berebutan, hehe. hukum siapa cepat dia dapat berlaku disini. Walaupun suka ada orang yang manjanya amit-amit minta cariin tempat sama pelayan dan suka nebeng meja orang, huh! Disini bangunan resto nya sepertinya terlihat semi-permanen gitu. dekorasi ruangannya juga simple, tapi cenderung ke biasa aja. Meja dan kursinya terbuat dari kayu semua. Ada fasilitas toilet yang berjumlah dua buah disini, tapi sayang
WC nya
JOROK! Suka Bau-bau T*nja gitu (aduh maaf ngomong jorok), jadi saya mendingan nahan pipis deh daripada harus ke toiletnya daripada malah hilang nafsu makan. Untuk kebersihan saya akui kurang, kadang suka ada kucing juga (Oiya
WASPADA ada salah satu kucing yang bulu nya rontok klo dia garuk-garuk, jadi langsung digusah aja) yang turut mencari nafkah disitu. Terkadang saya pun suka menjumpai
KECOA TERBANG, haha.. langsung deh buru-buru pindah tempat duduk. Terkadang juga semerbak bau
got suka menghantui hidung saya, huhu.. Disini pun juga suka ada pengamen, tapi pengamennya berkelompok, jadi mereka menyanyi selama 1,5 jam – 2 jam (lama bgt yak) di depan pintu masuk resto. Kebetulan pintu masuk ada dua disini. Lumayan menghibur, karena suaranya bagus-bagus dan suka nyanyi lagu-lagu rakyat . Yah walaupun terkadang ada hal-hal yang mengganggu, saya malah tetep sering kesitu, soalnya suka ngidam sama bebek goreng nya.
Nah, untuk menu-menu disini tentunya menu andalannya yah Bebek Goreng. Ada yang dipakein sambel ijo atau sambel merah biasa (bebek kremes). Ada juga bebek bakar dan bebek muda. Bebek muda ini ½ potong, bisa dipilih pake sambel ijo atau kremes aja. Selain itu ada menu ayam juga, mereka disini memakai ayam kampung bukan broiler, jadi ayamnya kecil-kecil namun digoreng kering, jadinya crispy. Selain itu terdapat tahu tempe, dan sop buah. Untuk harga-harganya juga cukup murah, jadi tidak membuat kantong jebol, hehe.
Pesanan saya waktu itu adalah
BEBEK GORENG KREMES seharga
Rp. 16.000. Kalo pakai
NASI PUTIH tinggal nambah
Rp. 3.000. Bebek goreng ini enak dimakan ketika masih hangat jadi dagingnya crispy dan tulangnya bisa ikut dimakan juga saking garingnya, hehe. rasa bebeknya gurih, porsinya pun cukup besar. Untuk kremesannya juga lumayan banyak. Nah karena ini bebek kremes, maka sambalnya bisa kita ambil sepuasnya di meja. Terserah kita mau sambal merah atau sambal mangga (by request, free). FYI, sambal mangganya seger lho, hehe. lalapannya hanya disediakan timun dan kemangi aja. Cukup segar lalapannya, tetapi sayangnya saya ga suka memakannya. Overall, untuk menu yang satu ini memang bikin ketagihan kok, bebeknya pun tidak berbau sehingga bisa dibilang bebeknya diolah dengan cara yang benar.
Nah, ini dia sambelnya. Sambel ini bisa diambil terserah kita karena memang disediakan di setiap meja. Sambel ini kepedesannya masih bisa ditolerir alias tidak terlalu pedas jika dibandingkan sambel ijo. Rasanya gurih-gurih segar lah gitu.
SOP BUAH di bebek kaleyo adalah favorit saya. Sop buah ini seharga
Rp.9000. Cukup murah karena isinya macem, ada apel, melon, anggur, buah naga, markisa, dll. Untuk saus nya sendiri bisa dipilih sirsak dan jambu. Biasa saya memesan yang jambu. Kuah saus jambunya cukup kental lho. Rasanya perpaduan manis dan agak asem. Wah pokoknya sop buahnya menyegarkan banget.
Untuk minumnya, biasanya saya memesan
ES TEH MANIS seharga
Rp. 3000. Es teh nya ini kadang suka kemanisan nih, makanya suka saya tambahkan dengan air putih. Yah saya tidak bisa komen terlalu banyak karena rasa tehnya biasa saja, hehe.
PelayananDisini pelayannya sibuk-sibuk, terutama sewaktu sedang ramai-ramainya. Ketika kita datang, tidak langsung otomatis diantarkan menunya ke kita, melainkan kita harus bersusah payah memanggil mereka. Kadang sampai agak lama barulah bisa memesannya. Tapi klo udah berangsur sepi, cukup mudah kok memanggilnya, jika ada yang diperlukan, mereka lumayan sigap membantu. Waktu order disini lumayan cepat kok dan makanan yang disajikan juga masih anget, malah seringnya masih panas, hehe. yah masalah pelayanan hanya ketika sedang ramai, selebihnya sih ga ada masalah.
ConclusionMemang di Bebek Kaleyo buaran ini tempatnya kurang nyaman dan suka ada gangguan-gangguan kecil gitu, tetapi entah kenapa saya pun tergolong sering mengunjunginya. Ini mungkin karena kualitas makanannya yang memang baik. Mereka menyajikan bebek goreng sebagai menu andalah yang rasanya memuaskan, sehingga bikin ketagihan. Pelayanannya pun cukup baik, hanya saja ketika ramai pelayannya terlihat kewalahan, jadi kita sebagai pengunjung memang harus bersabar disini. Mau gimana lagi? Hehe..