Setelah seminggu merasakan semrawutnya kota Jakarta, akhirnya pelan-pelan saya pun mulai bisa beradaptasi kembali dengan ritme kota metropolitan ini. Dan memang, saya sadar bahwa adaptasi ini jadi dua kali lipat beratnya karena memasuki bulan puasa. Namun, saya tidak mau menyerah. Nah, suatu hari teman saya tiba-tiba ngajak saya ketemuan. Karena kantornya di Bellezza Permata Hijau sementara saya di Tosari, akhirnya kami sepakat untuk bertemu sepulang kantor di Margonda aja (sekalian mengenang masa-masa kuliah

). Tempat pertemuan kami sepakati adalah Waroeng Steak & Shake Margonda.
Saya tiba di sana sekitar pukul 19.00 malam karena perjalanan yang cukup jauh. Untungnya, teman saya sudah tiba lebih dulu dan memesankan meja untuk kami tempati. Suasana di sini saya lihat cukup ramai, sebagian besar oleh mahasiswa yang sedang berbuka. Selain itu, karena letaknya yang di pinggir jalan sehingga suara kendaraan lalu-lalang cukup terdengar juga. Tempatnya sih saya sadari berbeda dari yang dulu. Sekarang lebih luas dan mampu menampung banyak pengunjung. Oh iya, pelayannya juga tambah banyak sehingga biarpun lagi ramai, para pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama.
Menu yang disajikan Waroeng Steak & Shake ini memang beragam, tapi tentunya steak adalah jualan utama dong. Di sini ada dua jenis steak, yaitu balut tepung atau langsung daging. Harganya tentu saja beda karena balut tepung lebih murah. Selain itu, adapula nasi ayam paprika dan nasi sapi paprika, steak gindara, steak udang, steak, cumi, dan masih banyak lagi. Oh iya, ada hidangan sampingan juga lho seperti spaghetti atau kentang. Untuk minumnya, mereka menawarkan banyak pilihan seperti aneka teh, aneka kopi, jus, float, hingga soda.
Di atas meja sendiri sudah ada berbagai 'peralatan tempur' yang siap kita pergunakan untuk makan. Ada dua botol saus, yaitu sambal dan saus tomat. Terus ada lada buat yang pengen steaknya agak sedikit pedas. Adapula tusuk gigi untuk mencongkel daging-daging nakal yang suka iseng nyangkut di gigi

.
Sambil ngobrol, pesanan kami pun datang satu persatu. Karena minuman relatif lebih mudah dibuat, maka tentu saja minuman datang lebih dulu. Entah kenapa, favorit saya kalau makan di resto-resto pasti selalu memesan ice lemon tea. Selain rasanya yang asam-asam manis, dinginnya juga terasa segar di tenggorokan. Oh iya, terus menurut saya ice lemon tea itu ampuh untuk mencegah rasa eneg sehabis makan makanan yang kurang enak.
Nah, setelah pesanan ice lemon tea datang, kini giliran si chicken drumstick. Sebenarnya kalo chicken drumstick yang asli itu adalah paha ayam, tapi kalau di sini rupanya agak beda. Drumstick di Waroeng Steak & Shake ini adalah tulang yang ditempeli dengan adonan daging ayam yang sudah dilumat dan digulingkan ke dalam tepung panir kemudian digoreng hingga kecokelatan. Rasanya sih standar aja menurut saya, tapi emang pas banget kalau dijadikan cemilan. Yang pasti, cemilan ini makannya paling banyak dua orang karena isinya hanya 5 buah. Rebutan dong nanti >_<.
Ice lemon tea (Rp6.000)
Drumstick (Rp10.000)
Akhirnya, main course saya tiba juga. Karena rada lapar, maka saya pesan double chicken crispy

. Ini adalah daging ayam yang dicelup ke dalam tepung kemudian digoreng dan disajikan dua tumpuk yang kemudian disiram dengan saus barbeque. Rasanya cukup enak dan mengenyangkan. Di sisinya ada tambahan buncis, wortel, dan kentang. Buat kalian yang merasa kurang kalau pesan satu, lebih baik pesan ini deh. Dijamin puaaaassssss

.
Double Chicken Crispy (Rp16.000)
Date of Visit:
2012-07-23