King of Pecking Duck !
2013-06-02Nama asli retoran ini sebenernya The Duck King, tapi berhubung di Grand Indonesia restonya super besar, namanya jadi The Grand Duck King.
Isinya nggak terlalu beda jauh dengan Duck King yang lain. Begitu kita masuk, kita dapat menebak bahwa restoran ini menyajikan chinese food. Karena suasana di dalamnya sangat mencerminkan resto chinese. Namun design ruangan di sini sangat berkelas.
Ada satu spot yang berisi akuarium, dan kita boleh melihat-lihat sembari menunggu makanan yang kita pesan. Dari sini terlihat bahwa makanan yang disajikan di The Grand Duck King terutama sea food sangat fresh, jadi gak heran lah ya rasanya juga super enak.
Service dan pelayanan yang diberikan sangat baik. Pelayannya ramah dan melayani kita sebaik mungkin. Pernah satu kali saya menanyakan tentang bahan yang digunakan dalam satu masakan, chef yang bertugas disana mendatangi meja kami dan menjelaskan tentang makanan tersebut.
Jarak waktu antara pemesanan dan penyajian juga tidak terlalu lama. Kebersihan juga sangat dijaga di restoran ini, namun suasananya agak sesak karena restoran ini hampir tidak pernah sepi.
Makanan yang waktu itu saya pesan adalah peking duck, of course karena restoran ini terkenal dengan peking ducknya yang luar biasa. Lalu saya pesan udang goreng mayonaise, tumis buncis bawang putih, dan beberapa makanan lain yang saya gak inget namanaya.
Peking duck disini memang juara. Saat memesan, kita akan ditanya, kulitnya akan disatukan dengan bebek, atau dijadikan lumpia. Jika dijadikan lumpia, akan disajikan menjadi semacam dim sum, dan diberikan saus berwarna hitam, yang merupakan kecap asin dan bahan2 lain. Tapi waktu itu saya tidak pesan untuk dijadikan lumpia, jadi peking duck saya masih ada kulitnya.
Bebek ini disajikan dengan saus yang sama dengan lumpia, yaitu kecap asin, yang bisa kita tambahkan dengan sambal buatan duck king sendiri. Bebeknya sangat empuk, dimasakn dengan sempurna, dimana kita tidak perlu susah-susah melepaskan dagingnya dari tulangnya, dan bumbunya meresap ke dalam daging, bahkan, kita masih bisa merasakan bumbu di tulangnya. Sangat enak, dimana biasanya bebek yang dijual di tempat lain biasanya alot dan agak amis, Bebek disini sama sekali tidak berbau.
Kulit yang saya bicarakan tadi, dipanggang hingga garing. Saya termasuk orang yang tidak terlalu menyukai kulit ayam atau bebek karena agak kenyal jika tidak dimasak dengan baik. Namun saya suka sekali kulit bebek disini. Sangat gurih dang garing. Totally recommended dish
Awalnya saya pikir Udang goreng mayonaise disini tidak berbeda dengan resto lain. Awalnya juga sedikit menyesal karena harganya yang agak mahal, namun porsimya hanya sedikit yaitu hanya 8 udang mayonaise dengan ukuran udang sedang. Mayo yang diberikan melimpah memang, dan mereka menggunakan mayonaise yang biasa digunakan untuk sushi, namun agak dimodifikasi sedikit oleh mereka, sehingga rasanya tidak terlalu gurih, ada rasa manis yang ditambahkan yang menurut saya mereka menggunakan madu dalam pembuatannya.sehingga ada keseimbangan antara rasa gurih, asam dan manis dalam mayo itu sendiri.
Ketika dicoba, udang mayonaise ini tidak ada duanya. Tepungnya sangat menempel di udangnya, garing dan tidak berminyak sama sekali. Biasanya di resto lain, jika udangnya garing, maka akan berminyak. Namun di restoran ini udangnya kering dari minyak, sehingga, tidak menimbulkan rasa eneg akibat minyak yang telalu banyak. Karena saya penasaran, saya bertanya pada chef disana, kenapa tepungnya bisa sangat menempel, garing dan tidak berminyak. Chef disana mengatakan bahwa tepung yang digunakan memang di impor dari luar negeri, jadi agak susah dicari disini. Cara memasaknya sama, namun bahan yang dipilih memang berkualitas baik. Udang mayonaise disini saya acungi jempol untuk rasanya, namun harganya lumayan mahal, Rp 75.000++ untuk 8 udang ukuran sedang.
Tumis buncis bawang putih disini, tidak berbeda jauh dengan resto lain. Kematangan buncisnya pas, dan buncis yang digunakan adalah baby buncis. Ketika dimakan buncisnya masih garing karena tidak dimasak terlalu lama,. Bahan yang sangat terasa di menu ini adalah bawang putih tentunya, saus tiram, minyak wijen, lada, dan kecap asin.
Isinya nggak terlalu beda jauh dengan Duck King yang lain. Begitu kita masuk, kita dapat menebak bahwa restoran ini menyajikan chinese food. Karena suasana di dalamnya sangat mencerminkan resto chinese. Namun design ruangan di sini sangat berkelas.
Ada satu spot yang berisi akuarium, dan kita boleh melihat-lihat sembari menunggu makanan yang kita pesan. Dari sini terlihat bahwa makanan yang disajikan di The Grand Duck King terutama sea food sangat fresh, jadi gak heran lah ya rasanya juga super enak.
Service dan pelayanan yang diberikan sangat baik. Pelayannya ramah dan melayani kita sebaik mungkin. Pernah satu kali saya menanyakan tentang bahan yang digunakan dalam satu masakan, chef yang bertugas disana mendatangi meja kami dan menjelaskan tentang makanan tersebut.
Jarak waktu antara pemesanan dan penyajian juga tidak terlalu lama. Kebersihan juga sangat dijaga di restoran ini, namun suasananya agak sesak karena restoran ini hampir tidak pernah sepi.
Makanan yang waktu itu saya pesan adalah peking duck, of course karena restoran ini terkenal dengan peking ducknya yang luar biasa. Lalu saya pesan udang goreng mayonaise, tumis buncis bawang putih, dan beberapa makanan lain yang saya gak inget namanaya.
Peking duck disini memang juara. Saat memesan, kita akan ditanya, kulitnya akan disatukan dengan bebek, atau dijadikan lumpia. Jika dijadikan lumpia, akan disajikan menjadi semacam dim sum, dan diberikan saus berwarna hitam, yang merupakan kecap asin dan bahan2 lain. Tapi waktu itu saya tidak pesan untuk dijadikan lumpia, jadi peking duck saya masih ada kulitnya.
Bebek ini disajikan dengan saus yang sama dengan lumpia, yaitu kecap asin, yang bisa kita tambahkan dengan sambal buatan duck king sendiri. Bebeknya sangat empuk, dimasakn dengan sempurna, dimana kita tidak perlu susah-susah melepaskan dagingnya dari tulangnya, dan bumbunya meresap ke dalam daging, bahkan, kita masih bisa merasakan bumbu di tulangnya. Sangat enak, dimana biasanya bebek yang dijual di tempat lain biasanya alot dan agak amis, Bebek disini sama sekali tidak berbau.
Kulit yang saya bicarakan tadi, dipanggang hingga garing. Saya termasuk orang yang tidak terlalu menyukai kulit ayam atau bebek karena agak kenyal jika tidak dimasak dengan baik. Namun saya suka sekali kulit bebek disini. Sangat gurih dang garing. Totally recommended dish
Awalnya saya pikir Udang goreng mayonaise disini tidak berbeda dengan resto lain. Awalnya juga sedikit menyesal karena harganya yang agak mahal, namun porsimya hanya sedikit yaitu hanya 8 udang mayonaise dengan ukuran udang sedang. Mayo yang diberikan melimpah memang, dan mereka menggunakan mayonaise yang biasa digunakan untuk sushi, namun agak dimodifikasi sedikit oleh mereka, sehingga rasanya tidak terlalu gurih, ada rasa manis yang ditambahkan yang menurut saya mereka menggunakan madu dalam pembuatannya.sehingga ada keseimbangan antara rasa gurih, asam dan manis dalam mayo itu sendiri.
Ketika dicoba, udang mayonaise ini tidak ada duanya. Tepungnya sangat menempel di udangnya, garing dan tidak berminyak sama sekali. Biasanya di resto lain, jika udangnya garing, maka akan berminyak. Namun di restoran ini udangnya kering dari minyak, sehingga, tidak menimbulkan rasa eneg akibat minyak yang telalu banyak. Karena saya penasaran, saya bertanya pada chef disana, kenapa tepungnya bisa sangat menempel, garing dan tidak berminyak. Chef disana mengatakan bahwa tepung yang digunakan memang di impor dari luar negeri, jadi agak susah dicari disini. Cara memasaknya sama, namun bahan yang dipilih memang berkualitas baik. Udang mayonaise disini saya acungi jempol untuk rasanya, namun harganya lumayan mahal, Rp 75.000++ untuk 8 udang ukuran sedang.
Tumis buncis bawang putih disini, tidak berbeda jauh dengan resto lain. Kematangan buncisnya pas, dan buncis yang digunakan adalah baby buncis. Ketika dimakan buncisnya masih garing karena tidak dimasak terlalu lama,. Bahan yang sangat terasa di menu ini adalah bawang putih tentunya, saus tiram, minyak wijen, lada, dan kecap asin.
Recommended Dish(es):
Pecking Duck





























