Pod Chocolate Bali
2014-06-11
Terletak di sebuah bukit terpencil, kira-kira satu jam perjalanan utara dari Denpasar, Anda akan menemukan sebuah pabrik cokelat lokal di mana pengunjung dapat merasakan sendiri serta bergaya ala Willy Wonka, melihat cokelat dibuat, dan tentu saja, kesempatan untuk membuat coklat berdasarkan selera Anda.

Toby Garritt, pendiri Pod Chocolate membangun toko utama di Desa Canang Sari dikelilingi oleh pedesaan Bali yang indah di samping Bali Elephant Park.

Disekitar kawasan toko utama coklat, dapat dilihat pemandangan serba hijau puncak bukit, Anda akan melihat gajah dan hewan lainnya berkeliaran sekitar kawasan . Jadi, meskipun lokasi terpencil, perjalanan ke Pod Chocolate pabrik tentunya memiliki pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Mendekati lokasi toko, Anda pun akan langsung mencium aroma lezat coklat. Semua proses pembuatan dan penjualan memang dilakukan pada bangunan yang sama. Pod Chocolate sengaja dibangun dapur dengan dinding kaca sehingga pelanggan dapat melihat proses pembuatan di dalam. Melalui kaca, para pengunjung bisa melihat seluruh proses pembuatan coklat, dari mulai memasak, mengaduk, menyebarkan hingga proses pendinginan. Pada tahun 2010 Toby Garritt sudah mulai tertarik untuk membudidayakan coklat untuk kemudian diolah menjadi coklat batangan yang siap dimakan dan dijual. Namun warga sekitar nampaknya tidak terlalu menyambut baik ide dari Toby Garritt, karena perkebunan coklat di bali terbilang sulit untuk berkembang, selain harga jualnya rendah dikawasan sekitar juga rentan terhadap hama.

Garritt menghabiskan tiga tahun belajar bagaimana mengatasi masalah membangun perkebunan coklat, serta mulai mengatur bisnisnya dan ia berhasil melakukannya ketika ia akhirnya membuka Pod Chocolate untuk bisnis pada Januari 2013. "Kami memotong berkembangnya hama untuk mereproduksi dengan menggunakan feromon" kata Garritt mengenai metode mereka menangani masalah hama. Pestisida tidak pernah menjadi pilihan bagi Garritt, sehingga mereka menggunakan pendekatan alami yang menggunakan feromon dari lawan jenis.

Setelah berhasil membasmi hama, Garritt terus merintis usahanya selama tiga tahun, serta persiapan untuk mendapatkan metode terbaik untuk membuat coklat . Hasilnya pun kemudian terbukti dan kini Pod Chocolate merupakan salah satu merk coklat lokal terkemuka. Meskipun produk lokal, Toby Garritt tetap menjaga dengan baik kualitas coklat buatannya.

Bermitra dengan W Hotels & Resorts, kemitraan Toby Garritt dengan W Hotels & Resorts merupakan bukti nyata baiknya kualitas produk coklat lokal buatannya. Hotel Bintang 5 di Seminyak tersebut adalah salah satu klien terbesar Pod Chocolate.

Meskipun telah meraih keberhasilan Pod Chocolate mengaku tidak pernah memiliki resep rahasia. Semua proses pembuatan dilakukan secara terbuka, dengan mengajak pengunjung melihat langsung proses pembuatan coklat, dimulai dengan pelajaran cepat di pohon kakao. Anda mungkin akan terkejut bahwa buah kakao sebenarnya memiliki biji yang manis biji dan dapat dikunyah. Semuanya bisa dirasakan langsung oleh pengunjung di perkebunan.

Paket kegiatan wisata yang ditawarkan oleh Pod Chocolate juga mencakup kesempatan untuk membentuk coklat Anda sendiri dan tentunya dipandu oleh pekerja Pod Chocolate. Harga berkisar antara Rp.500.00 untuk dewasa dan Rp.300.000 untuk anak-anak. (usia dibawah 12 tahun) minimal dua orang. Biaya sudah mencakup transportasi pulang-pergi.

Untuk menambah cabangnya Toby Garritt berencana untuk membuka cabang di Sunset Road Kuta pertengahan tahun ini. Namun demikian di cabang ini tidak disediakan paket tour, namun Anda masih bisa melihat proses pembuatan coklat dan belajar membuat coklat.

Dapatkan info panduan restoran dan kuliner terlengkap di Indonesia hanya di OpenRice.com, Asia’s Premier Dining Guide.

Cari tahu aneka coklat terpopuler disini
Keyword
pod chocolate
bali
pabrik coklat tobby garritt
OpenRice Editor
Related Articles
Serunya Gathering OpenRice Nyoba Yoforia Di Bandung
2017-01-26
Restaurant Info