2
1
0
Telephone
(0361) 8947322
Opening Hours
Mon. -Sun. : 08:00-20:00
Payment Method
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (3)
Level3 2016-02-25
128 views
Warung cahaya, sesuai namanya, tempat ini nampak bercahaya dari jauh. (Becanda deh). Soalnya marna putih mendominasi decorassi tempat ini, bahkan dinding dan hiasan di dalamnya sekarang full putih. Mereka sih sempat renovasi, kalau tempat yang dulu masih ada unsur kekayuan cokelatnya. Di dalamnya sebenarnya cukup luas, walaupun dari depan terlihat kecil yah. Yang melayani ini ada bapak dan mbak-mbak. Cuma kalau makan di sini memang harus sabar nunggu. Seporsi nasi dan ayam sambal matah menjadi pilihan saya. Daging ayamnya enak dan langsung dibaluri dengan sambal matah. Behh pedesnya! Harganya 35,000 per porsi. Di sini juga banyak kerupuk dan pilihan minuman yang bisa kita ambil sendiri di kulkas. Overall, recommended! Cuma yah itu, harus sabar, karena dibikinnya lama. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2016-02-24
46 views
Warung Cahaya ini sebenarnya habis renovasi. Jadi sempat agak repot kalau makan di sini, tapi sekarang sudah selesai renovasinya. Mereka hanya ganti cat dan furniture di dalamnya, nuansanya jadi lovely white gitu, ada pernak pernik yang sangat feminim. Sekilas sih jadi mirip kaya studio foto, bagus buat orang-orang yang demen.Nah, kali itu saya datang untuk makan menu yang lainnya. Mie Goreng! Sebagai pecinta bakmie, ada kalanya saya selalu buka buku menu dan setelah melihat-lihat, pilihan dijatuhkan kepada mie. Hahaha! Persoalannya adalah, saya ga bisa makan sambal matah, terlalu pedas di lidah saya. Lalu di sini sebenernya adalah rekomendasi orang lokal, tapi apa daya, saya tergiur mie nya. Pesanan pun datang dengan mie goreng yang terisi oleh sayur, dan daging pork. Sama seperti kunjungan saya sebelumnya, daging pork nya crunchy lembut. Namun sayangnya, si mie goreng ini terlalu asin. Memang toleransi saya terhadap asin tuh tergolong lemah, pas teman saya cobain mie saya, katanya itu normal. Tapi saya merasa keasinan, sampai terasa pusing kepalanya. (Memang ga biasa makan asin).Overall, ga ada keluhan apapun sih, jadinya mie saya yang tidak habis ini dibungkus bawa pulang deh, hehe. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)