16
3
0
Level4
2016-02-04 97 views
Jadi memang rasanya belum afdol kalau berada di Bali tapi gak nyobain tempat ini. Nah, supaya afdol, akhirnya kami berempat berangkat lah ke Ubud demi sang bebek. Namun, kami lupa kalau itu ternyata adalah weekend, dzengggg! Ramainyo amboi! Dari depan memang sudah terasa sih kok agak sulit yah nyari parkiran, ha. Dari pintu depan ada replika gambar bebek yang dipahat di batu, memang itu simbolnya. Begitu masuk ke dalem, beuh, ramainya emang ga kira-kira. Kami sempat minta untuk dikasih tempat di
Read full review
Jadi memang rasanya belum afdol kalau berada di Bali tapi gak nyobain tempat ini. Nah, supaya afdol, akhirnya kami berempat berangkat lah ke Ubud demi sang bebek. Namun, kami lupa kalau itu ternyata adalah weekend, dzengggg! Ramainyo amboi! Dari depan memang sudah terasa sih kok agak sulit yah nyari parkiran, ha. 

Dari pintu depan ada replika gambar bebek yang dipahat di batu, memang itu simbolnya. Begitu masuk ke dalem, beuh, ramainya emang ga kira-kira. Kami sempat minta untuk dikasih tempat di area sawah, tapi katanya sudah penuh. Jadi lah saya melirik sebuah meja yang bisa untuk berempat dan pas banget memang bisa menghadap ke rerumputan (tapi bukan sawah yah, hanya rerumputan, sawahnya masih di ujung sebelah depannya lagi huhu). Daripada gak melihat yang ijo sama sekali, jadinya kami duduk di situ saja, gapapa deh liatin rumput haha.

Karena tak lama setelah kami duduk, baru lah kami sadar kalau semua meja sudah terisi penuh. Dan benar saja, sehabis itu langsung waiting list. Wow, Tuhan memang baik. 

Setelah diberikan buku menu, tak lama kemudian kami disamperin sama mbak'e yang lain tapi dia bawa toples berisi kue pia. Loh? Saya sih seneng aja pas disuruh cobain, ada berbagai rasa, cokelat, keju, dan apa gitu satu lagi saya lupa. Ternyataaa, Bebek Tepi Sawah sekarang juga jualan pie. Jadi itu adalah teknik jualannya, hahaha. Disuruh cobain tester sambil nunggu pesanan. Boleh juga mbak. Temen saya beli deh 1 dus.

Kami semua tentunya memesan si Crispy Duck yang notabene-nya sudah terkenal itu. 4 porsi Crispy Duck kemudian datang. Piringnya gede bener yay! Isinya sangat lengkap, mulai dari sambal Bali, nasi, lalapan, hingga si bebek itu sendiri. 

Sebelumnya, saya juga pernah diajak makan daging bebek di kawasan berbeda. Itu ukuran daging bebeknya kecil-kecil. Dan saya sebenernya gak terlalu suka makan daging bebek sih, karena gak ada dagingnya, beda sama ayam ya kan.

Pas di sini, yah sedikit lebih mending karena ukuran bebeknya sedikit lebih gede, walaupun menurut saya sih tetep lebih keceh daging ayam haha. Untuk harga 100,000 per porsi, yah sudah lah saya pikir, cukup sekali dalam 6 bulan ke sini, hahah. Karena saya lebih enjoy makan daging ayam. 

Secara rasa, yah memang enak, lebih crispy (saya enjoy makanin kulit bebek yang garingnya) sambalnya enak, nasinya juga legit anget, tapi yah sudah, begitu saja, gak ada faktor yang bikin saya ketagihan mau balik lagi. Saya lebih nagih makan bakmie, hoho.
26 views
0 likes
0 comments
Pilihan sambal
37 views
0 likes
0 comments
Crispy Duck
16 views
0 likes
0 comments
26 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Dining Method
Dine In
Spending Per Head
Rp120000 (Lunch)
Recommended Dishes
Pilihan sambal
Crispy Duck