10 Tempat Jajan Favorit Di Bandung
2014-09-16
Sebagai ibukota Jawa Barat, wisata kuliner bandung punya banyak potensi untuk dijadikan salah satu destinasi wisata keluarga. Alam yang indah, cuaca yang sejuk, factory outlet yang beragam dan bukan Bandung namanya bila tidak menyajikan beragam tempat jajan yang enak dan pastinya murah. Bandung memang punya banyak tempat yang bisa dijadikan tujuan wisata kuliner. Jajanan kaki lima pun punya beragam hidangan yang pastinya menggugah selera. Kali ini Open Rice punya beberapa rekomendasi jajanan kali lima di Bandung yang bisa dicicipi.


Kupat Tahu Gempol Kupat Tahu yang satu ini bisa dibilang termasuk kupat tahu legendaris di Bandung. Kupat Tahu Gempol ini sudah berjualan sejak tahun 1975 ini dan telah membuka tiga cabang lainnya, yaitu di daerah Setiabudhi, Dago, dan Lapangan Gasibu. Diberi nama Gempol karena Kupat Tahu Gempol ini pertama kali berjualan di Pasar Gempol, Jln Gempol Kulon No. 53, Bandung. Lokasinya berada di antara Jalan Dago dan Jalan Banda. Bila Open RIcers ingin menikmati kelezatan Kupat Tahu Gempol ini, bangun pagi menjadi syarat utama karena mereka hanya berjualan dari pukul 05.30 hingga 10.00. Penasaran dengan nikmatnya kupat/lontong dengan tahu goreng dan tauge yang disiram dengan saus kacang? Ayo sarapan Kupat Tahu Gempol.

Bubur Otong Bubur ayam yang satu ini juga bisa dibilang cukup hits di Bandung. Jika Open Ricers melewati jalan Jenderal Sudirman dekat daerah Pasar Andir, silakanmampir untuk mencicipi bubur ayam Pak Otong. Pak Otong adalah generasi kedua sejak ayahnya, Pak Handun, berjualan bubur ayam sejak tahun 1947. Rasa buburnya gurih dengan taburan suwiran ayam yang tebal membuat Bubur Otong ini laris manis di datangi pengunjung. Meskipun berlokasi di dekat pasar, penikmatnya tetap banyak. Menariknya adalah bubur ayam ini disajikan tanpa kerupuk, dan dijual setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 01.00 dini hari. Bukan pagi hari seperti penjaja bubur ayam kebanyakan.

Soto Sulung Cilaki Mencari soto sulung restoran di Bandung? OpenRicers bisa mencoba soto sulung yang dijual di sebuah warung tenda di Jalan Cilaki. Hangatnya semangkuk soto dengan daging dan jeroan, disiram dengan kuah santan kuningnya yang kental dan gurih. Tersedia juga tambahan telur rebus, sesuai selera. Bagi para pencinta pedas, jangan lupa bubuhkan sambal.

Gudeg Bu Ratna Kangen menikmati gudeg yogya? Di Bandung pun Open Ricers bisa melepas kangen dengan gudeg yang punya ciri khas rasa manis yang khas ini. Gudeg Bu Ratna bisa jadi salah satu pilihan menarik. Gudeg yang dibuat dari nangka muda ini punya tekstur lembut dan manis disantap bersama sambal krecek yang gurih dan sedikit pedas, tahu bacem atau tahu putih, telur, daging ayam kampung,yang diberi siraman kuah opor yang gurih. Wah, satu porsi pun rasanya kurang. Bisnis gudeg yang dimiliki oleh Ibu Ratnasari Anggoman ini mulai dirintis sejak tahun 1992 dan kini telah memiliki 14 cabang. Salah satunya yaitu berlokasi di sebuah warung tenda sederhana di persimpangan jalan Pasirkaliki dan jalan Semar.

Nasi Goreng Bistik Sapi AA Kedai nasi goreng ini membuka usahanya di Jalan Astana Anyar 264, Bandung. Nasi bistik AA berjualan pukul 17.30 sampai tengah malam terkadang hinggajualannya habis. Selain nasi goreng bistik tersedia berbagai macam menu lain seperti Nasi Bistik, Nasi Cah Jamur, Nasi Puyunghai, Nasi Capcay, Nasi Kuluyuk, Mie Goreng, Mie Kuah, Kwetiaw Goreng, dan Bihun Goreng. Namun menu yang menjadi favorit pelangganya tentu saja nasi goreng bistik, yaitu nasi goreng yang diberi daging ayam goreng tepung yang renyah, dipadukan dengan kentang goreng, wortel dan buncis. Kuliner Bandung memang tidak kalah dari kuliner Jakarta.

Batagor Hanjuang, Jalan Astina Siapa yang tidak kenal dengan Batagor. Makanan yang diberi nama dari singkatan dari Baso Tahu Goreng, adalah kudapan khas Bandung banget. Mungkin Open Ricers sudah pernah mendengar tentang Batagor Riri atau Batagor Kingsley. Kali ini coba kunjungi Batagor Hanjuang, yang dijajakan di sebuah gerobak kaki lima persis di depan Rumah Makan Anugrah, yang berlokasi di Jalan Astina (belakang Istana Plaza). Batagornya renyah dan tidak terlalu berminyak, rasa ikan tenggirinya cukup terasa dan bumbu kacangnya juga gurih dan enak. Untuk khas kuliner kaki lima, Batagor Hanjuang ini layak untuk di coba.

Ayam Bakar Madu Warung 97 (Nasi Uduk Cinta) Jangan tertawa membaca nama tempat jajan yang satu ini. Nama tempatnya memang sangat unik, namun kelezatan menunya tidak perlu diragukan lagi. Warung tenda yang berlokasi di Jalan Rajiman ini (seberang Tomodachi café), menawarkan beragam menu lauk seperti ati ampela, sate usus, pecel lele, nasi uduk, dan tentu saja favoritnya adalah ayam bakar madu. Porsi nasi uduknya yang cukup besar, pas sekali untuk mengenyangkan perut, dan menariknya disajikan bersama kol goreng yang crispy. Manis madu yang lembut berpadu dengan manisnya kecap pastinya membuat anda jatuh cinta dengan ayam bakar madu Warung 97 ini.

Bebek Ali (Bebek Borromeus) Menikmati menu ayam mungkin menjadi hal yang biasa. Bila Open Ricers ingin yang luar biasa, silakan coba olahan menu bebek yang dijual di sebuah warung tenda Bebek Ali yang berlokasi di belokan seberang pintu selatan RS Borromeus (Tepatnya di Jalan Hasanuddin 8, Bandung). Cita rasa Bebek Ali sudah dikenal seantero Bandung. Tekstur daging bebeknya empuk, lezat, dan juga tidak amis. Rasa sambalnya juga pas, tidak terlalu pedas menggigit. Rasanya pun membuat ketagihan. Setiap hari Bebek Ali (Borromeus) ini mulai berjualan pada pukul 17.00, terkadang pukul 19.00 pun stok bebeknya sudah habis saking larisnya.

Bakso Malang Cipaganti Bila OpenRicers pencinta bakso, rasanya wajib mencoba Bakso Malang Cipaganti. Usaha bakso yang pertama kali dilakoni oleh H. Muhammad Syahroni di Malang ini, mulai berdiri sejak tahun 1978 lalu dilanjutkan oleh anaknya, Rony Yulianto. Awalnya bahkan bakso Malang Cipaganti ini dijajakan dengan cara berkeliling. Setelah dua tahun berjualan berkeliling, Bakso Malang ini kemudian membuka dua warung di perempatan Pasteur dan Jalan Cipaganti (sebelah Masjid Raya Cipaganti). Hingga kini cabang usahanya semakin bertambah. Tekstur baksonya yang empuk dan lezat menjadi senjata andalan, karena sang empunya usaha memilih lebih banyak menggunakan daging dibandingkan tepung kanji. Pemilihan dagingnya pun tidak sembarangan, untuk baso dagingnya menggunakan daging bagian paha tanpa lemak, sedangkan untuk bakso urat dicampur dengan daging bagian iga.Baksonya juga dijamin sehat karena tidak menggunakan bahan pengawet kimia.

Sop Kaki M. Syam, Banceuy Siapa sangka di balik warung tenda sederhana di Jalan Banceuy itu terdapat wisata kuliner yang tersohor karena kelezatannya? Sop Kaki Kambing H Syam ini menyediakan aneka pilihan menu seperti isian sop, daging, kaki, lidah, otak, jeroan, tulang rawan dari kambing. Kuah kaldunya itu mengandung berbagai rempah sehingga dapat menghangatkan tubuh penyantapnya. Harganya yang bersahabat dengan dompet juga membuat warung yang buka setiap hari pukul 17.30- 23.00 ini pun selalu laris pengunjung. Tapi bagi klikers yang tidak doyan atau menghindari daging kambing karena alasan kesehatan, sop kaki sapi dapat menjadi pilihan anda.

Dapatkan info Panduan Restoran dan kuliner terlengkap di Indonesia hanya di OpenRice.com, Asia’s Premier Dining Guide.

Cari tempat makan enak di Bandung lainnya
Keyword
restoran di bandung
wisata kuliner bandung
OpenRice Editor
Related Articles
Serunya Gathering OpenRice Nyoba Yoforia Di Bandung
2017-01-26
Restaurant Info