1
0
0
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Sales Tax
Review (1)
Level4 2012-07-01
83 views
Yuhuuu, Open Ricers! Kembali lagi sama saya di sini yang siap mereview makanan-makanan enak dan berbagai restoran , dari mulai yang murah sampai yang mahal. Ini bisa dibilang adalah bagian ketiga dari seri "Petualangan Kuliner Bersama Pacar di BIP) . Bagian pertama itu adalah review saya yang membicarakan tentang Kroket & Risoles Karawaci yang enak banget buat cemal-cemil sore karena ringan, tapi enak. Sementara, bagian keduanya adalah Racik Desa yang bikin kita serasa lagi makan di pinggir sawah lengkap dengan siulan burung karena makanannya yang tradisional banget. Nah, di bagian ketiga ini, saya mau mereview sebuah tempat. Namanya Clermonz.Oke, pertama-tama saya perlu jelasin dulu. Kalau dulu kalian pergi ke food court mal-mal gede dan pernah dengar tempat makan namanya Clemmons, nah ini bisa dibilang saudaranya. Clermonz di BIP ini letaknya adalah di tempat Clemmons yang lama. Tau kan, sebelahannya Doner Kebab dan Bakul Mak Ecot (kalau nggak salah). Nah, kalau kita kurang teliti (seperti juga banyak para pengunjung food court), kita bisa saja datang ke tempat ini untuk memesan makanan karena dari logo, tulisan, hingga jenis makanannya juga nyaris sama. Ternyata, orang Indonesia itu bukan setia dengan satu merk, tapi lebih ke tempat yang sudah familiar dan menu yang sama. Clemmons sendiri pindah ke ujung dan tempatnya agak jauh dari bagian ramai food court. Setelah keliling-keliling nyaris 360 derajat food court (alias balik lagi ke tempat awal), saya pun memutuskan untuk mencoba si Clermonz ini. Penasaran juga sih kenapa tempat ini kadang suka dipenuhi orang. Setelah menunggu lama, saya pun akhirnya sampai juga ke meja pemesanan, di mana ada mbak-mbak yang siap melayani. Ternyata, Clermonz ini sudah mengembangkan sayap alias nggak hanya memproduksi menu-menu Eropa, tapi juga ternyata ada Jepang. Hmmm, perpaduan yang agak aneh menurut saya, tapi ya sudahlah. Di atas meja pemesanan, ada dua menu yang ditempel di meja. Mereka yang ingin pesan tinggal melihat dan menunjuknya untuk kemudian si pelayan akan menghitungnya di meja kasir. Sambil menunggu makanan kita dihitung, longok-longok aja ke belakang karena dari bagian depan, kesibukan di dapur terlihat jelas lho.Seperti yang sudah saya bilang di atas, menu di sini nggak hanya terbatas Eropa kayak ayam-ayaman aneka variasi dengan kentang, tapi juga ada makanan Jepang, seperti ramen, donburi, hingga paket bento. Harganya ada yang lebih murah daripada menu Eropa, tapi ada juga yang mahal. Untuk harganya sendiri berkisar antara Rp17.000-Rp30.000. Untuk minumannya, yang jadi favorit di sini adalah es teh manis jumbo. Bayangin aja, hanya dengan membayar Rp6.000, kita udah dapat es teh manis jumbo yang gedenya minta ampun. Pas buat berdua . Menu yang saya pesan adalah melted salami chicken yang dibanderol dengan harga Rp23.000. Mahal? Nggak tuh. Kalau lihat dari ukurannya, pasti pada setuju deh kalau menu itu tuh murah dan pas untuk porsi dua orang. Jadi, beli satu makanan ini bisa dimakan berdua (sayangnya pacar nggak mau bantuin karena udah kenyang jadinya dia hanya colek-colek kentangnya aja). Ini adalah ayam yang dibalut kulit kemudian digulirkan ke dalam tepung panir dan digoreng. Eh iya, lupa deng, di dalamnya itu ada keju lembaran sehingga ketika digoreng, kejunya akan mencair. Nyammyyyy... . Terus, dihidangkannya dengan kentang dan salad. Bisa juga kentangnya diganti nasi (orang Indonesia banget deh, makan apa-apa harus pake nasi). Pokoknya, harga murah makan kenyang... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)