2
0
2
Telephone
081573073887
Opening Hours
Mon.-Sun. 16:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Sales Tax
Review (4)
Level3 2016-03-18
379 views
Sewaktu ke Bandung, di ajak oleh teman ke sini karena lagi lapar berat. Bentuk warung ini sederhana dan agak nyempil.Saya order beef steak plus spagheti dan porsinya jumbonya. Begitu datang makanannya di atas meja saya, saya langsung kaget karena porsinya memang banyak banget sampai gak habis. Soal rasa lumayan enak, tapi kayaknya penempatan ketimun di situ kurang pas.Pelayanan di sini ramah banget dan murah senyum. Kita juga jadi enjoy meskipun tempatnya sederhana banget. Yang paling penting adalah harganya murah banget untuk ukuran porsi sebanyak itu. Recommended! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-05-10
142 views
Lewat ke jalan Sulanjana ini sedikit ada kenangan yang masih nempel di rahang dan lidah waktu liat Javan Steak. Ga terlalu baik.... Waktu malem tahun baru, kita ngadain reunian sambil nginep di rumah temen, karena yang bisa masaknya ga ikut, akhirnya kita cari konsumsi buat makan malem. dan ketemulah tukang steak yang satu ini Menu steak yang ditawarin harganya 15000an, quite expensive buat anggaran kita yang lagi cekak. Tapi karena pada pengen dan pada bilang enak, akhirnya kita beli buat dipesen jam 7 malem nanti. Kalo ga salah judulnya Sirloin steak. Mas-masnya ngeluarin bon dan nyuruh kita bayar DP, lumayan ramah sih dia, mungkin gara2 diborong buat lokasinya sedikit biasa aja sih, kaya garasi gitu seinget saya. Ga lama disana, akhirnya kita balik ke rumah temen dan jam 7 ngambil steaknya.Dibungkus kotak stereofoam, bumbunya dimasukin plastik, dagingnya masih kerasa aroma panggangnya dan kentang/nasinya ditaruh di sebelahnya + sambel sachet dan sendok dan garpu plastik. Sendok dan garpu.....plastik.. Tanpa sayuran kaya wortel buncis dll. Akhirnya kita semua makan bareng, dan berperang bareng.Bener-bener banyak garpu dan sendok yang berguguran melawan dagingnya, udah dipotong pake sendok goyang gergaji, tetep ga bisa. Keras banget dan seratnya ga ngerti lagi gimana bisa diputusinnya..... Plus, bumbunya kalo kata saya kayak bumbu semur daging bikinan rumah, ga kaya bumbu steak Kentangnya juga udah keras dan mengkerut2.....Sampai akhirnya kita semua makan steak pake tangan Dan ngunyahnya pun tetep butuh perjuangan ekstra.Bener-bener steak yang bikin cape.... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-05-08
226 views
Ada satu lagi tempat makan steak yang sering banget diomongin sama temen kantor saya, namanya Javan Steak. Katanya sih steaknya cukup enak dan tempatnya pun selalu rame. Hmm, tertarik mencoba, akhirnya saya pun memutuskan untuk ke sini kemarin malam. LocationDari Jalan Ranggamalela, Anda hanya tinggal mengarah ke arah Balubur Town Square. Nanti di pertigaan yang persis bersebelahan ambil jalan ke kanan ke arah Dukomsel. Letaknya persis di sebelah 920 bar & resto (kalau nggak salah). Javan ini nggak punya papan nama sehingga kalau mata kita nggak awas, pasti kelewatan. Tapi, tenang aja, patokannya adalah resto Bebek Jimbaran yang persis ada di depannya. Simple kan?EnvironmentSeperti yang teman saya bilang, tempat ini memang cukup penuh. Dengan mengambil bagian samping bangunan sehingga bentuknya memanjang (seperti garasi), semua meja terisi penuh. Cuma, yang menyebalkannya adalah sirkulasi udaranya kurang oke sehingga siapapun yang nggak suka di dalam ruangan yang dipenuhi asap rokok, nggak disarankan untuk makan di tempat sih. Pelayanannya agak lama dalam menyajikan, mungkin karena pengunjungnya yang banyak (sampai ada waiting list segala), tapi yang masak, melayani, dan bersih-bersih orangnya itu-itu juga. Agak capek nunggu juga karena untuk saya yang bungkus aja, mereka butuh waktu nyaris 45 menit untuk menyiapkan makanan. Hmm, bukan kesan yang baik. Menu & PriceMenu yang disajikan terbagi dua, yaitu steak dan pasta. Untuk steak, harganya berkisar antara Rp12.000-Rp16.000. Sementara untuk pasta, harganya sama, yaitu Rp11.500. Selain itu, adapula minuman standar, seperti es teh manis, es lemon tea, es jeruk, dan lain-lain. Sayangnya, menu yang ada tidak disertakan dengan penjelasan sehingga buat mereka yang belum tau pasti agak bingung juga membacanya. FoodKarena ramai dan saya paling nggak tahan dengan asap rokok, jadilah saya pesan untuk bawa pulang, yaitu spaghetti carbonara. Setelah nunggu selama 45 menit (lama yaaaa), akhirnya pesanan saya pun datang. Sampai di kosan, begitu saya santap...ternyata mengecewakan. Yang namanya carbonara adalah saus spaghetti yang kental dengan rasa susu, tapi ini sama sekali nggak. Bahkan, terlalu cair sehingga rasanya seperti makan sup. Selain itu, sama sekali nggak ada daging-dagingan karena hanya ada bawang bombay (yang potongannya agak besar) dan jamur. Hmm, 45 menit yang mengecewakan karena rasanya di bawah standar. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2012-01-10
499 views
Setahu saya - setahu saya loh ya - Javan ini adalah restoran steak paling murah se-Bandung Raya. Ada sih satu lagi restoran Steak yang murah meriah, tapi harganya masih beberapa ribu di atas Javan ini.Lokasinya yang sangat dekat dengan kantor saya membuat saya sering makan malam disini bersama teman-teman saya. Tempatnya memang agak terpencil dan nyempil garasi kafe lain. XD Kalau mau cari, mudah saja, di Perempatan lampu merah Dukomsel Dago, masuk ke jalan Sulanjana, lokasinya ada sekitar 20 meter di depan Kimia Farma . Bisa juga dicapai melalui jalan Taman Sari, sekitar 100 meter dari bunderan jalan Taman Sari.Yah, seperti biasa, karena steak disini murah dan enak, lagi-lagi saya bisa dibilang langganan. Saat saya dan teman saya datang saja, si mas yang punya restoran ini tersenyum ramah pada saya dan menyilakan saya untuk duduk. Karena biasanya kami pergi ke tempat ini dengan geng yang sama dan jumlah yang sama, maka ketika saya hanya datang berdua dengan teman saya, dia pun menanyakan dua teman saya yang lain yang tidak bisa datang. Untuk saat ini, yang dua orang lagi sibuk sih. ^^Lagi-lagi, saya tidak perlu melihat menu untuk memesan. Sedang teman saya yang memang agak nyentrik selalu memesan hal yang berbeda dengan menjatuhkan pulpen di atas menu dan memilih apapun itu yang ditunjuk oleh si ujung pulpen. Saya memesan Stecchini Carlos, dan pulpen yang teman saya jatuhkan menunjuk ke Chicken Creole . Di sini bisa memilih antara kentang goreng atau spaghetti sebagai 'teman' si steak. Oh iya, kentang gorengnya kentang goreng asli ya, bukan french fries. Potongannya besar-besar dan cukup banyak. Karena sudah jadi langganan, si mas yang mengantar pesanan kami, sudah tidak perlu bertanya lagi pesanan mana yang punya siapa. Dengan sigap dia menyajikan Stecchini Carlos ke hadapan saya, baru Chicken Creole teman saya.Stecchini Carlos mirip dengan Beef Cordon Blue, yaitu daging sapi dengan keju mozzarella di tengahnya tapi tanpa daging asap. Sausnya adalah saus jamur yang dimasak dengan bawang bombay dan paprika. Steak ini disajikan dengan potongan sayur rebus dan parutan keju di atas sausnya. Saya memilih kentang goreng untuk side-dish-nya. Dagingnya teballll dan empukkkk dan sausnya banyakkkkk!!!! Enakkk!!Sedang Chicken Creole adalah potongan daging ayam yang dimasak langsung bersama saus pedas dengan bawang bombay dan paprika. Disajikan dengan potongan sayur rebus, dan teman saya juga memilih kentang goreng. Untuk saya, yang ini rasanya biasa saja.Dan tambahannya, untuk yang tidak memesan minum, langsung diberi teh tawar hangat gratisss...Dijamin puas deh datang ke sini. Kalau opini pribadi saya yang sudah mencicipi semua yang ada di menu, favorit saya adalah Stecchini Carlos, tapi menu yang lain pun enak kok. ^^ Hanya saja, saya menghindari Black Pepper dan Chicken/Beef Cordon Blue karena rasa sausnya terasa manis di lidah saya dan entah kenapa malah mirip rasa semur. Satu lagi, kalau mau datang ke sini pas bulan puasa, tabah saja dengan waiting list-nya. Jam 5 saya datang ke sana saja, semua bangku sudah terisi penuh. Sampai kadang harus berjejal-jejal disatukan dengan tamu lain untuk memenuhi satu meja . Dan kalau datang menjelang maghrib, hmm, selamat menunggu. Karena saya pernah datang jam 6 kurang dan harus menunggu sampai jam 7 sampai saya bisa mencicipi steak favorit saya di restoran ini.Javan Steak buka dari pukul 16.00 sampai 22.00, atau kalau stoknya habis lebih cepat. Tapi biasanya stoknya selalu habis lebih cepat. ^^ continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)