40
7
0
Telephone
(022) 2787915
Introduction
Kampung Daun Culture Gallery & Cafe terletak di lembah dengan keindahan alam yang natural dan landscape yang indah. Air terjun dan aliran sungai yang mengitari saung - saung menambah kenyamanan bersantap siang dan malam. continue reading
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon - Fri 11:00 - 23:00; Sat - Sun 11:00 - 00:00
Payment Method
Visa Master Cash / Tunai
Number of Seats
760
Other Info
Delivery Service
Outdoor Seats
Parking Area
Reservation
Sales Tax
Service Charge
Open Till Late
Restaurant Website
http://www.kampungdaun.net
Signature Dishes
Nasi Timbel Komplit Sop Buntut Sop Gurame Sop Iga Sapi
Review (47)
Level4 2015-07-07
359 views
Kampung Daun adalah salah satu tempat kuliner di Bandung yang wajib di kunjungi ketika berlibur. Suasananya ok banget, nuansa pedesaan dengan bale-bale yang khas. Udaranya sejuk dan juga ada obor yang menyala sebagai penerangan.Disini gw memesan 2 menu yaitu:- Chicken SteakPotongan besar daging ayam bagian dada tanpa tulang yang di grill hingga berwarna kecoklatan, di tambahkan dengan bumbu khas sehingga rasanya enak. Ada juga saus yang di tempatkan di wadah terpisah. Kemudian ada juga potato wedges, potongan kentang yang bentuknya agak besar. Dan yang terakhir ada juga salad yang terdiri dari lembaran daun selada,tomat dan di beri mayones berwarna putih.- ikan nila bakar1 ekor ikan nila ukuran sedang yang di bakar hingga berwarna kecoklatan dan juga ada bagian yang hitam karena hasil dari pembakaran. Bumbunya meresap sampai ke dalam daging. Rasanya enak karena daging ikan nila ini empuk dan fresh. Aromanya pun harum, semakin menambah selera makan. Disajikan dengan potongan tomat dan juga timun sebagai lalapan. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2015-05-25
243 views
Haalooowww Openricersss... Kali ini gue mau ngjak lu semuaa untuk berkunjung ke kotakembang Bandung. Bandung emang banyak banget tempat nongkrong, cafe, restoran,warung-warung, dll yang menyediakan makanan-makanan enak, minuman, cemilan, dan apapunnn yang bisa dibilang enak dan nikmat hehehe.. Selain itu konsep tempat yangtersedia pun juga didekor dengan menarik dan unik. Jadi emang gak jarang orang senengbanget bertandang ke kota ini.Salah satu tempat menarik di kota Bandung adalah Kampung Daun, yang terletak di daerahCibeureum. Disini tempat makan yang menarik banget menurut gue.. Konsepnya tradisionalpedesaan gituu.. Trus makannya di bale-bale gituu dan udaranya emang mendukung bangetyaaa.. sejuk-sejuk dinginn gitu.. dan kalau malem-malem tuhh lebih eksotis dengan lampu-lampu dan obor-obor guyss. Nah kemaren-maren gue sama keluarga berkunjung ke sini malem-malem buat nongki-nongki cantikk hehehhe.. Makanan yang tersedia disini kebanyakan makanan khas Sunda.. Mula dari cemilan, dessert, samapi main course.Kemarin pas dateng kesini kita cuma duduk-duduk, minum , dan ngemil aja.. Minuman yanggue pesen kemarin salah satunya adalah yang hangat-hangat niihh.. Ada bandrekk guyss..Sedepp banget malemmalem dingin gini minum bandrek. Satu gelas tidak terlalu besar, adakelapanya juga di dalem.. Rasa jahenya lumayan kuat.. Enak banget buat menghangatkanbadan. Selain itu, ada satu lagi nihh yang hangat-hangat. Jadi, ada sekoteng.. Kalau menuyang satu ini, ada jahenya juga, tapi isiannya lebih banyak, ada potongan rotinya, kacang tanah, trus ada biji mutiaranya jugaa... Ukuran porsinya sama kaya bandrek tadi.. Segelas kecil ga terlalu besar.. Kira-kira untuk satu orang ajaa.. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2015-02-06
246 views
sudah lama nih tidak mampir ke cafe yang satu ini. selain untuk makan, biasanya mampir ke tempat ini untuk menikmati keindahan alamnya juga. kali itu kami tidak makan di saung-saungnya karena penuh dan waitinglistnya panjang. akhirnya kami masuk ke cafe yang lebih kecil yang ada di bagian depannya, yang menyajikan aneka makanan ringan dan juga minuman.dari sekian banyak minuman dan juga kue serta snack lainnya, pilihan jatuh pada wedang sekotengnya, sekitar IDR 20K. tidak lama menunggu sekotengnya disajikan, dalam mangkuk dari batok kelapa. didalamnya berisi air jahe, susu kental manis, roti tawar, kolang-kaling dan pacar cina. rasa jahenya tidak terlalu kuat, tapi overall lumayan, sebagai penghangat badan di kala dingin. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2013-11-23
1232 views
Kalau lagi berkunjung ke bandung, udah pasti dinnernya ke Kampung Daun. Karena sudah terkenal dengan viewnya yang oke, suasana sunda nya kental banget. jadi nyaman disana.Kunjungan kali ini aku pesan nasi goreng ala kampung daun. sajiannya sangat menarik trus dapat sate pula. rasa boleh lha tapi cukup mengenyangkan.. yang aku pesan lainnya adalah serabi.. entah kenapa cuaca hari itu gerimis mengundang dingin jadi pengen yang hangat untuk dijadikan dessert.. dipilihlah serabi dengan topping keju.. nyam nyam datang deh sepiring isi 2 pcs serabi keju.. lezat..untuk harga serabi termasuk murah gak sampai 10 ribu ya (saat itu) jadi oke donk dengan budget.untuk nasi goreng juga gak terlalu mahal masi kisaran 20-30 ribuan..kesan saya saat itu memang kita beli view juga sih dan memang bagus untuk foto, dengan kamera yang memadai ya, karena saat itu malam hari dan lampunya remang2 jadi beberapa foto kadang blur.. nah kalau kesini mending datang pagian (apalagi kalau sabtu malam ya) biar gak antri lama. soale kalo udah gak kebagian yang tempat di bawah, kudu duduk di tempat yang rada jauh ke atas.. cape naeknya hahastafnya sih ramah tapi manggilnya pake kentungan..nunggu beberapa saat sampai stafnya datang menghampiri kita.. kalau bawa anak kecil pasti kentungannya buat dimainin deh. haha continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level1 2013-09-28
854 views
Dalam perjalanan saya ke Bandung kali ini saya berkesempatan menyicipi kampung daun untuk makan siang . Jalanan menuju lokasi terasa cukup panjang, mungkin karena macet dan banyak jalan yang berlubang. Yang jelas lokasinya cukup mudah ditemukan, cukup mengikuti panduan GPS dan papan penunjuk jalan..Saya rasa kampung daun sukses mengadopsi atmosfer pedesaan pegunungan.. Tempatnya sejuk dan asri dengan air terjun dan sungai buatan (atau asli..??).. Tempatnya bagus, tapi bagi saya tidak terlalu istimewa karena saat ini sudah cukup banyak restoran yang mengusung tema yang sama.. Ketika tiba kami dipersilahkan melakukan reservasi di meja penerima yang berlokasi tepat setelah pintu masuk. Saya diberikan kertas bertuliskan nomer saung yang akan saya tempati. Setelah puas melihat-lihat menu akhirnya kami putuskan untuk memesan. Cara memanggil pelayannya adalah dengan menggunakan kentongan yang tersedia di tiap saung. Di saung terdapat tulisan "silahkan pergunakan kentongan untuk memanggil server / please utilize the kentongan to call server" (ada yang aneh ga sih dengan bahasanya..??)Siang itu saya memesan cireng tahu (cihu) Rp 12.500, colenak Rp 10.000, ayam goreng parahyangan Rp 37.500, nasi bakar sambal belut Rp 65.000, teh poci Rp 10.000, dan es goyobot Rp 20.000. Harga tersebut belum dengan pajak 10% yaa. Cireng tahunya enaaak banget, dicocol sambal kecap. Paling berkesan buat saya. Sementara menu lainnya terasa biasa saja. Ayam gorengnya rasanya tidak begitu istimewa. Nasi bakar disajikan apik di dalam sebilah bambu yang dibelah, nasi dicampur dengan potongan daging dan bumbu. Daging yang digunakan terasa seperti daging kambing, tetapi pelayan mengatakan itu daging sapi, entah apa itu, karena saya tidak nyaman dengan aromanya maka saya bertukar nasi dengan suami. Dan sambal belutnya ternyata tidak sesuai harapan saya, sambalnya belutnya sedikiiiit sekali dan rasanya tak istimewa . Secara keseluruhan tempat ini cukup menarik. Apalagi untuk melepas penat orang yang sehari-harinya terjebak dalam kegilaan kota besar. Melihat pemandangan yang adem ditemani makanan yang so sooo lah.. Tempat ini juga asyik dijadikan tempat kumpul-kumpul. Mushollanya bersih, toiletnya pun bersih... Banyak tamu yang tampak asyik mengambil foto. Harga makanannya pun masih cukup pantas. Saya pribadi sih nggak kapok kesini. Mungkin lain kali mencoba menu lainnya, dan tentu saja cireng tahunya..Silahkan dicoba sendiri ya openricers.... continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)