23
3
0
Telephone
(022) 4203650
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon. -Sun. : 10:00-22:00
Payment Method
Cash / Tunai
Number of Seats
100
Other Info
Delivery Service
Outdoor Seats
Parking Area
Reservation
Service Charge
Signature Dishes
Ayam Goreng/Bakar Cisaga Gepuk Ikan Mas Goreng Pindang Bandeng Sambal Goreng Daging Teri Kacang
Review (26)
Level2 2014-04-17
1521 views
Awalnya mau menuju surga FO di jalan Riau.Berhubung perut sudah meronta minta makan, saya cari-cari tempat makan sekitar.Disitulah saya ketemu Nasi Bancakan.Pertama masuk, terasa 'sunda'nya dengan spanduk besar membentang bertuliskan doa sang pemilik untuk kesehatan dan keselamatan para pengunjungnya menggunakan bahasa Sunda. Lalu tiba di meja makanannya, piring dan gentong nasinya pun tradisional. Saya memilih daging empal, sayur jamur, bihun dan sayur daun pepaya. Setelah melewati serentetan sayur ramesan, tepat ditengah resto terdapat tungku api besar yang dipergunakan untuk membuat liwet dan gerobak cendol dan cincau. Lanjut ke bagian selanjutnya, terdapat berbagai pilihan minuman sebelum akhirnya saya tiba di kasir untuk membayar.Untuk harganya standar, yaitu sekitar 34.000 untuk porsi saya (empal, jamur, bihun, daun pepaya) Sementara untuk porsi pacar saya yang terdiri dari telur balado bulat, pepes tahu, kentang balado dan daun singkong) seharga 31.500. Bagi yang ingin minum teh hangat tawar, tidak perlu pesan sebelum kasir, karena mereka menyediakannya gratis dan self-service di cangkir mungil yang tradisional. Serta bagi yang tidak terbiasa makan pakai tangan, bisa pinjam sendok dan garpu kepada pelayannya karena mereka tidak menyediakannya diatas meja.Bila anda adalah pengunjung luar kota, anda bisa tanya jalan ke tukang parkirnya yang ramah dan serba tahu. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-11-23
1272 views
Ini dia rumah makan yang mengusung konsep sunda sederhana tetapi penuh kaya dan ragam kuliner, namanya nasi bancakan mang barna dan bi oom. Sudah beberapa kali makan ditempat ini tetapi saya gak pernah ngerasa bosan, sebab cita rasanya pas banget dimlidah.Tempatnya sederhana seperti berada di subuah saung yang berukuran jumbo. tempat duduknya disediakan dua macam yaitu memakai meja-kursi dan berbentuk lesehan. Makanannya disajikan langsung sehingga kita bisa mengambil sesuai apa yang kita sukai. Untuk minumannya juga bisa kita langsung ambil sendiri kok. Tentunya harus bayar dulu sebelum disantap.Makanan yang saya sukai adalah balakutak, sate telor puyuh dan tumis kangkung. Balakutaknya dimasak langsung dengan tinta hitamnya, sehingga kalau makan agak belepotan. Yang paling penting adalah cita rasanya pas enggak terlalu gurih tetapi terasa nikmat. Sate telor puyuhnya sudah dimasak kecap dan dibakar sebentar sehingga aromanya lebih sedap. Untuk tumis kangkungnya menggunkan bumbu rempah yang banyak sehingga berasa lebih enak. Tidak lupa saya memesan es goyobod dimana campuran tepung dan kelapa mudanya terasa manis dan lembut. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-11-21
840 views
Hai Openricers, pada suka ngumpul? Kalau suka, mungkin kalian bisa jadiin Nasi Bancakan buat sarana kalian berkumpul. Yayaya, kali ini saya akan bahas nasi Bancakan, terakhir kesana waktu kumpul buka puasa bersama dengan salah satu komunitas yang saya ikuti Lokasinya gak jauh dari gedung sate. Tempatnya dibikin Ala tradisional gitu, dan nuansa tradisional ala rumahan emang kental banget disini. Ada 2 pilihan tempat, yang menggunakan kursi atau lesehan, dan komunitas kamipun memilih di lesehan, biar santai sedikit Karena pelayanan lebih kepada self service (ngambil sendiri2) jadi emang gak terlalu ngaruh sih bagaimana pelayanan pekerja disana terhadap kita. heheUntuk makanan modelnya prasmanan. Oh iya piring disini juga ala ala jaman dahulu loh. Ada berbagai makanan mulai dari cah sawi dengan tahu, empal daging, rendang, telur bumbu merah, dan berbagai es tradisional seperti es goyobod dan cincau.Empal dagingUkuran empal dagingnya cukup besar, sehingga puas kalau makan empal daging, bumbunya pas, sedap, dan dagingnya cukup empukCah sawi dengan tahuSawinya enak, gak pahit, dicampur dengan tahu yang dipotong dadu, sayuran yang satu ini cukup pas untuk menemani makanan saya.Es GoyobodRasanya unik, ada campuran kelapa, mutiara, agar2 dan disajikan dengan sedikit santan plus sirup. Rasanya segarEs CincauDisajikan pake gelas plastik, cincaunya cukup lembut, dan gula merahnya juga pas, alami banget Untuk harga sih gak bisa dibilang murah, tapi lumayan buat tempat ngumpul2 bareng temen temen continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-10-30
552 views
Nasi Bancakan Mang Barna & Bi O'om adalah tempat makan yang populer di kota Bandung. tepatnya sebelah Sambara. Dalam bahasa Jawa yang saya tahu, bancakan itu memiliki arti ramai-ramai. Dan memang disini selalu ramai. Tempat makannya luas sekali, memiliki konsep "daerah" alias ngampung. Dapat dilihat dari susunan tempat duduknya, tatanan layout ruang, dan dekorasinya.Untuk makanannya, mereka manawarkan konsep prasmanan. Kemudian dicatet dan dikasih bon dan baru dibayar jika akan pulang. Menu makanannya bermacam-macam dan semuanya mirip makanan rumahan. Tetapi menurut saya rasanya biasa saja, tetapi yang seru adalah kebersamaannya. Makannya itu di meja panjang gitu.Untuk menu minumnya ada yang populer, yaitu es cincau hijau. Es cincau hijau ini selalu laris. Disini juga menawakan camilan-camilan. Seperti ketan. Disini ketannya enak dan juga laris. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-08-05
430 views
Hari minggu yang lalu aku dan keluargaku makan bersama di resto bancakan mang barna dan bi oom. Aku senang sekali resto ini karena mempunyai konsep resto yang unik dan berbeda dengan yang lain. Lokasi yang berada di Jalan Trunojoyo sangat tepat karena di sepanjang daerah ini memang wilayah kuliner.Pelayanan resto bancakan cukup baik. Aku bisa mengambil nasi dan lauk pauk sesukanya. Deretan sayur dan daging sangat banyak berwadahkan panci yang berukuran cukup besar. Bila kita ingin menghangatkan daging akan segera dipanaskan. Untuk menu minuman bisa ambil sendiri ataupun diantarkan oleh pelayannya.Tempatnya besar dan cukup luas. Meja dan kursinya terbuat dari kayu. Selain itu resto ini menyediakan area lesehan yang cukup banyak sehingga para oengunjung bisa lebih bersantai. Aku hampir selalu mencari tempet lesehan tersbut. Untuk kebersihannya standar ajah.Nasi bancakan menyediakan makanan yang berbumbu sunda. Diantara makanan yang ada yaitu Cumi goreng, udang goreng, ayam goreng, balakutak, asin jambal roti, urap, sambal terasi, sayur tahu pedas, tumis jamur, nasi liwet, tempe bacem, peda, jengkol dan lain-lain. Menu yang sempat aku cicipin adalah balakutak, tahu goreng, sambal terasi dan segelas teh hangat. Balakutak ini dimasak dengan tintanya juga, jadi masih berwarna hitam gelap rasanya justru menjadi unik diantara gurih dan asin, tidak ada rasa pahit sedikitpun. Teksturnya juga lembut dan mudah dinikmati. Setiap makan disini tidak lupa sambalnya sebab sambalnya pedas dan enak dicolek dengan tahu gorengnya. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)