24
4
0
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon. -Sun. : 18:00-02:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Number of Seats
100
Other Info
Delivery Service
Outdoor Seats
Parking Area
Reservation
Sales Tax
Service Charge
Open Till Late
Signature Dishes
Nasi Kalong
Review (28)
Level2 2015-02-28
357 views
Went there because they always have a crowd. Although I don't know how they price the items, it was not expensive. The red rice was surprisingly good. The dengdeng is a good choice. The fried chicken was alright. The terakyaki chicken was not good (too much batter). Sadly not a big selection on vegetables.Will go again and hopefully they will have a new additional dishes. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
awalnya penasaran tiap lewat jalan riau liat spanduk gede ada tulisan nasi kalong, berpikir mungkin bukanya hanya malem malem aja jadi disebut nasi kalong, tapi ternyata gak cuma buka sampe larut jadi disebut nasi kalong tapi karena menggunakan nasi merah yang cenderung hitam sebagai menu utama nya jadi disebut nasi kalongnasi kalong ini buka jam 6-3 pagi, waktu itu juga pernah dengen nasi kalong pernah didatengin oleh pak bondan dari wisata kuliner dan termasuk makanan yang di rekomendasikan, saya sama temen mencoba dateng ke tempat ini jam 8 malem hari jumat dan ternyata udah ngantri orang, makin penasaran kok bisa rame banget. saat ngantri juga saya liat spanduk gede dideket tempat prasmanannya ada foto-foto artis yang pernah berkunjung kesini. wah ternyata saya yang ketinggalan karena belum pernah nyobain nasi kalong.klo liat dari tempatnya biasa banget jadi konsepnya outdoor, tempat makannya hanya tempat makan payung yang disebar ditempat parkiran sebuah bangunan yang sepertinya sudah tidak digunakan dan dihiasi oleh lilin. nuansanya jadi keliatan romantis walaupun sederhanasaya coba telor, buncis dan ayam2 yang disuir lengkap dengan nasi merahnya, dan setelah ngambil baru ke kasir buat dihitung, agak kaget karena hanya dengan porsi yang minimalis harganya sangat tinggi yaitu 30 ribu setelah mencoba makan ternyata nasi merahnya gurih dan beda dari nasi merah umumnya..lebih enak dan aromanya khas. buncisnya juga yang enak ada aroma2 gosong yang sengaja diciptakan oleh si kokinya.dengan harga yang cukup tinggi tapi diobati dengan rasa yang enak menurut saya cukup puas.. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-08-07
424 views
Jalan-jalan ke Bandung, kurang afdol tanpa wisata kuliner di malam hari, salah satu pilihan makanan yang cukup populer adalah nasi kalong, yang terletak di wilayah Riau Nasi kalong sendiri konsepnya cukup sederhana, tempat duduknya bangku2 plastik dengan beberapa meja dan tenda payung,tapi ada juga si di bagian dalam gedung. lahan parkirnya juga memakai lahan luar, dan sistemnya kaya prasmanan, ambil sendiri, baru bayar di kasir paling ujung Nasi kalong buka dari jam 7 malam sampai jam 3 pagi, dan biasanya nih, jam 6.30 aja udah pada rame ngantri! padahal makanannya aja pada belom dateng loh menu nya sendiri sebagian besar sama, variannya ada 20an lah, dari ayam, daging sapi, udang, ikan, telur, sayur.. pilihan nasi ada dua yaitu nasi ungu (dicampur sama taro dan ada serundengnya) dan nasi putih biasa, since gak semua orang suka nasi ungu ini, hehehe.. nasi ungu sendiri rasanya agak gurih, dan lebih pekat.. Buat harga, bener-bener gak pernah tau berapa, karena kaya jebakan batman, main ambil ambil aja, bayarnya belakangan. Range harga setiap saya makan disini sih cukup mahal untuk itungan makanan pinggiran, kalo ambil daging nya banyak, tentu jadi lebih mahal, range nya 30rb keatas lah untuk 3-4 lauk + minum teh botol atau aqua, katanya sih skrg org yang jaga kasir nentuin harga dari penampilan yang beli, hmm.. krg fair ya kalo emang gitu.Anyway menu fave saya disini selain pasti makan pake nasi ungu nya adalah ayam goreng madu (sejenis karage gitu, tapi homemade, emang selalu reffil terus jenis menu yang satu ini), kemudian yang rasanya lumayan ada dendeng sapi, otak-otak, daging cincang, oh iya untuk yang suka pedes jangan lupa makan sambelnya karena sedap sekali ;)Walaupun harganya agak tinggi tidak ada salahnya toh mencoba happy hunting! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-07-05
194 views
Hmmm udah lama nih gak makan malam di nasi kalong. Pasa kesana lagi sih tempatnya udah semakin ramai dan penuh. Selain itu jam bukanya juga agak siangan sekitar jam 8an udah siap. Tempatnya masih sama pake tenda payung kecil-kecil gitu, dan berada diarea terbuka.Kondisi tempatnya terkadang agak gelap dan kurang penerangan, mungkin disengaja supaya kalau makan mirip dengan kelalawar yang keluar dimalam hari. Pelayannya biasa saja, yang oenting gesit karena semakin malam pengunjungnya semakin penuh.Kali ini saya memesan nasi kalong, ayam madu serta oseng buncis. Pas mau mau makan kok ada yang beda dengan dahulu? apa yah? ternyata nasinya agak berbeda warnanya, kalau dulu nasinya berwarna hitam tetapi sekarang berwarna ungu. Tetapi untuk rasa sama ajah pulen-pulen enak. Ayam madunya lezat, rasa manis dari olesan madu dan bumbu lainnya membuat ayamnya jadi ajib. Untuk buncisnya disajikan selagi hangat sehingga masih nyakres dan bercitarasa manis. Untuk harga sih bervariasi sekitar 40000an lah. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-05-13
158 views
Malam ini saya makan nasi kalong. Nasi kalong kan berarti itu nasi kalelawar. Tapi tenang aja ini hanya namanya aja kok openricers karena menu yang saya makan kali ini tidak mengandung satupun unsur dari Kalelawar. Nama ini cukup unik dan juga cukup menarik ya sehingga banyak pula wisatawan yang tertarik dan penasaran dengan rasa nasi kalong disini. Saya bersama dengan team teman rame rame makan malam disini.Malam itu ramai banget ya sampai saya harus antri dulu karena meja disini terisi penuh semua . Jadi terpaksa menunggu deh dan sempat berpikir untuk nyerah aja deh karena penuh banget disini. Tapi akhirnya dapet tempat juga. Leganya. Untuk suasana yang ramai ini tidak berpengaruh buat saya karena dapet tempat duduk aja udah syukur. Pelayannya disini juga baik baik dan cepat. Untuk kebersihan disini juga cukup terjaga dengan baik.Karena penasaran banget dengan rasa nasi kalongnya jadi saya pesen deh 1 porsi nasi kalong disini. Untuk lauknya sendiri saya pilih ayam goreng madu dengan perkedel. Perkedel is my favorite food also . Beberapa saat kemudian setelah menunggu akhirnya nasi kalong saya tiba juga. Ternyata nasi kalong ini adalah nasi ungu yang terbuat dari ubi. Untuk rasa nasinya sama enaknya dengan nasi putih hanya saja rasanya ini lebih gurih dan juga lebih manis rasanya. Dimakannya dengan ayam goreng madu yang juga enak rasanya. Ayam gorengnya ini dimasak sempurna alias mateng luar dalam. Daging ayamnya ini lembut juga. Madunya disini juga manis dan manisnya itu tidak berlebihan. Untuk perkedelnya ini juga enak. Kentangnya berasa dan bumbunya ini mantap banget dan sesuai dengan selera lidah saya. Dimakannya jangan lupa dengan nasi warna ungu ini agar lebih lezat. Perpaduannya ini cocok banget dan juga enak banget sebagai makan malam.Enak dan juga kenyang deh buat makan malam kali ini. Disini tempatnya ramai banget ya jadi jangan kaget kalau cukup penuh dengan manusia di restoran ini dan terkadang harus antri.Ternyata nasi kalongnya ini tidak seseram yang dibayangkan. Yang ada hanyalah kesan menarik karena nasinya berwarna ungu yang cukup menarik perhatian mata. Rasanya juga enak. Lauk lauknya disini juga enak enak kok, ayam goreng madunya mantap. Untuk harga yang ditawarkan disini OK kok, gak mahal juga harganya. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)