8
2
3
Level4
2015-08-14 362 views
Dari awal pas dulu masih ada di depan unpad dipati ukur, masih di trotoar, entah kenapa steak ini rame gak abis abis. Dari awal buka sampe tutup rameee terus. Sampai akhirnya punya toko sendiri, yang gak jauh dari tempat dagangannya dulu (masih wilayah dipati ukur), steak ranjang masih aja tetep rame.Tempat makan ini punya tempat yang cukup luas untuk ukuran resto yang menyakin makanan dengan harga murah. Ada dua lantai, sehingga walaupun pelanggan membeludak, masih bisa nampung lah, kecuali pea
Read full review
Dari awal pas dulu masih ada di depan unpad dipati ukur, masih di trotoar, entah kenapa steak ini rame gak abis abis. Dari awal buka sampe tutup rameee terus. Sampai akhirnya punya toko sendiri, yang gak jauh dari tempat dagangannya dulu (masih wilayah dipati ukur), steak ranjang masih aja tetep rame.
Tempat makan ini punya tempat yang cukup luas untuk ukuran resto yang menyakin makanan dengan harga murah. Ada dua lantai, sehingga walaupun pelanggan membeludak, masih bisa nampung lah, kecuali peak hours kayak jam jam buka puasa bersama beberapa waktu lalu itu, sampe meluber ke jalan pelanggannya. Pelayannya banyak, tapi keliatannya sibuuuk banget.
Saya pribadi kalau terlalu rame gak bakalan masuk, jadi kalau emang pengen ya mampirnya pas jam jam tanggung sekitar jam 2 siang. Bukan waktu makan siang, bukan waktu makan malam, dan bukan waktu nongkrong, relative sepi sih jam seginian.
Untuk menu, namanya - namanya aneh, selimut, telanjang, menggelinjang, gak ngeh lagi deh. Tapi intina kalau selimut dibalut tepung, kalau telanjang gak dibalut tepung. Saus bisa pilih barbeque ataupun lada hitam. Minumannya pun aneh aneh namanya, kesini aja deh, pasti tertegun kalau baru baca menunya.
Yang ini spaghetti tenderloin + extra cheese
40 views
1 likes
0 comments
Spaghetti dengan porsi yang besar, walaupun spaghettinya kematengan, tapi gakpapalah, mau sesempurna apa sih makanan yang disajikan untuk banyak banget pelanggan dan harga yang sangat terjangkau, jadi spaghetti overcook not a big problem, apalagi buat customer disini yang rata - rata merupakan mahasiswa. Disajikan dengan tenderloin “telanjang” dengan siraman saus barbeque. Saus barbequenya cukup banyak, hanya saja buat saya masih terlalu manis. Tapi sekali lagi, dengan harga yang ramah di kantong, dan diimbangi porsi yang besar, that’s not a big deal, Oh iya, kalau pake keju nambah ya, dan extra cheese itu bener2 banyak ngasih kejunya
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Dining Method
Dine In
Level1
1
0
2015-07-09 112 views
Jarang jarang saya dapat makan steak murah dengan porsi yang lumayan wah. Kalau saya kesini menu favorit saya adalah chiken hamil 3 bulan dan green teanya... tidak usah menunggu lama-lama... wualaaaa.... yummy... Memang agak susah mencari aksek tempat pakir di sini. Kalau bawa mobil, pikir-pikir dulu.. Tapi itu tidak menghalangi, demi makan enak apapun saya lakukan... Super..
Read full review
Jarang jarang saya dapat makan steak murah dengan porsi yang lumayan wah. Kalau saya kesini menu favorit saya adalah chiken hamil 3 bulan dan green teanya... tidak usah menunggu lama-lama... wualaaaa.... yummy... 

Memang agak susah mencari aksek tempat pakir di sini. Kalau bawa mobil, pikir-pikir dulu.. Tapi itu tidak menghalangi, demi makan enak apapun saya lakukan... Super..
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Waiting Time
10 Minutes (Dine In)
Spending Per Head
Rp40000 (Other)
Recommended Dishes
  • Chiken hamil 3 bulan
  • green tea
Level4
402
1
2014-10-21 181 views
Steak, siapa yang kuat menahan godaan menu yang satu ini. Udah ga bisa nahan steak-nya saja ditambah ada yang telanjang. ooppss... nah kali ini saya makan di salah satu restoran yang menyajikan steak sebagai menu utamanya, restoran ini bernama steak ranjang. Bukan hanya namanya saja yang "nakal" tapi ternyata nama menunya pun diberi nama yang nakal-nakal pula, seperti Chicken, tenderloin dan sirloin telanjang yang maksudnya adalah tanpa tepung dan dipanggang. Ada juga Selimut, maksudnya adalah c
Read full review
Steak, siapa yang kuat menahan godaan menu yang satu ini. Udah ga bisa nahan steak-nya saja ditambah ada yang telanjang. ooppss... nah kali ini saya makan di salah satu restoran yang menyajikan steak sebagai menu utamanya, restoran ini bernama steak ranjang. Bukan hanya namanya saja yang "nakal" tapi ternyata nama menunya pun diberi nama yang nakal-nakal pula, seperti Chicken, tenderloin dan sirloin telanjang yang maksudnya adalah tanpa tepung dan dipanggang. Ada juga Selimut, maksudnya adalah chicken, tenderloin atau sirloin yang dibalut tepung dan digoreng. Selain itu ada pula nasi dengan chicken, sirloin atau tenderloin yang dibanjur dengan saus pilihan.
Karena penasaran saya pun mampir ke tempat ini. Suasananya cukup ramai, mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga keluarga banyak juga yang berkunjung ke sini. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau mulai dari 18.000 sampai 20.000an aja lho.
Saya pun memesan menu tenderloin telanjang saus barbeque, menu yang jadi favorit disini. Rasanya ternyata memang enak dan yummie. Untuk ukuran steak seharga 18.000an ini rekomended banget. Dagingnya empuk dan bumbunya juga enak.
Tenderloin Telanjang
84 views
4 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Waiting Time
20 Minutes (Dine In)
Level1
4
0
2014-08-31 127 views
Pas banget kemarin gue dan temen-temen gue jalan ke Bandung. Dan Steak Ranjang ini cukup terkenal dan menjadi salah satu restoran yang direkomendasikan kalo lagi di Bandung. Gue yang bukan warga Bandung ini pun datang dari kota tetangga untuk mencobanya. Sempet susah sih nyarinya, karena gue kesana hari Sabtu sore dan jalanan cukup padat saat itu. Letaknya agak tersamar diantara distro dan tempat makan disepanjang Jalan Dipatiukur itu. Pas masuk restorannya udah lumayan ramai. Kami sempat kebing
Read full review
Pas banget kemarin gue dan temen-temen gue jalan ke Bandung. Dan Steak Ranjang ini cukup terkenal dan menjadi salah satu restoran yang direkomendasikan kalo lagi di Bandung. Gue yang bukan warga Bandung ini pun datang dari kota tetangga untuk mencobanya. Sempet susah sih nyarinya, karena gue kesana hari Sabtu sore dan jalanan cukup padat saat itu. Letaknya agak tersamar diantara distro dan tempat makan disepanjang Jalan Dipatiukur itu. Pas masuk restorannya udah lumayan ramai. Kami sempat kebingungan untuk mencari duduk karena kami berenam. Mas-masnya terlihat bergerombol di meja kasir. Kemudian saat mas-masnya ngeliat kami, kami langsung disarankan untuk ke lantai dua. Di dekat tangga ada meja khusus yang bertuliskan untuk jomblo. Agak gimana gitu ya, tapi lucu sih


Tempatnya ini semacam ruko jadi pas ke lantai atas terlihat malah seperti rooftop yang disulap gitu deh. Lebih adem sih dan terlihat lebih terang daripada dibawah. Melihat menu pun kami tertarik dengan menu yang lucu-lucu dan harganya yang tergolong murah. Gue pun memesan Tenderloin dengan Brown Sauce ditambah ekstra keju. Karena ga suka pedes, gue pesen yang ga pake level. Ga perlu lama-lama, steak gue datang. Masnya bilang brown sauce itu semacam mushroom sauce tapi pas gue coba gaada mushroom-mushroomnya pisan. Malah rasa sausnya manis. Gue pun jadi kurang berselera. Untuk dagingnya sih biasa aja, masih gampang untuk dipotong juga. Kentangnya juga lumayan hanya saja steak ini kurang panas. Jadi rasanya agak aneh memakannya di suhu ruang gitu. Bener-bener di bawah ekspektasi gue. Kecewa udah dateng jauh-jauh


Walaupun sebenernya not bad sih kalau melihat harganya, mungkin guenya juga yang salah pesen menu disini. Tapi seengaknya gue udah ga penasaran lagi.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2014-08-30
Waiting Time
10 Minutes (Dine In)
Spending Per Head
Rp25000 (Other)
Level1
2
0
2014-03-01 431 views
saya udah 4 kali kesini, karena dulu awalnya nyoba penasaran koq ini tempat rame banget. waktu pertama kesini yang bikin kaget karena nama2 produk di menunya unik banget sampe senyum2 sendiri ngebacanya dan harganya itu yang murah banget jadi cocok dengan mahasiswatapi terakhir kesini kualitas pasti beda, dari kunjungan pertama, kedua sampai ke empat. yang tadinya dagingnya empuk dan kentangnya banyak sekarang dagingnya alot dan kentangnya dikurangin. waktu itu saya pesen yang terderloin. daging
Read full review
saya udah 4 kali kesini, karena dulu awalnya nyoba penasaran koq ini tempat rame banget. waktu pertama kesini yang bikin kaget karena nama2 produk di menunya unik banget sampe senyum2 sendiri ngebacanya dan harganya itu yang murah banget jadi cocok dengan mahasiswa

tapi terakhir kesini kualitas pasti beda, dari kunjungan pertama, kedua sampai ke empat. yang tadinya dagingnya empuk dan kentangnya banyak sekarang dagingnya alot dan kentangnya dikurangin. waktu itu saya pesen yang terderloin. dagingnya juga gak utuh, kalo gak salah dulu saya dapet yang utuh.

di tempat makan ini yang saya suka pelayannya cepet banget, gak sampe 10 menit makanan langsung disajikan. tapi tolong untuk menjaga kualitas produknya karena terakhir saya kecewa banget yang tadinya saya pertama makan ini enak banget dengan harga murah tapi sekarang harga udah naik tapi koq kualitas jadi menurun
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2014-02-20
Waiting Time
8 Minutes (Dine In)
Spending Per Head
Rp20000 (Lunch)
Level4
2013-12-31 438 views
Steak ranjang, dari masih jadi PKL sampe punya toko masih aja belum kehilangan pelanggannya. Dan kali ini saya akan membahas mengenai steak ranjang yang kebetulan gak jauh dari kampus saya Dari luar store steak ranjang ini warnanya hijau, tapi waktu kedalam, warna merah emang mendominas. Ada 2 lantai, dan selalu penuh. Oh iya di steak ranjang ini, ada kursi khusus jomblo loh, hahaha, kursinya sendiri sendiri ngehadap tembok. Kayaknya kok makin ngenes ya kalau yang jomblo duduk situ, haahahPelaya
Read full review
Steak ranjang, dari masih jadi PKL sampe punya toko masih aja belum kehilangan pelanggannya. Dan kali ini saya akan membahas mengenai steak ranjang yang kebetulan gak jauh dari kampus saya


Dari luar store steak ranjang ini warnanya hijau, tapi waktu kedalam, warna merah emang mendominas. Ada 2 lantai, dan selalu penuh. Oh iya di steak ranjang ini, ada kursi khusus jomblo loh, hahaha, kursinya sendiri sendiri ngehadap tembok. Kayaknya kok makin ngenes ya kalau yang jomblo duduk situ, haahah

Pelayanannya cukup baik dan cepat. Karena pekerjanya banyak, jadi walaupun customer yang datang banyak banget, mereka gak kelabakan


Selimut blackpepper
Selimut ini adalah steak ayam yang dibalut dengan tepung

ayamnya di fillet, terus dilapisin tepung crispy lalu digoreng. Terakhir disiram dengan saus blackpepper dan disajikan diatas hotplate bersamaan dengan potato wadges dan sayuran


Spaghetti Katsu
Spaghetti disini memakai saus bolognaise

Nah katsunya merupakan fillet ayam yang dibalur dengan panir, sehingga crispy diluar. Porsinya cukup besar, dan kalau saya yang pesan selalu dimakan berdua sama temen saya
Abisnya banyak banget sih porsinya


Pantes aja rame, walaupun sebenarnya rasanya biasa saja, tapi steak di steak ranjang murah loh >.<
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Level4
Halo Open Ricer, kembali lagi saya ke dunia review kuliner setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan (#tsaaah). Kali ini, saya mau mereview tempat makan yang sudah berkembang jauuuuh dari sejak pertama kali saya kunjungi hingga sekarang.Mahasiswa atau orang-orang yang sering lewat daerah Dipati Ukur pastinya udah nggak asing lagi dengan nama Steak Ranjang. Dulu, steak ini letaknya ada di depan monumen seberang Universitas Padjadjaran dengan mengambil bentuk tenda berwarna pink. Saking laris da
Read full review
Halo Open Ricer, kembali lagi saya ke dunia review kuliner setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan (#tsaaah). Kali ini, saya mau mereview tempat makan yang sudah berkembang jauuuuh dari sejak pertama kali saya kunjungi hingga sekarang.

Mahasiswa atau orang-orang yang sering lewat daerah Dipati Ukur pastinya udah nggak asing lagi dengan nama Steak Ranjang. Dulu, steak ini letaknya ada di depan monumen seberang Universitas Padjadjaran dengan mengambil bentuk tenda berwarna pink. Saking laris dan ramainya, akhirnya mereka pindah ke bangunan yang berseberangan dengan travel Cititrans Dipati Ukur. Bangunannya sendiri terbagi menjadi dua lantai, di mana lantai untuk bagian atas diperuntukkan hanya untuk tamu lebih dari 4 orang.

Dekorasinya bisa dibilang minimalis dengan penggunaan cat warna merah dan krem. Sayangnya, warna krem tadi bisa dibilang "bumerang" untuk mereka karena dinding di bagian ini terlihat kotor. Selain itu, dindingnya pun terasa lowong karena tidak diberi gambar atau hiasan apapun. Lucunya, di bagian belakang ruangan ada meja panjang yang menghadap dinding dengan tulisan 'meja para jomblo'. Uuups!

Dari segi pelayanan sih menurut saya agak cepat ya karena memang tenaga yang dikerahkan cukup banyak mengingat para pengunjung Steak Ranjang yang lumayan rame. Tapi, meskipun begitu, banyaknya pegawai ini anehnya tidak dibarengi dengan kebersihan yang memadai. Lantai kotor dan bayangkan saja di lantai bawah meja yang saya makan ada potongan daging katsu yang antara dibuang atau tidak sengaja jatuh. Eeeewwww!

Menu yang disajikan di sini tidak jauh berbeda dengan menu yang mereka berikan di warung tenda dulu. Harganya juga nyaris sama, mungkin naik sekitar Rp2.000-Rp3.000. Yang pasti tidak terlalu berdampak signifikan. Yang agak diperbanyak mungkin adalah minumannya karena ada beberapa tambahan, seperti es Mi-Lo-Gue End (es milo).
198 views
1 likes
0 comments
248 views
1 likes
0 comments
Karena agak lapar, saya pesan spaghetti cheese katsu dengan level kepedasan 2 sementara si pacar pesan Tenderloin Telanjang Panas (Tenderloin tanpa balutan tepung) dengan level kepedasan 3. Minumannya kami samakan, yaitu ice lemon tea. Begitu datang dan menyeruput ice lemon tea, hmmm, rasanya mau protes karena terasa hambar. Kayaknya sih 1 sachet dipakai buat 2 gelas deh sehingga bisa menekan harga (cuma Rp4.000/gelas).
148 views
1 likes
0 comments
Pesanan makanan kami datang tidak lama kemudian. Mengingat waktu masaknya yang seharusnya lama tapi bisa dipersingkat, kemungkinan mereka sudah menyiapkan menu tersebut dalam jumlah besar dan tinggal dibagi-bagi.

Spagheti Cheese Katsu
Porsinya emang lumayan besar dengan spaghetti dan keju yang berlimpah. Ukuran ayamnya lumayan meski agak lebih kecil dari yang dulu. Rasanya sih standar. Nggak terlalu enak banget, tapi emang sukses mengenyangkan perut karena porsinya itu. Tapi, yang bikn saya ilfeel adalah penggunaan sambel ulek a la warung bakso di atas chicken katsu untuk menambah level kepedasan. Ketika saya sibak sausnya, ternyata ada biji-biji cabe yang berkumpul di atas ayam. Sambel ulek??? Kok perpaduannya kurang pas ya?? >_<
156 views
1 likes
0 comments
Tenderloin Telanjang Panas
Menu daging ini disajikan dengan kentang goreng, buncis, dan wortel. Penyajiannya terlihat berantakan banget, kayak asal ditaruh dan terburu-buru. Sekali lagi, sambal yang digunakan adalah sambal ulek yang dicampur ke dalam bumbu daging. Dan, yang bikin super-duper kecewa adalah dagingnya ternyata bukan daging utuh tapi berupa potongan-potongan daging kecil yang mungkin kurang dari 100 gram beratnya! What??? @_@ Hal ini bikin saya miris karena pas masih di warung tenda, tenderloin yang disajikan benar-benar berbentuk daging utuh.
151 views
2 likes
0 comments
Overall
Memang, perpindahan dari warung tenda ke bangunan tetap membuat biaya bertambah. Belum lagi menggaji pegawai dan memikirkan pemasukan. Tapi, kayaknya jangan sampai mengorbankan kualitas sedemikian rupa. Untuk para pelanggan baru Steak Ranjang mungkin tidak masalah. Tapi, untuk mereka yang pernah mencicip Steak Ranjang ketika masih berbentuk warung tenda pasti akan sangat kecewa.

Recommended? I don't think so.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2013-09-05
Level4
Hai Openricers!Kali ini saya akan review steak ranjang yang dulunya di pinggiran namun sekarang sudah punya outlet yang lebih bagus dan layak loh >.<Tempatnya sebenarnya cukup luas, dan terdiri dari dua lantai. Namun karena pengunjung yang sangat ramai dan padat, makan disini emang harus diikuti oleh hawa panas dan keringat, hihihi >.<Pelayanan cukup baik dan cepat. Selain itu mas mas pelayannya sangat baik loh Untuk makanan ada berbagai jenis, mulai dari steak tepung, sampai st
Read full review
Hai Openricers!
Kali ini saya akan review steak ranjang yang dulunya di pinggiran namun sekarang sudah punya outlet yang lebih bagus dan layak loh >.<

Tempatnya sebenarnya cukup luas, dan terdiri dari dua lantai. Namun karena pengunjung yang sangat ramai dan padat, makan disini emang harus diikuti oleh hawa panas dan keringat, hihihi >.<

Pelayanan cukup baik dan cepat. Selain itu mas mas pelayannya sangat baik loh


Untuk makanan ada berbagai jenis, mulai dari steak tepung, sampai steak murni. Dengan pilihan saus, brown sauce, blackpepper, dan barbeque. Untuk tingkat kepedasan ada 5 level, tapi level satu saja sudah pedas, dan saya lebih suka milih level 0


Dan ini dia, steak ayam tepung dengan blackpepper sauce
153 views
1 likes
0 comments
Disajikan dengan hotplate, kemudian dengan potongan kentang dan sayur yang cukup royal, steak tepung ini benar benar mengenyangkan! :9

yap banyak jenis steak dengan harga yang ringan di kantong :9

Wanna come back? Sure!
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Level4
951
6
2013-08-22 177 views
Ada ajah nih ide anak-anak bandung. Kali ini aku mencoba steak yang berasal dari ide unik anak bandungm yaitu steak ranjang. Pertama kali liat steak ranjang nongkrong di jalan dipati ukur aku penasaran dengannya. Akhirnya aku masuk dan memesan makanannya.Tempatnya sih berupa warung tenda yang beukuran cukup besar dibandingkan dengan penjual lain disekitarnya. Pelayanannya biasa saja, tetapi mereka mengolah nama steaknya sehingga berbau "nakal". Beberapa macam steak yang disediakan seperti steak
Read full review
Ada ajah nih ide anak-anak bandung. Kali ini aku mencoba steak yang berasal dari ide unik anak bandungm yaitu steak ranjang. Pertama kali liat steak ranjang nongkrong di jalan dipati ukur aku penasaran dengannya. Akhirnya aku masuk dan memesan makanannya.

Tempatnya sih berupa warung tenda yang beukuran cukup besar dibandingkan dengan penjual lain disekitarnya. Pelayanannya biasa saja, tetapi mereka mengolah nama steaknya sehingga berbau "nakal".

Beberapa macam steak yang disediakan seperti steak tenderloin telanjang bebas, sirloin selimut, sirloin telanjang puas dan lain-lain hehehehehe. Nah waktu itu aku memesan steak tenderloin telanjang bebas. Ternyata maksudnya adalah steaknya di panggang seperti pada umumnya, sedangkan kalau ada tulisan "selimut" berarti steaknya digoreng dan diberi tepung roti terlebih dahulu. Rasa steaknya enak dan gurih. Dagingnya enggak alot dan masih mudah untuk dikunyah. Pilihan saus aku adalah saus barbeque rasanya khas bbq dan enak. Pelengkapnya diberi kentang goreng lokal yang cukup banyak. Pokoknya steak ranjang bisa bikin puas lah.

(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Spending Per Head
Rp30000 (Dinner)
Recommended Dishes
  • tenderloin telanjang bebas
Level4
2013-03-06 203 views
Steak Ranjang, waduh denger namanya aja udah nakal gimana gitu. Pas datang ke tempatnya, liat logo dan menu yang ditawarkan saya lebih kaget lagi. Kalo nggak percaya, datangin aja warung tenda yang menjual steak ini di Jl. Dipati Ukur (DU). Nggak susah kok nyari warung tenda Steak Ranjang, karena warna tendanya yang merah mencolok dengan gambar koki perempuan yang pegang steak di atas ranjang Selain itu, warung tenda yang mulai buka dari jam 17.00 wib ini paling rame pengunjungnya dibandingkan
Read full review
Steak Ranjang, waduh denger namanya aja udah nakal gimana gitu. Pas datang ke tempatnya, liat logo dan menu yang ditawarkan saya lebih kaget lagi. Kalo nggak percaya, datangin aja warung tenda yang menjual steak ini di Jl. Dipati Ukur (DU). Nggak susah kok nyari warung tenda Steak Ranjang, karena warna tendanya yang merah mencolok dengan gambar koki perempuan yang pegang steak di atas ranjang
Selain itu, warung tenda yang mulai buka dari jam 17.00 wib ini paling rame pengunjungnya dibandingkan warung tenda di sekitarnya.

Menu andalan Steak Ranjang tentunya steak (tenderloin, sirloin, ayam) dengan berbagai variasi (tepung, tanpa tepung). Untuk pilihan saus steaknya ada barbeque, brown, dan blackpapper. Nah bedanya, steak disini sausnya ada level pedasnya mulai dari yang biasa sampai yang paling pedas. Level pedasnya juga diberi nama yang unik, ada level PDKT, HTS, TTM sampe Plus-Plus yang paling pedas. Selain steak, juga ada menu nasi, katsu, spaghetti, dan aneka minuman. Harga makanan dan minuman semuanya nggak ada yang nyampe Rp 20k, murah banget kan!

Disini semuanya menunya enak-enak tapi yang paling laku adalah spaghettinya karena diberi topping keju yang cukup banyak. Saya belum pernah coba spaghettinya karena selalu kehabisan, tapi kalo steaknya saya udah coba yang tenderloin sama yang ayam. Steaknya cukup tebal, nggak keras, sausnya juga enak, disajikan di atas hotplate jadi steak kita dalam kondisi panas terus.

Karena tempat jualannya di warung tenda, kita harus rela duduk semeja dengan orang yang nggak kita kenal ataupun didatangin pengamen berkali-kali. Soal pelayanan disini, walaupun ramai pengunjung tapi orderan saya nggak pernah lama datangnya. Oh iya, jangan datang jam 20.00 wib ke atas, karena beberapa menu sudah nggak ada atau buruknya udah pada beres2 tenda karena sudah sold out.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Level4
2012-11-12 172 views
Masih bersama saya dengan Puma, setelah jajan dan nongkrong di sekitaran Gedung Sate, kami beralih ke Dipati Ukur dengan tempat tujuannya yaitu Steak Ranjang.Steak Ranjang lokasinya di Dipati Ukur tepatnya di seberang gerbang depan kampus Unpad. Tempatnya hanya berupa tenda warna merah dengan gambar cewek nakal yang pegang sepiring steak. Tendanya paling ngejreng deh dibanding tenda lain di Dipati Ukur. Waktu itu kami kesana pas maghrib, dan ternyata penuuuh. Untunglah masih bersisa dua kursi la
Read full review
Masih bersama saya dengan Puma, setelah jajan dan nongkrong di sekitaran Gedung Sate, kami beralih ke Dipati Ukur dengan tempat tujuannya yaitu Steak Ranjang.

Steak Ranjang lokasinya di Dipati Ukur tepatnya di seberang gerbang depan kampus Unpad. Tempatnya hanya berupa tenda warna merah dengan gambar cewek nakal yang pegang sepiring steak. Tendanya paling ngejreng deh dibanding tenda lain di Dipati Ukur. Waktu itu kami kesana pas maghrib, dan ternyata penuuuh. Untunglah masih bersisa dua kursi langsung deh kami tempatin.

Pas duduk langsung dikasih menu sama kertas buat nulis orderannya. Ebuseeet nama steaknya juga nakal2 ternyata. Ada Sirloin Telanjang Panas, Sirloin Telanjang Binal, Sirloin Selimut Bantal, Tenderloin Selimut Binal, Tenderloin Telanjang Bebas, dll. Trus disini juga ada level pedasnya, nah kalo ini mah saya suka. Ada level PDKT, HTS, TTM sampe Plus-Plus wkwkwkkwk. Untuk pilihan saus steaknya ada barbeque, brown, dan blackpapper. Yang nggak mau steak, disini juga ada nasi, katsu, dan spaghetti. Pilihan minumannya dari air mineral sampai cappuchino. Soal harga, tenang aja, harganya murah beuuuuud *m3nc0b4 4l4y*. Pokoknya harganya terjangkau sama anak kosan deh wkwkwkwk.

Back to story… Karena Puma nggak mau makan steak, jadinya saya doang yang order -______- Saya order Tenderloin Selimut Binal level TTM dengan saus barbeque dan air mineral gelas. Maksud dari kata selimut itu adalah tepung, jadi tenderloin yang diberi tepung gitulooh *ngikutin gaya someone*. Nah kalo yang binal tuh tanpa tepung.

Nggak nyampe 10 menit, orderan saya datang. Jeng jeng jeeeeeng~
169 views
0 likes
0 comments
Sepaket steak saya ini terdiri dari 3 tenderloin tepung, french fries, sayuran pelengkap, dan tentunya saus barbeque yang pedeeees. Steaknya rasanya enak dan crunchy dari kulit tepungnya trus sausnya ipedes tapi belum bisa dibilang pedes banget *kayaknya harus nyoba yang plus-plus*. Overall enaklah, nggak kalah sama steak2 harga menengah (rate: 4/5).

Kelar makan langsung ke kasir, sebut atas nama siapa, ntar dihitung deh. Total ‘nyetik’ saya hanya Rp 16.500, dengan rincian sbb:

Tenderloin Selimut Binal : Rp 16.000
Air Mineral Gelas : Rp 500

Murah beuuuud kan? wkwkwkkwk. Pokoknya 1st time kesini puas deh. Next time kesana lagi mau jajal spaghettinya, soalnya menu satu itu cepet abisnya.

Overall, Steak Ranjang:
(+) harga murah, porsi banyak
(+) rasa enak, ada level pedasnya
(+) pelayanan cepat
(+) nama menunya unik
(-) tempat tenda, banyak pengamen
(-) selalu penuh
(-) bukanya sore

*CONCLUSION: Come again? Yes.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-09-26
Spending Per Head
Rp16500 (Dinner)
Recommended Dishes
  • Tenderloin Selimut Binal
Level4
Yuhuuu, Open Ricers! Kali ini, saya mau mereview (kembali) salah satu tenda kaki lima di Dipati Ukur, yaitu Steak Ranjang. Sebelumnya, saya pernah mereview tempat ini beberapa bulan yang lalu, sekarang udah ada perubahan lho. Tempatnya jadi lebih besar, pembelinya lebih ramai, dan menunya juga semakin banyak. Pengen tahu lebih jauh tentang warung steak yang jadi favorit para mahasiswa maupun orang kantoran yang kebetulan melintas di Dipati Ukur? Baca terus review saya ya. Posisinya ada di jajara
Read full review
115 views
0 likes
0 comments
Yuhuuu, Open Ricers! Kali ini, saya mau mereview (kembali) salah satu tenda kaki lima di Dipati Ukur, yaitu Steak Ranjang. Sebelumnya, saya pernah mereview tempat ini beberapa bulan yang lalu, sekarang udah ada perubahan lho. Tempatnya jadi lebih besar, pembelinya lebih ramai, dan menunya juga semakin banyak. Pengen tahu lebih jauh tentang warung steak yang jadi favorit para mahasiswa maupun orang kantoran yang kebetulan melintas di Dipati Ukur? Baca terus review saya ya.


Posisinya ada di jajaran kaki lima yang marak menghiasi monumen setiap malam. Cara mencapainya sih mudah karena tinggal naik angkot yang melewati Jalan Dipati Ukur dan pasti akan langsung kelihatan tenda Steak Ranjang yang agak lain dari yang lain karena warnanya yang pink. Dari luar, sudah terlihat jajaran sepeda motor para pengunjung yang sedang menikmati steak di dalam. Siap-siap menunggu karena meski menggunakan dua tenda, tapi warung ini nyaris selalu penuh apalagi di jam makan malam. Oh iya, warung ini bukanya menjelang magrib dan biasanya jam 8 udah habis karena banyak pengunjung. Jadi, kalau mau makan di sini, datanglah lebih awal. Denger-denger sih, kalau kita memention Steak Ranjang di Twitter dan pesan di sana, mereka akan menyisakannya untuk kita. Tapi, nggak tahu bener apa nggak sih soalnya saya nggak pernah nyoba tuh
.

Karena tendanya yang cukup panjang sehingga sekarang sistem pemesanannya adalah menulis nama. Nanti, begitu pesanan kita selesai, kita akan dipanggil keras-keras. Cara seperti ini lebih oke sih daripada harus berebut pesanan. Cuma ya itu, begitu kita datang di 'rush hour' (alias jam sibuk di mana semua meja dan kursi terisi semua), siap-siap lama banget. Saya sama pacar aja kemarin sampai menunggu nyaris 45 menit untuk menikmati satu porsi steak. Jadi, usahakan datang awal atau nggak jangan datang pas lagi lapar-laparnya karena dijamin pasti emosi. Oh iya, meski buka sampai malem, tapi nyatanya jam 8-an semua menu yang ada pasti sudah kosong.
125 views
0 likes
0 comments
Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, menu di Steak Ranjang ini semakin banyak. Kalau dulu awal-awal mereka hanya menyajikan menu steak dengan dua pilihan, yaitu dibalur tepung atau tidak, sekarang ada juga tambahan nasi muncrat menggelinjang. Dengar namanya, mungkin sebagian orang jijik ya, hehehe. Tapi, ini tuh sebenarnya cuma nasi putih yang diberi potongan daging (sirloin/tenderloin/chicken steak) dan diberi saus pilihan kita (barbeque/brown sauce/blackpepper) dengan tingkat kepedasan yang bisa dipilih (PDKT/HTS/TTM/Plus2). Terus, kalau dulu spaghettinya hanya pilihan bolognaise doang, sekarang lebih beragam karena ada tambahan sirloin, tenderloin, atau wienner. Dan, porsinya itu lho, bisa ngasih makan dua orang dalam satu malam alias besar!


Untuk minumnya sendiri, kalau dulu namanya biasa aja kayak es teh manis atau ice lemon tea, sekarang agak 'binal' sedikit. Misalnya, teh neng manis, teh lemon genit, jeruk perez remez, atau white coffee sexy. Siapapun yang baca menu ini pasti akan tersenyum. Pemilihan nama ini memang jadi semacam trademark untuk Steak Ranjang sehingga nama-nama menunya pasti berbau agak sedikit 'nakal' biar diingat sama pelanggan.
189 views
0 likes
0 comments
173 views
0 likes
0 comments
Setelah menuliskan pesanan, saya perlu menunggu kira-kira 45 menit untuk menikmati makan malam karena yang masak kebetulan hanya 2-3 orang, sementara sisanya mengurus bagian minuman dan mencatat pesanan. Minuman pun baru datang setelah makanan datang. Bener-bener sabar deh makan di sini. Ketika datang, bau steaknya memang cukup enak dan menjanjikan. Pacar yang tadinya mau nambah kentang jadi batal karena ternyata kentang pun sudah habis. Jadilah kami harus puas dengan menu yang sudah dipesan. Menu yang saya pesan adalah tenderloin telanjang bebas, yaitu daging tenderloin tanpa baluran tepung yang dipanggang. Untuk sausnya, saya pilih blackpepper. Sausnya cukup enak. Rasa lada hitamnya begitu terasa panas di tenggorokan, cuma sayangnya daging tenderloinnya susah dipotong dan susah dikunyah meskipun nggak sampai susah ditelan. Tapi, menurut saya, udah jauh banget deh sama dulu awal-awal Steak Ranjang belum ramai di mana makanannya enak. Sayang, kualitas Steak Ranjang sudah mulai menurun.
186 views
0 likes
0 comments
155 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-07-03
Level4
2012-01-28 131 views
Namanya unik dan menggelitik: steak ranjang. Beberapa kali setiap saya pergi di malam hari dan lewat daerah monumen, pasti melihat tempat ini. Penasaran banget dengan tagline-nya yang bikin saya nyengir sendiri setiap bacanya "Nikmat Menggelinjang". Seberapa enaknya sih steak ini apalagi tempatnya bisa dibilang agak disangsikan karena terletak di pinggir jalan. Nah, beberapa hari lalu, saya mendapat kesempatan untuk mencobanya langsung. Yuk ah Open Ricers, baca review saya. EnvironmentPosisinya
Read full review
Namanya unik dan menggelitik: steak ranjang. Beberapa kali setiap saya pergi di malam hari dan lewat daerah monumen, pasti melihat tempat ini. Penasaran banget dengan tagline-nya yang bikin saya nyengir sendiri setiap bacanya "Nikmat Menggelinjang". Seberapa enaknya sih steak ini apalagi tempatnya bisa dibilang agak disangsikan karena terletak di pinggir jalan. Nah, beberapa hari lalu, saya mendapat kesempatan untuk mencobanya langsung. Yuk ah Open Ricers, baca review saya.


Environment
Posisinya persis di depan monumen Jalan Dipati Ukur yang nembusnya ke arah Gasibu itu lho. Kalau siang, tempat ini dijadikan pangkalan DAMRI. Tapi, karena DAMRI hanya beroperasi sampai jam 5, jadilah malamnya tempat ini ramai oleh para penjual makanan pinggiran. Mulai dari seafood, pecel ayam, ayam taliwang, hingga Steak Ranjang ini. Menemukan warung ini nggak sulit kok soalnya tendanya warnanya pink dan ada gambar perempuan yang sedang menawarkan steak. Mejanya pun hanya dua meja panjang yang terkadang penuh dengan orang-orang kalau di akhir pekan. Untungnya saat itu saya datang pas weekdays jadi nggak terlalu rame.

Kebersihan: 3/5
Pelayanan: 3/5
65 views
0 likes
0 comments
64 views
0 likes
0 comments
Menu
Nah, di sini yang cukup menggelitik adalah nama-nama menunya. Sesuai dengan nama Steak Ranjang dan tagline-nya yang menggelitik, nama-nama menunya pun agak sedikit berbau nakal. Steak yang dihidangkan tanpa baluran tepung disebut 'telanjang', sementara yang dibalut tepung disebut 'selimut'
. Ada juga nasi goreng yang namanya cukup bikin mengundang tawa, yaitu nasi goreng telor guling hot dan nasi goreng telor ayam kampus.
Di sini, ada tingkat kepedasan yang bisa dipilih. Level awal disebut PDKT, level sedang disebut HTS, level menengah disebut TTM, sementara level pedas disebut plus-plus
. Harganya pun terhitung cukup murah, antara Rp8.000-Rp12.000. Jadi, datang ke sini, jangan takut duit abis karena harganya murah meriah. Tidak hanya steak, adapula cemilan lain seperti kentang dan sosis yang harganya cuma Rp3.000 per porsi. Untuk minuman, sayangnya nggak dilucu-lucuin juga sama kayak makanannya. Harganya pun murah-murah lho. Mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000.

Variasi menu: 3/5
Nama makanan: 5/5
Harga: 5/5
97 views
0 likes
0 comments
71 views
0 likes
0 comments
Sirloin telanjang panas (Rp11.000)
Pacar saya pesan sirloin telanjang panas. Hus, jangan mikir macem-macem ah baca namanya
. Maksudnya telanjang di sini adalah sirloin tanpa balutan tepung. Harganya murah banget ya tapi bukan berarti nggak puas lho. Saya sempat nyobain. Dagingnya tebal dan karena pacar pesan yang blackpepper rasanya jadi agak pedas-pedas di tenggorokan gitu deh. Sausnya juga enak alias nggak asal bikin. Pokoknya oke banget! >_<

Nilai: 5/5
132 views
0 likes
0 comments
Chicken selimut centil (Rp9.000)
Nah, pesanan saya ini adalah ayam yang dibalut tepung. Meskipun harganya cuma Rp9.000, tapi daging ayamnya tebal banget lho. Biasanya kan kalo steak murah, tepungnya yang ditebelin sementara dagingnya nggak. Cuma, ini beda. Saus barbeque-nya enak dan kentang gorengnya juga empuk. Ditambahin lada sedikit makin enak deh.

Nilai: 5/5
130 views
0 likes
0 comments
Overall
Udah enak, harganya murah pula. Masih perlu alasan nggak sih untuk datang ke sini
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-01-22
Spending Per Head
Rp15.000
Celebration
Birthday
Recommended Dishes
  • Sirloin telanjang panas
  • chicken selimut centil