0
0
1
Opening Hours
Mon. -Sun. : 10:00-21:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Number of Seats
100
Other Info
Delivery Service
Parking Area
Service Charge
Signature Dishes
Chicken Katsu Karaage Ramen
Review (1)
Sebelum meninggalkan Bandung, saya pastinya akan mencoba berbagai jenis kuliner yang ada. Dari mulai pinggir jalan sampai yang di mal-mal. Nah, salah satu kuliner yang saya coba adalah Tenno Ramen House. Sebelumnya, saya udah pernah coba di Paskal Hyper Market dan saya pribadi sih suka dengan rasanya. Nah, pas lagi jalan-jalan ke Bandung Trade Center tepatnya menyempatkan untuk nonton sama pacar, saya menemukan Tenno Ramen House di sini. Karena tergoda, akhirnya saya pun membelinya. Lokasinya berada di BTC yang terletak di Pasteur. Dari pintu tol, kita tinggal lurus aja arah ke jalan layang Pasopati, terus di depan BTC nanti tinggal putar balik. Nah, kalau udah sampai, boleh jalan ke arah food court yang terletak di lantai atas BTC. Sesuai dengan namanya yang food court , di sini tuh banyak banget kedai-kedai makanan yang bisa dipilih. Mulai dari menu makanan khas Indonesia seperti soto dan sate, makanan Jepang seperti sushi, terus ada zuppa soup, steak, dan masih banyak lagi. Karena di food court, selain pilihan makanannya banyak, kita juga bisa memilih tempat duduk. Tempatnya sendiri cukup luas. Nah, ketika sudah memutuskan mau makan Tenno Ramen House, sayapun segera mendatangi standnya yang tidak terlalu besar. Di depan sudah berdiri mas-mas yang siap melayani dan mengantarkan pesanan kita ketika sudah jadi. Pelayanannya sendiri menurut saya cukup cepat dan gak lelet. Mungkin karena saat itu pengunjungnya gak terlalu banyak sehingga pelayannya sendiri nggak kerepotan. Meski namanya Tenno Ramen House, tapi menu di sini nggak cuma sebatas ramen. Tapi emang sih, jualan utama mereka adalah ramen berbagai rasa, seperti miso, tomyum, hingga kari. Toppingnya pun macam-macam, mulai dari chicken katsu, daging, seafood, hingga chikuwa. Terus, selain ramen, mereka juga punya rice bowl. Sesuai dengan namanya, rice bowl itu adalah mangkuk berisi nasi yang di atasnya diberi lauk pauk. Toppingnya sendiri bisa dipilih mau chicken katsu, daging, atau telur. Selain itu, mereka juga ada menu sampingan lainnya, seperti udon dan gyoza. Harganya pun cukup terjangkaulah karena berkisar antara Rp14.000-Rp25.000.Makanan yang kami pesan adalah 2 Spicy Tori Karaage dan 2 hot Ocha buat dimakan di tempat, terus 2 Chicken Katsu with Cheese Bowl buat dibawa pulang. Lapar?? emang . Pacar sih cuma bisa geleng-geleng kepala aja ngeliatnya. Lucunya, makanan yang dibungkus malah datang duluan, sementara karaage-nya nunggu lumayan lama. Spicy Tori Karaage itu adalah dada ayam tanpa tulang yang digoreng kemudian diberi siraman saus tare, cabai, sama potongan bawang bombai, dan ditaruh diatas nasi. Karena ada level pedasnya, saya pesen pedes level 2, sementara pacar pesen level 1, tapi dua-duanya nggak ada pedes-pedesnya. Malah manis . Udah gitu porsinya gede dan nasinya banyak, jadinya seperti nggak habis-habis. Karaage ayamnya sih renyah, cuma rasanya kurang kompak sama saus tare yang mestinya spicy itu. Nasinya juga sulit dimakan pake sumpit, tapi disediain sendok kok.Hidangan kedua yang saya nikmati adalah chicken katsu cheese with rice. Sebenarnya cara penyajiannya harusnya di mangkuk. Tapi, karena saya bawa pulang makanya cuma dimasukkin ke dalam stereofoam aja. Ini tuh ayam yang dilapis tepung dan digoreng kemudian disajikan di atas nasi, dikasih parutan keju, dikucurin mayones, dan diberi sambal sebagai pelengkap. Sayangnya, chicken katsu-nya kurang tebal dan yang "juara" banget adalah mayonesnya yang rasanya ternyata manis. Hmm, untuk yang di BTC ini nggak recommended deh continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)