6
1
0
Telephone
(022) 82523037
Good For
Dating / Couple
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 09:00-23:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Outdoor Seats
Parking Area
Open Till Late
Review (7)
Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti acara Open Rice Gathering yang diadakan di Upper East Bandung. Sebenarnya, gathering di Bandung dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan mengambil tempat di tiga restoran yang berbeda. Sayangnya, karena diadakan pada weekdays, saya jadi nggak bisa ikut. Tapi, ketika dihubungi untuk ambil bagian dalam gathering yang diadakan di Upper East, saya setuju. Selain karena letaknya cukup dekat dengan kosan dan sore hari, saya juga penasaran untuk mencoba restoran yang ada di daerah Dago Pakar.Sempat takut nyasar karena belum pernah ke sini, untungnya saya dan pacar yang menemani bisa sampai juga. Ternyata, bisa disambangi dengan naik angkot Dago-Kalapa dan juga tidak terlalu jauh dari Terminal Dago. Begitu sampai, saya langsung berkenalan dengan beberapa Open Ricer yang sudah datang. Ada yang sudah beberapa kali hadir gathering, ada juga yang sama seperti saya alias baru pertama kali. Salam kenal ya semuanya .Upper East letaknya cukup enak karena berhadapan dengan pemandangan daerah Bandung yang masih banyak pepohonan. Udaranya juga sejuk karena sudah menginjak Dago Pakar. Siap-siap jaket begitu menginjak pukul 17.00 karena kabut mulai turun dan rasanya dingin banget. Emang pas banget kalau mau ngedate di sini, suasananya morantis, hihihi. Area Upper East sendiri tidak terlalu luas, tapi nyaman. Ada sofa, kursi kayu yang didekatkan ke jendela, dan area bar dengan display kue dan beberapa botol minuman. Setelah para peserta gathering berkumpul, kami pun langsung diarahkan ke bar untuk memulai acara. Emang mau ngapain sih? Ternyata, sang pemilik Upper East sekaligus chefnya, yaitu Chef Ivan Bastiano akan menunjukkan cara memasak beberapa menu yang nantinya bisa kami santap. Yippi! Contek dikit buat konsumsi pribadi ya, Chef. . Sebelumnya, para pelayan menyiapkan minuman yang biasa dipesan di Upper East. Apa sajakah minuman itu?Keterangan gambarki-ka atas): Capucinno Latte, Lychee Slice Tea, Milkshake Vanilla, Matcha Latte)(ki-ka bawah): Espresso, Tiramisu BruleeCapucinno LatteOpen Ricer tentunya tau dong minuman yang disajikan dalam cangkir ini? Yap, minuman ini memang terkenal banget dan pastinya jadi favorit para pencinta kopi (termasuk saya). Di bagian atasnya dibentuk gambar tulip (yang kalau kata pelayan yang membuat butuh waktu minimal dua bulan buat belajar @_@). Tidak hanya bentuk tulip, ada juga bentuk kelinci yang dibuat oleh mereka. Katanya, bisa rikues gambar lho kalau di sini. Bikin gambar Ultraman bisa nggak ya? Lychee Slice TeaMinuman ini disajikan di dalam sebuah toples kecil yang diubah fungsinya menjadi gelas. Unik ya. Campurannya ada teh, sari buah leci, dan potongan lecinya itu sendiri. Rasanya semriwing alias dingin. Sebagai hiasan, sebelum dihidangkan, mulut gelas dicelup dengan larutan gila sehingga ketika mengering mulut gelas akan dihiasi oleh butiran gula. Mau dijilat? Silakan Milkshake VanilaMilkshake di sini campurannya agak beda nih karena ada dicampur dengan Baileys original. Perpaduan es dengan vanilla, dan plain milk bikin rasanya seger di tenggorokan. Boleh banget dicoba pas ke sini.Matcha LatteSuka teh hijau? Cobain deh matcha latte. Minuman ini rasanya agak pahit, tapi nggak sampai bikin kita bergidik atau mengernyit saking pahitnya. Jangan lupa diaduk karena gulanya suka mengendap di bawah sehingga menjelang habis baru terasa manis. Di atasnya diberi hiasan whipped cream yang plain, tapi yummy.EspressoNah, ini nih dewanya pencinta kopi: Espresso. Kenapa disajikan dalam gelas mini?? Karena rasanya yang luar biasa pahit sehingga kalau dikasih di cangkir besar dijamin nggak akan habis. Katanya sih, kalau minum ini harus langsung tenggak biar pahitnya nggak kerasa di lidah. Buat yang nggak suka kopi, minuman ini mungkin a big No No karena selain pahit, tingkat kafeinnya yang tinggi bikin yang minum bakal susah tidur.Tiramisu BruleePernah dengar nama cream brulee? Kalau di Upper East, brulee-nya dicampur dengan kopi dan rasa tiramisu sehingga jadilah Tiramisu Brulee. Cara bikinnya sendiri nyaris sama dengan Capucinno Latte, tapi di atasnya kemudian diberi taburan gula dan dibakar hingga berwarna kecokelatan (caramel). Cara minumnya, kalau saran Chef Ivan, adalah disendok sedikit demi sedikit supaya brulee dan kopinya terasa. Upper East SunsetMinuman ini nih yang langsung bikin mata seger banget. Warnanya itu lho, kinclong! Perpaduan rasanya sendiri adalah Sunkist dan stroberi jadi warnanya kuning-merah gitu. Pas diseruput dikit, rasanya memang agak asam. Tapi, kalau nggak suka asam, bisa minta tambahan gula kok. Yang pasti, minum ini dijamin mata langsung melek dengan kesegarannya.Kelar minuman, kali ini Chef Ivan yang siap beraksi. Sebagai informasi, Chef yang sekilas mirip Saykoji ini (hihihi, peace Chef!) udah keliling dunia lho. Beliau pernah tinggal di Singapura, Maldives, dan Dubai. Bandung sendiri baru ditempati setahun belakangan. Wah, melihat pengalamannya, kayaknya makanannya dijamin nyam-nyam pisan nih, hehehe. Dengan pake kompor kecil, Chef Ivan mulai beraksi. Ketika masak, gayanya simple banget. Cuma colek, tabur, potong, gongseng, dan voila! Hidangan nikmat menggugah selera udah di depan mata. Sambil memasak, Chef Ivan dengan ramah menjawab pertanyaan para peserta yang penasaran. Saya sendiri sih lebih konsen ngeliat cara masak dan hasilnya, siapa tau bisa dicontek di rumah . Ini dia, hasil masakan Chef Ivan.Caesar Salad (Rp25.000)Appetizer yang dibuat Chef Ivan pertama adalah Caesar Salad. Bahan-bahannya ada lettuce romain (bedain sama salada yang dijual di pinggir jalan ya, hihihi), potongan daging ayam, beef bacon, keju, dan garlic bread. Untuk dressing alias sausnya sendiri, merupakan campuran dari mayonnaise, anchovies, bawang putih, dan keju. Yuuum, dari bahannya aja kayaknya udah enak. Sebagai hiasan, Chef Ivan meletakkan setengah telur rebus di bagian atas. Ketika dicoba, saya yang nggak suka sayur malah suka banget lho dengan Caesar Salad ini. Rasanya enak dan agak gurih. Mungkin yang agak kurang saya suka adalah garlic bread-nya yang hambar dan keras. Nggak dipanggang kayaknya, hehehe. Spaghetti Aglio Olio (Rp26.000)Berikutnya langsung masuk ke main course. Pertama-tama, Chef Ivan bikin Spaghetti Aglio Olio. Dan, saya baru tahu lho kalau bahan dasar banget yang melatari nama spaghetti ini adalah bawang putih. Jadi, bawang putih yang dimasukkan Chef Ivan ketika memasak cukup banyak supaya cukup terasa. Untuk toppingnya, digunakan ikan tuna. Katanya sih bisa diganti dengan ayam atau daging kalau mau. Voila! Setelah aduk-aduk dan campur-campur, Spaghetti Aglio Olio terhidang di hadapannya. Rasanya?? Enaaak! Sesuai dengan yang dibilang Chef Ivan, rasa bawang putihnya memang cukup kuat. Pastanya sendiri dimasak al-dente alias sempurna sehingga nggak terlalu lembek atau malah belum matang. Steak Diane (t.b.a)Pada kesempatan kali ini, Chef Ivan sekaligus memperkenalkan menu baru yang bahkan belum ada di daftar menu. Para peserta gathering mendapat kesempatan untuk mencobanya untuk pertama kali. Yaaay, makasih Chef! Namanya Steak Diane, yang terinspirasi dari Putri Diana (kata si pacar sih ya). Makan ini dijamin kenyang. Toppingnya sendiri adalah daging steak yang digoreng setengah matang kemudian dipanggang selama tiga menit. Sambil menunggu, Chef Ivan menyiapkan spaghetti yang ditata di atas piring. Setelah daging matang, daging kembali dimasukkan ke dalam wajan untuk kemudian disiram krim dan jamur. Setelah itu, daging ditaruh di atas spaghetti. Sebagai hiasan, ditaruh onion ring sehingga menyerupai mahkota. Para Open Ricer tentu saja langsung kalap melihat hidangan nikmat nan mewah ini. Saya pun juga nggak mau ketinggalan mencoba. Tapi, ada beberapa hal yang kurang menurut saya. Rasa krimnya kurang gurih jadi terkesan plain atau hambar. Dagingnya pun juga masih alot sehingga untuk memotongnya agak susah. Mudah-mudahan begitu masuk menu sudah lebih ada perbaikan ya.Upper East Fried Rice (Rp27.000)Nasi goreng seharga Rp27.000?? Eit, tunggu dulu. Open Ricer harus cobain yang satu ini baru boleh berkomentar. Nasi goreng ini sendiri jadi favorit si pacar yang tertarik untuk mencoba sendiri di dapur kosan, hehehe. Cara bikinnya sih ya sesimpel nasi goreng biasa. Terus, yang membedakan apa dong? Ternyata, Chef Ivan menggunakan pasta tom yam dan pasta sambal untuk memberi rasa a la tom yam Thailand. Rasanya memang jadi unik, agak asam dan juga pedas. Sebagai topping, ada dadar dan udang. Porsinya sendiri cukup besar sehingga mengenyangkan. Nggak percaya? Coba sendiri aja .ChurrosKelar main course, time for dessert! Chef Ivan langsung mengeluarkan dessert andalan yang hanya dibuat di hari Minggu aja. Namanya Churros, asalnya dari Spanyol. Rasanya sendiri kayak kulit kue sus yang dipanggang hingga luarnya agak garing kemudian diberi taburan bubuk kayu manis. Sebagai cocolan, disediakan cokelat cair hangat. Hmmm, rasanya enak banget lho. Garing di luar, tapi lembut di dalam. Nggak cuma bisa jadi dessert, Churros ini juga enak dicemil kayak kue gitu. AfogatoIni dia, menu dessert terakhir yang disajikan Chef Ivan. Bagian bawahnya adalah espresso, sementara atasnya diberi campuran es krim vanilla. Rasanya jadi manis dan pahit di saat yang bersamaan. Enak sih, tapi makannya harus diaduk jadi satu kayaknya. Kalau nggak, bisa-bisa begitu udah abis rasanya pahit.Yap, itu dia beberapa menu yang disajikan di Upper East. Semuanya enak. Harganya pun cukup terjangkaulah alias nggak mahal-mahal banget. Sayang, porsi yang disajikan meskipun sedikit lebih besar harus dibagi untuk 12 orang jadinya pada rebutan. Untuk yang nggak kebagian, harus rela merasakan sisanya saja. Akan lebih baik sih kalau misalnya menunya dibagi dengan jumlah orang yang lebih sedikit, misalnya 1 porsi untuk 4 orang sehingga semuanya dapat bagian yang sama rata. Anyway, menyenangkan bisa ikut gathering bersama Open Rice dan nyoba tempat makan baru. Ditunggu gathering selanjutnya ya.. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-10-28
257 views
Gathering kali ini aku diajakin ke Upper East Cafe yang berlokasi di Jl. Raya Golf (Dago Pakar). Kupikir tempatnya susah nih, karena jarang main daerah sana juga. Ternyata mudah banget lo masih terletak di jalan utama dan kelewatan angkutan umum. Pertama ga ngeh ini tuh cafe karena sepintas aku kira perkantoran, dan plang Upper East sendiri tak terlalu besar menurutku. Berbentuk bangunan mirip ruko, besar keatas. Ada 3 samapai 4 lantai sepertinya. Dan cafe berada di lantai 2. Interior dan dekorasi di dalam sangat unik. Simple dan ala ala cafe di London gitu katanya dengan pemaasangan banyak kaca di jendelanya. Bangku dan meja banyak memakai kayu-kayuan. Ada bar di ujung ruangan dalam. Bentuk cafe memanjang ke dalam. PAs masuk ternyata cafe ini tak terlalu besar alias mungil tapi cozy banget.Menu yang ada disini cukup beragam mulai nasional sampai internasional. Katanya cafe ini baru 6 bulan berjalan. Masih banyak menu baru dan yan akan dilaunching. Beruntung sekali kami para openricer bisa diundang datang karena sang Chef disini akan mendemokan masakannya langsung dihadapan kami semua lo. Dimulai dari yang pertama adalah minuman. Ada 7 minuman yang di demokan dan disajikan dihadapan kami, berikut diantaranya:1. Espresso, ini bisa dibilang kopi biang ni karena ini hanya pure coffee tanpa campuran apa-apa yan diseduh dengan sedikit air. Warna dan rasanya sangat pahit dan pekat. Beberapa dari kami tak berani meminumnya karena mungkin ga suka pahit, seperti aku juga ^^2. Capuccino, Kopi yang satu ini sudah tak asing lagi tentunya. Tapi kami diperlihatkan membuat kopi ini dengan tekhnik latte art. Alhasil bagian atas kopinya jadi cantik dan artistik. Bikin sayang untuk diminum. Rasa kopi dan susunya pas, ga pake gula juga udah enak. Juga yang penting aman diperut ni buatku.3. Tiramisu Brulee, hampir mirip dengan capuccino hanya saja yang membedakan adalah pemakaian syrup caramel tirsamisu brulee. Lalu bagian atasnya ditaburi brown sugar dan yang paling seru adalah gula tersebut di torch sehungga meninggalkan caramelize dia atas cup nya. Rasanya manis yang lembut. Enak.4. Lychee Slice Tea, kalau yang ini segar banget ada campuran teh, sari leci yang di blend lalu diatasnya diberi toping buah leci asli. Rasanya enak, teh dan lecinya saling berpadu.5. Macha Latte, yang ini juga menu yang hampir disukai semua orang. Rasanya lembut dan machanya cukup pekat jadi ga kalah dengan susunya. Diberi toping whipped cream diatasnya lalu taburan bubuk macha. Reccomended.6. Upper East Sunset, satu menu andalan disini perpaduan jeruk sunkist dan strawberry segar yang di jus secara terpisah dan disajikan dengan cara di layer. Rasanya segar asem manis, suka banget nih. Kesegarannya dijamin karena langsung dari buah asli.7. Milkshake Vanilla Bailey's, my favorite ever! Basicly suka banget sama Bailey's. Makanya pas ada menu pakai Bailey's seneng banget. Ada eskrim vanila yang di blend dengan bailey's nya. Rasanya enak banget bikin nagih, sayang rasa bailey'snya kurang kuat alias kurang banyak..hehehehSetelah puas dengan minuman dilanjutkan dengan menu makanannya. Yang langsung didemokan ole chef Ivan. Pertama adalah Caesar Salad, biasanya aku ga terlalu suka salad. Namun yang ini beda loh. Ada fillet ayam yang diiris lalu di pansire sebentar denga virgin oil. Selanjutnya ada dressing dari mayones, garlic dan anchovy. Letuce yang dipakai adalah romain letucce yang segar dan jarang ditemukan di cafe lain, lalu dicampur beef bacon, dressing, ayam, keju parmesan slice, diatasnya dikasi telur rebus dan side dish crouton (semacam garlic bread). Rasanya? juara! enak banget ga kaya salad pada umumnya lo. perpaduan rasa dan kesegarannya sempurna. ReccomendedMenu kedua yang didemokan adalah Aglio Olio Spaghetti. INi adalah sejenis simpel pasta karena pembuatannya hanya seperti ditumis saja lo. Bahannya juga sederhana sekali dengan bawang putih, virgin oil, jamur chapignon, tuna, dan cabe rawit. Di tumis bentar jadi deh, voila! Semangkuk pasta yang enak pun jadi.Lanjut ketiga adalah menu baru yang akan di launching yaitu Diane Steak. Menggunankan daging tenderloin lokal seberat 150 gram. Ohya disini semua masakan bebas MSG loh, jadi dijamin sehat deh. Daging pertama di seasoning dengan garam dan merica, lalu di grilled sebentar diatas pan. Setelah itu dioven sebentar. Sausnya akai saus krim jamur yang lembut dan gurih. Ditambah pula pasta dibagian dasarnya. Setelah daging steak keluar dari oven dicampur dengan saus krimnya. Menggoda banget deh. Penampilan saat disajikan juga bagus banget dengan toping onion ring menyerupai mahkota. Rasanya enak, dagingnya empuk dan juicy. Sausnya juga enak banget.Terakhir ada Upper East Fried Rice, yang unik adalah nasi goreng ini dibumbui dengan bumbu tomyam! Kalau biasanya tomyam itu soup, yang ini nasi gorengnya. Menggunakan banyak rempah seperti lengkuas, daun jeruk, thai saus, juga udang. Rasanya segar dan enak. Penampilannya ditutupi telur dadar. Enak nih nasi gorengnya beda banget dengan yang biasa kita makan. Setelah kenyang, Upper East masih memberikan kami sajian dessert yaitu Churros dan Afogatto. Churros adalah sejenis sus yang digoreng dan berbentuk panjang seperti stik diberi cocolan coklat cair dan ditaburi bubuk kayu manis. Rasanya enak banget.Sedangkan Afogatto itu espresso yang dicemplungi ice cream vanilla. Rasanya enak, perpaduan kopi dan es krimnya enak, sayang bagian bawahnya espresso banget. Untuk pelayanan disini cukup memuaskan dan ramah semua. Pokonya pengalaman seru dan berbeda kalau main ke Upper East ini apalagi kalau bisa mencoba menu-menunya semua, dijamin tambah seru deh. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level1 2013-10-28
184 views
Pada minggu yang mendung disore hari, saya diundang bersama teman untuk gathering sesama pecinta kuliner yang tergabung di openrice. Tempat kami berkumpul sore ini bernama Upper East. Tempatnya asik dan sejuk di dago pakar, suasana di dalam ruangannya juga cozy, dan dari jendela bisa melihat kota bandung.Sembari menunggu makanan di hidangkan saya pun berkenalan dengan anggota openrice lainnya, lumayan menambah teman sesama pecinta kuliner. Ketika acara dimulai, kami semua diajak oleh chef nya untuk melihat langsung pembuatan makanannya, wah seru juga nih .Untuk bagian awal kami di pertunjukkan cara pembuatan minuman-minuman khas Upper East, minuman-minuman tersebut adalah, Espresso, cappuccino latte yang busanya bisa dirikues mau gambar apa (unik nih), lalu juga ada lychee slice tea, matcha latte (semacam es green tea yang dijus lalu di beri whip cream diatasnya), milkshake vanilla, tiramisu brulee, lalu yang terakhir dan jadi andalan adalah upper east sunset dimana minuman ini menggabungkan dua jus yaitu sunkist dan stroberi tapi tidak diaduk sehingga ada dua warna yang cantik. semua minuman diatas enak dan segar, tapi favorit saya adalah milkshake vanila dan upper east sunset nya yangbenar benar pas manis dan rasanya . Untuk kopi-kopinya ya standar lah ga terlalu wah.Lalu acara yang ditunggu-tunggu pun dimulai, sang empunya restoran yang juga seorang chef ini mulai dengan hidangan pembuka yaitu caesar salad, setelah diperhatikan ternyata membuatnya mudah sekali asal bahan-bahan yang diperlukan ada, ketika di coba rasanya enaaaakkk!! atau apa saya yang lapar ya?? hahaha ah sudahlah tapi rasanya benar-benar pas dilidah.menu kedua yang dibuat adalah spaghetti aglio olio, yang satu ini juga sangat mudah dibuat, kalo tau cara membuatnya sih ga perlu makan mahal-mahal di restoran mewah. Dan ketika di coba yah rasanya standar lah enak tapi ga memukau. mungkin karena banyak juga restoran lain yang menyajikan menu serupa.Lalu menu ketiga adalah steak! ya steak salah satu makanan favorit saya, tapi steak yang disajikan disini ternyata blom masuk daftar menu loh jadi kita-kita yang datang adalah penyicip pertama dari menu ini di upper east. Nama menunya adalah Steak Diane, dimana lain dari steak biasa disini steaknya disiram pakai fullcream dan untuk sayurannya diganti dengan jamur kancing dan untuk karbohidratnya biasanya di steak lain memakai kentang, untuk steak ini maka digunakan spaghetti. Steak dimasak medium lalu disajikan dengan pendampingnya, rasanya?? tralala enak! dagingnya pas, rasanya creamy-creamy enak, dan paduannya pas sekali, jadi pingin nambah, sayang tak diperbolehkan hahaha.Selanjutnya adalah menu terakhir berupa nasi goreng tomyam, ya bumbu tomyam yang biasanya untuk makanan berkuah sekarang diaplikasikan untuk nasi goreng, awalnya saya agak sangsi dengan nasi goreng ini apakah akan enak karena bagi kita orang indonesia, nasi goreng bukanlah makanan yang asing sehingga kalau tidak spesial maka tidak akan membekas. Semua perkiraan saya ternyata salah ketika suapan pertama dari nasi goreng ini masuk kemulut. OMG dafuq ini enak bangetttt!!! pedasnya, ada rasa asem-asemnya, gurihnya, semua pas! dan porsinya juga banyak ga pelit, ini baru masakan enak! very recommended dari saya.well - well... setelah kenyang mencicipi hidangan utama saatnya untuk hidangan penutup, ada dua yang disajikan disini yaitu churros dan afogato. Churros ini semacam roti yang kalau mau dimakan enaknya di cocol ke saos cokelat, dan rotiya juga ditaburi gula putih dan ada aroma kayu manisnya, lezat lah pokona mah. kata yang bikin sih ni roti biasanya ajdi snack nya orang spanyol yang hanya dijual setiap hari minggu. Lalu hdiangan penutup kedua adalah afogato, espresso yang diberi ice cream vanila, rasanya pait-pait manis gimana gitu, enak bingit! jadi kunjungan ke upper east ini sukses menambah perbendaharaan saya akan restoran dengan masakan lezat. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Hampir semua orang tahu, kalau dago emang jadi tempat yang pas banget buat makan. Dan, kali ini saya akan mencicipi aneka menu yang disajikan di salah satu cafe yang ada di dago atas. Yap! Tepatnya di upper east cafe. Langsung aja cus!Environment:Tempatnya persis sebelum belokan ke Dago Pakar Resort. Udah cukup di atas sih, tapi viewnya kurang dapet, sayang Oke oke gak masalah, karena begitu masuk upper east, kita diberi konsep interior yang simple dan cozy. Selain itu, saya rasa interiornya bikin nih cafe jadi flexible, mau dibuat ngopi sendirian cocok, nongkrong sama temen cocok, dan kalau buat kumpul keluarga nuansanya juga bisa berasa homy. Nice! PelayananPelayanan oke banget. Kebetulan pas kemaren kesana, open kitchen,jadi kita ngeliat langsung gimana proses pembuatan menu demi menu yang disajikan di upper east cafe. Waiter dan waitress nya juga melayani dengan baik, permintaan pelanggan dilayani dengan cepat dan sempurna, pokoknya gak kecewa MenusIni dia yang ditunggu tunggu, waktunya makaaaan!!!Cappucino and espressoEits! Sabar openricers! Sebelum ngunyah ngunyah, kita ngopi cantik dulu. Yap, ini dia Cappucino dan Espresso . Latte art nya bisa request sesuai keinginan loh, ada yang bentuknya kayak gambar diatas, bisa juga bentuk puppies, jadi sayang mau diminum. Tingkat kemanisan dari cappucinonya pas, untuk espresso saya gak nyoba, karena gak suka yang murni pait gitu hahaha. Tiramisu BruleeWalaupun saya gak suka yang terlalu pait, saya juga nyoba nih tiramisu brulee. Yang jelas manisnya gak semanis cappucino yang saya cobain pertama. Tapi yang top dari ni Brulee ada creme brulee yang di torch, bikin tekstur yang unik di mulut. Sehingga kalau openricers nyobain brulee di uppereast ini, mendingan minumnya pake sendok mini, jadi ketika minum, kopi,sedikit foam yang ntah muncul dari mana, plus creme brulee yang bertekstur banget bikin nuansa beda saat meminumnya Lychee Slice EastIni dia salah satu minuman paling segar yang disajikan di upper east cafe. Yap! Lychee slice east ini merupakan perpaduan antara teh dan extract lychee. Yang lebih menonjol disini adalah rasa dari lychee nya, jadi seger. Untuk outlook nya cukup unik dan menarik. Bisa openricers lihat sendiri, minuman ini membentuk 3 layers yang terdiri dari teh dan extract lychee itu sendiri, ice, dan foam di lapisan paling atas Matcha latteHahaha ini nih favourite banget! Matchanya cukup kuat, walaupun menurut saya kurang manis, tapi rasa rasanya bisa kok request agar lebih manis. Whipped creamnya pas, gak terlalu lembek, cukup padat, namun lembut. Mix banget diminum sama matcha latte nya Upper east sunsetDinamain sunset mungkin karna warnanya yang red-pink-orange gitu yah. Mirip banget sama sunset Perpaduan warna yang unik ini tercipta karna si upper east sunset memadukan sunkist dan strawberry juice. Sunkistnya manis, pas banget dinikmati bareng strawberry juice yang masih berasa asem asem sedikit. Jadinya sekali tegukan ada 2 rasa yang beda namun padu! Nice! Caesar SaladSetelah kembung liat minuman mulu, akhirnya bikin makanan juga >.< diawali dengan salah satu appetizer andalan milik upper east, yaitu caesar salad. Dengan bahan utama yaitu lettuce romain, outlooknya keliatan seger banget bukan? Cara masaknya sih simple, namun menurut saya yang bikin nikmat dimulut adalah dressing dari si caesar salad yang terdiri dari mayonaisse,anchovi, garlic dan keju parmesan. Aroma dan cita rasa keju parmesan nya bener bener kerasa! Simple sih, tapi perpaduan dari lettuce romain, beberapa slice ayam dan smoked beef, dan dressing yang ciamik bikin mulut berasa dimanjain Aglio Olio TunaNow we are going to taste Main Course :9! Yap Aglio Olio Tuna ini emang pasta sederhana, dimana dari segi rasa emang ditekankan dari garlic yang harus strong. Ingredients nya juga simple, Cuma chopped tomato, tuna, parsley, dan daun basil. Tingkat kematangan pasta nya pas, rasa dari setiap bumbunya kuat dan berasa di aglio olia ini, asinnya sih emang kurang yah, tapi begitu saya tanya ke chef nya emang dibikin gitu Dibikin flat, jadi kalau ngerasa kurang asin, bisa ditambah garam sendiri Hehe Diana SteakDilihat dari outlooknya emang cocok kalau dinamain “Diana” Yap, konsepnya matang sekali, sampe sampe dibikin semacam topi yang terbuat dari onion Ceritanya si topi dari diana itu onion ring versi jumbo =))Untuk vegetablesnya, steak diana ini memakai mushroom, sedangkan untuk karbohidratnya, steak ini menggunakan pasta. Dan daging yang digunakan adalah tenderloin lokal 150 gr. It’s a big portion of steak! Trust me! Untuk tingkat kematangan steak kita pilih yang medium, dan hasilnya, juicy banget, seasoning dari steaknya juga pas, gak kurang, gak lebih! Emang agak susah waktu motongnya, tapi pas dikunyah, empuk dan mita dapet tingkat kematangan medium yang pas.Satu lagi, fresh cooking cream yang dijadiin sauce di steak diana ini bukan sekedar disiram diatas steak, tapi, tenderloinnya dimasak bersama dengan sauce yang nikmat ini. Jadi cita rasa yang didapat adalah juicy and tasty tenderloin with sof creamy sauce yang mantap banget dimulut :9 Pengen lagi! HahaNasi Goreng TomyamKalau openricers udah sering makan soup tomyam, di uppereast, kita bisa ngerasain rasanya tomyam yang diaplikasiin ke nasi goreng. Bumbu2nya lebih rumit di banding yang lain, ada daun jeruk, daun ketumbar, cabe merah, lengkuas, batang sere, mushroom shitake, tomyam paste, dan ini nih thai chilli paste. Komplit bukan? Tunggu dulu, belum lengkap kalau belum dikasih fish sauce!Oke oke, ini menu juga bisa dibilang juara! Kalau openricers sering makan nasi goreng, cita rasa nasi goreng yang satu ini dijamin beda! Yap cita rasa tomyamnya bener bener terasa. Seasoningnya pas, gak berlebihan. Dan satu buah Omlete yang lebar diatas nasi goreng tomyam bikin komplit si nasi goreng tomyam di upper east iniChurrosKenyang makan maincourse, kita langsung disuguhin churros. Di tempat aslinya di eropa sana, churros hanya bisa dinikmati hari minggu aja loh openricers! Tapi di Indonesia, kita bisa suka hati nikmatin kapan aja =)) Konsep churros ini kayak sus, bedanya digoreng. Sehingga waktu dimakan rasanya lebih krispi tapi lembut ketika udah masuk mulut. Dicocol dengan warm chocolate, cita rasa yang adonan churros gurih manis + nikmat dari warm chocolatenya bener2 komplit! Nice dessert chef!AffogattoThis! The last dessert sekaligus menu terakhir yang dihidangkan didepan kami! Affogatto ini terdiri dari espresso dan ice cream vanilla. Kalau sebelumnya saya gak minum espressonya karna gak suka pait. Karna kali ini mix dengan ice cream vanilla, akhirnya saya nyobain deh. Enak banget di mulut, perpaduan rasa manis dan lembut dari vanilla itu bikin kesan kayak minum kopi susu tapi lebih kuat kopinya, dan dapet banget tekstur lembut dari ice cream vanilla. Well, buat yang perutnya agak kurang friendly sama kopi, mungkin bisa nyobanya dikit aja, soalnya waktu saya makan ini perut saya bermasalah! Tapi yang lain gak kenapa napa kok! Haha jadi tenang aja, yang jelas ini recommended! Tasty banget!Oke, itu dia hasil icip icip di upper east cafe. Sejauh ini gak kecewa dan justru pengen balik lagi Satu lagi yang top di upper east, semua menu disini dimasak tanpa menggunakan MSG! Quite nice right? Interior, makanan, pelayanan, semuanya suka! Mungkin kalau dibikin upper east lantai 2 kita bisa dapet view “lebih”. Hahah just imagine! Sampai jumpa di icip icip selanjutnya!! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Hangout di akhir pekan bersama teman-teman memang mengasyikan , kali ini bersama teman-teman dari Openrice kita sama-sama mengunjungi sebuah cafe yang masih terbilang baru di daerah Dago atas, Bandung. Upper East Cafe , menempati sebuah bangunan dengan eksterior yang cukup menarik, berada di Jl. Raya Gold No. 92 , Dago Pakar. Lokasi-nya tepat di pinggir jalan , arah sebelum kita belok kiri ke Dago Resorts.Dengan luas ruangan yang tidak terlalu besar, interior Upper East Cafe didominasi dengan penggunaan kayu, batu bata yang sengaja ditonjolkan, dan terdapat logo besar Upper East Cafe pada dinding. Sirkulasi udara ruangan juga terjaga dengan baik, dengan banyak-nya "bukaan" yang sekaligus membuat suasana cafe ini semakin cozy, dengan pemandangan Kota Bandung, terutama saat di malam hari.Selain area makan yang terdiri dari pilihan sofa maupun kursi kayu, terdapat juga mini bar, yang menyediakan berbagai minuman beralkohol , semacam coctail dan beer , ataupun sekedar meneguk secangkir espresso atau latte.Ditemani dengan Chef Ivan, yang sudah berpengalaman di berbagai negara (Singapore, Dubai, Maldives,dll) dan dibantu dengan para bartender dan asisten-nnya, kami diperlihatkan cara mengolah berbagai minuman dan makanan yang akan disajikan secara langsung, menarik yah Caesar Salad - 25kSebagai Appetizer , Caesar Salad ini terdiri dari Romaine Lettuce atau yang sering dikenal dengan nama Selada cos, teksur-nya renyah cocok banget disandingkan dengan fillet ayam yang di grill, beef bacon, keju parmesan, potongan telur rebus, dan Crouton (potongan roti tawar yang dipanggang hingga garing/renyah). Sayang menu ini terlewatkan untuk saya icipi, hehe.Aglio Olio - 26kToasted Spaghetti Pasta dimasak dengan olive oil , bawang putih, cabe rawit, ikan Tuna , Jamur champignon, parsley, daun basil, tomat yang dipotong kecil-kecil dan disajikan dengan sepotong garlic bread. Rasanya yummy! Pedas dari cabe rawit-nya terasa, tapi tidak sampai membuat saya kepedasan sih, tekstur spaghetti-nya oke.Steak DianeNah untuk yang satu ini memang belum ada di daftar menu, jadi kami mendapat kesempatan untuk mencicipi dan memberi komentar tentang steak yang satu ini.Menggunakan tenderloin lokal, yang di masak di frying-pan dengan bawang putih, garam,lada hitam. Lalu kemudian di oven sekitar 5 menit untuk mendapatkan medium steak yang juicy , setelah itu lanjut di masak bersama dengan saus-nya yang milky banget, mirip carbonara , dicampur bersama Jamur champignon.Hidangan steak harus memenuhi unsur daging, sayuran dan karbohidrat. Nah jika pada steak pada umum-nya untuk karbohidrat diambil dari kentang goreng (fries) , mashed potatoes, ataupun chips (Keripik) , untuk Steak Diane memakai spaghetti untuk melengkapi unsur karbohidrat-nya.Tidak Lupa sebagai unsur pemanis, onion rings diatas-nya , very nice chef Untuk tekstur daging-nya entah karena menggunakan daging lokal, saya merasakan sedikit "alot" saat memotong-nya, untung-nya saat dimakan rasa-nya cukup enak, lelehan saus yang creamy dan spaghetti-nya ber"kolaborasi" di mulut saya.Churros - 18.5kSnack yang satu ini pas banget buat dijadikan dessert , untuk menemani minum teh/kopi di pagi ataupun sore hari. Donat khas Spanyol ini di negara asalnya spanyol maupun beberapa negara amerika latin lainnya biasa dijual oleh para pedagang kaki lima maupun di cafe-cafe sebagai sarapan pagi ataupun makanan ringan.Memakai gula bubuk dan kayu manis sebagai taburan-nya, dan dark chocolate sebagai cocolan-nya. Untuk rasa churros-nya, entah mengapa saya merasakan seperti ada tekstur/aroma kelapa, rasa yang sama saya jumpai dibeberapa tempat di Indonesia yang menyediakan hidangan ini, kecual di satu tempat hehe Tapi overall oke lah.Upper East Fried Rice - 27kSaya suka sekali dengan Nasi Goreng, sewaktu kecil dulu setiap diajak makan kemanapun baik dengan keluarga maupun teman-teman, pesanan favorit saya adalah nasi goreng, mau saat bersantap di restoran biasa, kaki lima, sampai hotel berbintang, menu satu ini seolah jadi makanan wajib, hehe.Tom Yam , masakan Thailand yang biasa kita jumpai dalam wujud soup, oleh Chef Ivan , dari Upper East Cafe , dimodifikasi menjadi sebuah hidangan nasi goreng, ya! betul , hehe.Isi-nya seperti nasi noreng pada umumnya, udang, telur, bawang putih, cabe, jamur shitake dengan bumbu-bumbu khas Tom Yam, yang diaduk menjadi satu, dan terakhir dihias dengan ommelete yang menyelimuti nasi goreng-nya.Bagi saya yang merupukan pecinta nasi goreng dan masakan pedas, nasi goreng tom yam ini, enak banget! Rasa bumbu tomyam-nya terasa asam-nya, bercampur dengan tekstur nasi-nya yang gurih, dan potongan udang yang cukup besar, serta jamur shitake, menghasilkan perpaduan rasa dan aroma yang nikmat. Untuk rasa pedas-nya seimbang, tidak terlalu menonjol, pas seperti yang saya bayangkan sebelumnya Untuk Minuman-nya Upper East cafe, memilik beraneka minuman hangat maupun dingin yang menggugah selera.Caramel Latte - 22kChef Ivan dan para bartender-nya unjuk kebolehan dalam membuat minuman yang satu ini tampil lebih menarik, anda tertarik untuk belajar? Kabar-nya hanya memerlukan waktu dua bulan saja loh , hehe, tertarik?Caramel brulle Latte - 24kNah pembuatan latte yang satu ini cukup menarik, brown sugar yang ditaburi diatas-nya, langsung dibakar, sehingga menjadi gumpalan-gumpalan caramel yang manis, tekstur-nya jadi terlihat semakin menawan yah?Espresso (single -12k / Double 17k)Anda pecinta kopi? Tentu sudah biasa dengan Espresso , nah di Upper East Cafe juga menyediakan-nya. Tapi buat anda yang tidak terbiasa meminum kopi hitam apalagi Espresso yang benar-benar murni tanpa campuran gula, siap-siap perut-nya di"tonjok-tonjok" seperti yang dialami oleh salah seorang teman dari Openrice hehe.Lychee Slice tea - 25kMinuman yang satu ini cukup unik dengan perpaduan buah lychee dan teh, bagi saya cenderung terlalu manis.Milkshake Vanilla with Baileys - 24kRasa vanilla ice cream yang dicampur dengan susu dan Baileys suka banget, segar, cita rasa baileys-nya tetap terasa walaupun tidak terlalu dominan.Iced Matcha Latte - 27kKarena saya bukan penyuka matcha ataupun green tea, maka saya tidak bisa icip-icip ataupun komentar yang satu ini yah, yang pasti tampilan-nya manis banget.Upper East SunkistSunkist dan strawberry yang tampilan-nya menggoda ini ternyata sedikit asam bagi lidah saya, hehe Affogato - 20kMinuman dingin yang satu ini adalah satu scoop ice cream vanilla yang dituangi espresso , dan diberi whip cream dan bubuk coklat diatas-nya, rasa-nya segar.Kota Bandung memang memiliki banyak pilihan cafe yang menarik untuk dikunjungi, Upper East bisa menjadi salah satu pilihan anda baik diakhir pekan ataupun di hari-hari biasa, menu-menu yang disajikan cukup terjangkau untuk ukuran kelas cafe dengan rasa yang dapat diacungi jempol , ditambah tempat yang nyaman baik hanya untuk "kongkow-kongkow" ataupun meeting dengan klien.Oh iya, ada promo menarik dalam menyambut halloween loh continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)