6
0
0
Telephone
(022) 70832275
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Method
Visa Master Cash / Tunai
Other Info
Wi-Fi
Parking Area
Sales Tax
Restaurant Website
http://waroengethnic.com
Review (6)
Level4 2015-12-25
300 views
Waktu jalan-jalan ke Bandung, kebetulan ngelewatin jalan ciumbuleuit dan pas jam makan siang. Abis googling di internet ternyata di sini ada resto yang cukup terkenal yaitu waroeng ethnic. Letak resto ini ada di jalan Rancabentang, ciumbuleuit atas, Dari namanya yang kebayang tempat ini kaya warung. Waktu sampe di sana, ternyata tempatnya bukan kaya warung pinggir jalan seperti yang gw bayangin sebelumnya. Tempatnya jauh dari namanya yang berupa warung. Tempatnya gak kecil kaya warung pada umumnya. Justru tempatnya luas dan asri. Banyak pohon-pohonan besar yang rindang dan taneman di sekeliling resto ini. Ruangannya terbuka jadi kita bisa ngerasain sepoi-sepoi angin di bandung yang sejuk. Sesuai sama namanya, tempat ini beneran etnik. Tempatnya kaya rumah joglo. Bangunan dan furniturenya dari kayu, khas etnik. Banyak barang-barang etnik dipajang di dalam resto ini. Suasana di resto ini bener-bener kaya di rumah dan nyaman banget. Resto ini menyajikan menu khas Indonesia dan masakan eropa. Salah satu menu yang terkenal di resto ini adalah menu rosti. Rosti adalah makanan khas swiss yang terbuat dari kentang yang diparut kasar, diberi mentega atau keju dan dijadiin satu lalu digoreng di atas pan. Ada bermacem-macem jenis rosti di sni, yaitu con verdure atau vegetarian, rosti con salmon, rosti poulet champignon dan rosti pan beef. Di swiss, biasanya rosti ini disajikan dan dimakan buat sarapan. Gw penasaran dan memutuskan buat nyoba menu ini. Rasanya gurih dari keju dan rich banget. Kentangnya gurih dan lembut, garing di luar. Gw pesen pilihan rosti favorit di resto ini dari rekomendasi pelayannya. Kebetulan gw lupa namanya. Rosti ini menu worth to try banget. Rasanya unik dan enak. Kalo balik lagi gw pasti bakal pesen menu ini. Menu lain yang gw pesen adalah fish and chips. Ikan yang dipake di sini ikan sole bukan dori kaya fish and chips pada umumnya. Ikannya dibalur tepung panir dan digoreng. Menu ikan ini disajikan dengan kentang goreng, selada dan saos tartar. Sayangnya menurut gw ikannya too dry soalnya tepunyanya agak tebel. Saos tartarnya cukup oke. Menu terakhir yang gw pesen adalah spaghetti bolognaise. Rasanya standard dan porsinya juga cukup. Gak terlalu banyak tapi gak terlalu dikit, pas lah. Menu-menu di sini juga harganya gak semahal cafe-cafe kece di bandung lainnya. Jadi boleh dicoba makan di sini kalo lagi ke bandung. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-07-08
136 views
Salah satu tempat kuliner yang baru beberapa waku lalu saya cobain adalah warung etnic. Awalnya sih denger dari teman mengenai tempat ini dan mereka bilang recomended lah. Lokasinya berada di Jl Rancabentang, daerah ciumbuleuit atas. Walaupun agak jauh ternyata sudah terkenal loh.Pertama kali datang ternyata bener-bener etnic, tempatnya saja seperti rumah joglo gitu. Terus didalam ruanganya terdapat barang pajangan benda-benda jadul seperti setrikaan arang *wow. Udara didalam resto ini terasa sejuk karena memang daerahnya banyak ditumbuhin pepohonan besar dan rindang.Untuk menu, warung etnic menyediakan menu indonesia dan western. Waktu itu saya mencoba mencicipi nasi tutuk oncom khas tasik. Nasi ini merupakan nasi putih yang dicampur dengan oncom matang hingga rata, oleh sebab itu disetiap suapan nasi ini terasa gurih dengan aroma oncom. Selain itu pelengkapnya diberi juga daging ayam yang dimasak kunyit, rasanya pas banget dengan nasi tutuk oncomnya. Enggk salah deh tempat ini disebut warung etnic. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-04-09
86 views
Walaupun namanya warung, tetapi bangunan cafe ini sebenarnya besar dan cukup megah loh. Denagn konsep outdoor yang banyak dihiasi dengan tumbuh2an dan tanaman hias, cafe ini cocok sekali dijadikan tempat bersantai dan tempat kumpul2 dengan teman2. Menu makanannya pun sangat banyak dan beragam, mulai dari makanan indonesia seperti nasi rames, nasi kuning, rendang..makanan western seperti bermacam2 soup dan steak sampai beragam cemilan seperti roti panggang, es krim dan cake2 loh..Kali ini saya memesan menu yang cukup unik, yaitu es krim bakar. Dari namanya saja mungkin Open Ricers terbayang2 bagaimana caranya es krim bisa dibakar dan tidak meleleh ya. Ternyata begini ceritanya..es krim yang sangat beku dilapisi dengan semacam whipped cream khusus dan disiram dengan sejenis alkohol semacam rhum kemudian langsung deh dibakar..Whipped cream tersebut kemudian mengerak dan menjadi agak kecoklatan, ketika kita belah..terlihat didalamnya es krim yang masih padat. rasa whipped creamnya sendiri agak manis dan sedikit pait karena mengandung alkohol. Sedangkan rasa es krim ada 2 rasa yaitu vanilla strawberrynya manis dan lembut serta terasa sekali susunya. Enaknya tuh klo dimakan barengan, jadi rasanya manis dan agak nyereng alkoholnya.. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2012-03-15
86 views
Saya mengunjungi Waroeng Ethnic ini sebetulnya karena keberuntungan. Saya memenangkan kuis berhadiah voucher makan di Waroeng Ethnic yang diadakan @CityKlik melalui Twitter. So pasti -kesempatan tidak boleh disia-siakan bukan? Apalagi Waroeng Ethnic ini terkenal sebagai restonya bule-bule, hehe...Capcus lah saya dinner ke Waroeng Ethnic yang berlokasi di Jl. Totogan Gunung Putri Rancabentang 18 Ciumbeluit. Menemukan tempatnya cukup mudah, dari Unpar masih terus naik ke atas, ada plang Waroeng Ethnic di kanan jalan, langsung belok kanan. Suasana yang ditampilkan sangat homy dan unik, seperti namanya, banyak dipajang perabotan bernuansa etnik, dan hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian indoor lebih terkesan lebih resmi dan seperti di dalam rumah. Kami memiilh makan di outdoor, yang cukup luas dan asri, dan karena lokasinya di area Bandung Utara, udara dinginnya masih sangat terasa.Makanan yang disajikan malam hari berupa Western Food, sedangkan di siang hari disajikan Indonesian Food. Menu yang ada cukup bervariasi, mulai dari Appetizer seperti sup, salad, etc, menu utama Steak (ada imported steak lho!), Pasta, Dessert... Saya memesan Escargot (ya, siput!) sebagai pembuka, kemudian Beef Steak, Creme Brulee dan Es Krim Bakar sebagai Dessert, serta Hot Cappucino.Menu yang ada memiliki nama nama yang cukup rumit, untungnya ada penjelasannya jadi saya tidak bingung. Hehe...waiternya pun cukup memahami menu-menu yang ada dan bisa menjelaskan dengan baik. Gak pake lama, muncullah Escargot saya. Baru pertama kali ini saya memakan siput, and i like it! Teksturnya kenyal, rasanya gurih dan dibalur minyak zaitun. Nyam nyam...benar-benar membangkitkan selera makan saya...kesan saya : unique, recommended and worth trying!Setelah appetizer diangkat, datanglah Beef Steak saya. Saya minta dimasak well done. Kesan saya, steaknya agak alot, tapi porsinya sangat besar...kenyang banget...hehe. Mashed potatonya sangat lembut dan lumer di lidah (ceileh!). Saya mulai panik karena perut sudah terasa penuh, padahal masih ada Creme Brulee dan Es Krim Bakar. Waduh! Creme Brulee pun datang, rasanya sangat creamy tapi ngga bikin eneg. Nice... Creme brulee sendiri berasal dari Perancis, dikenal juga sebagai burnt cream, crema catalana, atau Trinity cream, merupakan dessert yang dibuat dari custard (Custard terbuat dari campuran telur, gula, dan susu/krim, dikenal juga sebagai krim atau vla) yang ditopping dengan lapisan keras karamel, biasa disajikan dingin. Custard yang dipakai biasanya rasa vanilla, meskipun kadang ada juga yang memakai tambahan rasa lemon, jeruk, coklat, kopi, teh hijau, kelapa, ata buah-buahan lain. Untuk membuat karamel, caranya yaitu dengan menaburkan gula di atas custard, lalu dibakar langsung dengan alat khusus (yang suka ada di acara masak memasak kue tuh, hehe), atau bisa juga dengan menuangkan minuman keras lalu dibakar (flambe). Sekian saja kuliah singkat tentang Creme Brulee. Hehehe...Dessert selanjutnya (sebetulnya yang dipesan teman saya) yaitu Es Krim Bakar. Cool banget lah ini dessert hehe...tampangnya seperti whipped cream yang menjulang tinggi kaya volcano...trus waiternya menuangkan minuman keras (baunya sih rhum), dan dia membakarnya langsung di depan kita! Lumayan shock dan langsung pasang tampang ndeso! Hehe... Beginilah bentuknya setelah diflambe :Berhubung saya sudah super kekenyangan, jadi butuh tenaga ekstra untuk menghabiskan dessert terakhir ini. Krimnya super banyak, agak bikin eneg, dan rasa rhumnya sangat kuat. Jadi di balik krim yang menggunung itu ternyata tersembunyi es krim strawberry. Ada udang di balik batu, ada es krim di balik krim, hehe...dan di bawah eskrim ada bolu yang flavournya rhum. Sangat kuat rasa rhumnya, tapi ngga bikin mabok atau apa kok hehe... Untuk cappucinnonya...standar sih hehe... ya so so lah...FYI, Waroeng Ethnic ini sudah pernah masuk ke acaranya Pak Bondan dan pernah diliput juga di kompas... Dapat dilihat di http://travel.kompas.com/read/2011/07/25/11522549/Kentang.Rosti.Waroeng.Ethnic.Enak.Total expense kira-kira Rp 100.000 – 150.000,- per orang. Not bad for full course menu, right? Kesimpulannya, this resto is worth trying... terutama untuk anda yang menyukai suasana jadul, santai dengan menu-menu fancy western food. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)