1
0
0
Telephone
081351991424
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-20:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Service Charge
Review (1)
Hari Minggu tanggal 13 maret kemarin nih, saya dan kekasih pengen cari kuliner yang bertemakan bakso. Udah bosen dengan bakso-bakso yang sudah mainstream terdengar oleh kalangan anak gaul dan kalangan pejabat, kami mendapat info kalau ada bakso yang enak, homemade, dan tidak menggunakan bahan pengawet. Satu hal lagi, Murah!Bermodal info dari instagram, bahwa ada rumah makan bakso bernama Warung Bakso Bu Didi, yang terletak di Jalan Suryalaya No.24 (Sebelah persis dengan Suryalaya Inn), kami langsung jalan dari kampus STT Telkom, sesampainya disini, suasananya agak sepi. Hal ini bisa menjadi ragu bahwa info yang kami dapatkan itu konkrit apa tidak, karena faktor keramaian adalah sebagian kecil dari rasa dari makanan yang nanti kami konsumsi.Datanglah seorang pegawai yang menawarkan menunya. Cukup terjangkau untuk kalangan mahasiswa yang pengen bakso, hehe. Kisaran harganya tidak lebih dari Rp 30.000,-. Cukup murah bukan? Banyak pilihan menunya, seperti Bakso Spesial Bu Didi yang berisi yamien manis atau asin, bakso halus dan bakso isi keju yang dibanderol sekitar Rp 20.000,-. Sedangkan untuk bakso-bakso eceran seharga 3000 sampai 8000, tergantung dari bakso yang dipilih.Untuk daftar makanan yang kita pesan adalah sebagai berikut :- Bakso Spesial Bu Didi x1- Bakso Urat Besar x3- Bakso Sumsum x2- Bakso Halus x2Waktu penyajian dari dapur ke meja? Kurang lebih sekitar 5 menit, dan itu cukup cepat menurut kami. Rasanya? Jos gandhos mantap! Bakso di kampus bisa kalah sama bakso homemade murah seperti ini. Tidak ada lemak yang terasa di mulut, kuah dari baksonya juga tidak membuat tenggorokan cepat kering. Yamiennya? Muantap, halus dan tidak terlalu kenyal. Enak banget, deh!Menurut info dari Ibu Didi, selaku pemilik rumah makan sekaligus koki, pembuatan bakso di rumah makan higienis, dan juga bebas lemak dan pengawet. Kuahnya pun juga diracik menggunakan bumbu-bumbu natural. Sayurnya? Menggunakan bunga dan daun pepaya, yang konon katanya dibenci banyak anak-anak karena pahit. Namun, Bu Didi berhasil mengolah bunga dan daun pepaya menjadi sayur paling favorit untuk dinikmati dengan bakso ala Bu Didi ini.Lalu, mengapa rumah makannya terlihat sepi? Ternyata, orang-orang yang datang kesini lebih senang take-away ketimbang dine-in. Banyak juga dari luar kota memesan bakso kemasan yang sudah divakum dan dibekukan secara grosir. Saat hari minggu itu, ada juga kru dari suatu sinetron mampir dan membeli banyak dagangan Bu Didi, dan sekarang menjadi langganan utama dari banyak karyawan kantor juga.Oh ya, ekstra info nih, ternyata Bu Didi juga menerima pembayaran via Brizzi dan Kartu BRI loh! Mempermudah saya yang doyannya jajan-jajan pake kartu e-wallet, ketimbang menggunakan cash secara langsung.Overall Rating : 4.5 / 5 (Cukup di kantong mahasiswa, enaknya sampai harus makan 2x) continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)