2
0
0
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (2)
Level4 2013-08-13
134 views
Kembali lagi saya salah paham yah dengan yang namanya restoran. Saat akan makan di Warung Rigge Bandung ini saya salah dengar jadinya saya menyebutkan Warung Regge Bandung, alhasil teman saya yang saya ajak ini bingung dan akhirnya baru tau kalau yang saya maksud ini adalah Warung Rigge Bandung, hehe.Untuk tempatnya ini sendiri sih cukup oke juga kok. Yang makan di tempat ini juga banyak loh saat itu. Nyaman juga kok tempatnya disini itu. Pelayannya sih cukup baik juga dan cepat saat melayani pesanan pembeli. Kalau kebersihannya juga sudah cukup dijaga dengan baik sehingga bersih.Saya pesan yang Iga Bakarnya. Langsung ngiler deh pokoknya pas tahu ada iga di tempat ini karena i love beef yah, apalagi iga sapi ini, hmmm langsung deh gak liat menu menu yang lainnya . Saya pesan iga bakar ini dan juga saya makan dengan nasi putihnya dong supaya jatohnya itu lebih kenyang dan juga puas. Nah untuk iganya ini ternyata sudah dilumuri dengan yang namanya sambal yah sehingga mau gak mau harus berjibaku dengan yang namanya sambel, wah i like this one. Saya peras jeruk nipisnya yah supaya ada rasa asem asem segernya gitu. Untuk iganya ini enak kok. Empuk dan juga aroma bakarnya ini juga harum. Dagingnya ini juga gurih yah rasanya dan pas banget dimakan dengan sambelnya yang sebelumnya sudah saya beri perasan jeruk nipis diatasnya. Untuk sambelnya ini berasa mantep yah karena ini pedes dan enak banget deh dimakan dengan daging iganya. Ada rasa asemnya dari jeruk nipis. Dimakan dengan nasi putih jadi tambah sip deh rasanya.Overall saya suka yah makan di WRB ini. Kenyang itu udah pasti karena saya makannya ini dengan nasi. Iga bakarnya gak bikin saya manyun yah karena memang rasanya ini enak. Sambelnya ini juga yang bikin saya seneng loh karena cukup pedas rasanya. Harganya sih bisa dibilang terjangkau. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Kalau biasanya saya berwisata kuliner di daerah Dago, kali ini saya diajak pacar ke daerah Antapani. Lumayan jauh dari daerah jajahan saya karena harus naik angkutan umum dua kali plus agak jalan kaki. Dibandingkan Dago yang teduh oleh pohon-pohon rindang, daerah Antapani cenderung lebih panas dan gersang. Tapi, hal ini tentu saja tidak menghalangi saya berkunjung ke sebuah tempat yang diklaim pacar sebagai iga bakar terpedas.Letaknya di pinggir jalan berupa rumah yang bagian depannya disulap menjadi restoran. Di bagian halaman ada meja dan kursi, sementara di teras diberi bale-bale bambu yang disulap menjadi lesehan dengan meja kayu. Makanya, restoran ini meski terletak di pinggir jalan terasa homey dan adem. Di sampingnya sendiri ada restoran yang menyajikan bubur ayam, sate, dan batagor. Jatuhnya sih lebih mirip deretan food court. Pelayannya adalah ibu-ibu yang ramah banget. Mungkin dia pemilik rumah. Kami berdua diberi complimentary snack berupa keripik singkong teh hangat tawar. Unik juga . Menu yang disajikan pun beragam karena ada iga, makanan Eropa kayak steak, bento, ramen, kentang goreng, sosis, nasi tutug, nasi goreng, dan masih banyak lagi. Bahkan, Indomie dan nasi goreng juga ada. Jadi, buat yang datang ke sini dan nggak suka iga masih banyak pilihan lainnya. Harganya juga cukup terjangkau karena murah. Karena siang itu agak lapar, saya putuskan pesan bento dengan tambahan udang tempura. Sementara, pacar sendiri pesan iga bakar. Ketika pesanan saya datang, harus saya akui bahwa saya cukup tergiur. Nasi, udang tempura, dan beef teriyaki. Terlihat enak. Nasinya cukup pulen dan udang tempuranya juga cukup gurih meski tepungnya agak tebal. Dagingnya sendiri empuk meski rasanya terlalu manis dan jadi mirip empal daripada beef teriyaki. Sementara, iga bakar pacar sendiri cukup menggiurkan. Disajikan dalam piring yang dilapisi daun pisang, bagian atas iga dioles dengan sambal. Dan, percaya deh begitu saya nyicip secolek, pedasnya sampe ke tenggorokan dan membuat mata saya langsung berair. Tapi, enak banget karena dagingnya empuk dan dimakan dengan nasi hangat benar-benar nikmat. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)