8
0
0
Telephone
088218322690
Opening Hours
Mon. -Sun. : 11:00-22:00
Payment Method
Cash / Tunai Debit Card
Other Info
Delivery Service
Wi-Fi
Live Sports Broadcast
Reservation
Service Charge
Review (8)
Akhir – akhir ini hujan semakin tak terkendali. Parahnya, mereka sering banget datang disaat kita kelaparan. Satu – satunya jalan untuk tetap hidup (ceileh hidup ) ya delivery makanan. Tapi, resto yg melayani delivery itu biasanya resto fast food. Kebetulan, saya punya voucher dari foodpanda yang didapatkan beberapa waktu lalu, cukup banyak, lumayan buat traktir orang sekampung (?) LOL! Sebelumnya, saya gak tau foodpanda itu apa, tapi setelah ngepoin, ternyata foodpanda bisa jadi penyelamat perut – perut yang lapar, apalagi dengan voucher yang saya punya, plus promo online payment salah satu bank yang kerja sama dengan foodpanda.Jadi ceritanya sekarang udah keranjingan order via foodpanda, temen juga saya racunin order foodpanda, sampai ada yang ngasih julukan ke saya “Duta Foodpanda”  gara - gara sering racunin temen kuliah, temen kosan, temen komunitas, dan teman – teman lainnya buat order via foodpanda. Well, ini beberapa menu pesanan saya dan temen kos di Yagami Ramen House. OverviewYagami ramen house adalah resto yang menyajikan menu jejepangan dengan biaya yang ramah di kantong. Kalau di store nya, namanya Ramen House aja, tapi di web foodpanda namanya Yagami Ramen House.Ya! restonya sama, wong logo, alamat tertera, dan menunya sama! Jadi jangan bingung ya ! Yagami Ramen House sebenarnya tidak terlalu jauh dari kosan, tapi kalau hujan turun, sepertinya delivery adalah pilihan paling tepat untuk menyelamatkan perut!Service and delivery timeAnyway, pelayanan yagami ramen house ramah kok. Iya, dulu pesenan si Fifi, temen kos, sempet salah,  terus kita ditelpon. Mereka menanyakan mau diganti atau gak, tapi berhubung kita gak masalah dengan menu yang salah, jadi makanannya terlanjur masuk perut. Cuma sekali itu aja kok Yagami Ramen House salah orderan. Selebihnya, semuanya tepat, dengan delivery time yg sering banget kurang dari satu jam. Jadi gak usah nunggu perut keroncongan. Memuaskan banget!Menu and beveragesNah ini dia menu yang diorder saya dan teman kosan pesan dengan nomer order i1pt-b0ij/2 & i1pt-y0sv/2Spicy TofuSpicy tofu ini tahu yg diselimuti tepung bumbu kemudian digoreng dan diberi potongan cabe rawit serta bawang putih untuk menambah rasa dan pedas. Jadi pedesnya cuma jika kalian makan tahunya bareng sama potongan cabe rawitnya. Kalau gak pake cabe rawit yang gak terlalu suka pedas kayak saya tetep bisa makan, paling dapet aroma cabe rawitnya aja, gak bakal kepedesan kok!Mushroom MayonaiseAdalah jamur yang dibalur dengan tepung roti dan disajikan dengan mayonaise. Enak banget dimakan pas anget anget. Snack ini sangat disarankan untuk dimakan sama temen, karena kalau makannya gak dibagi, bisa bisa kekenyangan makan snack doangGyu donburiBiasanya, saya agak susah “klik” sama menu dengan bahan utama beef, karena gak semua resto oke dalam mengolahnya. Kadang masih alot, kadang masih bau sapi. Tapi untuk Yagami Ramen House ini, menu beefnya juara banget! Dagingnya empuk, dan gak bau sapi. Dipadukan dengan saus ala jepang dan telur, bikin Gyu Donburi punya Yagami Ramen House ini rasanya makin top markotop.Chicken Katsu DonburiChicken katsunya membahagiakan  alias berasa ayamnya, gak kebanyakan tepung kayak chicken katsu disekitar kampus saya, wkwkw. Dan lagi lagi, Kuah donburinya juara banget! Temen saya juga suka banget!!Red VelvetBiasanya, kita merasakan red velvet dalam bentuk cake. Namun kali ini, red velvet nya disulap jadi minuman dingin yang enak banget. Red velvet nya bener – bener berasa, manisnya pas, seimbang, dan aroma yang begitu memanjakan indera penciuman. One of my favourite beverage!Nah! Itu dia beberapa pesanan yg udah pernah saya pesan bersama temen sekosan saya. Sebenernya masih banyak lagi sih menu menu yang lain. Seperti yang saya katakan di awal, saya sudah terkena virus foodpanda. Jadi keranjingan order via foodpanda karena voucher dan promo yang melimpah, serta Customer Service yang ramah dan sangat cepat menanggapi masalah yang dihadapi oleh customer. Jadi, buat yang baru denger apa itu foodpanda.co.id coba deh buat klik dan order! Apalagi dari akhir tahun sampai awal tahun ada bigsale buat customer.Gampang kok pesennya, web nya juga mudah banget dipelajari dan diikuti. Lagipula, seperti yang saya bilang, customer service sangat tanggap, jadi kalau menemukan kesulitan dalam order, pasti akan dibantu. Happy online ordering! #xperiencebig banyak resto bersama foodpanda! Ucapkan selamat tinggal pada rasa lapar!! continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-08-05
111 views
Beberapa waktu lalu aku lewat simpang dago mau nyalon di Memory Salon. Letaknya ada di Seberang pasar smpang dago. Sehabis nyalon, perutku laper juga. Kebetulan sekali di sebelah salon ada Ramen House. Ini tempat makan ramen yang menyerupai kedai ramen di Jepang. Menu yang ditawarkan cukup beragam dan tak hanya ramen saja. Ada juga menu nasi dengan aneka toping. Karena cukup lapar akupun pesan Chicken Katsu Curry. Tak berapa lama pelayan datang mengantarkan pesananku. Sepiring Nasi dan di pinggirannya ada ayam katsu yang sudah dipotong-potong yang dilumuri saus curry. Aromanya sangat menggoda. Rasa currynya enak dan tidak terlalu strong seperti curry India. Warna kuahnya kuning tua dan di dalamnya ada sayuran seperti kentang dan wortel yang dipotong kotak-kotak. Selain itu rasa ayam katsunya enak dan garing. Perpaduan yang serasi. Harganya pun tak terlalu mahal. cukup Rp. 20.000an saja sudah sangat kenyang. Untuk minum aku pesan seperti biasa Ocha Dingin yang disajikan di gelas besar. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-07-20
78 views
Daerah Dago seperti menjadi medan magnet tersendiri dikota bandung. Didaerah sini banyak sekali kuliner yang enak-enak dengan harga terjangkau. Misalnya saja Ramen house yang berada di dago atas. Hampir setiap sore hingga malam tempatnya dipenuhi anak muda yang ingin menikmati makanan khas jepang rasikasn ramen house.Tempatnya enggak begitu besar, bentuk ruangannya memanjang. Meja dan kursinya disusun rapi berderetan. Selain itu kebersihannya juga diperhtikan dengan baik oleh pelayannya. Kita bias juga duduk di bagian barnya tetapi agak kurang asyik sih, sebab enggak ada kokinya didepan bar. Proses penyajian makanannya enggak pake lama, makanya saya suka kesini.Makanan yang disediakan bertemaka jepang seperti ramen ataupun donburi. Karena malam itu saya belum makan nasi maka saya memilih menu donburi. Isinya berupa nasi putih yang sedikit lebih lengket dari biasanya, ditambah dengan orak-arik telor, daging ayam yang sudah dipotong dadu dan diberi masak, serta irisan sayur wortel. Nasinya lembut dan daging ayamnya gurih sehingga cita rasanya menjadi lezat. Saya biasanya menambahkan sambal supaya lebih pol. Terakhir tinggal menyedot ocha dingin yang seger dan sedikit sepet. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2013-01-25
37 views
Setelah mengalami pengalaman tidak mengenakkan saat mencoba Ramen House untuk pertama kali, saya sempet nggak mau lagi kesana. Waktu itu Ramen House masih baru-barunya buka. Mbak-mbak pelayannya jutek banget, makanan saya sampenya lamaaaa banget, rasanya juga medioker. Kapok deh. Tapi setelah agak lama, atas ajakan banyak teman yang semuanya bilang Ramen House enak, akhirnya saya merelakan diri untuk berkunjung kesana lagi dengan keyakinan kalo Ramen House sudah berbeda dengan waktu awal buka dulu.Ramen House ada di daerah Simpang Dago, di sisi jalan yang ke arah Dago atas. Gampangnya sih: sebelah McD Simpang Dago, sebelahnya lagi. Ramen House diapit sama warnet dan Salon Memori. Walau dari luar keliatan agak kecil, tapi noticeable kok.Biasanya kedai ramen yang sejauh ini saya kunjungi identik sama yang namanya sumpek dan agak kotor. Nggak enak deh pokoknya. Tapi ternyata Ramen House enggak, malah tempatnya cozy banget! Dari luar emang keliatan sempit, tapi ruangan Ramen House memanjang ke dalem, jadi nggak sumpek. Kita juga bisa milih mau duduk di bar atau di meja-kursi biasa. Hanya saja, kita nggak bisa ngeliat langsung pesanan kita dibuat karena bukan open kitchen, dapurnya terpisah. Interiornya juga menarik, tampak minimalis dan rapi dengan sentuhan aksen Jepang disana-sini (contohnya satu lukisan besar bergambar macam-macam Pokemon dengan gaya Ukiyo-e yang unik). Daripada disebut kedai ramen, lebih cocok jadi kafe karena interiornya yang super cozy itu. Dan tenang aja karena tempatnya adem dan bersih banget. Ternyata bener kata temen-temen saya, ramennya enak! Kita juga bisa memilih berbagai variasi kuah, level kepedasan, dan topping. Untuk kuah, ada tom yam, miso, wakame, echa, curry, dan ada lagi tapi saya lupa hehehe. Kalo yang suka pedes bisa mesen yang echa atau curry, yang suka gurih-asin aja bisa pesen miso atau wakame, sedangkan yang nggak pengen terlalu hambar tapi nggak pengen terlalu pedes juga bisa pesen tom yam. Kurang pedes? Bisa kok request mau pake level berapa, tapi diluar level yang ditawarkan harus bayar lagi. Sedangkan toppingnya ada beef slice, chicken katsu, chikuwa, ox tongue, nori, dan lain-lain. Mau nggak pake topping juga boleh, karena ramennya sendiri sudah terdiri dari irisan wortel, daun bawang, sesuatu-yang-kenyal-entah-irisan-jamur-atau-rumput-laut, dan setengah butir telur rebus. Cukup mengenyangkan lho, apalagi pake topping. Kalo nggak mau ramen juga nggak masalah, Ramen House juga menyediakan beberapa menu masakan Jepang selain ramen seperti beef teriyaki, curry rice, dan lain-lain. Bahkan dessert seperti waffle atau chocolate lava cake juga ada lho. Untuk menu non-ramen saya baru nyoba beef teriyaki dan sama-sama enak, dagingnya berbentuk irisan tipis persis kayak beef slice untuk si topping ramen, cuma pake saus teriyaki, sayang porsi dagingnya dikit banget. Sedangkan untuk ramen, saya paling sering memesan echa ramen dengan level 0 atau 2, toppingnya chicken katsu atau beef slice. Kalo mau nyobain menu non-ramen sih saya sarankan coba curry rice atau beef amiyaki-nya, karena keliatannya enak. Sementara untuk minuman ada soft drink, teh-tehan termasuk ocha, ice tea dan ice lemon tea, mineral water dan lain-lain (yang saya lupa lagi, ups!). Saya sih selalu pesan ice tea. Ukuran gelasnya cukup besar meski tidak sebesar yang di Sumo Ramen, es batunya nggak pelit-pelit, manisnya pas. Segeeer, cocok buat pendamping ramen yang pedas. Ocha-nya juga lumayan kata temen saya. Oh ya, Ramen House juga menjual sejenis lidi-lidian pedas kayak jajanan SD itu, namanya lidi pedas Mang Lada kalo nggak salah. Lumayan tuh buat cemilan sambil nunggu pesanan dateng hehe.Mesen disini terkadang harus agak sabar apalagi kalo lagi rame-ramenya, karena yang melayani bisa cuma dua atau bahkan satu orang. Biasanya sih ada tiga pelayan, satu bertugas di kasir, dua lagi yang ngurusin pesanan. Tapi untung pelayannya cukup cekatan, jadi nggak usah nunggu terlalu lama. Pesanan kita datangnya nggak lama, tapi nggak cepet juga. Standar lah. Dan fyi, kalo beruntung kamu bisa dilayani oleh seorang teteh lucu yang ramah dan lembut banget. Untuk ukuran Ramen House yang menurut saya kualitasnya bagus, harganya cukup murah. Untuk ramen saja mulai dari IDR 13.000 hingga IDR 18.000. Sedangkain topping seingat saya mulai dari IDR 2500 hingga IDR 8000. Makanan non-ramen biasanya cuma belasan ribu, nggak sampe IDR 20000 kok kayaknya. Minuman saya lupa, rasanya nggak ada yang lebih dari IDR 10.000. Sedangkan untuk dessert dan sebagainya saya nggak terlalu merhatiin dan nggak pernah pesen jadi nggak tau hehehe. Biasanya kalo makan disini, total saya makan ramen seporsi+topping dan segelas minuman paling mahal itu IDR 25.000. Cukup terjangkau, kan? Strategis? Check. Cozy? Check. Enak? Check. Cekatan? Check. Murah? Check. Biar di Bandung udah mulai banyak restoran dengan konsep sejenis yang menawarkan ramen murah meriah, Ramen House resmi jadi favorit saya. Highly recommended buat pecinta makanan Jepang yang masih sayang budget. Nah, ada alasan apalagi untuk nggak nyoba Ramen House? continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-01-11
40 views
Satu lagi tempat makan yang menyajikan masakan Jepang di kota Bandung yang bisa kalian coba untuk datangi, Open Ricer. Namanya Ramen House. Posisinya ada di Simpang Dago sehingga mudah dicapai dengan menggunakan angkutan umum. Letak persisnya sih ada di satu area yang sama dengan deretan ATM. Dari luar , Ramen House ini cukup menarik mata karena bagian depan restorannya didominasi dengan warna merah. Kalau bagian luar restoran ini berwarna merah, bagian dalamnya justru lebih terasa adem karena didominasi warna cokelat, mulai dari meja dan kursinya yang terbuat dari kayu, meja kasir di dekat pintu masuk yang diberi hiasan rak kayu dan pajangan khas Jepang, hingga lukisan di dinding berupa aneka jenis pokemon tapi dengan cara gambar lukisan Jepang kuno. Suasananya sih malam itu tergolong sepi. Didukung pula dengan lampion dengan pencahayaan yang agak temaram, jadi malah bikin ngantuk. Hehehe. Pelayannya sendiri cukup cekatan dan pake kostum khusus kayak pelayan-pelayan di Jepang gitu lho.Untuk menunya sendiri, ternyata tidak seminimalis restorannya lho. Karena di sini menu ramennya terbilang lumayan lengkap dengan pilihan kuah miso, kari, atau tom yum. Masing-masing tentu punya keunikan sendiri. Kalau udah pesen ramen dan kuahnya, jangan lupa tambahin topping, seperti daging, bakso, atau telur. Mau lebih dari satu topping bebas. Selain menu ramen, adapula menu donburi berupa nasi yang diberi telur orak-arik dan daging atau ayam. Untuk yang mau nyemil juga ada lho seperti karaage dan sejenisnya. Terus, karena warung ramen ini berasosiasi dengan merek keripik Mang Lada jadinya snack ini dijual juga di sini. Minumannya juga lengkap mulai dari ocha, jus, kopi, hingga cokelat ada. Kisaran harganya sih nggak terlalu mahal, sekitar Rp5.000-Rp20.000. Masih terjangkau kan? Pesanan saya adalah ramen dengan kuah putih seperti susu dengan tambahan topping bakso ikan. Kuahnya cukup gurih, begitu juga mienya. Tapi dibandingkan dengan sumo ramen, isinya memang lebih sedikit. Pacar sendiri pesan kari ramen dengan tingkat kepedasan level tiga. Tambahan toppingnya sendiri adalah potongan daging. Rasa kuahnya sendiri cukup pedas. Tapi sayang, potongan dagingnya kurang banyak dan kecil-kecil. Untuk minumnya, saya dan pacar sepakat untuk sama-sama mesen es teh manis biarpun malam itu cuaca lagi dingin. Hihihi. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)