5
0
0
Level4
2013-11-23 59 views
Suasana Bandung dalam beberapa minggu terakhir ini lagi nggak begitu enak deh. Hujan terus-menerus atau tiupan angin dingin di malam hari bikin kesehatan saya menurun. Jadilah, saya langsung menderita flu dan agak sedikit demam. Untungnya, pas kemarin diundang untuk ikut gathering Open Rice, kesehatan saya udah agak membaik. Iyalah, mana mau saya ngelewatin acara kumpul-kumpul sambil makan enak, hehehe. Acara kali ini diadakan di The Food Opera Dago yang kebetulan dekat dengan tempat kost saya d
Read full review
Suasana Bandung dalam beberapa minggu terakhir ini lagi nggak begitu enak deh. Hujan terus-menerus atau tiupan angin dingin di malam hari bikin kesehatan saya menurun. Jadilah, saya langsung menderita flu dan agak sedikit demam. Untungnya, pas kemarin diundang untuk ikut gathering Open Rice, kesehatan saya udah agak membaik. Iyalah, mana mau saya ngelewatin acara kumpul-kumpul sambil makan enak, hehehe.

Acara kali ini diadakan di The Food Opera Dago yang kebetulan dekat dengan tempat kost saya dan pacar. Letaknya sendiri satu lokasi dengan butik Polo Ralph Laurent dengan Food Opera menempati lantai 2. Pintu masuknya sendiri berupa lorong berukuran satu meter dengan sebuah tangga kayu yang mengarah ke atas.

Begitu sampai di atas, kita langsung disambut dengan ruangan yang cozy dengan dominan warna cokelat tanah. Lampu-lampunya juga sengaja dipasang dengan tingkat keterangan yang pas sehingga nggak berkesan temaram, tapi juga nggak gelap. Pilihan area duduknya sendiri ada outdoor dan indoor dengan kursi kayu, kursi suede, atau sofa. Tinggal pilih enaknya duduk di mana.
21 views
1 likes
0 comments
12 views
1 likes
0 comments
Saya sempat mengintip sedikit menu yang disajikan di Food Opera ini. Untuk menu utamanya sendiri ada Australian Wagyu Steak yang digadang-gadang sebagai daging steak terempuk di dunia. Selain itu, ada juga Arabian Food, Western Food, dan yang pasti Indonesian Food. Untuk kisaran harganya mulai dari Rp20.000-Rp170.000 (steak). Mereka juga menyediakan Chinese Food lho meskipun, menurut Pak Sugi, menu ini hanya dapat disajikan bila dipesan untuk acara tertentu dan bukan a la carte. Pilihan minuman dan dessertnya sendiri cukup melimpah lho. Dijamin pusing bin puyeng milihnya
.
20 views
1 likes
0 comments
Asyiknya lagi, bocoran dari Pak Sugi adalah setiap Rabu dan Kamis ada diskon sebesar 50% untuk pembeli wanita (food only). Wah, para peserta langsung antusias memilih menu yang nantinya akan mereka pesan kalau nggak kenyang. Untuk Selasa sendiri, diskon berlaku untuk para pegawai bank sebesar 20%. Lumayan kan, kapan lagi makan wagyu bisa diskon sampai setengah harga? Hehehe. Terus, karena tempatnya yang cukup besar dan nyaman, kita bisa ngadain acara di sini. Tidak dikenakan charge untuk tempat, cukup hanya membayar biaya listrik sebesar Rp100.000 pada saat acara berlangsung.

Setelah menunggu selama sekitar setengah jam, akhirnya makanan pun dikeluarkan. Wah, para peserta gathering langsung antusias memotret dan bertanya kepada chef dan Pak Sugi yang setia mendampingi untuk memastikan rasa ingin tahu kami terpuaskan
. Setelah puas memotret, para peserta dipersilakan duduk di meja panjang yang sudah disusun oleh pihak Food Opera. Terus, apa saja menu yang dihidangkan? Ini dia reviewnya:

Alaskan Breeze
Sepintas, minuman ini mirip kopi dengan whipped cream. Tapi, begitu ditanya campurannya ternyata cukup banyak juga. Ada kopi, tiramisu, es krim vanilla, whipped cream, dan kurma. Rasanya cukup ringan sehingga cocok untuk yang ingin minum kopi, tapi takut nggak bisa tidur. Jangan lupa diaduk karena rasa kurmanya agak mengendap di bawah sehingga baru akan terasa menjelang akhir kalau tidak diaduk. Ukurannya cukup besar dan kayaknya pesan satu udah cukup mengenyangkan.
9 views
1 likes
0 comments
Nasi Kebuli Kambing + Sup
Nasi kebuli sepintas kayak nasi goreng, tapi rasanya sendiri gurih dan tidak terlalu berminyak. Menu ini disajikan dengan daging kambing yang telah dibakar di bagian atasnya plus salata (acar versi Arab yang isinya terdiri dari timun, bawang bombay, dan wortel yang direndam di dalam cuka). Nasinya sendiri cukup enak dan pera’ alias tidak pulen. Jenis nasi yang memang pas digunakan untuk menu seperti nasi goreng dan nasi kebuli ini. Daging kambingnya sendiri agak sedikit keras, mungkin karena disajikan sudah dingin. Oh ya, makannya sendiri harus disiram sup berwarna kuning yang sedikit asam untuk memberikan rasa tersendiri di atas daging kambingnya.
7 views
1 likes
0 comments
Nasi Bebek Sambal Kecombrang
Tampilannya tidak terlalu istimewa, tapi menu yang satu ini wajib dicoba. Kenapa? Rasanya enak banget. Daging bebeknya empuk dan nasinya juga pulen. Di atasnya diberi siraman sambal kecombrang yang dicampur dengan bawang bombay. Meski banyak yang bilang kalau daging bebeknya asin, tapi pas saya makan rasanya nggak asin. Mungkin ketika dimasak bumbunya kurang tercampur rata. Cuma, untuk jenis makanan berat dari bebek, menu ini rekomendasi banget sih.
11 views
1 likes
0 comments
Shawarma
Namanya mungkin sering kita dengar di tukang kebab pinggir jalan. Tampilannya juga nggak jauh beda, cuma bentuknya memang lebih besar dan dihidangkan di atas piring dengan dua porsi. Yang membedakan antara shawarma di sini dengan di pinggir jalan mungkin hanya dari isiannya yang lebih variatif. Bila tukang pinggir jalan menggunakan daging, maka di sini digunakan daging ayam yang disuwir-suwir. Ditambah dengan bawang bombay, paprika, salada, dan tomat plus mayonnaise. Sayang, sayurannya menurut saya agak kebanyakan sehingga daging ayamnya agak tertutup. Tapi, rasanya yang enak-enak asam memang pas di lidah dan cocok sebagai appetizer sebelum main course dihidangkan.
11 views
1 likes
0 comments
Australian Wagyu Steak
Ini dia menu utama yang sudah saya tunggu-tunggu. Wagyu asal Australia yang beratnya 200 gram. Harganya Rp159.500. Side dish-nya lengkap banget karena ada sayuran, kentang bulat, wedges yang diberi bumbu, dan salad dengan taburan kacang mete di atasnya. Bersama dengan side dish itu, kita disediakan stone grill alias batu vulkanik yang sudah dipanaskan terlebih dulu di dalam oven. Daging wagyu yang disajikan kemudian bisa kita masak sendiri atas stone grill itu sehingga tingkat kematangannya bisa kita pilih sendiri, mau rare, medium rare, atau well done. Dan, apa yang menjadi tagline The Food Opera ‘steak terempuk sedunia’ memang benar adanya (biarpun saya belum pernah makan steak di belahan dunia lain sih, hehehe). Rasanya empuk dan lembut. Nggak nyangkut di gigi lagi. Sausnya sendiri ada tiga pilihan, yaitu barbeque, mushroom, dan blackpepper.
9 views
1 likes
0 comments
Opera Fried Banana
Setelah disajikan menu yang begitu berlimpah tadi, sekarang saatnya dessert alias pencuci mulut. Kami dihidangkan Opera Fried Banana yang disajikan dalam mangkuk kecil. Isinya ada potongan pisang, madu, dan keju yang ditutup dengan adonan semacam kue cubit yang dibentuk menyerupai roti jala kemudian di atasnya diberi es krim cokelat. Dessert ini disajikan hangat dan rasanya juga cukup enak. Sayang, pisangnya masih agak kurang matang sehingga sedikit keras dan agak bergetah.
7 views
1 likes
0 comments
Overall, rasa makanan di Food Opera cukup enak dan suasananya cozy. Cocok dipakai untuk nongkrong atau bikin acara di sini. Pelayannya juga ramah.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2013-11-21