5
2
1
Level3
36
17
Sebuah rumah makan kecil namun crowded ini bisa anda temukan di Jln. Riau, disebelah CK pertama dari arah Pelajar Pejuang. Tempatnya tidak ada yang spesial, hanya berupa meja makan panjang-panjang dan kursi yang ditempatkan dilahan sempit memanjang yang mirip teras samping rumah.Dapurnya sendiri bisa langsung terlihat begitu anda memasuki rumah makan ini. Pada jam-jam makan terutama makan malam, tempat parkirnya pasti penuh dengan mobil dan motor. Ya, tempat ini memang "Tempat Makan", sebab tida
Read full review
68 views
0 likes
0 comments
Sebuah rumah makan kecil namun crowded ini bisa anda temukan di Jln. Riau, disebelah CK pertama dari arah Pelajar Pejuang. Tempatnya tidak ada yang spesial, hanya berupa meja makan panjang-panjang dan kursi yang ditempatkan dilahan sempit memanjang yang mirip teras samping rumah.
62 views
0 likes
0 comments
Dapurnya sendiri bisa langsung terlihat begitu anda memasuki rumah makan ini. Pada jam-jam makan terutama makan malam, tempat parkirnya pasti penuh dengan mobil dan motor. Ya, tempat ini memang "Tempat Makan", sebab tidak menjual suasana atau variasi menu, cukup bermodalkan rasa masakan yang enak.
142 views
0 likes
0 comments
Menunya adalah masakan daging iga sapi dengan bumbu khas makasar. Anda bisa pilih antara Sop Konro Iga atau Iga Bakar. Yang mana pun sama saja, sebab iga bakarnya sendiri disajikan dengan kuah sop konro juga, bedanya kuahnya dipisah, dan iga bakar dibakar lagi dengan sejenis bumbu berasa manis.
80 views
0 likes
0 comments
Saya pesan iga bakar. Rasanya benar-benar enak, bumbunya gurih-manis dan rasanya 'pekat', sangat 'berbumbu' dan saya suka. Begitu juga dengan sop konronya. Hangat dan lagi-lagi sangat 'berbumbu'. Saya asumsikan rasa yang sangat 'berbumbu' ini adalah khas masakan Makasar, which is not a big deal, really, soalnya bumbunya juga enak sih.

Tapi balik lagi ke selera sih, beberapa orang tidak terlalu suka makanan yang terlalu 'berbumbu'. Tapi kalau melihat ramainya pengunjung restoran ini, bisa dibilang rasanya sesuai dengan lidah orang Indonesia.
77 views
0 likes
0 comments
Iganya sendiri tidak terlalu empuk dan agak sedikit liat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya daging yang menempel di tulang iga setelah saya selesai makan. Nasinya mengecewakan. Porsinya tergolong sedikit, tidak panas, tidak pulen, dan keras. Untungnya dimakan dengan sop yang panas sehingga sedikit tertolong.

All and all, bisa dibilang eksekusi masaknya kurang sempurna. Iga yang kurang empuk, nasi yang keras. Satu-satunya yang menolong (dan untungnya salah satu poin terpenting) adalah rasa masakannya yang enak dan gurih.

Untuk harga, semua dipukul rata dikisaran 30ribuan.
74 views
0 likes
0 comments
Oh ya, mumpung disini cobain juga es khas makasar yang manis dan segar, yumm~ Namanya es Palu Butung dan Es Pisang Ijo yang dihargai sekitar 8ribuan. Saya sendiri tidak jelas bedanya apa, satu-satunya yang terlihat adalah pisang di Es Pisang Ijo dibalur adonan berwarna hijau sementara pisang di Es Palu Butung tidak. Dua-duanya enak.

To conclude it:
(++) Rasa masakan yang enak
(+) Porsi besar
(-) Suasana kurang bersih/rapih
(-) Nasi keras
(-) Iga kurang empuk
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Spending Per Head
Rp35000