4
0
0
Level4
2013-01-04 92 views
Pizza kayaknya udah bukan makanan asing lagi di Indonesia ya. Udah ada beberapa restoran yang khusus menyajikan menu roti panggang ala Italia ini. Salah satunya adalah Pizza e Birra yang buka cabang juga di Paris Van Java (PVJ) Bandung. Penasaran gimana rasanya? Silakan baca terus review saya ini. Pizza e Birra sendiri artinya pizza dan bir. Dua menu ini memang jadi andalan Pizza e Birra. Ada hari-hari khusus di mana kita bisa menikmati bir dengan harga murah, bir dan pizza dengan harga diskon,
Read full review
Pizza kayaknya udah bukan makanan asing lagi di Indonesia ya. Udah ada beberapa restoran yang khusus menyajikan menu roti panggang ala Italia ini. Salah satunya adalah Pizza e Birra yang buka cabang juga di Paris Van Java (PVJ) Bandung. Penasaran gimana rasanya? Silakan baca terus review saya ini.


Pizza e Birra sendiri artinya pizza dan bir. Dua menu ini memang jadi andalan Pizza e Birra. Ada hari-hari khusus di mana kita bisa menikmati bir dengan harga murah, bir dan pizza dengan harga diskon, dan masih banyak penawaran menarik lainnya. Tapiiii, tentu saja bir ini hanya boleh dinikmati oleh yang sudah di atas 17 tahun ya.

Pizza e Birra di PVJ ini dirancang bergaya lumbung peternakan di Amerika sana, mulai dari pintunya yang besar dan terbuat dari kayu, bangku-bangku dari kayu, hiasan botol-botol, tempelan gambar di dinding yang sooo retro, dan masih banyak lagi. Warnanya cenderung didominasi warna ungu.

Begitu masuk, pelayan akan langsung menunjukkan tempat duduk sesuai jumlah orang. Setelah kita nyaman duduk, mereka akan memberikan buku menu dan mempersilakan kita memilih dulu. Kalau sudah siap, bisa dipanggil segera. Pilihan menunya beragam lho. Selain pizza dan bir, adapula salad, starter (chicken wings, french fries, soup), steak, sausage, dan masih banyak lagi. Selain itu, mereka juga punya dessert yang unik lho berupa pizza yang diberi topping dessert kayak buah, cokelat, hingga es krim.

Untuk starter, saya dan pacar sepakat pesan french fries chili con carne. Ini adalah kentang goreng yang diberi saus daging ala bolognaise yang dicampur juga dengan siraman keju cair. Sesuai dengan namanya, rasanya gurih dan pedas. Sebagai starter, kentang goreng ini cukup mengenyangkan lho.

Pesanan saya adalah Chicken Milanese. Satu hal yang membuat saya tertarik adalah sebutan tartar sauce di dalamnya. Yap, sejak mencoba makan fish & chips with tartar sauce saya jadi ketagihan dengan saus mayonaise yang diberi tambahan potongan bawang ini. Tapi, ketika saya coba Chicken Milanese di sini, bumbu tartarnya terasa tidak pas di lidah. Warnanya yang pink membuat saya berpikir bahwa saus ini diberi tambahan blenderan sayur tertentu sehingga rasanya jadi sedikit asam. Sayang, daging dan sausnya terasa biasa saja di lidah saya.

Si pacar sendiri karena suka nyoba-nyoba menu baru memutuskan untuk mencoba Sea Bass served with Mediteranian Sauce, yaitu ikan Sea Bass yang disajikan dengan potongan kentang rebus yang kemudian disiram dengan saus ala Mediteranian yang berwarna merah seperti diberi campuran tomat yang banyak. Daging ikannya cukup lembut, begitu juga dengan kentang rebusnya yang cukup gurih. Cuma menurut saya, saus Mediteranian yang rasanya asam gitu kurang cocok di lidah.

Sebagai penutup makan siang kami hari itu, pacar memesan Panacotta, yaitu semacam puding vanila yang diberi potongan buah strawberry dan siraman saus strawberry. Rasanya lebih lembut daripada puding biasa karena ada campuran gelatinnya. Rasanya sih meski namanya vanila, tapi nyaris mendekati tawar. Karena itulah diberi saus strawberry agar ada rasa manis-asamnya. Enak deh sebagai dessert.
11 views
0 likes
0 comments
16 views
0 likes
0 comments
14 views
0 likes
0 comments
15 views
0 likes
0 comments
9 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-12-29