4
0
0
Level4
Di Bandung, menu sosis ternyata banyak ditemukan di mana-mana. Kita bisa menemukan Rumah Sosis di Setiabudi, Warung Sosis di Jalan Dago, atau penjual sosis bakar yang banyak bertebaran di sepanjang Jalan Dago ketika Car Free Day tiba. Nah, salah satu restoran yang juga menyajikan menu daging ini adalah Mama's Sausage yang terletak di Jalan. Prof. Dr. Eyckman, Cihampelas. The LocationDari Simpang Dago, kita tinggal naik angkot Caheum-Ciroyom dan turun di Hotel Aston. Persis di samping Aston, ada
Read full review
Di Bandung, menu sosis ternyata banyak ditemukan di mana-mana. Kita bisa menemukan Rumah Sosis di Setiabudi, Warung Sosis di Jalan Dago, atau penjual sosis bakar yang banyak bertebaran di sepanjang Jalan Dago ketika Car Free Day tiba. Nah, salah satu restoran yang juga menyajikan menu daging ini adalah Mama's Sausage yang terletak di Jalan. Prof. Dr. Eyckman, Cihampelas.

The Location
Dari Simpang Dago, kita tinggal naik angkot Caheum-Ciroyom dan turun di Hotel Aston. Persis di samping Aston, ada jalan yang bisa dilalui dua mobil. 150 meter dari depan, sudah terlihat plang Mama's Sausage. Mudah kan?

The Environment
Dari luar, restoran ini tampak sepi. Ketika saya masuk pun, hanya dua meja yang terisi. Setelah disambut pelayan dan diberikan menu, saya dan pacar segera memilih dua makanan. Sambil menunggu pesanan datang (lumayan lama, nyaris 20 menit menunggu), saya memperhatikan restoran ini. Terdapat indoor dan outdoor.

Bentuknya seperti rumah yang dimodifikasi menjadi restoran dua lantai, tapi kelihatannya lantai atas kosong sehingga kebanyakan pelayan duduk-duduk menunggu pembeli. Di sebelah kanan pintu masuk, terdapat bar yang khusus menyajikan bir. Dapurnya sendiri terbuka sehingga pengunjung bisa melihat kesibukan para koki dalam meracik masakannya. Tepat di depan kasir, ada counter kaca yang rupanya digunakan untuk meletakkan salad. Terus terang, suasana restorannya menurut saya terlalu temaram sehingga bikin ngantuk dan juga jadi agak susah makan. Mungkin kalau diberi penerangan sedikit lebih terang, akan lebih baik.

The Menu
Sosis tentu saja jadi menu utama mereka yang disajikan dengan pilihan salad dan kentang (goreng/wedges/mashed). Kalau kata pelayannya sih, menu jumbo sausage cukup digemari karena ukuran sosisnya cukup besar, yaitu 30 centimeter. Wow! Selain sosis, adapula menu hotdog, burger, pizza, dan steak. Untuk minumannya, selain minuman yang biasa disajikan di restoran, mereka juga menjual bir. Untuk harga, tergolong mahal sih menurut saya karena untuk main course-nya berkisar antara Rp30.000-Rp120.000an. Jadi, gak disarankan untuk mereka yang berkantung cekak sih
. Belum lagi harga di sini diberi tambahan PPN dan tax service. Makiiiin mahal... >_<

The Food
Pilihan saya adalah Nurenberg Sausage yang dihidangkan dengan salad kubis asin dan mashed potatoes. Harganya cukup mahal, yaitu Rp61.700. Tapi, ketika hidangan datang, saya dan pacar melotot melihat betapa kecilnya empat sosis yang ada. Nggak lebih seukuran 1,5 kali jari. Mashed potato-nya pun hanya tiga sendok. Memang sih, rasa sosisnya benar-benar lezat dan enak. Dagingnya padat, empuk, dan gurih. Tapi, mengingat harganya yang mahal, kayaknya ukuran sekecil itu terasa nggak manusiawi.

Sementara itu, pilihan pacar adalah lamb sausage dengan potato wedges dan salad. Huh, sosis pesanannya terlihat lebih besar, 2x ukuran jari. Ketika saya coba pun sosisnya terasa berat alias benar-benar daging asli, gurih, dan empuk. Harganya memang lebih murah sedikit sih daripada saya, yaitu Rp57.000, tapi tetap saja porsinya mengecewakan.


134 views
0 likes
0 comments
148 views
0 likes
0 comments
58 views
0 likes
0 comments
84 views
0 likes
0 comments
53 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-04-10
Spending Per Head
Rp120.000
Recommended Dishes
  • Nurenberg
  • Lamb Sausage