6
0
0
Level3
33
0
2013-03-23 68 views
Halo sobat OR, kali ini saya mau bercerita mengenai makan malam saya dengan teman sekantor sehabis pulang kerja. Karena kerjaan udah beres dan kelar semuanya, saya dan temen-temen memutuskan untuk makan malam bersama. Setelah dipikir-pikir mau makan apa, akhirnya ita mutusin makan steak di road cafe de fame.Kami semua segera meluncur kedaerah yang dituju. Pertama kami datangi cafe cilaki yang berupa warung tenda, tetapi karena sedang ada rombongan yang datang, akhirnya kami meluncur lagi ke road
Read full review
Halo sobat OR, kali ini saya mau bercerita mengenai makan malam saya dengan teman sekantor sehabis pulang kerja. Karena kerjaan udah beres dan kelar semuanya, saya dan temen-temen memutuskan untuk makan malam bersama. Setelah dipikir-pikir mau makan apa, akhirnya ita mutusin makan steak di road cafe de fame.

Kami semua segera meluncur kedaerah yang dituju. Pertama kami datangi cafe cilaki yang berupa warung tenda, tetapi karena sedang ada rombongan yang datang, akhirnya kami meluncur lagi ke road cafe yang berada ditempat yang satu lagi. Pas datang pengunjungnya sedang ramai juga, tetapi masih kebagian kursi.

Pelayanan road cafe terbilang cepat dan gesit walaupun keramahannya harus ditingkatkan. Beberapa nama steaknya agak asing dan sepertinya pelayannya kurang bisa menjelaskan dengan baik. Tempatnya cukup nyaman dan bersih, walaupun enggak begitu besar. Tempat parkir juga luas sebab kita bisa bebas parkir disepanjang jalan ini. Karena road cafe merupakan cafe sederhana yang mengutamakan makanan enak dengan harga terjangkau, maka enggak banyak dekorasi yang menghiasi cafenya.

Karena saya agak bingung dengan nama steak dan kurang mendapatkan penjelasan yang jelas, akhirnya saya memesan steak winner schinitzel. Steaknya menggunakan daging dada ayam yang digoreng. Tetapi sebelum digoreng dilumuri oleh tepung panir, sehingga ketika dihidangkan berwarna kecoklatan. Dilapisan luarnya terasa sedikit crunchy, sedangkan bagian dalamnya empuk dan sedikit basah. Tetapi dagingnya sudah matang sempurna sehingga rasanya gurih dan enak apalagi ketika disiram dengan brown sausnya mmm creamy creamy yummy. Untuk pendampingnya sedikit beda dengan yang lain, biasanya kentang gorengm tetapi road cafe menggantinya dengan spaghetti yang sudah diberi saus dan parutan keju. Spaghetti yang masih hangat terasa nikmat, kenyal dan lezat ketika disruput. Harga steak road cafe berkisar 20K saja.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Recommended Dishes
  • steak winner schinitzel