3
0
0
Level2
11
4
2012-04-30 227 views
Di tengah hiruk pikuk jalan Cihampelas, ada satu restoran yang familiar. Ya, nama Sapu Lidi memang sudah tidak asing lagi. Saya ke sini atas rekomendasi seorang teman atas resto dengan suasana yang tenang dan oke. Sempat ragu, tapi akhirnya saya menjajalnya juga. EnvironmentMasuk ke resto ini serasa masuk ke 'dunia lain'. Dekorasi yang bernuansa tradisional serta diiringi alunan musik khas Sunda benar-benar menenangkan. Terdapat dua jenis tempat duduk. Dengan kursi dan meja layaknya restoran bia
Read full review
Di tengah hiruk pikuk jalan Cihampelas, ada satu restoran yang familiar. Ya, nama Sapu Lidi memang sudah tidak asing lagi. Saya ke sini atas rekomendasi seorang teman atas resto dengan suasana yang tenang dan oke. Sempat ragu, tapi akhirnya saya menjajalnya juga.

Environment
Masuk ke resto ini serasa masuk ke 'dunia lain'. Dekorasi yang bernuansa tradisional serta diiringi alunan musik khas Sunda benar-benar menenangkan. Terdapat dua jenis tempat duduk. Dengan kursi dan meja layaknya restoran biasa dan duduk lesehan. Tentu saja kami memilih lesehan. Dan ini pilihan yang tepat. Kami di bawa agak ke dalam lagi di mana terdapat saung - saung tempat lesehan. Kami merasa telah berada nun jauh dari Cihampelas. Sama sekali tidak terdengar keramaian dari luar. Saung diterangi cahaya temaram, dikelilingi taman kecil lengkap dengan kolam ikannya. Pada malam hari sekeliling tidak terlihat jelas, namun suasana pedesaan tetap terasa.

Food
Menu yang ditawarkan mostly adalah menu tradisional. Agak mahal untuk ukuran di Bandung, tapi bagi kami yang terbiasa di Jakarta masih terasa standard. Kami akhirnya memesan jamur goreng,sapi gigibrik, sepotong ayam bakar, sepotong paru gorengdan sepotong empal gepuk. Tak lupa nasi putih dan es kelapa jeruk.

Makanan datang tak begitu lama. Penyajiannya membuat kami terpesona. Sebagai ganti disajikan satu per satu, semua menu yang kami pesan disajikan dalam satu 'tampah'. Nasinya ditempatkan dalam bakul dan lauknya ditempatkan dalam 'wajan - wajan' kecil. Semuanya serba beralaskan daun pisang. Tak lupa pula lalapan dan sambal kas sunda. Benar - benar sedap dipandang dan tak sabar untuk disantap.

Speechless kalau sudah berbicara tentang rasanya. Dari semua yang disajikan, tidak ada satupun yang mengecewakan lidah saya.

43 views
0 likes
0 comments
Jamurnya digoreng dengan saus asam manis pekat yang menempe. Bentuknya tidak lagi tampak seperti jamur, rasanya juga lebih mirip daging.

Ayam bakarnya mempunyai ukuran agak kecil, sepertinya menggunakan ayam kampung. Tapi dagingnya lembut, tidak keras layaknya ayam kampung biasa. Bakarannya pas, matang tidak gosong.

42 views
0 likes
0 comments
Untuk parunya, mungkin tergantung selera. Paru tidak digoreng crispy, melainkan masih dalam tekstur yang kenyal. Dari luar terkesan hanya ditabur bawang goreng. Tidak ada saus dan bumbu-bumbu yang menempel. Tapi ketika digigit terasa sekali bumbunya telah meresap ke dalam.

44 views
2 likes
0 comments
Sapi gigibrik terdiri dari campuran irisan daging sapi dipadukan dengan bumbu santan gurih manis dan ditaburi dengan irisan tipis kentang goreng. Rasanya pas asin-asin manis.

Empal gepuknya juga tidak kalah enak. Dagingnya empuk dan tidak begitu berserat. Dan sekali lagi bumbunya itu lho,meresap sampai ke dalam, manis legit.

Untuk minuman es kelapa jeruk rasanya standard enak.

Overall, rasa dari semua makanannya MANTAP!!


Service
Sayangnya tidak ada waitress yang standby di daerah saung. Kalau butuh apa-apa kami hanya mengandalkan waitress yang sedang kebetulan lewat dari atau ke dapur. Di saung juga tidak ada bel untuk memanggil waitress. Namun untuk waitressnya sendiri, semuanya ramah, informatif dan cekatan siap membantu.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-03-23
Spending Per Head
Rp100000 (Dinner)
Celebration
Anniversary
Recommended Dishes
  • Sapi gigibrik
  • Paru Goreng
  • Empal Gepuk
  • Jamur Goreng
  • Ayam Bakar