1
2
1
Telephone
(021) 29924357
Opening Hours
Mon. -Sun. : 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Restaurant Website
http://www.amkcatelier.com
Signature Dishes
Spicy Shrimp with Noodles T-Bone Americana Martabak Cake Es Teler Cake Hokkaido Scallop with Lemon XO Vinaigrette
Review (4)
Level3 2016-06-16
240 views
Gw udah tau AMKC dari instagram dimana yang punya itu Chef Andhika Maxi dan istrinya Karen Carlotta. Gw udah penggemar mereka sejak UNION, begitu tau ada AMKC dengan cakes yang unik-unik seperti rasa teh botol, es teler, martabak, dan rasa lainnya.Ternyata tempatnya kecil, malah pas kita mau kesana, kita masih waiting list.TEH BOTOL CAKE (IDR 40,000)Rasanya bener-bener mengingatkan gw pada teh botol, gw emang jarang minum teh botol, karena gw bukan pencinta minuman teh manis sepert iteh botol. Ternyata teh botol gak harus diminum, tapi juga bisa dimakan dalam bentuk cake kaya gini.Cake nya lembut, creamnya gak bikin enek. Sekilas dari warnanya kaya warna cake moccha, tapi sebenarnya rasanya teh botol. Untuk aroma cakenya kurang berasa bau teh botol sih. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2016-05-17
135 views
Kebetulan mau meet up sama temen lama yang lagi main ke Jakarta akhirnya kita janjian ketemuan di amkc. Karena blm pernah cobain cake yang lagi kekinian gua ok in makan di sini. Target kita makan di sini emang khusus mau cobain cake-nya. Info dari staff nya recommended cake di amkc ada es teler, es pisang ijo, teh botol & lapis strawberry cheese. Setelah bingung mau pilih yang mana karena semua kelihatan menarik finally we decided to order es teler, es pisang ijo & teh botol. Pertama gua cobain teh botol cake dan rasanya asli teh botol. Wangi teh, rasanya juga teh dan ada pahitnya persis teh botol. Suapan pertama masih ok, suapan kedua udah enough buat gua. Di lapisan cake ada cream yang beku dan dingin, pas dimakan rasanya kayak es krim tapi bukan es krim karena ga meleleh.Next gua cobain es pisang ijo yang warnanya kayak rainbow. Di setiap lapisan ada potongan pisang kecil. Yang ini paling gua suka, rasanya enak, manis, wangi pisang & mirip pisang ijo. Tekstur cake di sini enak, soft dan rasanya pas ga terlalu manis. The last cake, es teler diatasnya ada topping nangka & potongan jelly-jelly. Waktu dimakan rasanya mirip es teler tapi gua kurang begitu suka tetep es pisang ijo paling cocok sama lidah gua. Overall cake di sini memang mirip dengan makanan aslinya. Tekstur cake nya juga enak, soft dan manisnya pas. Tapi sayang cakenya tidak disajikan dalam kondisi dingin padahal makanan aslinya semua paling enak disantap waktu dingin. Selain itu gua & temen-temen gua juga sedikit kecewa dengan pelayanannya. We don't know ini karena semua staff lagi hectic serving customer atau gimana. Waktu kita selesai makan dan minta bill, kita bayar bukan dengan uang pas dan masih ada kembalian walaupun cuma seribu rupiah. Kita bukan mempermasalahkan uang kembalian yang ga dibalikkin tapi secara professional seharusnya mereka mengembalikan bill total hasil pembelanjaan kita. Awalnya kita pikir mereka sibuk dan sedang memproses pembayaran tapi setelah nunggu 15 menit masih blm ada staff yang dtg dan antrian di depan cukup ramai. Akhirnya kita keluar dan minta print out bill ke kasir. Well, maybe staff harus diinformasikan lagi untuk lebih teliti apalagi dalam masalah pembayaran.  continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2016-03-24
228 views
AMKC Atelier adalah singkatan dari pasangan chef yang punya restoran ini. Tau nggak sih katanya ini restoran lagi hype banget dan kalau ke sini masih harus waiting list kalau nggak yaa harus reserved dulu. Nah, untungnya gw udah mencoba untuk reservasi duluan, jadi bisa dapet tempatnya tanpa harus waiting list nunggu antrian yang panjang. Tau nggak sih kalian, bahwa restoran ini uniknya apa? Karena banyak cake yang rasanya bermacam-macam, ada rasa martabak, es teller, nastar, dan rasa lainnya. Tau dong Union yang dinana juga klo kesana suka waiting list, ternyata memang chefnya itu chef dari union juga yaitu Andhika Maxi dan Karen Carlotta yang dimana mereka adalah pasangan suami istri loh. Hebat banget ya!Tanpa lama lagi gw pas kesini nggak pesen banyak karena emang penasaran sama salah satu cake dan ada menu favorit yang katanya orang-orang enak.Es Teller Cake yang gw pesen pertama, tekstur dari cake ini kaya biasa cake pada umumnya, lembut, dan pas dimakan? Duar! Beneran kaya lagi makan es teler loh! Kalian harus coba, menurut gw sih lumayan enak kok, tekstur bolunya, ada rasa nangkanya juga, alpukat, dan kaya ada kelapa mudanya juga yang biasanya kita makan di es teler. Jadi kebayang ga rasanya gimana? Nggak ya? Makanya kalian harus cobain deh. Harganya ya kaya cake Union juga, kisaran 50k.Nah gw juga pesen Truffle Choux yang pada kesini kebanyakan pada pesen menu ini katanya favorit. Ini luarnya kaya kue sus gitu tapi beda isinya, kalau ini isinya truffle mushroom. Wah rasanya sih ada asinnya ada enaknya, kadang gw susah buat jelasin rasa makanan. Yang jelas kalian kalau mau coba, jangan sendirian, kalau ada yang nggak lu suka mubazir kalau ngga dimakan , jadi harus ajak orang buat makan.Minuman disini karena memang kalau minum yang lainnya takut eneg, gw pesen equil dan teh yang bisa menetralisir lidah gw supaya ngaa eneg.Untuk interior disini minimalis ya, semacam apa ya rapi casual gitu dan bersih gitu kelihatannya dengan perpaduan warna putih, hitam, abu-abu dan krem.Kalau untuk harganya memang mahal ya, kadang gw suka mikir kenapa makanan yang kaya gini mahalnya tapi tetep laku. HahahaSo buat kalian yang nggak mau ketinggalan kulineran di Jakarta, harus cepet-cepet cobain ini, gw ngga memastikan rasanya yang cocok dengan lidah kalian. Tapi supaya kalian tahu aja dan ngga penasaran nanya-nanya orang terus kaya gw, akhirnya gw cobain ya so so rasanya, kecuali emang lo suka banget dengan makanan kaya gini. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
AMKC Atelier merupakan restoran baru di Plaza Indonesia, letaknya di lantai 1, tepat seberang soci**ty.Tempatnya masih sangat ramai saat saya datang, mungkin karena memang sedang hits sekali antara foodie beken di Jakarta, ditambah lagi chef dari AMKC Atelier sudah terkenal juga dengan salah satu restoran yang tidak pernah sepi: Uni*n.Namun menurut saya kalau rasa dari makanan di AMKC Atelier ini tidak segera diperbaiki, restoran ini hanya akan terkenal sesaat saja, alias karena membawa nama baik dari chef resto ini. Restoran ini merupakan contoh sempurna untuk pepatah: makan mahal, porsi kecil/kurang kenyang, alias kalau mau makan kenyang mungkin harus pesan lebih banyak atau sudah ngemil yang lain dulu sebelum kesini, apa lagi karena menu main dishnya juga belum banyak (hampir setengah dari menu main dish juga masih terdiri dari cread/soup/appetizer)Beberapa menu yang saya coba banyak menggunakan truffle. Menurut saya restoran ini terlalu banyak menggunakan truffle dan menjadikan ini salah satu alasan harga jadi mahal. Saking banyaknya penggunaan truffle juga jadi tidak proporsional sekali rasanya.1. Clam Chowder Soup: Sudah lama semenjak saya terakhir makan clam chowder soup jadi saya ingin mencoba soup ini disini. Dengan harga 80k++ per porsi saya sudah sangat berharap banyak, namun saat datang, ternyata hanya penampilan saja yang lucu.. Porsinya tergolong kecil untuk harga 80k++, rasanya SANGAT KEASINAN. Mungkin karena sudah menggunakan truffle yang cenderung membuat makanan asin, ditambah lagi diberi garam, jadi asin sekali.. Padahal saya sudah makan bersama roti (2 potong roti kecil juga dihargai 35k++).Isi dalam clam chowdernya juga menurut saya lebih banyak roti garlic breadnya dibanding clam nya. Sungguh mengecewakan..2. Black Truffle Choux: Karena banyak orang mencoba menu satu ini, saya jadi tergodadan mencoba. Saat datang, 5 potong choux kecil berdiameter sekitar 2.5cm seharga 65k++ ini memang terlihat cantik, namun rasanya menurut saya biasa saja. Untuk menu satu ini untungnya tidak sampai keasinan (masih cenderung terlalu asin juga menurut saya), tapi tidak se 'wah' yang saya kira. Isinya lembut agak seperti cream kental dan ada wangi truffle, namun rasa biasa saja.3. Basil Bread: 2 potong roti kotak ini dihargai 35k++. Sebenarnya ini hanya roti polos saja dikasih butter, namun karena waitressnya bilang kalau biasa soup dimakan bersama roti ini, saya jadi ikut pesan (Untung saya pesan ini kalau tidak soup nya makin asin sekali). Secara ironis, meski hanya roti polos, justru ini yang menurut saya paling 'enak'. Rotinya polos saja tapi lembut pulen didalam, crispy diluar. Tapi sekali lagi, sangat overpriced.Dari segi makanan sudah mengecewakan saya, namun karena saya pikir dessert merupakan keahlian dari AMKC Atelier, saya memutuskan untuk mencoba dessert.Namun ternyata dessert yang menurut saya memiliki harga setara dengan cake Uni*n dengan porsi lebih kecil ini justru lebih kurang enak:1. Martabak Cake: Karena kata waitressnya ini merupakan salah satu yang recommended dan banyak dicoba, saya memutuskan untuk mencoba cake satu ini.. Hasilnya.. Cake seharga 50k++ per potong ini biasa saja. Bagian cakenya seperti chiffon cake biasa, luarnya terlalu banyak cream yang menurut saya bukan cream dari susu tapi lebih banyak butter/mentega, jadi gak bisa saya 'makan'. Ukurannya juga tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan cake uni*on dengan harga serupa. Memang cake ini uniknya adalah rasa yang mirip martabak cokelat kacang, namun daripada saya harus beli cake martabak 'jadi-jadian' kecil sepotong 50k++ (sekitar 60k after tax), lebih baik saya beli 1 loyang martabak betulan..2. Nastar Cheesecake: Saya sangat suka cheesecake dan sudah sangat berharap banyak dengan cheesecake yang ini.. Namun lagi2 agak sedikit mengecewakan. Tekture cakenya seperti tekstur campuran bolu+chiffon+cream cheese. Ada sedikit wangi lemon dan ditengah cheesecakenya ada 1 layer tipis selai nanas. Rasanya biasa banget untuk harga 55k++ sepotong. Saya sudah berharap full heavy cheese cake yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi kue fushion western dan indonesian patisserie, namun percobaan satu ini lagi-lagi kurang memuaskan.3. Chocolate banana rhum cake: Dari semua dish dan cake yang saya coba, cake satu ini yang patut saya acungi jempol! tekstur kuenya sangat lembut sekali. Sepertinya mereka menggunakan dark chocolate karena ada aroma manis pahit dari dark chocolate yang sangat enak. Penggunaan rhumnya juga sangat sempurna proporsinya, masih sangat tercium wanginya namun tidak berlebihan. Rasanya juga tidak terlalu manis dan rasa pisangnya masih terasa. Creamnya juga bukan menggunakan cream mentega licin yg bikin eneg seperti di martabak cake, tapi lebih menggunakan cream yang lebih banyak susunya. Saya hanya berharap mereka akan memberikan potongan cake lebih besar untuk 1 potong seharga 55k++ ini..Secara keseluruhan menurut saya restoran ini hanya hype saja. Rasanya sangat biasa, apa lagi kalau kita mulai mempertimbangkan rasa dan porsi makanannya.Presentasi cakes nya juga masih berantakan menurut saya, seperti kue yang langsung saja dipotong dan ditaruh diatas piring. Potongannya juga kurang rapi karena beberap cake saya saat datang sudah miring-miring mau jatuh.Ambience dan decor dari tempatnya memang bagus dan classy sekali. Pelayannya juga cukup rama senyum dan cepat tanggap. Makanan saja yang masih harus terus diperbaiki (Mungkin karena baru buka juga kali ya?). Untuk sekarang, saya tidak menemukan alasan apapun untuk kembali ke restoran ini kecuali untuk takeaway banana rhum cake nya (semoga kalau saya kembali lagi, porsi, rasa, dan presentasi cake/makanannya duah diperbaiki ya!).... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)