3
0
1
Good For
Dating / Couple
Opening Hours
Mon. -Sun. : 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Wi-Fi
Review (4)
Level4 2017-03-07
28 views
Terletak di kawasan Kelapa Gading, Anterograde memiliki dua tema interior yang berbeda, Anterograde mengutamakan kenyamanan dengan menghadirkan sofa di bagian sudut dengan warna dominan dekorasi yang lembut. Tak luput dari penglihatan adalah jendela besar dengan cahaya alami yang bagus untuk spot berfoto.  Masuk ke bagian menu, saya memesan Red Velvet Latte yang menurut saya kurang punya karakter yang kuat. Namun saya suka dengan besutan Ice Latte dimana ia punya rasa manis dan bitter yang seimbang. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2016-08-22
49 views
Pas masuk, pelayannya nyambut dngn ramah. Langsung aj aku duduk di tmpt yg kosong. Lalu aku tny menu recommended ny ap. Karna mba ny menyarankan capellini aglio olio, maka aku pesen itu sama nachos dan iced latte. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Bulan Juli lalu saya berkesempatan datang dalam undangan gathering dari cafe teranyar di Kelapa Gading, yakni Anterograde. Gathering tersebut dalam rangka pre-launch menu baru yang akan diluncurkan bersamaan pada Grand Opening mereka. Penasaran dengan menu baru mereka? Yuk, intip langsung saja pengalaman saya.Roasted Beef Rib EyeBerisi daging sapi yang dimasak medium rare dan dilengkapi dengan kembang kol serta roasted potato. Menu ini rasanya lumayan enak dan daging sapinya berasa juicy.RacletteKentang rebus yang dilumuri lelehan keju, 63 degrees egg, dan salad plus crumbed. Makan menu ini bisa membuat kamu lumayan kenyang lho. Ohya, karena telurnya dimasak sampai 63 derajat jadi kamu jangan terlalu berharap akan ada lelehan kuning telur ya, bagian kuningnya sudah lumayan matang soalnya.Gnocchi a la GenoveseTerdiri dari potato dumpling, salsa verde, dan 63 degrees egg. Potato dumpling ini pas dimakan itu kenyalnya mirip-mirip kenyal mochi. Rasanya lumayan enak, tapi karena porsinya seperti porsi brunch, jadi kalau makan ini doang akan terasa kurang kenyang.Tagliatelle ArabiattaPasta tagliatelle disajikan dengan saus tomat pedas, udang, dan baramundi (ikan kakap). Awalnya saya pikir rasa tomat di pasta ini akan lebih dominan tapi ternyata lebih dominan rasa garlic-nya. So, buat kamu yang kurang suka rasa tomat nggak perlu takut coba pasta ini. Porsinya juga pas untuk kamu makan di jam makan siang atau makan malam.Egg BenedictMungkin menu ini bakal jadi salah satu menu favorit di Anterograde ya, terlihat dari cukup banyaknya blogger yang penasaran dan ingin mencicipi pada saat gathering lalu. Egg Benedict ini tersaji dalam bentuk 63 degrees egg, spinach, hollandaise, dan english muffin. Eits, jangan takut rasanya bakal aneh karena ada muffin, sajian ini benar-benar savory dan tidak ada jejak rasa manis seperti kue pada umumnya.Dessert time!Ombre CakeMengusung konsep rasa dan warna lemon, Ombre Cake ala Anterograde ini tampil dengan warna serba kuning, lemon sponge cake, cream cheese lemon frosting, dan lemon crumble. Sayang, saat mencicipi nyaris tidak ada rasa lemon dan gradasi warna kuningnya kurang mencolok, sehingga jika dilihat sekilas hanya terdiri dari 2 layer warna saja.Red Velvet CakeJenis kue ini mungkin sudah sering kita dengar ya dan di Anterograde si kue merah ini disajikan dengan cream cheese dan taburan ting-ting. Komentar saya untuk kue ini, rasa Red Velvetnya kurang terasa dan lebih dominan krim kejunya.Berries TartDi antara semua dessert yang disajikan, tart berry ini paling enak menurut saya. Kombinasi buah dan krim kejunya menciptakan cita rasa yang pas dan nikmat. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Awalnya tertarik ke sini karena ada salah satu temen kantor yang ngajakin dan liat-liat foto decornya lumayan bagus. Kebetulan juga, temen gw pengen bikin video2an gitu, jadi rencana mau ambil gambar di situ.Yang bikin kecewa, di sini gw sebagai customer merasa di usir, nanti akan gw ceritain detailnya di review gw.Ok, let's start reviewnya.Place Anterograde ini tempatnya sederetan sama fat straw. Tempat makannya ada 2 lantai, lantai 1 untuk non smoking, lantai 2 smoking. Decoration-nya ok sih. Pas gw dateng, di lantai 1 hanya ada 1 table lain yang ada customernya, gw ber5 sama temen g, jadi g ambil 2 meja di pojok. Di lantai 1 ini ada 7 meja. Untuk lantai 2 nya waktu itu lagi kosong.DrinkWaktu itu rencana awal abis bikin video baru mau makan, jadi kita awalnya cuma pesen minum aja.1. Dilmah Tea (strawberry and blackcurrant) @25.000Seperti biasa di kasih air panas sama teh celupan nya. Rasanya standard lah, seperti teh dilmah biasa 2. Cappucinno @30.000Agak lupa sih ini harganya berapa tepatnya, klo kata temen gw yang minum rasanya ky kopi tubruk. Gw sendiri ga nyoba sih, karena ga bisa minum kopi.3. Ice Lemon Tea @29.000Di kasih gula cairnya juga segelas kecil. Pas sebelum di kasi gula sih asem banget. Ok sih gulanya di kasih terpisah, jadi bisa di kasih sesuai selera kita.ServiceNah ini bagian pentingnya, yang membuat gw gak akan pernah balik lagi ke sini.Jadi ky gw bilang di awal, temen gw berniat bikin video di sini, videonya tentang arranging bunga-bunga gitu. Jadi kita pakai 2 meja, bunga2 di taroh di 1 meja, di meja satunya ada temen gw yang ga ikutan bkin video lagi buka laptop *lanjut kerja*.Kondisi saat itu lagi sepi, gw pakai meja di pojok deket pintu ke lantai atas, ada customer lain yang di meja pojok satunya dekat pintu masuk. Video yang di buat gak pakai suara, jadi otomatis ga berisik dong ya. Videonya pun cuma pakai kamera slr biasa.Kronologis kejadiannya:- Sehari sebelumnya (hari Selasa) salah satu temen gw ke situ buat liat decornya, lalu pas malemnya dia telp ke anterograde untuk nanya boleh ga kita bikin video di situ besok. Saat itu yang menjawab mengaku sebagai manager dan memperbolehkan.- Rabu kita datang dan taroh2 bunga di meja dan mulai bikin video. Kemudian ada 1 cowo yang nyamperin, dia bilang boleh ambil gambar di sini, tapi mau mutualisme jadi nama anterograde harus di masukkan ke video. Ok, kita setuju, karena emang kita berniat begitu. Bahkan kita mau post-post foto anterograde itu.- Kemudian masih in progress ambil video, cowo itu datang lagi tanya kemarin gmn ijinnya, dijelasin lah sama temen gw by phone ngomong sama orang yang mengaku sebagai manager. Ok setelah tanya cowo itu pergi lagi. Tapi gw liat dy ngomong-ngomong sama cewe yang entah siapa, mgkn ownernya (?), sambil ngeliatin kita.- Finally, si cewe itu yang nyamperin kita, kira-kira begini percakapannya:C --> si cewe ituK --> Temen gwC : Sori nih, gak boleh ambil gambar video di sini, klo foto pribadi bolehK : Ohh gitu, tapi kemarin kita udah telp katanya boleh, ini juga cuma video pribadiC : Kemarin yang ngomong di telp itu chef-nyaK : Ohh ok, klo gitu syaratnya gimana buat ambil video, apakah ada minimun transaction atau gmnC : Gak bisa, kalau mau ambil video di sini harus pakai proposal dulu.*jreenngg* kenapa bisa berubah-berubah gini sih ngomongnya. Saat itu si cewe ga bilang apa-apa lagi, intinya kita gak boleh di situ, g merasa di usir sih di sini. Khan g juga mesen minum dan bayar, berarti gw customer juga khan. Tadinya malah kita mau makan di situ. Trus kita minta bill dan langsung pergi dari situ tanpa cicip makanan apapun.Menurut gw, management di sini sangat amat tidak profesional. Gimana bisa chef ngaku sebagai manager?Kemudian kita sudah ijin dan di bilang boleh bisa tiba-tiba di usir.ConclusionNot recommended. Gw gak akan pernah balik ke sini lagi, minuman standard aja, wifi lemot ga bisa di pake. Bad service, bad management. Better jangan pernah bikin acara or kegiatan di sini, daripada di usir karena ada chef or waiter yang pura-pura jadi manager dan kasih ijin. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)