0
1
0
Telephone
(021) 86901028
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 11:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Number of Seats
50
Other Info
Delivery Service
Parking Area
Reservation
Service Charge
Signature Dishes
Ayam Goreng Tulang Lunak Krecek Opor Ayam Sayur Asem
Review (1)
Hai OpenRicers, kemana aja nih weekend ini? Pasti lagi sibuk cari tempat makan baru deh. Kalo saya sih hari ini dirumah aja...sediih soalnya harus jagain rumah. Tapi senengnya pas papa mama baru pulang dari selametan sodara saya, mereka bawain Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani S. Waaw...waaaw....ada makanan baru mata saya langsung hijau nih hehehe....Agak penasaran karena saya baru kali ini mendengar ada ayam goreng tulang lunak ini. Langsung saja saya membuka isi kotaknya yang super eye catching. Kotak makanannya sendiri berbentuk persegi panjang dengan warna dasar hijau tua dan dihiasi dengan gambar menu makanan khas resto yang sudah berdiri sejak 1989 ini plus tulisan besar AGTL singakatan dari Ayam Goreng Tulang Lunak.Di sudut kanan atas kotaknya malah ada foto si Nyonya Nani S. wah jadi inget foto si Nyonya Meneer nih hahaha! Yang lebih unik lagi di sudut sebelah kirinya ada tulisan-tulisan seperti Trans TV, Global TV, Majalah Pengusaha, dll. Hmmm sepertinya ini ayam goreng sudah terkenal banget deh buktinya sudah banyak media yang meliputnya. Okay kalo begitu kita buktikan saja apakah makanannya secantik tampilan kotaknya. Pas saya buka kotak di dalamnya berisi paket ayam tulang lunak yang lengkap. Uniknya per lauknya itu dibungkus satu-satu dengan kotak plastik lagi. Isinya diantaranya:NasiAyam Tulang Lunak (2 pieces/box)KrecekTahu dan Tempe BacemLalapanSambalPisangWuiih...lengkap aja ini isi nasi kotaknya. Ayamnya aja kalo dihitung-hitung jadi 4 potong per kotak. Berhubung banyak banget lauknya, akhirnya saya keluarkan saja isinya biar puas ngeliatin dan makannya hehehe...Ini dia isinya setelah saya piringkan....Kemudian saya mulai mencicipi satu persatu makanannya. Mulai dari ayam tulang lunaknya. Ayamnya sendiri dibakar setengah matang. Tekstur dagingnya memang sangat lunak namun nggak sampai ke tulangnya. Tekstur ayam tulang lunak pada umumnya harusnya tulangnya benar-benar lunak sampai bisa dikunyah dan ditelan dengan baik. Namun, sayang tulangnya tidak terlalu lunak. Masih ada bagian yang keras. Bumbu kecap yang menyatu dengan bau bakaran sangat tercium saat bagian dalam daging dibuka. Saat dimakan pun sangat terasa manis kecap meresap ke dalamnya. Namun, semakin saya preteli dagingnya sampai dalam saya baru menyadari kalau dagingnya agak basah. Hmmm....jadinya kayak benyek gitu dan berair dan agak sedikit bau asam. Wah, saya nggak ngerti nih kenapa bisa seperti ini. Mungkin mereka terlalu lama mengkukusnya atau kebanyakan air. Untuk tempe dan tahu bacemnya sih lumayan enak. Tekstur tahu dan tempenya sendiri cukup lunak. Bumbu bacemnya pun sangat terasa sekali sampai ke dalam daging tahu dan tempenya. Kreceknya pun standar seperti krecek pada umumnya. Berisikan kacang kedele sangrai dan kerupuk kulit dan ada sedikit nangka gudegnya. Tumben nih krecek ama gudeg dijadiin satu, biasanya terpisah.Sambal merahnya nampol lah. Pedesnya pas. Enak buat makan lalapan mentimun, selada dan kemanginya. Untuyk harganya sendiri, paket menu nasi boks dibanderol dengan harga mulai dari Rp.18.000/boks. Jika nasinya diganti dengan nasi uduk hanya perlu menambah Rp1000 saja. So, buat kamu yang penasaran seperti apa ayam tulang lunak Ny. Nani S. ini langsung aja kunjungi resto-resto mereka yang ada di beberapa tempat seperti Kalimalang dan Rawamangun.(+) Hmmm...buat saya dari segi tampilan kotak makan sih ayam tulang lunak ini berhasil menggugah selera orang untuk nyobain ayam ini. Porsinya pun cukup banyak. Sangat mengeyangkan untuk ukuran nasi kotak.(-) Sayangnya, rasa ayam tulang lunak yang digembor-gemborkan sejak 1989 itu tak seenak yang digambar. Ayamnya yang basah dan benyek membuat penikmat ayam seperti ini pasti bertanya-tanya dan kemungkinan bisa meninggalkan menu ini dan mencari resto sejenis yang menyediakan ayam tulang lunak yang sebenarnya. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)