0
2
0
Telephone
(021) 970001947
(021) 33379775
(021) 6680064
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 21:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (3)
Level4 2013-12-30
76 views
Saya membeli 2 buah voucher dari disdus untuk makan porsi berempat di Ayam Penyet Ria ini. Karena pengalaman sebelumnya yang cukup berkesan dan keluarga saya menyukainya, maka saya pun membeli 2 voucher supaya kami bisa makan sampai puas. Tapi sayangnya pelayanan untuk kunjungan kami yang kedua ini cukup buruk dan menghapus kesan baik dari yang pertama.. Berawal dari kesulitan reservasi melalui telepon, karena pihak resto mengharuskan reservasi dulu 2 hari sebelum datang. Papa saya mencoba reservasi 1 hari sebelumnya, lalu ditolak. Kemudian minggu berikutnya kami mencoba lagi, kali ini 2 hari sebelumnya, ternyata tetap ditolak karena alasan sudah penuh hingga 2 minggu ke depan. Jadilah kami mendapat tempat pada hari minggu kemarin tanggal 15 des. Ketika kami datang, ternyata restonya tidak terlalu ramai. Masih banyak meja kosong, meski beberapa waktu kemudian memang banyak yang datang tapi kebanyakan take away kok. Nah tidak seperti sebelumnya dimana banyak pelayan yang siaga bahkan sampai membukakan pintu untuk pengunjung, kali ini restonya 'sepi' pelayan. Hanya ada 2 waiter dan 1 kasir yang berjaga, mereka pun sering menghilang di dapur sehingga banyak meja yang belum dibersihkan dan deringan telpon tidak ada yang mengangkat. Untunglah kami dilayani cukup cepat oleh waiter yang memberikan voucher ke kasir. Kasirnya inilah yang menurut saya sangat tidak ramah. Karena memiliki 2 voucher, mama saya berinisiatif untuk menukar 1 voucher dulu sehingga meja kami tidak terlalu penuh. Karena hanya mendapat menu utama dan nasi, maka kami pun memesan menu tambahan yaitu sayur asem. Ketika melihat botol minum kami di meja sang kasir mengancam bahwa voucher kami tidak akan berlaku jika kami minum dari bawaan kami, bahkan ia menunjuk ke cctv di pojok ruangan. Saya merasa jengkel sekali, dan kami pun terpaksa memesan minuman. Memang kami salah ya, tapi caranya melarang kami membuat saya merasa tidak nyaman Waktu menunggu pesanan datang lama banget, ada setengah jam lebih. Papa saya pun buru-buru memanggil waiter untuk menukarkan voucher kedua karena ternyata waktu menunggunya lama sekali. Sang kasir pun mengomel dan mengatakan pesanan kami yang kedua akan dibiarkan dulu sampai tamu yang lain terlayani. Sepertinya karena overload si kasir ini jadi agak emosian. Mana pesanan kami salah dicatat lagi.. Uugh karena uda terjebak disana saya cuma sabar aja deh Berikut pesanan kami:1. ayam penyet Ayamnya seperti biasa enak. Digoreng kering dan bumbunya cukup meresap ke dalam daging sehingga terasa gurih. Ukurannya sih sedang ya, pas lah dimakan sendirian. 2. lele penyet Saya baru mencoba lelenya kali ini. Ternyata besar loh ikannya. Menikmati 1 ekor lele ini cukup memuaskan. Dagingnya lembut dan tidak berbau. Digorengnya tidak terlalu kering ya, jadi dagingnya cukup juicy tapi uda matang kok.3. Nasi putihSaya merasa nasinya agak berbau sabun mungkin wadah memasaknya belum dicuci bersih nih. Kali ini nasinya agak keras dan tidak pulen.4. LalapanKolnya mengecewakan karena uda layu. Untunglah daun kemanginya masih ok. 5. SambalKali ini sambalnya ga enak karena terasa sedikit gosong dan uda kelamaan. Setelah mencicipi sedikit kami terpaksa meninggalkan sambalnya. 5. Tahu & tempe penyetTahu dan tempenya ok, digoreng kering dan terasa enak. Sayang potongan tempenya kecil.Untuk tambahan di luar voucher kami memesan:1. Sayur asem 8rbSemangkok sayur asem yang isinya ada kacang panjang, kol, kacang, jagung, dll. Rasa asemnya pas, isiannya pun cukup banyak.2. Es kacang hijau 12rbIni papa saya yang pesan belakangan, tapi bisa cepat diantarkan Kacang hijaunya dimasak santan dan gula jawa, lalu diberi es serut. Agak kemanisan ya, tapi segar juga setelah makan yang goreng-goreng. 3. Teh tawar 4rbDemikianlah kami menghabiskan waktu 1 setengah jam menunggu hingga pesanan voucher kedua keluar. Setelah meninggalkan restoran ini saya merasa perut cukup kenyang dan puas, tapi enggak deh buat datang lagi. Selain faktor makanan, pelayanan juga sangat penting buat menjaga kenyamanan pelanggan.. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-11-23
45 views
Adalah request mama yang ingin mencoba ayam penyet Ria yang terletak di Muara Karang ini karena ayam penyet adalah salah satu menu favorit beliau. Tempatnya cukup luas dan saya rasa bisa menampung hingga beberapa puluh set meja dan kursi. Namun waktu itu sepi sekali mungkin hanya 3-4 meja saja yang isi, padahal waktu itu jam makan malam. Suasana ruangannya cukup terang. Meja dan kursi tertata rapi dan bersih. Kami pun memesan menu andalannya yaitu ayam penyet disertai dengan kremesnya dan juga nasi putih serta tahu tempe goreng dan lalapan + sambal sebagai pelengkap. Menurut saya ayam gorengnya agak kurang fresh dan seperti sudah lama menginap di dapur . Agak berbau. Namun karena kremesnya banyak dan gurih sekali jadi rasanya masih tertolong. Menurut saya sayang sekali karena ini adalah menu andalan Ria.Untuk tahu tempenya cukup enak dan fresh. Kami pun makan lahap beserta dengan lalapan dan sambal. Ya, sambal uleknya cukup nikmat dan pedasnya oke banget. Mungkin ini juga yang menjadi penyelamat makan malam kami. Akhirnya mama juga memesan ikan mujair penyet goreng karena ayamnya kurang memuaskan. Ukuran ikannya cukup kecil dan akhirnya kami pun melahap habis ikannya dalam sekejap. Nah kalau ikannya cukup fresh Sebagai penutup, kami memesan es teler. Es teler ini berisikan alpukat, nangka, kelapa muda serta sirup dan es batu. Sangat menyegarkan dan porsinya pas untuk per orang. Sedangkan papa memesan es kelapa muda. Kesimpulannya, kami agak kecewa karena ayam penyetnya kurang fresh, namun untuk menu lainnya tidak masalah. Mungkin Ria harus lebih mengontrol kualitas makanannya sehingga tidak hanya harganya murah, kesan yang didapat pun bisa meriah continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)