14
3
0
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Method
Cash / Tunai Debit Card
Other Info
Delivery Service
Parking Area
Review (18)
Level4 2013-09-19
211 views
Bebek itu memang cukup istimewa yah selain ayam dan juga beef untuk saya sendiri. Saya sebagai orang yang juga tinggal di Bangkalan tentu saja sangat familiar dengan bebek. Mulai dari olahan bebek goreng sampai bebek bumbu. Maka dari itu saya suka dengan yang namanya nasi bebek. Saya meluncur ke Bebek Goreng H. Slamet.Saya ke tempat ini ya jelas untuk makan nasi bebeknya yah, hehe. Tempatnya ini ada di Jl. Raya Pluit Permai, Pluit. Gak terlalu susah kok buat nemuin tempat ini. Tempatnya juga cukup oke serta nyaman. Pembelinya cukup banyak. Saya sih merasa pelayannya bekerja dengan cukup baik serta telaten. Kebersihannya juga cukup bersih, jangan khawatir.Untuk pesanan saya saat itu adalan nasi bebeknya. Untuk bebeknya ini di goreng yah dengan cukup baik dan juga kering luarnya. Untuk bebeknya ini ternyata cukup besar juga yah ukurannya. Selain itu juga empuk dagingnya. Untuk rasanya ini ada rasa asin dan juga gurih yah di bebeknya ini. Tenang aja kok karena bebeknya ini gak berasa aneh kok, adanya itu enak dan juga bikin nagih. Saya makan dengan sambelnya yang ternyata ini pedes banget yah. Nampol dan juga nyonyos gitu deh saat dimakan. Saya suka pedes jadi saya suka banget dengan sambelnya ini. Dicolek dengan daging bebeknya jadi makin uye deh pokoknya. Saya makan dengan nasinya supaya jadi lebih kenyang. Untuk minumannya sih saya pesan teh manis supaya bisa menghilangkan haus.Rasa bebek di Bebek Goreng H. Slamet ini memang enak yah rasanya. Selain itu bebeknya yang empuk dan juga cukup tasty ini yang bikin saya kangen. Soal sambelnya mah cukup jawara yah pedesnya. Harganya sih udah oke kalau menurut saya. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-08-25
154 views
Lagi pengen makan yang pedes, pas lewat sekitar Pluit, liat warung makan H. Slamet yang posisinya ada dikiri jalan dari arah Muara Karang, icon spesial semua berwarna hijau.Nasi, ayam goreng dada, lalapanNasi Rp 5.000Ayam goreng dada Rp 17.000Nama restonya memang khas bebek, tapi gw pengen cobain ayamnya, ayam yang dipake kalasan, di goreng garing, dan empuk pastinya, sambal yang dipake namanya sambal korek, jadi proses buatnya di tumbuk trus di goreng, pedes banget ini sambal, cocok buat ayam goreng dan nasi panas. Lalapannya sendiri unik menurut gw, biasa kan selada ya, ini pake daun singkong rebus, kol dan timun, segar dan cocok juga ternyata.Menu tersedia continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-04-03
57 views
Bebek Goreng H. Slamet ini banyak sekali di jumpai di Jakarta, tetapi mereka tidak memiliki hubungan satu dengan yang lain. Entah tempat makan mana yang merupakan yang asli milik H. Slamet sebenarnya. Karena kebesaran nama H. Slamet ini lah yang membuat saya penasaran untuk mencoba bebek goreng, tempat makan yang berada tepat diseberang Pluit Village ini.Menu yang disajikan adalah masakan bebek yang bervariatif. Tapi saya lebih tertarik dengan bebek gorengnya. Bebek goreng disini digoreng dengan bumbu kunyit sehingga aroma dan warnanya sangat menggiurkan. Untuk tingkat kerenyahannya tidak terlalu garing banget sehingga saya masih bisa merasakan dagingnya. Tetapi jika pengunjung ingin bebek goreng yang super renyah maka bisa memilih menu bebek remuk, bebek digoreng hingga benar-benar garing sekali bahkan tulangnya pun bisa dimakan. Bebek goreng ini selalu dilengkapi dengan sambal yang lumayan terasa pedas. Secara keseluruhan saya menyukai bebek goreng H. SlametPelayanan Bebek Goreng H. Slamet ini sangat baik dan ramah, mereka dapat dengan cepat menjelaskan menunya. Penyajian makanannya pun tidak lama. Untuk kebersihannya sangat terjaga baik sekali. Walaupun ruangan tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan, tetapi ruangan tetap terasa adem sekali, dan pengunjung dapat makan dengan santai tanpa perlu takut makanannya menjadi cepat dingin. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-01-08
33 views
Pulang jalan-jalan pagi kemaren mendadak laper dan bingung mau makan apa, maka pilihan yang paling pas kalo sedang laper dan pengen makan banyak adalah si bebek slamet ini. Udah terkenal dimana-mana sehingga setau gw tempatnya emang rame. Tapi ternyata pas datang sekitar jam 10an mereka belum siap dan harus menunggu sebentar ya.Karyawannya sebenernya ada banyak karena restoranya itu yang juga besar banget ya. Makanya emang seharusnya mereka udah siap dari agak pagian sih. Tapi untungnya emang makanan cuman digoreng doang di sini rata2 sehingga kemarin bungkus pun cuman perlu menunggu sebentar doang sambil duduk2 di restorannya ya.Menu yang dijual di sini emang terutama adalah si bebek gorengnya tersebut ya. Variasinya ada banyak banget seperti misalnya ada yang bebek kremes, ato yang sambal ijo gitu ya. Tapi kalo gw sih biasanya lebih suka membeli yang biasa aja. Rasa daging bebek di sini tuh agak beda dengan di restoran lain katanya ya. Soalnya kayaknya bebeknya itu polos nggak diberikan bumbu apa2, tapi rasanya udah asin dan gurih banget tanpa perlu diberikan bumbu apapun lagi ya. Nah tinggal setelah itu nanti makannya harus dicocol dengan sambal lagi supaya rasanya itu menjadi enak ya. Sambal di bebek slamet ini rasanya pedas loh jadi jangan nekat coba2 kalo yang gak terlalu doyan dengan rasa sambal pedas. Trus untuk ukuran bebeknya sendiri menurut gw sih udah cukup besar kelihatannya. Daging bebeknya juga banyak kok. Untuk menu sampingan selain bisa memesan bebek gorengnya juga bisa menambahkan ayam goreng, sayur asem, dan berbagai menu lainnya ya. Kalo untuk harga makanan di bebek slamet ini sendiri menurut gw nggak terlalu mahal dan masih termasuk pasaran harga bebek di jakarta lah ya. Kalo harga ayamnya sendiri lebih murah daripada bebek pastinya sih ya. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-09-28
38 views
Sehabis berjalan jalan di mall pluit village aku pun mencari makanan untuk menu makan malamku.dan kebetulan di depan mall pluit village ini ada rumah makan yang bernama Bebek goreng H. Slamet.Rumah makan bebek goreng H. Slamet ini tempatnya cukup besar.dan yang menjadi kekurangan tempat makan ini tidak ada tersedia fasilitas acnya,dan saat aku datang makan di tempat makan ini sedang dalam keadaan ramai ramainya,namun udara di dalam ruangan ini tidak terasa panas,karena ada angin yang bertiup ke tempat makan ini.dan untuk cat dinding tembok restoran ini sangat berciri khas sekali dengan warna hijau.dan di restoran ini tersedia tempat makan lesehannya juga,jadi kita bisa duduk bersila makan di tempat makan bebek goreng H. Slamet ini.dan rumah makan ini pun sangat kental dengan nuansa ornamen kayu kayunya dan bisa dibilang design rumah makan ini sangat tradisional.Karena rumah makan ini menu andalannya adalah bebek goreng,maka aku pun memesan menu nasi bebek gorengnya,dan aku juga makan tempe mendoannya.dan yang khas di rumah makan ini adalah menu yang aku pesan ini dihidangkannya dengan menggunakan nampan kayu dan setelah itu diatasnya ada bungkusan nasi dan daun pisang nya.dan untuk menu bebek goreng yang aku pesan ini,rasa bebek gorengnya sangat renyah untuk kulit bebek gorengnya dan untuk dagingnya pun tidak berasa keras,dan aku makannya dengan sambal dan kecap manis sangat enak terasa.dan untuk tempe mendoannya juga pas tingkat kematangannya.Jadi menurut aku kuliner aku di tempat makan bebek goreng ini sangat membuat aku senang dengan rasa bebek gorengnya.aku sengaja dari mall,aku tidak makan didalam mall.karena waktu itu aku lagi bosan dengan menu makanan yang ada di mall.dan aku sedang mencari tempat makan indonesian food.dan akhirnya pilihanku pada rumah makan bebek goreng Haji Slamet ini sangat pas sekali dengan selera lidahku. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)