4
0
1
All Branches (2)
Telephone
(021) 7664308
Good For
Dating / Couple
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-23:00
Payment Methods
Visa Master Cash / Tunai Debit Card
Number of Seats
50
Other Info
Delivery Service
Wi-Fi
Parking Area
Reservation
Service Charge
Open Till Late
Signature Dishes
Beef Fillet Escargot Grilled Steak Lasagna Spinach Smoked Beef
Review (5)
Level4 2013-08-17
205 views
Boka buka pada saat saya datang makan kesini pada saat itu sedang dalam keadaan yang cukup ramai pada saat itu dan saya pun segera mencari bangku nya yang kosong dan setelah itu saya pun melihat menu makanan yang ada di resto ini dan setelah itu saya pun tertarik kepada suatu meu yag ada disini...Dan menu tersebut adalah :Chicken with union butter adalah menu yang saya pesan ketika itu dan pada menu yang saya pesan ini sudah gak ada tulang nya lagi dan pada daging ayam nya diberi taburan bumbu union butter nya dan ada juga taburan bawang bombay yang telah diberi bumbu kecapnya dan pas saya melahap menu ini saya pun cukup puas dengan rasanya..Creamy soup yang saya pesan di tempat makan ini disajikan dengan porsi yang berukuran sedang dan tampiran dari menu yanng saya pesan ini bisa dikatakan cukup creamy soupnya dan pas saya sruput rasa dari kuah soupya pun cukup berasa lezat dan nikmat sekali rasanya dan saya pun sangat menyukai menu yang saya pesan ini...Lemon squash adalah minuman yan saya pesan ketika itu dan pada minuman yang saya pesan ini cukup sangat bersoda banget rasanya dan ada juga rasa asem dan manis jeruk lemon nya yang cukup berasa menyegarkan banget rasanya...dan minuman yang saya pesan ini pun cukup membuat saya merasa terpuaskan.... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2013-07-09
159 views
Sudah lama saya mengetahui keberadaan BokaBuka French Restaurant karena lokasinya dekat rumah, tetapi belum sekali pun mampir. Mengapa? Karena saya agak terintimidasi dengan embel-embel "French Restaurant" yang identik dengan escargot, and I won't eat snail, ever! BokaBuka berlokasi di daerah Cipete, Jakarta Selatan, tepatnya di jalan Cipete Raya yang menghubungkan antara jalan Fatmawati dengan jalan Pangeran Antasari. Dahulu jalan ini belum seramai sekarang dan jarang ada restoran, berbeda sekali dengan sekarang dimana restoran berderet-deret di kiri-kanan sepanjang jalan, dari yang berupa kedai kecil hingga restoran franchise internasional pun ada. BokaBuka sendiri awalnya hanya menempati satu kapling kecil dengan dua lantai yang menyerupai bangunan ruko. Saya memang belum pernah masuk ke dalamnya, tapi jika saya lewat di malam hari terlihat dari luar resto ini suasananya nyaman dan berkesan romantis. Kini BokaBuka sudah pindah menempati lokasi baru yang hanya di seberang tempat lamanya. Areanya tentu lebih luas dan berbentuk rumah bukan bangunan ruko lagi. Memasuki resto, terasa seperti di sebuah rumah lama bergaya klasik dengan meja dan kursi makan terbuat dari kayu berwarna gelap serta beberapa pernik etnik menghiasi ruangan. Masih terlihat jelas pembagian ruangan-ruangan asalnya seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar, bahkan kamar mandinya masih tetap dibiarkan seperti semula yaitu satu kamar mandi luas hanya ada satu kloset duduk, lengkap dengan shower cubicle. Terbayang kalau resto ini sedang ramai bisa-bisa antrian toiletnya panjang nih. Ketika berjalan menuju toilet, ada yang menarik di dinding sebelah kiri lorong yaitu dua jendela kaca besar yang telah dimodifikasi menjadi rak kaca besar penuh berisi botol-botol minuman keras terpajang rapi. Entah botol-botol itu hanya sekedar pajangan saja atau benar-benar penyimpanan botol minuman keras yang masih dijual. Sudut itu menjadi makin menarik karena kedua rak dipisahkan dinding bercat merah darah dengan lukisan hitam putih, ditambah efek pencahayaan dari taman yang masuk melalui kaca menjadikan botol-botol minuman terlihat "glowing". Cantik!Saya suka taman belakangnya yang mengingatkan suasana di Bali dengan kolam dan banyak tanaman. Jika datang di siang hari sepertinya akan terasa adem duduk-duduk santai di tengah halaman asri dan suara gemericik air, tapi kalau sudah gelap begini sih adanya diserbu nyamuk. Antara ruangan dalam dengan taman dihubungkan oleh pintu kaca, dan tepat kita membuka pintu ada 2 patung bebek dengan ekspresi dan pose yang lucu, diletakkan di bagian bawah kiri dan kanan.. sayangnya tidak bisa saya foto karena terlalu gelap. Ada satu lagi ornamen yang menarik perhatian saya, yaitu papan catur yang ditempatkan di tengah-tengah ruangan dalam. Papan caturnya terbuat dari kayu berbingkai ukiran ornamen klasik, dan bidaknya unik berbentuk tokoh wayang Jawa. Unik juga sebuah resto Perancis didekor dengan sentuhan interior Indonesia.Kami para "tukang makan" yang diundang ditempatkan di private room tak berpintu yang saya duga tadinya adalah kamar tidur karena letaknya agak di belakang. Ruangannya cukup ideal untuk 10-12 orang, dan bersebelahan langsung dengan area bar/service tempat makanan keluar. Sambil menunggu OpenRicers yang belum sampai, kami disuguhkan ice tea. Tidak ada masalah dengan minumannya, hanya waitress yang menyajikannya sama sekali tidak ada basa-basi ramah, hanya datang, meletakkan minuman-minuman di meja (sekalipun mejanya belum ditempati) kemudian berlalu begitu saja. Kesan pertama yang kurang baik. Sepanjang kami menunggu pun tidak ada pihak resto yang menemui kami untuk sekedar berbincang atau menyapa, padahal resto sedang sepi tidak ada satu pun tamu lain. Ketika akhirnya acara dimulai dengan dikeluarkannya menu pertama, yang menjelaskan tentang makanan sekaligus menceritakan sedikit latar belakang BokaBuka adalah asisten chef-nya. Resto ini dibuka pada tahun 2002 oleh ownernya yang berkebangsaan Perancis dan istrinya orang Indonesia (tidak mengherankan jika interiornya bergaya Indonesia). Mereka mempunyai teman seorang chef asal Perancis bernama Chantal, yang kemudian dipercaya sebagai head chef BokaBuka. Tahun ini BokaBuka juga membuka cabang di tempat yang sedang 'hitz' di Jakarta Selatan yaitu Street Gallery Pondok Indah Mall. Untuk arti nama BokaBuka diambil dari bahasa Spanyol yaitu boca yang berarti mulut. Arti ini juga diimplementasikan ke logo BokaBuka berupa empat kotak bergambar mulut, bibir, sendok dan garpu.DrinkIce Tea (IDR 17k)Es teh dengan gula cair yang terpisah sehingga kita bebas menentukan kadar manisnya.FoodsBokaBuka Salad (IDR 55k)Merupakan salah satu signature dish yang sudah ada sejak awal resto ini buka hingga sekarang. Porsinya tidak terlalu besar, satu porsi maksimal hanya untuk di-share berdua. Saladnya berisi lettuce, brokoli, kentang, apel, anggur red globe, potongan smoked beef, dan daun bawang dirajang halus. Dressingnya terbuat dari white vinegar, madu, dan mustard yang dicampur oregano, garam, dan black pepper. Salad berempah ini agak aneh rasanya bagi saya, tidak match antara campuran buah yang manis dengan aroma rempah. Jika salad sayuran saja dicampur rempah masih enak, atau salad sayuran dicampur buah saya suka, tapi kalau dicampur semuanya seperti ini rasanya justru "bertabrakan". Satu hal lagi, mungkin kalau potongan smoked beef-nya digoreng sampai agak kering akan lebih enak dan ada kombinasi tekstur pada salad ini.Cream of Pumpkin Soup (IDR 30k)Terbuat dari labu parang dan labu kabocha yang dicampur dengan puree kentang sebagai pengikat agar supnya tidak terlalu encer/cair. Bumbunya sendiri sederhana saja hanya dengan bayleaves dan lada-garam. Penyajiannya sangat sederhana tanpa garnish apa pun, hanya dituangi sedikit cream di tengah sup. Rasa labunya cukup kuat, sedikit creamy setelah cream di tengah itu dicampur merata dengan supnya. Overall sup ini biasa saja, 'flat' dan tidak istimewa.Chicken with Onion Butter (IDR 80k)Fillet dada ayam dimarinasi dengan kikkoman sauce lalu di-pan fried, disajikan dengan onion butter bersama side dish potato gratin dan sayuran rebus. Fillet ayamnya enak, terasa asin, gurih, dan cukup meresap marinasinya.. tapi sayang sekali ada bagian yang belum matang. Sayalah yang kurang beruntung mendapatkan bagian daging yang masih berwarna pink itu, dan cukup banyak jumlahnya kira-kira sepertiga dari potongan fillet yang saya ambil. Saya pun bertanya ke teman di kiri-kanan untuk memastikan daging itu benar tidak matang, bukan hanya saya yang salah lihat dan semuanya sependapat kalau itu memang tidak matang. Onion butter cukup baik karena caramelized onion-nya tidak sampai gosong, hanya mungkin butter yang digunakan terlalu banyak sehingga banyak minyak di dasar piring. Sayuran berupa buncis dan wortel rebus tergolong overcooked karena warnanya sudah agak pucat dan wortelnya patah ketika ditusuk garpu. Satu-satunya komponen yang paling enak di piring ini justru potato gratin. Potongan kentangnya cukup tipis merata sehingga semuanya matang, juga cream diantara layer-layer kentang itu terasa pas baik dari rasa dan jumlahnya.Beef Fillet with Mushroom Sauce (IDR 98k)Grilled tenderloin (160 gr) yang dimarinasi dengan lada garam, disajikan dengan mushroom sauce dan side dish potato gratin dan sayuran rebus. Ketika kami menanyakan jenis daging yang dipakai, sang asisten chef menjawab ini adalah australian beef, tetapi kami semua meragukannya. Daging yang kami makan cukup alot, tidak juicy sama sekali untuk daging yang katanya dimasak pada tingkat kematangan medium-well. Bahkan beberapa teman yang gemar makan daging berpendapat bahwa ini seperti daging rendang biasa, bukan daging untuk steak. Mushroom sauce yang memakai white wine terasa cukup creamy, tetapi malah tidak bercita rasa jamur, hanya terdapat beberapa potongan tipis jamur saja. Sayuran rebus masih sama overcooked seperti di menu ayam sebelumnya, dan potato gratin tetap jadi juara. Mungkin sebaiknya potato gratin ini dibuat jadi satu menu tersendiri saja, karena rasanya memang enak dan pas, jauh lebih baik dari makanan utamanya.DessertDame Bruxelles (IDR 40k)Arti namanya adalah "Lady Brussel", merupakan menu dessert spesial di sini. Terdiri dari Belgian waffle dengan satu scoop es krim vanilla, siraman saus coklat, dan taburan icing sugar. Wafflenya enak karena tidak terlalu tebal, empuk, dan agak sedikit crispy di bagian luarnya. Waffle yang masih hangat cocok dimakan dengan ice cream yang dingin, berpadu dengan manisnya saus coklat. Meskipun hampir semua komponennya manis, masih ada rasa asin gurih dari waffle sehingga keseluruhan rasanya balance. Dari semua menu yang di cicipi hari ini, dessert merupakan penutup terbaik tanpa cela diantara semua menu.Selain pelayanan yang kurang ramah, kami semua cukup heran dengan lamanya makanan keluar dari dapur padahal resto sedang sepi, ragam menu yang disediakan juga tidak banyak (2 appetizer, 2 main course, dan 1 dessert, masing-masing hanya 1 atau 2 porsi saja), dan kedatangan kami tentunya sudah dikonfirmasi terlebih dahulu. Jika resto ini memang well prepared dan cara kerja dapurnya profesional, rasanya tidak perlu waktu sekian lama untuk memasak semua hidangan. Di akhir acara, tidak ada penutupan dari pihak resto sama sekali. Sang asisten chef tidak keluar lagi menemui kami untuk menanyakan kesan atau masukan mengenai makanannya, padahal resto tetap sedang sepi seperti ketika kami datang tadi. Saya yang semula ingin komplain mengenai daging ayam tidak matang tadi pun jadi mengurungkan niat. Bahkan untuk komplain ke waitress yang membereskan piring makan saya pun sudah malas karena sikap tidak ramah mereka. Ternyata, baik-buruknya kualitas makanan dan pelayanan suatu resto tidak bisa diukur dari lamanya masa operasional mereka. Dan, maaf, rupanya BokaBuka merupakan salah satu contoh yang kurang baik buat saya. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2012-08-16
102 views
Sebelum review, f e v o r i t ^e^ mengucapkan:”Selamat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1433H, Mohon Maaf Lahir Batin”Hello OpenRicers, kali ini fevorite ada dibilangan yang super macet, Cipete hehe, kalau OpenRicers datang ke daerah ini jam pulang kerja mending mampir dulu deh di restoran ala perancis yang bernama Boka Buka. Disini fevorite menjumpai sebuah suasana yang snagat homey, tempatnya yang ditataletakkan bergaya rumah eropa ini bikin nyaman. Ada juga mini bar dibelakang resto ini. Nah fevorite akhirnya pesan pasta, ini dia reviewnya. Menunya. Untuk namanya Chicken Macaroni, sebuah olahan sebuah pasta kering yang lumayan enak. fevorite sempat kecewa karena pastanya tidak creamy tapi tetp enak kok dengan paduan jamur dan potong ayam dadu yang meresap bumbunya. Rasa macaroninya juga seru dimulut, sensasi rasa yang berbeda dengan pasta biasanya. Kalau OpenRicers suka olahan pasta seperti agli olio, pasti suka dengan bumbu pasta yang satu ini. Sedap deh rasanya!Suasananya. Suasana sebenarnya sudah dijelaskan sedikit di atas. Tempatnya yang sedikit remang sangat nyaman buat berkonsentrasi sama kerjaan, atau juga buat nenangin diri dari kemacetan diluar. Pelayanannya yang baik juga menjadi prioritas utama , karena waktu fevorite kesini dari ujung pintu depan hingga keluar disalami dengan senyuman yang manis. Untuk kebersihan tentu sangat dijaga rapi terlihat setiap meja sudah siap dengan kain untuk tatakan makan dan piringnya yang rapi. Buat harganya nih mungkin terlalu tinggi buat kantong fevorite, hehe dan ternyata memang dipatok harga segitu karena dulunya tempat ini sering di datangi oleh para eksmud dan kolega ownernya yang berkebangsaan asing jadi banyak juga ekspatriat yang datang kesiini. Seru deh makan disini bikin nyaman dan asyik buat curhat Salam Kenyang,f e v o r i t ^e^ continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level1 2011-10-26
82 views
mao share juga nih..Pas ak b'day.. Yynk ku jemput ak ke kantor n ngajak ak dinner di Resto Prancis (memang uda lama ak kepengen escargot)..Awal perjalan an sih, ampun dhe... macett boo..secara, kantor ku dari Karawaci.. kerasa jauh n macet jadi nya..Pas nyampe di daerah Cipete nya, sempet nyari-nyari sih Resto nya.. tapi akhir nya ketemu..And, gitu turun n masuk Resto nya.. worth it dhe lama2 di mbim nya gara2 tuh macet..Tempat nya enak... Suasana nya bener2 romantis banget (padahal ayank ku jarang lho bisa begini, jadi terharu.. Trs ngga lama kita order.. waiter an nya ramah dan sopan.. kita order:buat Yynk kubuat akSelama kita nunggu, kita sempet foto-foto tuh.. Ngga lama, kita disuguhin minuman pembuka.. rasa nya sih ak kaga doyan, kaya nano-nano boo...tapi, ayank ku doyan tuh.. jadi dy yg abisin dhe.. hohohoKita juga dikasih pembuka (roti pake bulet2 apa gitu --> gretong n refill )Nah, Hidangan utama kesukaan Kami dateng.. Escargooolangsung Kita abis in dhe..Lalu lanjut lagi pesenan Kami masing2..Ngga kerasa, uda semua abis n kenyang..Wahh.. bener2 Unforgettable Moment dhe...Makan an nya enak.. Pelayan an nya ok.. and, With My Hunny on My special day..plus... yang bener2 bikin mantab, dari awal ampe akhir kita mamam.. cuma ada Kami berdua di Resto itu..Sepi mgkn krn weekday..Recommend banged dhe.. Makacih Ayank Q.. :*Thanks BokaBuka continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2010-04-29
66 views
hohoho..Halo salam kenal , gw mau cerita pengalaman gw di Boka Buka.Boka Buka itu resto ala Prancis yang ada di daerah Cipete. Gw tau resto ini dari cewe gw, karena dia ngajakin makan escargot disini . Tempatnya cukup jauh buat gw, karena dari kebon jeruk ke cipete agak macet (apalagi waktu itu jam pulang kantor, naik mobil pula ). Karena takut penuh, kami resevarsi dulu via telpon.Hohoho.. untuk pelayanan customer servis nya sewaktu telpon menyenangkan, karena disamping gw resevasi, gw juga tanya patokan jalan ke restonya (jelas arah yang diberikan) . Lalu, setelah sampai pun, tempat parkirnya cukup luas.Hmmmm.. sewaktu datang, saya bingung karena Boka Buka ada 2 tempat (sebrang - sebrangan), spontan saya tanya sama pelayannya. Dan ternyata Boka Buka tu memperbesar restonya (jadi ada 2 bersebrangan, ada yang resto lama dan baru). Gw milih di resto yang lama, karena menurut gw tempatnya lebih romantis (cozy, kecil, and bergaya Prancis banget). Begitu masuk ada mini bar yang menyediakan berbagai minuman, saya pun duduk di pojokan sebelah tangga kayu kecil (mojok ma pacar )Nah saatnya pesan,Kami diberi minuman pembuka berupa Lime Squash (sloki), minumannya rasa lemon terasa banget dilidah, and tanpa es uda dingin di leher... pokoke wueeenak...Stelah itu, kami lihat - lihat menunya semua menggoda banget jadi pengen nyoba semua. Tapi karena gw kesini pengen makan Escargot (Bekicot) so buat pembuka gw pesen deh..Lalu, buat makanan utamanya, kami pesan yang pada saat itu sedang dibuat ma Chief nya (pastinya recommended banget dari Chief). Gw lupa nama pastinya apa, seinget gw tu "Black Duck with Wine" sama "Steak Kelinci" (bumbunya lupa namanya, panjang).hehehehe..Hmmmm..nda berapa lama, Escargot nya tiba... nyaaaaam... (lihat gambar), Escargot dengan bumbu ala Prancis + Garlic Bread.. Numero Uno dah...Trus, Main course nya keluar..Daging bebeknya enak dan lembut dimulut. Wine nya cukup terasa + lada nya.. lezat..trus nyobain daging kelinci punya cewe gw..Enak juga dagingnya, rasanya memang nda beda jau dengan ayam, cuma ini kerasa bedanya di bumbu (rasa nda bisa bohong, bumbu yang dipake kerasa kuat) + mash potato nya smooth di mulut..Setelah Main Course selese,kami coba dessert nya, Es Cream (lupa juga namanya) segelas (uda kenyang soalnya ). Es Cream nya lumayan buat pemanis di mulut (Lumayan, mungkin karena kekenyangan) hehehehe..Huah..selesai makan, minta bill, pulang deh..hohohoho..Pokoknya, kalo mau makan makanan Prancis yang enak and worthed, ya disini tempatnya.. Boka Buka... Wajib dicoba... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)