5
0
0
Telephone
(021) 25558963
Good For
Dating / Couple
Hang Out
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (5)
Level4 2016-06-24
64 views
service nya juga cukup bagus. Disini jual coffee juga, dan menurut temen2 ku yang pecinta dan lebih 'ngerti' coffee, coffee disini lebih 'kena' dan enak dibanding coffee di st**bucks. Karena aku lg pengen sehat (alias diet), aku memilih menu yang menurut aku lebih healthy: Smoked salmon frittata. Ini jadinya telur dibaked dengan paprika, smoked salmon, dengan rempah2/bumbu lain di pan kecil gitu dengan toasted bread as the side. Benar2 'healthy' sih menurut aku. Dapet carbs dari roti, protein dari telur dan salomn, trus ada serat nya juga. Tidak terlalu berminyak lagi.. The best part, it's healthy AND delicious! Portionnya pas untuk aku, rasanya juga gurih tp gak keasinan jadi masih bs mencium aroma2 bumbu2/paprika nya. Semuanya perfectly balanced and not overwhelming. Truly recommended! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2016-02-24
50 views
Salah satu tempat ngopi berkesan buat saya adalah Common Grounds! Walaupun berlokasi di dalam semi-mall Citywalk, tapi dia adalah salah satu tempat yang sangat ramai dikunjungi, bahkan sampai ada antrian kecil lho di depannya. Mengusung tempat bernuansa subway bawah tanah, dekorasi dari pilihan motif ubin keramiknya, sampai hiasan tulisan di dindingnya benar-benar membawa kita ke stasiun bawah tanah rasanya. Pemandangan di tengah-tengah, ada bar yang terbuka untuk para barista berkreasi dengan kopi spesial.Saya memesan Picollo. Wah, enak! Foam dan susunya tercampur secara sempurna, saya bisa menikmati kopi saya hingga tetesan terakhir tanpa rasa pahit atau sebagainya. Tempat ini juga menyuguhkan banyak pilihan makanan dengan porsi yang besar. Wah, oke sih Common Grounds, saya pasti kembali lagi untuk mencoba variasi kopinya yang lain.  continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
If Singapore has Wild Honey, Jakarta has Common Grounds! Some of you might have understood what I meant by saying this, but some might feel confused as well what their similarity is. One thing for sure, both of them are heaven for any brunch menu fanatic like me! They provide tons of distinctive dishes, which can surely give you the best dining experience for your whole day. Here, you would get a selection of brunch menu, which you would seldom find in any other similar coffee roaster. The venue was not really that spacious, but it was comfy enough. I did love their simple yet engaging design, whose concept tried to show that they really focused on coffee. You could find various coffee-related pictures as well as tools. This place was always crowded, even since early in the morning. The service was highly satisfying as well since the waiters were very friendly and responsive.Corned Beef and Potato Hash (IDR 75k)Having been drowned into confusion for quite long time (read: galau), I then hardly decided to order this Corned Beef and Hash Brown (because actually I wish I could order all of the menu and my tummy could hold them all). As you could see, it was so so rich as you could find many ingredients served on the plate. The scrambled egg was so luscious and the texture was perfectly moist. The savoury sautéed mushroom smelled so good that you couldn’t wait to try it. The baby tomatoes added the freshness element to this dish. And most importantly was the mixture of corned beef, potato hash, and sautéed garlic. Together, they have successfully become the climax part of this dish. Thanks to the chef who has come up with this brilliant idea, which has certainly pampered my taste bud. Coming as the excellent complement was the toast, making this brunch menu surely become a flawless combination of various delicious elements. Sausage (IDR 15k)Since I often thought that having brunch menu without sausage was like having something missing on the plate, so I ordered additional sausage to get the ultimate tummy prosperity moment . It had chewy texture, generous size, and definitely exceptional taste. Cafe Latte (IDR 32k)What to have for beverage? Without no doubt, it had to be coffee as Common Grounds was famous for their coffee. The presentation was impressive as the latte art was impeccable and you could clearly see the shape drawn. When it came to taste, the appearance indeed didn’t lie. It perfectly suited my expectation with the strong scent and not too acid taste. Though Common Ground was a coffee roaster, it did not only specialize at coffee, but also able to serve delightful dishes. There was no reason for not coming back and trying their other tempting dishes!Find me on: http://tummyprosperity.blogspot.comInstagram: @jessica_gaby continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2014-10-20
31 views
Common Grounds. Memiliki sejarah dari pemilik Pandava Coffee, tempat ngopi ini tak boleh dipandang sebelah mata. Seperti yang pernah saya tulis di sini: http://ow.ly/D0Nu4 memang tempat baru yang diusung Aston dan Yoshi ini kontan langsung mendapat respons positif dari semua kalangan pecinta kopi, bahkan hingga selebritis. Cukup banyak seleb yang mengunggah foto Common Grounds ke akun Instagram mereka. Dilihat sekilas saja, memang tempat ini ‘cantik’ dan sebenarnya satu hal yang disayangkan adalah karena berada di dalam indoor (mall). Jika setengahnya bisa berada secara outdoor juga, mungkin lebih kece karena ada terpaan sinar matahari sore.Cukup sudah dengan pembahasan lokasi. Sekarang, mengenai konsep dan dekorasinya. Mengusung tema seperti stasiun bawah tanah, hal tersebut bisa dilihat dari sign tanda panah yang mengacu di bawah logo Common Grounds. Dinding bernuansa putih gading nampak kontras dengan lantai keramik catur (hitam putih). Di tempat duduk bagian belakang (dekat dengan kitchen area) dindingnya berhiaskan cermin besar. Sedangkan di area depan, pengunjung bisa berinteraksi dengan para barista di area coffee bar yang mungil namun leluasa.Common Grounds juga merupakan coffee shop pertama yang memasukkan menu Egg Benedict ke dalam menu breakfast mereka lho! Kalau sekarang, akhinya menular ke beberapa coffee shop lainnya. Ada banyak menu makanan mereka yang enak! Salah satu yang saya ingat adalah yang menu Huevos Rancheros Con Rendang, satu porsi menu ini bisa membuat saya kenyang selama 7 jam! Isinya adalah fried eggs, tomato puree, mexican rice. Terdengar sederhana yah, tapi begitu disajikan di depan mata sih luar biasa loh porsinya! Telur dengan suwiran daging rendang, enak banget! Ups, tapi kali ini yang mau saya review adalah Caffe latte nya. Racikan kopinya juga ciamik lho, walaupun saya bukan penikmat kopi, but I can say that they’re coffee is great! Dan bahannya pun bahan yang berkualitas, kami pernah liat mereka racik kopi latte nya dengan susu Greenfields. Yumm! Rasanya sepadan dengan harga yang dibanderol sih, kisaran 35.000 hingga 60.000 untuk jenis kopinya. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2014-09-30
23 views
Setelah Anomali, 1/15, Pandava, Coffee Life, Tanamera, kini hadir Common Grounds yang mengusung konsep kopi "gourmet". Gerai coffee shop ini menyikap peluang pasar yang haus akan sajian kopi berkualitas. Betapa tidak, sang barista berhasil menduduki peringkat pertama pada gelaran IBC (Indonesia Barista Championship) 2014 kemarin. Ini dia pendeskripsian cita rasa house blend unggulan Common Grounds. Campuran biji kopi Toraja, Aceh, dan Ethopia ini menghasilkan rasa bright dan floral di bagian akhir. Sedikit tips, sebaiknya Anda menyeruput habis selagi masih hangat, karena dalam keadaan dingin tingkat acidity akan semakin bertambah.Terlepas dari itu, dibalut dengan bergaya minimalis, tema subway pun dipilih sebagai konsep interior. Common Grounds nampaknya ingin bermain dengan konsep yang lebih sederhana. Homey dan clean adalah sisi yang ingin ditonjolkan menurut kesan pertama yang saya tangkap. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)