2
0
0
Telephone
(021) 6280489
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Number of Seats
20
Other Info
Delivery Service
Parking Area Details
Service Charge
Review (2)
Lomia Amen Pinangsia merupakan salah satu tempat makanan yang menyajikan lomie sebagai andalannya. Tempat makan ini juga sudah lama ada dan bisa dikatakan tempat makan legendaris. Sang pemilik juga masih suka turun tangan untuk menyajikan makanan kepada costumer. Tempatnya ini sederetan dan ga jauh dari Pinangsari. Tapi Lomie Amen ini juga tidak kalah terkenal lho.Tempatnya sendiri tidak begitu besar, pada saat masuk ke dalam, kita akan melewati area yang berfungsi sebagai tempat menyajikan makanan. Kalau mau kita bisa melihat proses pembuatan makanan sebelum sampai ke meja kita. Di sini menunya hanya ada dua saja yaitu lomie dan nasi campur dengan variasi daging ayam, daging babi atau campur antara keduanya. Tapi lihat di bagian depan ada toples dan menjual kue kering ubi. Lupa nama tepatnya tapi ubi udah dibikin seperti mi dan dikasih gula merah.Servicenya sendiri cukup bagus, karena pas kita duduk akan langsung disamperin dan ditanyakan apa yang ingin kita pesan.Lomie AyamAku memilih lomie dengan dagingayam, karena takut kalau pakai daging babi terlalu heavy. Pas sebelumnya sampai meja aja, bau jeruk limaunya sudah tercium. Bikin pengen cepat – cepat disantap. Lomienya sendiri terdiri dari mie yang ukurannya cukup tebal, kangkung, tauge, daging ayam dan taburan bawang goreng. Kuahnya kental kecoklatan dan sudah diberi perasan jeruk limau dan aku suka banget, enak kuahnya. Daging ayamnya sendiri lembut dan banyak juga diberikannya.Nasi CampurPilihan dagingnya sama seperti lomie. Kalau yang namanya nasi campur harus pakai daging babi dong yah baru afdol. Pas datang porsinya cukup kecil dibandingkan nasi campur lainnya yang pernah aku makan. Di sini babinya hanya daging babi saja dan disiram saus coklat mungkin saus yang dengan yang ada di lomie. Daging babinya enak dan empuk dan dikasih banyak juga lho. Nasi campurnya menurut aku juga recommended untuk dicoba.Es Teh TawarMinuman dingin yang menyegarkan dan aku suka rasa teh di sini.ConclusionKalau ingin makan lomie yang enak bisa mampir ke Lomie Amen Pinangsia ini. Rasanya udah jaminan enak. Yang makan di sini memang banyakan orang yang sudah berumur, mungkin sekalian bernostalgia. Bahkan ada yang pas aku datang, makan 2 piring lomie seorang diri. Total damaged aku adalah 95k, es teh tawarnya 5k, sedangkan untuk lomie dan nasi campurnya mungkin 45k per porsi. Lumayan mahal juga yah, tapi gak apa – apalah, rasanya juga enak. Kalau ga enak baru mencak – mencak XP continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2014-10-23
259 views
Mengikuti "tour kuliner" bersama teman-teman yang mempunyai minat sama memang mengasyikkan dan seru, salah satunya saya bisa menyambangi sebuah restoran kecil namun legendaris di daerah Pinangsia. Ada banyak restoran atau warung yang menggunakan nama Lomie Pinangsia, namun Lomie "Amen" Pinangsia ini disebut-sebut sebagai pelopor lomie khas Pinangsia yang berkuah coklat kental bening, bukan kuah putih keruh seperti lomie pada umumnya. Di kemudian hari memang ada juga yang meniru kuah coklat seperti ini, namun jika ingin mencicipi cita rasa yang asli tentu kita harus mencoba dari pelopornya.Lomie "Amen" Pinangsia tempatnya sangat sederhana, terletak di lantai 1 dari rumah pemiliknya yang berbentuk memanjang ke belakang. Logo restoran hanya berupa spanduk yang dipasang di atas pagar depan, namun cukup eye catching dengan huruf berwarna merah di atas background kuning terang. Di sebelah kiri tulisan terdapat foto sang pemilik yaitu Bapak Amen yang juga kami temui secara langsung di restoran saat itu. Bangunannya terlihat sudah lama, tetapi di dalamnya cukup bersih dengan meja-kursi makan yang sederhana pula. Dapur tempat meracik makanan berada di bagian depan dengan pembatas kaca yang fungsinya jadi seperti etalase. Setiap pengunjung yang datang pasti akan melewati bagian dapur ini sebelum masuk dan duduk di ruang makan. Dapurnya memang tidak bisa disebut rapi ala restoran, lebih seperti dapur di rumah biasa, tetapi tergolong bersih. Sang pemilik sendiri langsung turun tangan meracik lomie pesanan customer dengan dibantu karyawan atau anggota keluarganya.Pelayanan di restoran yang dikelola oleh keluarga ini juga tidak mengecewakan. Ketika customer datang dan duduk, langsung ditanya ingin pesan makanan dan minuman apa. Tak lama setelah memesan, minuman sudah diantarkan, dan tak lama kemudian lomie pun terhidang. Baik anggota keluarga maupun karyawan semuanya sigap dan cekatan melayani customer, terlihat mereka sudah biasa melayani banyak orang saat restoran ramai.Tak perlu lama-lama memilih karena menu utama di sini hanya lomie saja, dengan pilihan memakai daging babi, ayam, atau campuran keduanya. Daging babi panggang dan ayam rebus yang akan dijadikan topping sudah tersedia di dapur, jadi jika customer ada special request ingin bagian daging tertentu bisa minta langsung saat memesan.Lomie Ayam (IDR 40k)Saya bersama beberapa teman sepakat berbagi (sharing) karena sebelumnya kami sudah makan di tempat lain sehingga "kapasitas" perut sudah berkurang. Seporsi Lomie terhidang di depan kami tanpa menunggu lama. Kami memilih topping daging ayam karena beberapa di antara kami tidak makan daging babi.Porsi lomie cukup besar berisi mie, sayuran, topping daging, dan kuah coklat bening yang terlihat kental. Bentuk mie agak tebal dan teksturnya firm, tetapi tidak terlalu kenyal -dan saya suka mie yang seperti ini. Sayuran berupa bayam dan tauge yang direbus sebentar terasa masih "crunchy" dengan tingkat kematangan yang pas. Topping daging ayam yang diberikan cukup generous, dan saya senang sekali karena mendapat bagian dada yang empuk dan tebal -tepat seperti kesukaan saya. Semua komponen tersebut disiram kuah coklat bening yang sepintas terlihat sangat kental. Setelah diaduk beberapa saat, ternyata kuahnya tidak sekental kelihatannya, dan yang lebih penting rasanya enak sekali! Ini melebihi ekspektasi saya pribadi, karena biasanya saya tidak suka kuah lomie yang putih keruh agak kental. Kuah coklat ini rasanya balance dan ada seberkas aroma jeruk limau yang menjadikannya segar, tidak membuat eneg.Es Teh Manis (IDR 4k)Siang hari yang terik di daerah Jakarta Utara begini paling enak minum sesuatu yang dingin. Es teh manis menjadi pilihan tepat yang menyegarkan. Kepekatan dan rasa manisnya pas menghalau dahaga sekaligus menetralisir rasa gurih-asin setelah makan lomie.Saya merasa puas dan senang bisa makan Lomie Pinangsia di tempat aslinya, langsung diracik oleh pemiliknya sendiri pula. Meskipun tempatnya sederhana dan cukup jauh dari keramaian, semuanya terbayar dengan cita rasa lomie yang istimewa. Tidak heran jika restoran lomie yang sudah beroperasi sejak tahun 1945 ini tetap eksis hingga sekarang, bahkan sudah membuka cabang di salah satu mall besar. Ya, bagi yang ingin menikmati Lomie "Amen" Pinangsia dengan lebih mudah dan nyaman bisa mengunjungi Eat & Eat di Mall Kelapa Gading dan mencari booth Lomie "Amen" Pinangsia di sana. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)