10
3
0
All Branches (6)
Telephone
021 - 663 2296
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon - Sun 11:00AM s/d 15:00PM 18:00PM s/d 22:00PM
Payment Method
Visa Master Cash / Tunai Debit Card
Number of Seats
100
Other Info
Parking Area
Reservation
Open Till Late
Restaurant Website
http://www.pangkep33.com
Review (17)
Level1 2016-06-11
194 views
mohon dekorasi dan kebersihan lebih ditingkatkan lagi. untuk yg skrg, tgl 11 juni 2016 seperti sangat tidak terawat, dinding masih bnyk yg bolong dan rembesan air. atap juga ad yg bolong. jika bisa, di beri wallpaper saja. tembok yg msh 1/2 jadi jg lbh baik diselesaikan agar suasana restoran lbh nyaman lagi. thanks continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2016-04-15
329 views
North Jakarta has always been a perfect area for me to get some dose of seafood. Last weekend I went to a seafood restaurant that stays true to their owner's root, Makassar food. The word "pangkep" on their name also comes from a regency on Sulawesi's southern peninsula, Pangkajene Islands Regency is a regency (also known as Pangkep).This once small tent restaurant at Roxi, have expanded to several branches in Jakarta and Bali. So during my visit, I want to try the food that makes them as big as they are today.Their Pluit branch was located on the boulevard. They're three doors away from Fruits Market. In front of their restaurant, you'll see boxes of fresh seafood. You could choose how big you want your fish to be, which crab or shrimps that suit your liking (and cash on your wallet). The place was spacious, with a couple of meeting rooms on the second floor.On appetizer I tried Lumpia Goreng (Fried Spring Roll) and Otak-otak (Fish Cake). I know that lumpia is not exactly Makassar food, but it actually taste pretty good. The vegetables were seasoned, sauteed and wrapped in a thin crunchy skin.The Otak-otak was thicker than the usual one, but it was lacking the fish aroma and taste. The texture was not spot on; it was chewier, almost similar to a rice cake texture.Moving on to the main course, there were Ikan Aji-aji Bakar Sambal Rica, Ikan Kudu-kudu Goreng Telor Asin, Cumi Goreng Mentega and Kerang Putih Masak Tauco.The first one was Ikan Aji-aji Bakar Sambal Rica (Grilled Aji-aji Fish with Sambal Rica). The fish was grilled, topped with spicy sambal rica spread all over the fish. I always love sambal and this one was quite good too. Even though I wish it was spicier, thankfully the sambal on the side gave needed the kick.The next one was my favourite, it was Ikan Kudu-kudu Goreng Telor Asin (Fried Kudu-kudu Fish with Salted Egg). Kudu-kudu is fish that was specially shipped from Sulawesi. It looks grumpy and scary, but never judge a book by its cover because this dish was da bomb! The fish was fried and coated with salted egg yolk while their thick skin was fried and served as a plate. Love! I ate this without really noticing the telor asin (salted egg) on the name. I'm not a big fan of telor asin, but the egg yolk on the outside of the fried fish, gives it a delicious punch to it. Yum!This Cumi Goreng Mentega (Fried Squid with Butter) was one of the crowd pleaser, people on the table keep asking for more if the squid. The diced squid was cooked butter and soy sauce, resulting a thick yummy sauce. Super delish!This Kerang Putih Masak Tauco (White Clam with Tauco) dish was nice but leaves no impression on me, unlike the other three dishes that came before this. Maybe it was the tauco that turns me off? Tauco is fermented soy, for those of you who don’t know.I was excited about this Cah Bunga Pepaya (Papaya Flower stir-fry), because I love stir fried veggies. The papaya flower was not bitter at all, but lacking in flavour. It was more on the bland side, so it was a big disappointment for me because a well cooked veggie could add another level to the whole plate.This Sayur Asem (Sour Soup) gets my attention, because it doesn't look like other Sayur Asem. Rather than a clear soup, this one had a milky orange shade, as if they add coconut milk in the soup. It tasted nice, but nothing special.Es Palubutung is a dessert from Makassar, consisting of ripe banana, bubur sumsum, shaved ice and syrup. This is almost similar to Es Pisang Ijo, without the pancake skin on the outside of the banana. The one that I have was a single portion; while their regular portion is good for sharing. I always love dessert and this one was delicious. It was sweet, milky and cold, what's not to love?This restaurant opens up my eyes to the tasty Kudu-kudu fish that I would definitely recommend it to you. Must try! continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Aga Kareba? hai teman2 foodlover, spesial yang dari Makassar 😊 yang sukanya seafood.Kali ini aku mau review resto Pangkep 33 khususnya yang di Pluit. Beberapa hari yang lalu, aku dapat undangan gathering dari Openrice untuk mencicipi aneka seafood di resto Pangkep 33 yang jargonnya tertulis : "Ikan Bakar Khas Makassar"Berikut sekilas sejarah nama restonya, ternyata nama Pangkep itu berasal dari nama wilayah di daerah Makassar dan setiap resto seafood rasanya ga afdol jika tidak ditambahkan angka dibelakangnya. Dan didasari dari tanggal lahir istri pemiliknya, Bp. Irawan yaitu tanggal 3 Maret maka dibuatlah nama Pangkep 33. So romantic ya friends 😉. Dan dibawah ini penampakan pintu depannya.Pangkep 33 di Pluit ini sangat luas terbukti ada balkon lantai 2-nya. Berikut penampakannya an Jam bukanya pun ada waktu istirahatnya, jadi jangan datang sekitar jam 3 - 6 sore ya..☺Baiklah kita mulai ya tuk review makanannya : cekidot gan..Pasti kaget deh liat ikan yg belum diolah dengan yang sudah dieksekusi..coba nich ditengok.😆Nah ini yang namanya Ikan Aji-aji Bakar Sambal Rica dimana daging ikannya sangat lembut, putih dan rasanya mantab karena ada sambal ricanya yang menggoyang lidah.Kalo yang ini si kudu-kudu sepintas mirip ikan buntal yaa😆.. mengembang.. Dan jangan terpana yaa..liat penampakannya setelah dieksekusi.Nah menu ini menu Favoritku..rekomen banget deh..suka banget ikannya garing..berasa telor asinnya dan cucuok banget dicocol sambelnya..maknyusss👍Nah yang ini Cumi Goreng Mentega..tepatnya sih baby cumi goreng Mentega karena memang menggunakan baby cumi..yg menggemaskan..rasanya itu kenyal2 gimana gittyuu..Baru kali ini sih nyobain kerang putih..dan ternyata rasanya seperti itu yaa..hehehe, agak kenyal dan seperti makan udang..dan tuk kuahnya Tauco abisss..alias asemm😉.Ternyata bunga pepaya itu ga pahit loh kawan..beneran deh..warnanya juga menarik..kuning2 dipiring hijau..pas banget deh lalapannya.Dan ini dia snack-nya : Lumpia yang isinya sayuran..cocok nich buat yang vegan..tapi sayang..sambalnya bukan sambal kacang😉.Dan terakhir menu penutupnya : Es Palabutung yang terbuat dari bubur sumsum, pisang, santan dan sirup..rasanya hmmm...Segerrr, kenyang.Jadi buat foodlover yang belum pernah coba seafood khas daerah...cobalah di Raja Seafood khas Makassar ya dimana lagi kalo bukan di Pangkep 33 khususnya di Pluit karena selain ikannya didatangkan langsung dari Makassar , semua bahan-bahan seafoodnya selalu fresh. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2016-04-12
118 views
Hari Sabtu Kemarin tepatnya tgl. 9 Maret 2016 diadakan Gathering OpenRice di Pangkep 33 yang kedua, dengan kuota openricer lebih sedikit sehingga suasana gathering terasa lebih dekat dan santai.  Perwakilan dari Pangkep 33 Mbak Lila selaku Busines Development memperkenalkan diri dan dilanjutkan menjelaskan awal mula Pangkep 33 Makassar ini. Pangkep 33 awal berdirinya dari tahun 1980 di Jalan Biak dengan berjualan kaki lima, Pangkep sendiri berasal dari nama daerah di Makassar dan 33 diambil dari singkatan tanggal 3 bulan 3 (maret) yang merupakan ulang tahun istri dari pemilik Pangkep 33 Bp. Irwan Kaley.  Dengan menonjolkan citarasa ikan bakar Pangkep khas Makassar yang telah memiliki pelanggan setia dari orang Makassar dan Jakarta, pada tahun 1986 pindah lokasi dari pinggir jalan ke ruko 2 lantai di Jalan Biak No. 26C Jakarta.  Setelah lebih 35 tahun Pangkep 33 tetap bertahan dan semakin mengembangkan bisnis restoran terutama masakan dari nusantara yang terkenal dengan negara maritim.  Saat ini telah memiliki 5 lokasi restoran yaitu di Pluit, Batu Ceper, Fx Mall, Summarecon Mall dan Food Center 789.  Sekarang ini mulai melebarkan sayapnya dengan bisnis franchise, dimana bumbu resep rahasia disuplai langsung dari Pangkep 33 sehingga rasa dan kenikmatan tetap terjaga. Setelah menjelaskan sedikit tentang perkembangan Pangkep 33, OpenRicer diberikan menu gathering kali ini.  Setelah dilihat menu yang disajikan, tercantum nama ikan yang asing di telinga openricer dan malah menu andalan Pangkep 33 yaitu Kepiting lada hitam tidak disajikan.  Hal inilah yang menjadi tanda tanya sesama Openricer.  Mbak Lila menjelaskan  Kepiting lada hitam memang sudah pernah disajikan di gathering pertama, dan sekarang memang sengaja ingin menyajikan menu yang tidak kalah enak nikmat serta termasuk menu favorit di Pangkep 33 yaitu Ikan Aji-aji dan Ikan Kudu-kudu.Appetizer yang dipilih adalah Lumpia. Kenapa dipilih Lumpia? Sebenarnya di Pangkep 33 ada pilihan appetizer khas Makassar yaitu Otak-otak, namun khusus acara kali ini sengaja dipilih Lumpia yang berisi potongan tipis sayuran dilapisi kulit lumpia dan digoreng kering kemudian dicocolkan ke sambal cabe segar. Main course pertama adalah Cumi Goreng Mentega yang sangat disukai oleh Openricer dan habis tak tersisa dalam sekejap.  Rasanya cumi mix manis gurih benar-benar bikin ketagihan, makan seporsi pasti nambah lagi. Ikan Aji-aji bakar sambal rica ini tidak ada aroma amisnya, rasanya lembut dicampur segarnya sambal rica menambah nikmatnya disantap dengan nasi hangat.Ikan Kudu-kudu ketika belum dimasak bentuknya agak mengerikan namun ketika dimasak telor asin siapa sangka ada rasa unik dan nikmat.  Ikan di fillet yang digoreng kering dengan telor asin, dan kulitnya tetap digoreng u. tempat penyajiannya (tidak perlu dimakan karena tekstur kulit ikan kudu-kudu terlalu keras u. dimakan)Untuk pecinta kerang kali ini yang dipilih adalah kerang putih yang dimasak dengan taucoMenyantap masakan seafood memang harus dilengkapi dengan sayuran, dan kali ini disajikan dengan tumis bunga pepaya yang tidak perlu takut pahit (olahan Pangkep 33 tidak terasa pahitnya bunga pepaya) dan pastinya dengan segarnya sayur asam.Dessert yang terkenal memang Pisang ijo, namun belum banyak dessert lainnya dari Makassar yaitu Es Palubutung.  Es Palubutung ini tetap terdapat pisang namun dicampur dengan bubur sumsum dan es sirop ditambah susu kental manis.  Es Palubutung yang tersedia di Pangkep 33 biasanya mempunyai ukuran jumbo yang bisa dinikmati untuk dua orang. Menu Pangkep 33 yang disajikan di OpenRice Gathering memang memiliki keunikan dan kekhasan masakan Makassar yang rasanya jelas tak kalah nikmatnya dengan menu favorit lainnya. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Ini adalah ikan kudu – kudu goreng telor asin, ini ikan ada rasa khas telor asin banget dan rasanya enak tetapi kulit nya tidak bisa dimakan karena keras jadi cuma di makan dalam nya saja dan jangan lupa di cocolin pakai sambel nya yang pedas.Cumi baby goreng mentega adalah kesukaan gw banget karena bumbu rahasia mempunyai citra rasa sendiri dan pas di makan bersama nasi hangat dan jangan lupa harus pakai sambal hehehehe.Kerang putih ini dimasak pakai sambal tauco jadi nya kalian harus dimakan bersama dengan kuah nya dan bersamaan dengan nasi karena kalo tidak ya beda rasa nya.Ini ikan aji – aji bakar sambal rica, wah asli yang ini ikan nya juga enak, ada sedikit asam dan garing kulit ikan. Apalagi pas banget ada sambal nya, tambah pedas dan sedap banget. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)