4
0
0
All Branches (39)
Telephone
(021) 78871099
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Delivery Service
Parking Area
Reservation
Sales Tax
Service Charge
Signature Dishes
Roti Manis
Review (4)
Level4 2013-09-17
158 views
Buns, ya roti jenis ini mulai sangat dikenal beberapa tahun lalu. Salah satu favorit saya adalah Roti Boy yang cabangnya banyak tersebar hampir di seluruh mal. Dan saat bulan puasa lalu, setelah saya belanja bulanan di Margo City Depok, tidak lupa saya mampir ke kedai roti ini untuk membeli beberapa buah untuk dibawa pulang (Rp. 8.500/ buah).Sebenarnya letak Kedai Roti Boy ini agak jauh dari eskalator sehingga tidak terlihat sejauh mata memandang, hehe. Namun bau rotinya ini tercium hampir satu lantai! Hal ini juga yang membuat saya mencari letak kedai ini dan rela mengantri untuk membelinya, hihi .Saat itu antrian cukup panjang, ternyata saya harus menunggu beberapa waktu karena roti sedang dimasak. Agak cukup lama memang, sekitar 10 menitan, apalagi saya lihat pelayannya pun hanya 2 orang. Tukang masak merangkap kasir pula. Namun, hal ini tidak mematahkan semangat saya dan banyak pengunjung lain untuk tetap mengantri. Wangi roti saat masih panas ini benar-benar membius kami, haha.Untuk rasa, wah jangan ditanyakan lagi. Enak banget, apalagi dimakan selagi hangat. Tekstur rotinya yang lembut ditambah butter didalam rotinya yang enak banget. Rasa mocca diatas rotipun menambah komplit keenakan roti ini. Yuuumm... Kemasannya pun tidak monoton, yang biasanya berwarna kuning khas Roti Boy, beberapa waktu lalu berubah menjadi hijau dengan nuansa lebaran.Tempat kedai Roti Boy disini cukup besar, ada beberapa sofa dan meja untuk makan langsung ditempat. Cukup nyaman juga sebagai tempat menunggu roti matang, apalagi oven-oven yang diletakkan langsung di belakang kasir. Kita bisa lihat langsung proses pembuatan rotinya. Sepertinya Roti Boy ini akan tetap menjadi salah satu menu favorit cemilan saya, hihi.. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2012-12-29
49 views
Roti boy, di saat semua toko roti menghadirkan berbagai macam roti dengan berbagai bentuk, rasa, dan packaging yang menarik hati, roti boy tetap setia dengan keoriginalitasannya. Roti boy dari dulu khasnya ya begitu itu, roti bun rasa vanilla yang dibungkus dengan kertas roti khas roti boy. Dan rasanya pun gak pernah berubah. Roti boy yang ada di margo city ada di lantai LG dekat dengan es teler 77 dan atm BCA. Tempatnya cukup besar, dan ada ruang buat nunggu karena kalau lagi weekend, pasti rame dan kita disuruh nunggu. Dari segi pelayanan, kadang kasirnya agak kurang ramah kalau lagi rame, mungkin kecapean melayani banyak customer kali yah, dan apalagi roti tersebut mesti disajikan secara fresh, jadinya gak jarang banyak customer harus dibuat sabar menunggu. Memang perlu kesabaran tingkat tinggi kalau lagi rame, tapi semua itu terbayar kok sama rasa rotinya. Saya penggemar roti boy dari jaman waktu pertama kali buka tuh harganya masih 6ribu/roti. Sekarang udah jadi 8500/roti. Ya seiring dengan naiknya bahan bahan pokok, bahan-bahan dasar untuk bikin kue juga naik. Dari dulu, roti boy hanya menyediakan satu macam rasa untuk roti bunnya. Dari luar bentuknya seperti setengah lingkaran dan warnanya coklat. Waktu itu saya bawa pulang 6 buah roti. Emang biasanya juga beli segitu buat dibagi bagi ke keluarga hehe. Dari segi rasa, roti bunnya pinggirannya crisp gitu terus begitu digigit ke bagian agak ke tengah, kadang kita suka nemuin butter lumer juga di dalemnya. Rasanya pas gak begitu manis, sesuai sama selera saya juga. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2012-07-25
136 views
SuasanaSiapa yang tidak tahu soal Roti Boy yang sudah lama menjual roti dengan tetap bertahan pada satu konsep dari dulu. Sejak dulu Roti Boy ini tetap konsisten pada model roti yang dijualnya, walaupun belakangan ini ada sedikit penambahan jenis roti misalnya roti unyil namun konsep awal roti boy ini tetap dipertahankan. Tapi walaupun demikian Roti Boy masih tetap disukai orang.Roti Boy yang berada di lt.LG Margo City ini terlihat dengan jelas pada saat kita turun dengan escalator berada di sebelah kiri dan kalalu tidak salah bersebelahan dengan counter pernak pernik "Naughty". Terlihat dengan jelas plank Roti Boy dengan lampu menyala. Didepan counter ini juga ada beberapa pembeli yang sedang mengantri saat itu, dan ada juga beberapa orang yang sedang menikmati rotinya di tempat duduk yang disediakan oleh Roti Boy disini.Terlihat juga dari depan counter ini peralatan membuat kue, diantaranya oven roti ukuran besar, tempat roti yang sudah matang, rak tempat roti sebelum/sesudah masuk ke oven.Kebersihan dari bakeshop ini juga sangat baik, tidak terlihat ada sampah di dalam ruangan bakeshop ini karena para pekerjanya juga menggunakan sarung tangan, topi, dan celemek pada saat membuat roti nya. Tersedia kursi dan meja untuk menyantap roti boy yang berada di dalam satu area ini. Dengan konsep ruangan yang modern dan minimalis dan di dominasi oleh warna hitam, pencahayaan lampu yang terang, serta dinding ada gambar rotinya. Walaupun konsepnya minimalis namun tempat ini cukup nyaman untuk menikmati roti dan sambil ngobrol juga. PelayananDi bakery shop ini dilayani oleh beberapa orang pelayan perempuan dan laki-laki dengan menggunakan seragam, topi dan celemek. Roti yang dijual disini masih dalam keadaan fresh semua, karena mereka tidak men-stock roti ready banyak, mereka selalu memasaknya terlebih dahulu jika stocknya sudah menipis. Dan disini kita bisa melihat langsung cara pembuatan roti boy ini, karena counter ini dalam keadaan terbuka dan kelihatan dari depan counter cara mereka membuatnya.Walaupun demikian, pelayanan di sini tidak lama, sekitar 5 menit pesanan saya sudah siap karena kebetulan pas ada roti yang baru dikeluarkan dari oven tempat pembakaran roti.Roti Boy rasa original --- Rp 8.000Roti Boy ini yang sudah banyak dikenal orang, saya pribadi juga suka sekali roti Boy ini, karena rasanya pas, tidak terlalu manis, garing bagian pinggirnya, ada rasa gurihnya, dan rotinya lembut.Bagian dalam roti ini terdapat fla yang rasanya gurih dan agak manis, berlubang, dan rongga-rongga rotinya terlihat hasilnya bagus, mengembang, disajikan masih hangat dan fresh. Yang dikemas juga dalam bungkus kertas khas Roti Boy bergambarkan seorang anak laki-laki.Roti Boy Mini isi 5 pcs --- Rp 7.000Roti Boy mini ini isinya kalo ga salah ada 5 pcs, isinya kosong, rasanya asin (rasa keju). Rotinya lembut dan pori dalamnya bagus, disajikan masih hangat dan fresh. Roti ini dikemas dalam bungkus kerta khas Roti Boy.Kesimpulan :Walaupun dari penampilan roti nya yang biasa saja, namun rasanya punya cita rasa tersendiri yang tidak dimiliki oleh bakeshop lainnya. Rasanya yang enak, tempatnya nyaman, pelayanannya cepat, dan harganya juga tidak mahal.Score keseluruhan, 9/10 continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2011-12-21
33 views
G paling ga bisa nahan sama aromanya roti boy soalnya harum banget sie..hehe..stand roti boy yang ada di margo city ini letaknya persis di sebelah naughty..tempatnya ga terlalu besar dan ga ada bangku untuk dine in juga..jadi uda pasti semua yang beli di sini tuh untuk di bawa pulang..waktu g dateng, lumayan rame ya yang beli tapi untung pelayannya cekatan jadinya ga perlu nunggu terlalu lama..Waktu itu g beli 2 roti yang rasa original untuk di makan di rumah..harga satu rotinya kalo ga salah antara Rp 7.000-8.000 d..ga terlalu mahal koq soalnya rotinya lumayan besar dan rasanya itu lho, enak banget! dari jauh aja uda langsung kecium aroma kopinya..pas di makan, lelehan mentega dan manisnya gula langsung lumer di lidah..meskipun didominasi sama rasa kopi tapi ga pahit koq..rasanya itu lebih ke asin dan manis..rotinya juga empuk banget dan garing di bagian kulitnya..pokoknya enak deh, cemilan yang pas buat dimakan sambil minum kopi atau teh continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)