1
1
0
Telephone
081210813007
Additional Information
Jam buka 07.00 - 18.00
Opening Hours
Mon. -Sun. : 07:00-18:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (2)
Level1 2016-04-23
116 views
Resep Turun-temurun, Eksis Hingga 70 TahunMASIH EKSIS: Rumah Kopi Gembira tetap ramai pengunjung. Ini dikarenakan cita rasa khas yang tetap dipertahankan turun-temurun. Foto: Surya Kawung/MPTua namun eksis. Itulah Rumah Kopi Gembira. Rumah Kopi yang terletak di Kawasan pusat Kawangkoan ini, selalu ramai didatangi pelanggan. Pemilik mengaku kedai ini sudah didirikan sejak 1946.Kedai ini memang tak pernah sepi. Pengunjung baru selalu datang. Dari dulu. Owner Rumah Kopi Gembira Silvana Soesanto mengatakan, dulu bisnis ini dibuat oleh Ip Tae Hang yang tak lain adalah kakeknya sendiri. Rumah kopi ini diklaimnya sebagai rumah kopi pertama di Sulut. Setelah kakek Sil meninggal, giliran ayahnya Herman Soesanto (80) yang mengelola. Hingga saat ini, Sil dan suaminya Adrian Pradana (52) yang mengambil alih. Sebab usia yang menyebabkan ayahnya harus mencari pengganti.Diakui Sil, rumah kopinya tetap eksis karena mempertahankan cita rasa yang sama, turun-temurun. “Jadi kami kontrol terus proses produksinya. Begitu juga dengan pelayanan di sini. Semboyan kami, cepat, tepat, mantap rasanya,” ujarnya bersemangat.Dulu, sambung Sil, nama rumah kopinya adalah Kamweng. Namun, nanti setelah tahun 1962 baru diubah menjadi Gembira. Usaha kakeknya berubah nama setelah dikelola ayahnya. “Menunya dulu kue kampung ‘bobengka’. Setelah dua tahun berdiri, barulah ada biapong,” bebernya.Sil pun mengakui tak gampang menjalankan bisnis ini. Ia pernah mengalami masa sulit. ”Omset kami pernah merosot waktu jalan di Tinoor putus tahun 2014. Karena kebanyakan pelanggan datang dari luar Kawangkoan. Namun, karena semangat bisnis yang diturunkan dari kakek, kami tetap bertahan di tengah menjamurnya rumah kopi,” ujarnya.Tahun lalu Sil telah membuka cabang di Kelapa Gading Jakarta, dengan nama rumah kopi yang sama. Omset per bulannya bisa mencapai puluhan juta. “Menu primadona kami yaitu biapong ‘ba’ dan ‘temo’ dan kopi susu. Masing-masing dibanderol Rp9 ribu dan Rp6 ribu,” imbuh wanita 52 tahun ini.Sementara itu, seorang penikmat kopi Yohanes Sidawa mengaku kepincut dengan rumah kopi ini. Ia sudah biasa datang ke Rumah Kopi Gembira. "Kopi di sini rasanya enak. Biapongnya juga sedap. Jadi sering-sering kemari," kuncinya. (ctr-10/adr)- See more at: http://manadopostonline.com/m/berita/13873/Resep-Turun-temurun-Eksis-Hingga-70-Tahun#sthash.DrpmPwYH.dpuf continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2015-08-19
71 views
Beberapa hari yang lalu saya diajak teman kantor mampir ketempat warung kopinya orang Manado, tempat ngopi ini berada di Kelapa Kopyor raya , kelapa gading masuknya dari samping WGP, bersebelahan dengan bakmi Asiong, tempat kopi ini merupakan rumah yang dipakai sebagai warung kopi tempatnya sih sederhana banget dan tidak nyaman sih menurut saya, jauh dari coffee shop 2 sekarang. Tapi tempat ngopi ini gak pernah sepi dari tamu yang datang  silih berganti dan mayoritasnya memang orang Manado. Walaupun tempat ini agak kurang terawat tapi pelayanannya sangat baik dan ramah juga sangat cekatan menyajikan setiap pesanan tamu.Warung kopi Gembira ini cabang dari yang di Minahasa, sulawesi otomatis orang Minahasa yang ada di Jakarta kenal banget dengan kedai kopi gembira ini, kedai kopi ini punya semboyan  "torang selalu gembira ", yang kurang lebih artinya kita orang selalu gembira maksudnya kalau sudah nongkrong diwarung kopi semua kesusahan berubah jadi gembira ketika sedang diwarung kopi ini, saling kumpul dan bertukar cerita. Yang uniknya lagi sewaktu disana yang lebih banyak tamunya dari kalangan wanita , baik yang muda sampai yang sudah berumur mereka kumpul dan kelihatan saling kenal satu sama lain meskipun meja terpisah dan agak riuh kalau sudah mereka tertawa dengan logat dan bahasa Manado nya yang sangat kental.Menu utamanya disini pastinya kopi nya, memang rasa kopinya sangat kuat dan harum, kopi disini diseduh dengan menggunakan saringan yang berisi kopi dan disiram dengan air panas, caranya yang spesial ini yang membuat kopi ini harum dan kuat rasanya, dan harganya juga sangat terjangkau kopi susu dihargai cuma Idr. 8.000. Biasanya orang ngopi disini dengan makan bakpao yang berisi ba atau ayam, kalau akhir pekan ada yang isi cakalang. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)