8
1
0
Telephone
(021) 78871067
Good For
Dating / Couple
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Method
Cash / Tunai
Other Info
Delivery Service
Outdoor Seats
Parking Area
Reservation
Sales Tax
Service Charge
Signature Dishes
Bee Hoon Crispy Bistik Sapi Djawa Lumpia Berontak Mee Djawa Nasi Goreng Sagoo Tahu Pung Gimbal Telor
Review (10)
Sagoo Kitchen adalah salah satu restoran yang berada di Margo City, Ground Floor. Tempatnya sejajar dengan Starbucks Coffee dan berhadapan dengan J.Co Donuts. Tempatnya sangat nyaman dan sangat bersih. Design resto ini sangat unik dan gaya tempo dulu. Di depan restonya ada rak-rak tempat makanan cemilan, juga ada bakul-bakul isinya aneka snack yang dijualnya, ada payung-payung menggantung diatap restonya. Tempatnya memanjang ke belakang, ada smooking area dan no smooking area. Dari mulai kursi, meja, dan pernak-pernik di dalam resto ini masih ala Jadul. Di depan kursi dan meja makan yang saya duduki ada satu ruangan seperti bar tempat para pelayannya menerima pesanan yang juga terbuat dari kayu-kayu dan ada pembatas gordynnya ke dapur yang juga memakai kain gendongan batik. Dari penulisan nama-nama menunya juga masih menggunakan ejaan lama, misalnya mie Djawa, kroepoek banjoer, bestik sapi djawa.Para pelayannya juga kelihatan rapih dengan seragam putih hitam dan aktif sekali terhadap pembelinya, langsung menghampiri dan menanyakan pembelinya mau pesan apa.Waktu itu saya cuma tertarik dengan bakul-bakul yang ada di bagian depan resto ini dan isi snack yang didalamnya makanya saya cuma beli cakar ayam dan keripik peyeknya. Lalu untuk menghilangkan rasa penasaran saya, saya langsung membuka bungkusan cakar ayam dan peyeknya. Sambil duduk di dalam restonya dan mencoba snacknya, cakar ayamnya itu rapuh, manis, dan gurih juga. Sedangkan untuk peyek kacangnya sih biasa saja menurut saya. Rasanya sih cukup garing dan ga keras, dan gurih juga. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2012-08-08
111 views
Suasana & PelayananBerawal dari jalan-jalan di Margo City dan melihat Sagoo Kitchen yang sebenarnya sudah lama tertarik dengan konsepnya, akhirnya saya mencoba masuk ke resto ini.Karena dari bagian depan resto ini saja sudah kelihatan menarik design nya, yang model jadul dan seperti dapur pada rumah tradisional.Pada bagian belakang resto ini ada satu pintu seperti pintu keluar, tapi entah fungsinya apa pintu ini. Bagian depan lagi dari pintu ini ada satu ruangan khusus untuk para perokok (smooking area) yang diatapnya ada lampu dan beberapa payung terbuat dari kayu.Design dari resto ini sangat menarik buat saya, karena dari luar saja sudah menunjukkan keunikan tersendiri dibanding dengan resto lainnya. Dengan konsep model dapur jaman dulu, bangunannya juga tempo dulu, dan makanan yang disajikan juga ada beberapa snack-snack kampoeng.Bagian resto yang saya duduki adalah bagian di depan meja kasir. Kursi makan di ruangan ini berbentuk memanjang terbuat dari kayu dengan warna hijau, begitu juga dengan kursinya terbuat dari kayu warna hijau, dan pada ruangan meja kasir ini terbuat dari batu bata yang masih kelihatan aslinya batu ini dan ada juga terbuat dari kayu-kayu yang dibuat pada bagian bawah pernak pernik nya. Di belakang meja kasir ada satu ruangan yang dibatasi dengan gordyn dari batik yaitu ruangan dapur nya sebagai tempat mengolah makanan dan minuman. Suasana resto ini saat itu tidak terlalu ramai namun ada beberap pengunjung yang sedang menikmati makannya di meja paling depan, dan dua orang di bagian smooking room.Ruangan makan resto ini dibagi menjadi beberapa bagian, ada dibagian baling depan, di bagian belakang yaitu smooking room, di depan kasir dengan model kursi memanjang.Pelayanan di resto ini sangat ramah, saat itu saya sempat bertanya-tanya mengenai beberapa hal dan si pelayannya menjawab dengan baik dan senyuman. Untuk penyajian menu nya juga tidak lama koq..sekitar 8 menit setelah pemesanan, menu saya sudah siap dimeja.Pelayannya juga berseragam dan memakai celemek hitam, ada juga yang memakai seragam putih hitam dengan celemek hitam.Selain menjual aneka sncak, resto ini juga menjual aneka makanan seperti nasi goreng, roti bakar, mie goreng, cappucino, aneka makanan yang terbuat dari ayam.Aneka cemilan yang dijual di resto ini, diantaranya ada kerupuk kulit, peyek kacang, peyek teri, cakar ayam, bagelan, aneka kerupuk lainnya yang dikemas di dalam bakul besar dan ditaruh di ruangan depan untuk menarik perhatian para pengunjung.Ada juga beberapa dagangannya yang ditaruh di pinggiran tembok dengan penyangga kayu-kayu dan sebagian di taruh di dalam toples.Rodjak Malaysia --- Rp 12.900 (exclude tax 10% and service charge 1,5%) Rujak Malaysia ini sebenarnya mirip dengan asinan buah Bogor, yaitu rujak serut yang berkuah dan dicampur es serut, rasanya segar, perpaduan antara rasa asem, manis, dan pedas. Dalam rujak ini isinya ada mangga, bengkuang, nanas, pepaya, jeruk. Penampilan rujak ini memang menggiurkan, sesuai dengan rasanya yang enak. Warnanya merah ditambah lagi dengan aneka warna buah didalamnya bikin ngiler Setelah makan rujak Malaysia ini jadi tambah segar dan kenyang. Porsinya tidak banyak, hanya semangkok berukuran sedang.Peyek teri --- Rp 12.500Peyek teri ini rasanya enak, yaitu gurih, asin, renyah, dan aromanya wangi. Sangat cocok untuk dimakan berbarengan nasi ataupun di cemil tanpa nasi. Didalam peyek ini banyak terdapat ikan teri nasi, ada daun jeruknya juga, dengan bentuknya yang bulat, berukuran tidak besar, dan satu kantong ini berisi 6 peyek. Satu paket peyek teri ini dikemas dalam kantong plastiik bening agak tebal dan dberi label diatasnya.Kesimpulan :Keunikan design dan konsep resto ini membuat saya semakin tertarik lagi untuk mencoba menu lainnya, karena tempatnya yang nyaman dan santai bisa membuat saya betah berlama-lama duduk di resto ini sambil menikmati menu yang ada. Selain rasanya yang lumayan enak, pilihan menu yang banyak, dan servis nya juga memuaskan. Soal harga agak mahal sedikit sih.Score keseluruhan, 9/10 continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-07-04
71 views
Suasana & Service:Resto satu ini tmptnya tuh unik bgt n g sangat suka dgn dekorasinya.. Oriental peranakan jadul gtu.. Sangat klasik,. Wkt Msk resto ini seakan msk kemesin wkt beberapa taun silam.. Bener" membuat terpukau..Food:Nasi Goreng Tempo Doeloe Rp 19,900Nasi gorengnya unik bgt, di bikin bentuk kerucut kayak tumpeng gtu.. Di pinggirnya diberi topping telur dadar yg di iris n masih berbentuk melingkar, sumpia, udang/ebi goreng kering dan kerupuk udang.. Kalo nasinya di makan sendiri tuh ga enak, musti di makan ama toppingnya jadi ada rasa gurih n kriuk" gtu..Loenpia Brontak Rp 13,900Nah menu yg ini jg tampilannya unik nih.. Lumpianya tuh bentuknya terbuka kayak pecah dgn topping di dlmya mw keluar n di atasnya di pakein sauce tomat.. Enak bgt walo agak susah makannya.. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-06-04
41 views
Tempat makan ini menawarkan suasana & makanan jaman dulu. Kt ny, Sagoo Kitchen pertama kali dibuka di Mall Paris van Java di Bandung. Masuk ke Sagoo Kitchen cabang Margonda City Mall ini, kami lsg dihadang oleh beragam pernak - pernik jaman dulu yg ditata dlm wadah2 besar yg digeletakkan di lantai atau juga di rak2 yg digantung di dinding.Ada mug2 kecil dari kaleng, piring & mangkuk kaleng yg terbungkus plastik & digantung di rak, ada mainan anak3 jaman dulu seperti ketapel, roda2an, alat2 masak mainan yg terbuat dari kaleng, perahu2an kaleng yg dijalankan dgn menggunakan minyak tanah & beberapa alat masak tradisional. Beberapa jajanan anak tempo dulu juga ramai menghias rak dlm toples2 besar. Permen telur cicak yg beraneka warna, coklat yg dibungkus menyerupai koin emas, coklat ayam, aneka kerupuk & permen2. Dipajang juga berbagai minyak angin, minyak kemiri, minyak rambut, minyak tumbuh rambut dll yg tentu saja dgn merk2 jadul Seperti layak ny warung tempo dulu, interior di Sagoo Kitchen didominasi oleh kayu, baik dr kursi, meja sampai ke dinding2 ny.Setelah meliha2 menu ny, gue pun memesan Nasi Goreng Sagoo, yaitu yg merupakan nasi goreng dgn bumbu & rasa yg khas sekali nasi goreng pinggir jalan. Dendeng2 daging yg tebal, manis & empuk menjadi topping di atas nasi goreng yg dicetak di atas piring lengkap dgn suwiran telur dadar yg dibentuk spiral. Temen gue memesan Rujak Cakwe dgn aneka buah2an tropis seperti mangga, jambu air, bangkuang, nanas, kedongdong, ketimun dgn cakwe yg digoreng kering, ditambah dgn bumbu rujak yg terbuat dr taburan kacang goreng. Hmm~ pedas2 nikmat & segar, memberikan sensasi rasa tersendiri. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
sagoo ini adalah resto yang menyajikan makanan, desain resto, jajanan, dan aneka furniture yang akan membawa kita ke kenangan masa kecil. makanan yang disajikan disini juga cukup beragam. kali ini saya memilih nasi goreng sagoo sebagai menu makan siang kali ini. taste :nasi goreng sagoo yang saya pesan ini terdiri dari nasi goreng yang dimasak dengan bumbu dan rempah khusus, disajikan dengan dendeng, telur dadar, acar timun, dan kerupuk. keseluruhan nasi goreng sagoo ini cukup enak dan untuk porsinya cukup banyak. nasinya nga kelembekan dan teksturnya pas, bumbu dan rempah nasi gorengnya enak. dendeng yang disajikan berupa dendeng manis yang diiris. lalu untuk telur dadarnya juga berupa telur dadar yang diiris. perpaduan antara nasi goreng, dendeng, dan telur dadarnya enak banget. sebagai pelengkapnya, nasi goreng ini diberi kerupuk udang dan acar timun.suasana dan pelayanan :restonya didesain cukup bagus sehingga menimbulkan kesan jadul. disini juga dijual aneka jajan dan mainan tempo dulu. suasana restonya cukup bersih dan pengunjung yang datang cukup banyak.pelayanannya baik, pelayannya cekatan dan sigap dalam melayani permintaan kita. untuk penyajian makanannya juga cepat, kita nunggunya nga lama kok. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)