4
1
1
Level3
46
25
Tjap Toean adalah restaurant yang cukup unik. Mereka menyajikan masakan Peranakan, menggunakan konsep dan interior yang serba “tempoe doeloe.” Mereka sudah membuka beberapa cabang di Jakarta, salah satunya di Pondok Indah Mall yang kebetulan sudah pernah saya kunjungi juga. Namun dua lokasi ini konsepnya sedikit beda, dimana di Pondok Indah Mall yang lebih ketara adalah burung warna-warni yang digantung di langit-langit. Sedangkan di sini mereka menggantung payung kertas dan sangkar burung kayu.
Read full review
50 views
0 likes
0 comments
26 views
0 likes
0 comments
28 views
0 likes
0 comments
Tjap Toean adalah restaurant yang cukup unik. Mereka menyajikan masakan Peranakan, menggunakan konsep dan interior yang serba “tempoe doeloe.” Mereka sudah membuka beberapa cabang di Jakarta, salah satunya di Pondok Indah Mall yang kebetulan sudah pernah saya kunjungi juga. Namun dua lokasi ini konsepnya sedikit beda, dimana di Pondok Indah Mall yang lebih ketara adalah burung warna-warni yang digantung di langit-langit. Sedangkan di sini mereka menggantung payung kertas dan sangkar burung kayu.
32 views
0 likes
0 comments
25 views
0 likes
0 comments
38 views
0 likes
0 comments
Tjap Toean ini merupakan tempat yang sangat enak untuk ngobrol dengan teman ataupun minum kopi sembari bekerja. Kali ini saya mengunjungi Tjap Toean sebagai tempat meeting saya dengan client. Saya memesan Kopi Susu yang rasanya sangat rumahan sekali. Yah, untuk sesekali saya rehat dari latte-latte coffee shops dan beralih ke kopi susu biasa. Saya juga memesan Pisang Bakar Keju dan lumayan enak.
Kopi Susu
39 views
1 likes
0 comments
Pisang Bakar Keju
36 views
1 likes
0 comments
Come and taste for yourself!
Instagram : @stepwibi
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2014-12-10
Dining Method
Dine In
Spending Per Head
Rp100000 (Lunch)
Recommended Dishes
Kopi Susu
Pisang Bakar Keju
Level4
236
0
2014-12-18 150 views
Restaurant dengan nuansa pecinan jadul mungkin salah satunya adalah Tjap Toean. Awalnya waktu pertama kali kesini dan lihat nuansa restaurant ini memang unik. Dindingnya berwarna merah bata dan di dindingnya banyak pajangan unik khas jaman dulu, nuansa lampu yang tidak terlalu terang juga membuat suasana lebih cozy. Well.. kalau weekday restaurant ini cukup ramai dikunjungi para pekerja kantoran namun karena saya pergi dihari weekend restaurantnya sedikit sepi.Begitu datang kami disuguhi buku me
Read full review
Restaurant dengan nuansa pecinan jadul mungkin salah satunya adalah Tjap Toean. Awalnya waktu pertama kali kesini dan lihat nuansa restaurant ini memang unik. Dindingnya berwarna merah bata dan di dindingnya banyak pajangan unik khas jaman dulu, nuansa lampu yang tidak terlalu terang juga membuat suasana lebih cozy. Well.. kalau weekday restaurant ini cukup ramai dikunjungi para pekerja kantoran namun karena saya pergi dihari weekend restaurantnya sedikit sepi.

Begitu datang kami disuguhi buku menu yang cukup unik, karena berupa koran dan nama nama di menu tersebut sangat asing didengar dan unik, jadi lebih baik bertanya dulu jika kurang yakin.

Saya memesan menu yang bernama tuan moeda yang rupanya adalah nasi tim
Nasi Tim
15 views
0 likes
0 comments
penampilannya sangat simple, hanya nasi tim berukuran mangkuk yang diletakan dipiring dan semangkuk kecil kuahnya.
nasi timnya tidak empuk namun untuk ukuran nasi tim masih kurang lembek. rasa gurih dari ayam dan manisnya bumbu ayam ini lumayanlah rasanya. tapi seidkit agak kecewa karena dibagian bawah nasi timnya ada bagian nasi yang keras, benar benar keras dan tidak bisa dimakan..entah apa yang dibuat oleh si koki hingga saya pun tidak menghabiskannya (hanya setengah bagian atas saja yang bisa dimakan
)
Overall makanan saya kali ini mengecewakan.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2014-12-07
Dining Method
Dine In
Spending Per Head
Rp50000
Level4
140
0
2014-11-15 110 views
Resto ini ada di citywalk sudirman, dia tepatnya ada di lantai 1, diujung, gw selalu lwatin restonya, tetapi karena bingung ini resto apa jadinya gw ga masuk, nah kemarin ini gw kesini sama teman teman gw dan gw baru tau ternyata ini adalah restoran yang temanya tempoe dulu, makanya restonya kelihatannya gelap dan remang remang dari luar dan interiornya dia menggunakan tema kayu kayu gitu seperti jaman dulu, dan uniknya ada terompet untuk memanggil pelayannya, jadi gw datang dan masuk sama temen
Read full review
Resto ini ada di citywalk sudirman, dia tepatnya ada di lantai 1, diujung, gw selalu lwatin restonya, tetapi karena bingung ini resto apa jadinya gw ga masuk, nah kemarin ini gw kesini sama teman teman gw dan gw baru tau ternyata ini adalah restoran yang temanya tempoe dulu, makanya restonya kelihatannya gelap dan remang remang dari luar dan interiornya dia menggunakan tema kayu kayu gitu seperti jaman dulu, dan uniknya ada terompet untuk memanggil pelayannya, jadi gw datang dan masuk sama temen temen gw duduk di bangku yang sofa, selain sofa dia juga ada bangku lainnya bangku kayu.

Pas duduk kita diberikan menu, dia menunya bukan buku tapi kayak selembar koran begitu, dan lucunya menu ini menggunakan nama nama yang cukup buat gw bingung bacanya, tapi tenang aja karena dibawahnya ada penjelasan lengkap tentang nama namanya. disini ada meu appetizernya, ada salad dan soup, ada sup asam pedas, merem melek kayak asinan isinya mangga enak dan seger loh ini, pakai kacang juga, ada sup kepiting, ada kukuruyuk alias chicken wings, ada juga salt and pepper tofu, selain itu ada malaysian curry juga, untuk menu sayuran dia ada cay miaw, pak choy, baby kailan sama tjap tjoi, disini ada menu mie, kayak chicken noodle, chicken nodle with meatball, kwetiau siram, kwetiau goreng, bihun goreng, sui kiaw sup, rice noodle, i fu mie, laksa, ada bakso, terus ada juga pilihan nasi goreng yang rasanya juga cukup banyak, trus juga ada gurame, ayam, beef, ufang telor asin. nah untuk snacknya ada roti canai pake susu  bisa pake gula bisa juga pake chicken currynya enak enak kok ini, trus ada otak otak, untuk minuman ada teh o, teh o peng, kopi, es cendol es teler dan yang lainnya deh.. rasanya enak enak kok, ya walau harganya lumayan dan bisa dibilang cukup mahal.

silahkan datang dan mencoba ya
Ice tea
13 views
0 likes
0 comments
Nasi aliong
22 views
0 likes
0 comments
nasi babah
33 views
0 likes
0 comments
canai
15 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2014-11-13
Waiting Time
10 Minutes (Dine In)
Spending Per Head
Rp70000 (Dinner)
Recommended Dishes
Nasi aliong
nasi babah
canai
Level4
2013-05-16 211 views
Resto ini kalau dilihat dari nama resto nya cukup vintage sekali,dan membuat setiap orang yang melihatnya menjadi tertarik untuk masuk ke resto ini dan mencicipi menu makanan yang ada disini...dan ketika itu ketika saya sedang hangout bersama dengan teman saya pun memutuskan untuk makann disini..Menu yang saya pesan ketika makan disini :Nasi babah adalah menu yang saya pesan ketika saya makan disini dan menu ini terdiri dari nasi yang berwarna biru dan diatasnya diberi taburan bawang goreng,keru
Read full review
Resto ini kalau dilihat dari nama resto nya cukup vintage sekali,dan membuat setiap orang yang melihatnya menjadi tertarik untuk masuk ke resto ini dan mencicipi menu makanan yang ada disini...dan ketika itu ketika saya sedang hangout bersama dengan teman saya pun memutuskan untuk makann disini..

Menu yang saya pesan ketika makan disini :

Nasi babah adalah menu yang saya pesan ketika saya makan disini dan menu ini terdiri dari nasi yang berwarna biru dan diatasnya diberi taburan bawang goreng,kerupuk,ayam goreng,telor rebus setengah,teri kacang,sayur kacang panjang, timun,cabe merah..dan menu yang saya pesan ini pun cukup komplit dan rasa dari nasi biru nya nikmat sekali rasa nya dan untuk ayam goreng nya juga cukup renyah kulit ayam nya...dan sangat pas dimakan dengan menu yang lain nya juga...

Curry laksa nya terdiri dari telor rebus setengah,potongan daging ayam,toge,mie laksa dan lain nya dan kesemua nya ini dibalut dengan kuah karinya yang warna nya terlihat sangat kental sekali dan untuk rasa dari menu curry laksa ini juga sangat nikmat dan menyatu sekali rasa dari mie laksa dan kuah kari nya dan membur dengan isi laksa nya...

Mandarin orange juice adalah menu minuman yang saya pesan ketika itu dan minuman ini pun terasa sangat menyegar kan sekali rasa nya dan ukuran gelas nya juga cukup besar,jadi minum minuman ini membuat kita merasa puas sekali...dan rasa jeruk mandarin di minuman ini sangat mantap sekali rasa nya yaitu ada rasa asem dan manis yang menyegarkan tenggorokan saya....

Jarang jarang kita makan menu makanan yang dibuat nya dengan cukup unik,dan bila anda kepingin makanan dengan tampilan dan citarasa yang enak dan jarang anda makan maka anda harus ke resto ini karena disini terdapat nasi yang berwarna biru dan menu ini pun bisa saya rekomendasikan untuk kalian semua
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Level4
2012-12-22 233 views
Mencari tempat makan dengan suasana modern atau a la Eropa mungkin gampang dengan mudah ditemui, namun mencari tempat makan yang menghadirkan suasana tempo dulu yang benar-benar seperti membawa kita ke jaman dulu masih jarang. Ada beberapa restoran yang berusaha menghadirkan nuansa tempo dulu sebagai desain restorannya pernah saya masuki, namun yang satu ini membuat saya merasa justru kembali ke masa kecil saya. Adalah sebuah restoran bernama Tjap Toean di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan yang
Read full review
Mencari tempat makan dengan suasana modern atau a la Eropa mungkin gampang dengan mudah ditemui, namun mencari tempat makan yang menghadirkan suasana tempo dulu yang benar-benar seperti membawa kita ke jaman dulu masih jarang. Ada beberapa restoran yang berusaha menghadirkan nuansa tempo dulu sebagai desain restorannya pernah saya masuki, namun yang satu ini membuat saya merasa justru kembali ke masa kecil saya. Adalah sebuah restoran bernama Tjap Toean di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan yang menarik hati di sore hari sambil ngobrol-ngobrol cantik. Saat masuk kesini saya sudah disuguhkan dengan nuansa sebuah rumah gaya Betawi tempo dulu lengkap dengan tipikal jendela berkanopi kunonya. Resto ini memiliki tiga area, dua indoor di dalam area mall, satu teras depan dan bagian dalam satu gabung dengan kitchen, dan satu outdoor di teras luar mal.
52 views
0 likes
0 comments
Di bagian depan pintu masuk sebelah kanan, terdapat sebuah bangku taman besar dengan hiasan satu pot besar ilalang dan uniknya ada sangkar burung kuno berbentuk persegi panjang yang di cat berwarna putih dan ditutupi dengan selendang warna-warni. Di salah satu sudut lainnya, masih di area indoor namun di bagian luar, juga terdapat sangkar burung bernuansakan campuran gaya betawi kuno dan cina kuno yang kanan kirinya tergantung hiasan rumbai warna-warni.
43 views
0 likes
0 comments
Di area indoor bagian depan, terdapat beberapa variasi set meja makan yang seolah membawa kita ke 3 jaman berbeda. Di area sebelah kiri dari pintu terdapat set meja makan bernuansa Cina era 60-an dengan meja kayu usang dan bangku kotak beralaskan bantal empuk yang sarungnya bergambar cici-cici Cina a la lukisan Andy Warhol. Di sisi sebelahnya terdapat set meja makan a la rumah Betawi tempo dulu lengkap dengan lampu petromak gantungnya dan juga lemari berisikan mesin jahit super usang yang sangat unik!Tjap Toean selain menghadirkan nuansa traditional, kita juga dibawa bernostalgia ke jaman makan a la kedai tempo dulu terbukti dengan seperangkat peralatan makan seperti sendok, garpu, dan sumpit yang semuanya diletakkan di dalam kotak kayu di atas masinng-masing meja makan dan lucunya mereka memiliki ‘horn’ atau terompet pijat yang biasa dipakai tukang roti jaman dulu untuk berkeliling menjajakan dagangannya. Jadi, kalau kita ingin memanggil pelayan, silahkan pencet ‘horn’nya sampai berbunyi ‘teeet’ nyaring, maka datanglah si pelayan hihihi lucu banget ya!
49 views
0 likes
0 comments
Sementara itu, masuk ke bagian dalam area indoor, saya bisa melihat semi open kitchen bernuansa kedai tradisional lengkap dengan pajangan panci-panci dan bakul jaman dahulu. Etalase kitchennya juga semuanya dibuat dari kayu yang mengesankan saya seolah berada di kedai 60 tahun lalu. Berjalan kea rah teras luar, disinilah saya merasa dibawa ke masa kecil saya. Ribuan pesawat mainan kayu warna-warni digantung di langit-langit resto yang terbuat dari susunan bamboo gelondong. Semuanya terlihat cantik dan unik apalagi di sore hari menjelang mala mini ada lampu hias warna-warni yang membuat pesawatnya seolah berkelap-kelip. Wah, ingin rasanya saya awa pulang satu pesawat mainan itu hihi…Di salah satu sudut lainnya di teras malah terdapat kaleng kerupuk usang warna-warni yang masih asli dengan karat di pinggirannya. Jaid inget jaman kecil dulu saya suka nyemil kerupuk putih yang dijual di dalam kaleng ini. A super great idea to bring people into childhood memory!
41 views
0 likes
0 comments
42 views
0 likes
0 comments
Setelah iseng pencet-pencet ‘horn’ maka datanglah si pelayan membawakan menu, saya terheran-heran pas datang kok si pelayanannya malah membawa selembar Koran, eh taunya menu list-nya memang berbentuk Koran. Wuah benar-benar nostalgia yang bagus! Memang agak ribet membuka koran selebar itu dan membaca deretan menunya, tapi semuanya membuat saya lagi-lagi takjub ketika membaca deretan makanan bernama unik. Masakan yang dihadirkan disini berupa old-fashioned Indonesia peranakan, jadi jangan heran jika menemukan menu-menu Cina atau Malaysia disini. Coba tengok deretan makanannya, Tjap Toean punya appetizer mulai dari salad, sup, aneka kari dan nasi campur. Nasi Baba yang berwarna biru, katanya menjadi jagoan disini. Masuk ke menu utama, deretan nama seperti Dortjie (gurame fried in salted eggs) atau Lu Orang (chicken with dark soy sauce) membuat saya ingin tertawa membacanya. Begitu juga dengan snack dan dessertnya. Di deretan dessert nama-nama seperti Nona Tjantik (sticky rice with durian), Martabak Cungkring, Q Pe, Ya Ketan Ijau, menjadi nama-nama yang membuat siapa saja penasaran. Roti bakarnya juga namanya unik-unik seperti Ci-Ca (buttered toast sprinkled with sugar), Pindakaas (toast with peanut butter), atau Manis Mandja (toast with rich caramel spread) juga membuat siapapun geli membacanya. Begitupun minumannya coba saja tengok nama Tju Tju Gue (soy milk with cincau), Gang Kantjil (Siamese orange with basil seeds) atau Si Picis (chocolate milk shake), semuanya membuat rasa penasaran makin tinggi, deh!
Saya pun dibuat penasaran dengan nama-nama unik tersebut, berhubung perut belum terlalu lapar dan ingin nyemil sore, akhirnya saya memutuskan memilih aneka dessert dan toastnya saja.

Pilihan saya jatuh pada si toast Gua Kasih Tau Lu Yah (24.5K), roti bakar ini diisi dengan olesan selai hazelnut dan di bagian luarnya dioles dengan truffle oil. Dari namanya yang sangat membuat saya ngakak, saya berharap rotinya benar-benar unik awalnya, pas datang sih unik soalnya rotinya mengguunakan roti tawar persegi panjang dan disajikan dengan talenan kayu. Sayangnya, ternyata memang hanya seperti roti bakar biasa. Selai hazelnutnya pun menurut lidah saya terasa seperti selai kacang biasa, truffle oil di bagian luarnya juga hanya menghadirkan wangi hazelnut bercampur caramel yang wangi. Tapi sisanya buat saya ini nggak lebih enak dari roti bakar pinggir jalan ditambah dengan harganya yang nggak sepadan.
38 views
0 likes
0 comments
Pilihan lain jatuh ke Swie Kiaw Steam (21.5K), dim sum kesukaan saya ini datang dengan wadah bambu dan berisi 3 swie Kiaw. Kulitnya lembut dan isi sayur serta ayamnya juga lumayan banyak. Cukup menyenangkan sih dim sum yang satu ini.
40 views
0 likes
0 comments
Untuk dessertnya, saya memesan Qi Pe (19.5K) yang sebenarnya sebuah es campur dengan campuran tape, kelapa muda, alpukat, sirop cocopandan, dan susu kental manis. Es campur ini disajikan dalam mangkuk kecil dan terlihat cantik dengan es serut yang dilapisi sirup cocopandan warna hijau dan merah. Rasanya segar sekali, manisnya pas, dan campuran buah-buahannya juga lumayan, walau menurut saya kurang lengkap untuk ukuran es campur normal sih.
36 views
0 likes
0 comments
Harga makanan yang ditawarkan Tjap Toean menurut saya masih masuk akal, meskipun ada beberapa menu snack yang menurut saya overpriced. Untuk appetizer seperti sup, salad, curry, dan nasi campur bisa dinikmati mulai dari Rp24.500 – 34.500. Untuk menu utamanya mulai dari Rp17.500 – 33.500. Roti Canai, Snack aneka dim sum dan toast bisa dinikmati mulai dari harga Rp10.500 – 26.500. Sementara, dessert aneka es-nya bisa dinikmati dari harga Rp17.500 – 26.500 dan aneka minuman mulai dari Rp9.500 – 30.500. Oiya, satu lagi yang lucu, pas saya membayar makanan, kembaliannya diberikan menggunakan dompet kain a la ibu-ibu jaman dulu lhoo hihihi…

Pelayanan disini pun cukup ramah namun agak lama menurut saya. Entah mungkin karena restoran sedang ramai atau apapun. But, I really appreciate resto yang walaupun ramai mereka tetap mengedepankan pelayanan prima dan cepat, sih. Overall, saya menikmati sore saya disini dengan senang hati, selain bisa duduk-duduk manis sambil dibawa kesuasana tempo dulu, perut saya juga cukup kenyang diisi dengan cemilan a la tempo dulu milik Tjap Toean. Wanny bring your memory back, coba deh mampir kesini!
Kesimpulan:

Plus
++ Suasana cozy, homey, penuh dengan nuansa tradisional dan jaman dulu.
++ Nama makanannya unik, membuat pengunjung jadi penasaran dan tertarik mencoba
++ Harganya masih masuk akal tapi sedikit overprice untuk cemilan seperti toast-nya
++ Pelayannya ramah-ramah menjelaskan tiap arti nama unik makanannya

Minus
- Makanannya datangnya lama
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-12-21
Spending Per Head
Rp50000 (Lunch)
Recommended Dishes
  • Qi Pe
Level4
2012-09-16 126 views
Hi Openricers,Kali ini gw mau review salah satu tempat makan yang udah lumayan lama nih gw makan, cuma baru menemukan fotonya sekarang ini haha, jadi baru sempet di review, ini gw makan kayaknya pas gw masih baru-baru menjadi openricers, jadi waktu itu kamera hape gw masih butut, makanya maklum kalau hasil fotonya gak maksimal , maklum di bawah 2 mega kameranya haha, well rumah makan yang kali ini gw mau review adalah gaya pecinan yang jadul gitu, inilah dia Tjap Toean.rumah makan ini kalau kita
Read full review
Hi Openricers,

Kali ini gw mau review salah satu tempat makan yang udah lumayan lama nih gw makan, cuma baru menemukan fotonya sekarang ini haha, jadi baru sempet di review, ini gw makan kayaknya pas gw masih baru-baru menjadi openricers, jadi waktu itu kamera hape gw masih butut, makanya maklum kalau hasil fotonya gak maksimal , maklum di bawah 2 mega kameranya haha, well rumah makan yang kali ini gw mau review adalah gaya pecinan yang jadul gitu, inilah dia Tjap Toean.
40 views
0 likes
0 comments
rumah makan ini kalau kita baca menjadi "Cap Tuan" bener gak sih? bener kan yaa hehe, yaa namanya agak abu-abu dan kurang jelas maksudnya, rumah makan ini terletak di Citywalk Sudirman , letaknya ini memang agak di ujung , kalau tidak salah lantai 2 deh ini, udah lama banget gak ke sini jadi udah lupa, dan semoga aja sih tempat makan yang satu ini masih buka, dan kayaknya sih masih buka, soalnya cukup ramai dan laku oleh orang kantoran, soalnya daerah ini memang mayoritas pengunjungnya adalah orang kantoran, dan biasa makannya after office , apalagi kalau hari jumat ke sini, pasti banyak orang kantoran deh, bukan cuma di Tjap Toeannya melainkan di seluruh City Walk ini.
32 views
0 likes
0 comments
36 views
0 likes
0 comments
Meski letaknya yang agak mojok, yang namanya keramaian tetap hadir di sini, apalagi rumah makan yang satu ini punya konsep yang cukup kuat yaa, konsep mereka yang menawarkan suasana jadul bisa menjadi alternatif pilihan sekarang ini, suasanya baru dan asik, di depan kita akan melihat lampion cina gitu yang cukup banyak, sementara di dalamnya banyak lemari-lemari jadul serta pajangan gitu, sebagian besar ruangan ini di susun dari kayu-kayu yang rasanya asri dan adem deh pokoknya, ada banyak meja besar yang bisa di pakai buat pertemuan ataupun kumpul rame-rame bahkan arisan sih yaa, pelayanannya pun cukup cepat dan gw cukup puas dengan pelayanan di sini yang sigap dan cepat.

>>Roti Channai with Sugar
Price : IDR 9.500
36 views
0 likes
0 comments
42 views
0 likes
0 comments
Di sini sebenernya gw gak makan berat yaa , cuma iseng-iseng aja tuh, makanya yang gw pesan ini adalah roti channai atau akrab dengan ejaan roti canai atau cane hehe, makanan ini biasa kita temui di hidangan aceh ataupun padang gitu deh, di sini penyajian roti channai nya juga cukup unik, bukan di piring melainkan di semacam talenan kayu gitu yang cukup besar di atasnya ada roti channainya, roti channai ini di buat dari tepung dan di panggang dengan menggunakan sedikit mentega saja, makanya aromanya cukup enak dan pas di makan juga terasa mentega terutama di bagian yang agak kecoklatan karena pan fried gitu deh, rasanya ini sudah manis sih sebenernya, manisnya tapi manis yang manis jambu gitu deh istilahnya gak terlalu manis, makanya penyajiannya kalau mau manis bisa dengan ada gula pasir, jadi nanti sebelum makan di cocol ke situ , kalau mau yang asin bisa pakai kari kambing hehe, enak.

>>Caimiau Garlic
Price : IDR 19.500
47 views
1 likes
0 comments
Mungkin perpaduan makan gw kali ini terkesan aneh, tapi kenyataanya gw menikmati roti channai ini dengan sayuran caimiau yang di cah dengan bawang putih haha, caimiaunya ini seger dan porsinya juga lumayan banyak sih yaa, caimaiunya segar dan juga di tumis dengan bawang putih yang pas, tak terlalu banyak bawang putihnya tapi tetap menonjol rasanya, jadi oke lah komposisinya , asin dan gurihnya pas udah gitu di masaknya juga gak terlalu lama nih caimiaunya sehingga tekstur yang keluar pun tetap masih garing hehe, enak banget deh.

>>Kopi-O
Price : IDR 8.500
38 views
0 likes
0 comments
Untuk minumannya gw pesen kopi nih hehe, kopi merupakan salah satu minuman yang jadi favorit di sini, karena sebenernya awalnya katanya tempat makan ini adalah kopitiam, maka kopinya juga enak dan jadi andalan, kopi yang gw pesan adalah kopi-O , kalau kopi-O ini berarti black coffee hanya dengan gula saja, jadi rasanya pahit dan sedkit manis dari gulanya, dan karena sebenernya rasanya masih pahit banget jadi gw tambahin lagi dengan gula pasir dari roti channai nya hahaha, lumayan multi fungsi nih gula pasirnya, jadi rasa manisnya menjadi pas deh di minum, kopinya memang kenceng banget deh, kalau yang gak biasa minum kopi sih bisa gak kuat yaa hehe.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value