1
0
0
Level2
23
8
Seperti biasanya, ini bukan pertama kalinya saya ke restoran Jepang yang terletak di Lantai Bawah Tanah (Lower Ground) Pasaraya. Sesekali saya mampir ke restoran ini setelah mengajar bahasa Prancis di Jl.Wijaya I, yang dari situ memang bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar lima hingga sepuluh menit. Itu pun kalau sedang bosan dengan makanan-makanan yang ada di kawasan food court-nya Pasaraya yang juga berada di lantai yang sama. http://static3.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/FW/0034ZO
Read full review
Seperti biasanya, ini bukan pertama kalinya saya ke restoran Jepang yang terletak di Lantai Bawah Tanah (Lower Ground) Pasaraya. Sesekali saya mampir ke restoran ini setelah mengajar bahasa Prancis di Jl.Wijaya I, yang dari situ memang bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar lima hingga sepuluh menit. Itu pun kalau sedang bosan dengan makanan-makanan yang ada di kawasan food court-nya Pasaraya yang juga berada di lantai yang sama.
38 views
0 likes
0 comments
http://static3.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/FW/0034ZOA0BBC317C82A4BF0c.jpg

Tempat makan yang bernuansa semi-fine dining ini (saya bilang semi karena harganya jauh lebih murah daripada harga makanan-makanan yang biasanya tersedia di resto sejenis) merupakan kepunyaan Bapak Abdul Latief, yang juga pemilik Pasaraya. Resto dengan variasi menu masakan Jepang ini, mulai dari Yakiniku, Sushi hingga Ramen, baru didirikan pada bulan April tahun 2011 yang lalu, dan diberi nama Tokyo House.

Secara fisik, seperti yang sudah sebutkan nuansanya semi-fine dining. Seperti yang dapat Anda lihat di foto, nuansa tersebut tergambar dari pemilihan cahayanya yang temaram, meja kursinya yang dari kayu, serta langit-langitnya yang berbentuk lingkaran besar dengan lampu-lampu kecil di pinggirannya. Kalau makan berdua sama pasangan lebih romantis sih memang...


Kali yang pertama saya mendatangi restoran itu sekitar satu bulan yang lalu. Saat itu saya sedang kangen dengan sushi tetapi kalau harus ke resto-resto Jepang lainnya yang menyediakan sushi berarti saya harus ke pusat kota yang berarti pula saya harus menghadapi macet serta jarak yang lumayan, padahal saat itu hari menjelang malam sepulang mengajar. Maka saya pun iseng-iseng masuk ke restoran ini dan memesan salah satu menu sushi-nya. Saya mencoba sushi yang standar yang biasanya tersedia di resto-resto sushi, yaitu California Roll.
23 views
0 likes
0 comments
http://static4.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/FW/0034ZN5082C357E515209Bc.jpg

Rasanya lumayan creamy karena ada lumuran saus krim di atasnya, namun agak pedas. Layaknya California Roll, isinya merupakan campuran ketimun Jepang, nori dan fried salmon.

Pada kunjungan yang kedua--yaitu tanggal 20 Oktober yang lalu--kebetulan saya sedang lapar berat waktu itu
, saya memesan menu agak banyak. Pertama, saya memesan menu appetizer terlebih dulu. Sejak menggemari sushi selama tinggal di Prancis--hehe, aneh ya
saya paling suka dengan menu yang mengandung ikan salmon--maka saya pun memilih salmon sashimi. Ketika saya lahap satu-persatu, ikan salmonnya segar-segar banget, deh.. Dari penampakannya saja juga tampak fresh, kan?
23 views
0 likes
0 comments
http://static3.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/FW/0034ZW7B1DD84796AC6A0Bc.jpg

Setelah hidangan pembuka, saya memesan makanan utama. Tapi, saat itu saya ingin makanan yang berkuah dan mengenyangkan, jadi saya memilih Mixed Ramen. Dari namanya, mie ramen ini merupakan campuran menu Chicken, Beef dan Seafood. Kebayang 'kan habis makan ini saya kenyangnya kayak apa...
21 views
0 likes
0 comments
http://static2.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/FW/0034ZYFB11608D15735881c.jpg

Seperti dapat dilihat di foto, lembaran-lembaran daging sapinya besar-besar. Kalau ayamnya tidak terlihat di situ karena tertindih sama dagingnya, namun porsinya sama besar pula, berupa ayam tanpa tulang yang sudah diberi tepung. Sementara itu, untuk seafood-nya ada lembaran seaweed. Tidak lupa pula dilengkapi sayuran sawi serta potongan telur. Wesss, pokoke wareg dech...

Untuk minumannya, sebenarnya ada berbagai variasi menu jus buah. Namun karena saya sudah makan porsi yang cukup banyak mengandung kalori (dari daging, ayam dan seafood), maka saya cukup memesan ocha hangat yang bisa diisi ulang.

Sayangnya, Tokyo House hanya menyediakan es krim kacang merah sebagai hidangan penutup. Saya sendiri nggak doyan kacang merah--kecuali kalau dicampur dengan sayur asam, hehehe
, so saya lewatkan dech dessert-nya...

Dari segi harga, menurut saya menu-menu yang tersedia di Tokyo House setara dengan menu-menu resto Jepang semi fine-dining lainnya yang banyak dikunjungi kawula muda (saya tidak perlu menyebutkan apa namanya). Menu yang paling murah-meriah dimulai dari harga Rp 30 ribuan untuk Ramen, sementara Sushi bisa mencapai 40 hingga 50 ribuan tergantung jenis sushinya, sedangkan sashimi agak lebih mahal dengan kisaran 50ribuan. Menurut saya hal itu wajar karena harga ikan salmon sendiri di Indonesia juga tidak murah. Untuk menu minumannya, kisaran harganya antara 10 ribu hingga 20 ribuan rupiah.

Jadi, Anda lebih baik menyiapkan dana Rp 100.000,00 per orang untuk sebuah sajian yang komplet mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama hingga minumannya. Apabila Anda mau berhemat, Anda dapat meniadakan hidangan pembuka dan menyederhanakan minumannya--misalnya ocha yang dapat diisi ulang seharga Rp 13 ribu (sesudah pembulatan).

Dari segi pelayanan, para pramusaji di restoran ini menurut saya ramah-ramah, koq. Jadi Anda tidak perlu kuatir mau pakai baju biasa (bukan night gown, misalnya) makan di situ, Anda tetap akan disambut dengan senyum tulus dari mereka. Kalau untuk lama penyajiannya, sekitar lima menit pesanan dihidangkan secara bergiliran. Jadi, tunggu sampai Anda menghabiskan hidangan pembuka, baru nantinya datang hidangan utama. Kecuali kalau Anda ingin semuanya sekaligus dihidangkan pada waktu yang sama.

Baiklah, secara keseluruhan, resto ini lumayan lah sebagai alternatif makan di kawasan Blok M dan sekitarnya. Kalau Anda ingin merasakan suasana yang tidak berisik, makanan yang dijamin bagus kualitasnya dan nuansa yang agak eksklusif, Anda bisa datang ke tempat ini
.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-10-20