2
4
0
Telephone
(021) 3900899
Opening Hours
Mon. -Sun. : 10:00-00:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Alcoholic Drinks
Wi-Fi
Parking Area
Reservation
Open Till Late
Review (6)
Level2 2016-06-24
236 views
Tugu Kunstkring ini ambience and decornyaaa parah banget bagusnya, terutama untuk makan makan yang bersifat agak formal. suka banget sama makanan indonesianya, dan rasanya pas. untuk org indo ada beberapa yg bilang kurang berasa pedasnya tapi bisa minta additional sambel kok. pelayanannya juga attentive dan ga lama. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Before I start on the Peranakan food, let me just ramble about the beautiful interior at the historical Tugu Kunstkring. I was seated in the Pangeran Diponegoro room, which offers a classic vintage ambiance that would even satisfy the queens and kings. The restaurant provides several other rooms such as the Soekarno 1950 Room and the Suzie Wong Lounge, which also have a magnificent interior. Other than dining rooms, it has a bakery located outside of the building and a gallery shop. There was a sweet and floral fragrance across the rooms, of which I have no idea how it left me feeling nostalgic.Food:Nasi Uduk (Steamed rice cooked in coconut milk)Flavorful! Sometimes, it is necessary to get away from the basic steamed white rice.Kunstkring Lobster Salad (IDR 128K++)Love the chunky lobster, even though it was buried under a moundof vegetables. Too bad, the salad was bland. I could not taste any fresh, tangy flavor from the dish.Bitterballen (IDR 58K++)The restaurant executed this Dutch delicacy in perfection. Crispy on the outside and soft on the inside. It made an excellent appetizer.Bebek Opor (IDR 118K++)A joyful humble of duck meats in a kicking savory coconut curry broth. I thought it would be a little spicy for my weak taste bud, but it turned out I could still handle the spiciness. On the other side, I would love the meats to be more tender.Sayoer Lodeh Pepaja Betawi (IDR 68K++)A traditional Indonesian dish that is too pity to miss out. The rich broth was loaded with healthful vegetables. It had a nice, spicy taste that would tingle your taste bud.Buffalo SatayDid some research on Zomato, and found quite a lot of people ordering the satay. I could not find it on the menu, but I asked the waiter, and luckily he understood what I meant. Nothing beats this ultimately tender satay and its sweetness that worth feasting on. Just don’t be surprised when you eat, as there is less meat than how it looks.Rolled Salmon Ravioli w/ Crab Sauce (IDR 98K++)It tasted like pure happiness. The ravioli was perfectly soft, and the salmon was incredibly moist. Love the explosive savory flavor hidden in the crab sauce. The crisp almonds and sweet potato added more character to the plate, eliminating any tedious elements.Drinks:Although I do not remember what they were, the drinks were certainly fizzy and flaunted a satisfying fresh flavor.The food was pleasurable, but it did not go beyond my expectation and was somewhat far from being authentic. I also found it unnecessary for Indonesians like me, who have experienced the beauty of the local cuisine since birth, to visit the restaurant frequently. Despite, the intimate and cultural Tugu Kunstkring can be an excellent dining spot to celebrate your memorable events or to treat your foreign pals. It is an elegant place to learn about the Indonesian heritage while enjoying some fancy delicacies. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Sebuah bangunan peninggalan era kolonial yang kini menjadi sebuah restoran yang terletak di Menteng Jakarta Pusat, Tugu Kunstkring Paleis menempati salah satu daftar retoran fine dining yang layak untuk dikunjungi. Wajah anggun Tugu Kunstkring Paleis berhiaskan lampu temaram nan elok.Berawal dari sebuah gedung yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial pada 17 April 1914 dengan nama Nederlandsch-Indische Kunstkring of The Dutch East Indies yaitu Galeri Lingkar Seni Hindia Belanda sebagai pusat promosi seni pada masa itu.Dominasi warna emas pada setiap elemen interior merepresentasikan kemegahan restoran ini.Bangunan sempat mengalami perubahan fungsi beberapa kali hingga akhirnya satu abad kemudian gedung ini berubah fungsinya menjadi sebuah restoran pada bulan April 2013.Sebuah sudut dengan tema ruang tamu yang mewah di lobi guest room.Dibawah naungan Hotel Tugu, restoran ini mendapatkan namanya sebagai Tugu Kunstkring Paleis tanpa merubah keindahan arsitekturnya. Namun demikian gedung ini masih sepenuhnya milik pemerintah DKI Jakarta.Bagian dalam restoran dipenuhi dengan interior bergaya baroque dengan nuansa kerajaan yang mewah, klasik karena pengaruh unsur budaya Eropa dan Jawa.Nuansa Eropa klasik sangat mendominasi tiap sudut restoran.Lampu bergaya baroque dari era kolonial yang menghiasi langit-langit restoran.Setelah mengelilingi ruang lobi di bagian depan, sobat jajan disambut dengan gebyok yang merupakan pintu masuk ke area dining room yang dinamakan Ruang Diponegoro.Gebyok dari Jawa dengan inisial MN yang merupakan kepanjangan dari Mangkunegaran.Dengan konsep fine dining restaurant, Tugu Kunstring Paleis memiliki area dining room yang luas lengkap dengan long table yang cocok untuk acara formal dan juga single table yang romantis. Dengan konsep dan nuansa restoran yang ada membuat kita serasa seperti Tamu Kerajaan.Makan di ruangan ini serasa menjadi tamu negara yang sedang menghadiri acara kenegaraan.Long table di area dining room.Single table untuk suasana yang lebih romantis.Round table di VIP room.Selain area dining, di restoran ini juga terdapat ruang wine test dan juga galeri seni yang menyatu dengan restoran ini. Di galeri seni sobat jajan bisa menemukan banyak benda-benda seni yang bisa dikoleksi dan tentunya untuk komersil.Ingin suasana yang lebih intens sobat jajan bisa pilih area dining room bertemakan interior oriental.Area bar dekat dengan area oriental.Lalu bagaimana dengan menu restoran ini? Tugu Kunstkring Paleis menyajikan menu hidangan Indonesia dan peranakan. Sesuai dengan menu yang ditawarkan, keunikan nama-nama menunya diperoleh dari Bahasa Belanda, Mandarin dan Indonesia. Seperti apa menu yang saya coba hari itu? Simak ulasan berikut ini sobat jajan.MAIN COURSEKungpao Stuffed Crispy DuckTerdiri dari filet bebek panggang yang sudah diungkep lengkap dengan jamur shitake, akar teratai dan baby kaylan yang disiram dengan saus black vinegar. Daging bebeknya tender, sausnya manis dan enak, keseluruhan menu ini enak dan layak untuk dicoba sobat jajan.Kungpao Stuffed Crispy Duck (Rp. 108K).Kunstkring Roasted ChickenTerdiri dari ayam yang dipanggang perlahan bersama lima rempah yang dimasak bersama lemon orange dan saus brandy lengkap dengan kentang jullienne dibagian bawahnya. Ayamnya enak, di bagian luar terasa crispy namun tetap empuk pada bagian dalamnya. Sausnya asam dan manis dengan citarasa citrusy yang segar namun cocok sekali dipadukan dengan ayamnya.Kunstkring Roasted Chicken (Rp. 108K).Nonya Lemongrass SatayAyam goreng yang dimasak dengan sereh dan bumbu kari. Kuahnya enak, ayamnya juga enak, perpaduan bumbunya begitu harmonis saat masuk ke dalam mulut. Patut dicoba buat sobat jajan yang suka masakan pedas.Nonya Lemongrass Satay (Rp. 98K).Steamed Barramundi CurryIkan kakap putih yang dimasak dalam kuah kari, jeruk purut dan terong bulat sebagai pelengkap. Ikan kakapnya begitu tender, kuah karinya juga lezat. Perpaduan flavor yang kuat dan ikan yang lembut membuat hidangan ini masuk dalam daftar menu favorit saya.Steamed Barramundi Curry (Rp. 128K).Prawn WontonHidangan oriental ini juga enak, wonton udangnya begitu lembut, sausnya manis dan gurih. Hidangan ini juga masuk dalam daftar menu favorit saya.Prawn Wontons (Rp. 88K).Tjwiemie MalangMie ayam a la Kunstkring yang disajikan secara terpisah dengan kuahnya ini agak terlalu salty buat saya, jadi yang ini bukan favorit saya.Tjwiemie Malang (Rp. 68K).DESSERTSAppleflapenApple pie dengan aroma kayu manis yang kuat lengkap dengan ice cream dan raisin membuat hidangan manis ini sangat tepat dijadikan hidangan penutup hari itu. condiment berupa peanut caramel turut melengkapi kelezatan dari dessert ini.Appleflapen (Rp. 58K).Tugu Signature ChocoDessert berupa chocolate souffle atau molten lava cake dengan ice cream vanilla. Baik dimakan saat masih panas agar bagian dalam souffle masih berbentuk cair, bila didiamkan lama maka panas dari souffle itu sendiri akan mematangkan bagian dalamnya sehingga konsistensinya tidak lagi cair. Tugu Signature Choco (Rp. 68K).Es Uing-uing Halo Palu ButungEs Uing-uing merupakan es palu butung yang terdiri dari bubur sum-sum, pisang, syrup dan es serut. Rasanya enak dan otentik sekali. Es Uing-uing (Rp. 58K).DRINKSOrange JuicePorsinya besar, manis dan asamnya pas banget, sangat refreshing dan berbeda dengan jus jeruk pada umumnya yang hanya menggunakan syrup sebagai sumber citarasa jeruknya. Jus jeruk ini masuk dalam list minuman favorit saya.Orange Juice (Rp.38K).Strawberry and Banana SmoothiesRasio perbandingan dari pisang dan strawberry nya sangat pas dan seimbang, masing-masing masih memiliki karakter rasa dan aromanya. Strawberry and Banana Smoothies (Rp. 38K).Apple Ginger SmoothiesSmoothies dengan citarasa jahe yang hangat, aroma jahenya cukup kuat dan menghangatkan tenggorokkan, namun demikian rasa apalnya tidak tertutup oleh jahenya. Rasa apelnya berpadu dengan baik bersama hangatnya ginger.Apple Ginger Smoothies (Rp. 38K).Hot ChocolatePecinta hot chocolate paling pas kalau pesan minuman yang satu ini, tampilannya menarik dan tentunya tidaklah mudah membuat lapisan seperti itu pada minuman ini. Dibalik itu semua, rasa hot chocolate ini enak dan manisnya pas banget.Hot Chocolate (Rp. 28K).Honey Dew Melon JuiceBukan jus melon biasa, rasa melonnya ringan namun long lasting di mulut dan pastinya refreshing banget. Recommended buat dicoba.Honey Dew Melon Juice (Rp. 38K).Meik Wei Meik WeiTidak disangka kalau nama ini merupakan nama minuman. Aslinya minuman in adalah mocktail yang terdiri dari strawberry, brown sugar, potongan lime dan lime soda. Rasanya segar banget, minuman ini patut untuk dicoba sobat jajan.Meik Wei Meik Wei (Rp. 45K).Koh I NoorMerupakan minuman mocktail yang terdiri dari fresh mango, orange juice dan lime soda. Rasanya refreshing banget, salah satu minuman favorit saya.Koh I Noor (Rp. 45K).Green Tea Mango SmoothiesRasanya cukup unik, perpaduan green tea dan mango merupakan perpaduan yang jarang ada pada sebuah minuman. Namun minuman ini bukan favorit saya.Green Tea Mango Juice (Rp. 38K).Nah sobat jajan, kalau ingin merasakan suasana yang sedikit berbeda dari sebuah restoran fine dining, kalian bisa menentukan pilihan tempat makan spesial di Tugu Kunstkring Paleis.Selamat mencoba sobat jajan dan share pengalaman kamu di restoran Tugu Kunstkring Paleis di postingan ini.RATINGAmbience : ExcellentTaste : GoodService : ExcellentFACILITIESWifi : YesPlug : YesDine in : YesBar : YesVIP Room : YesOutdoor : Yes, 2nd floorDelivery : Yes, limited areaToilet : YesMushola : YesParking : YesCONTACTAddress : Jl. Teuku Umar No.1 Menteng, Jakarta Pusat, 10350 Phone : 021-3900899E-mail : kunstkring@tuguhotels.comInstagram : @kunstkringTwitter : @tugukunstkringFacebook : Tugu-Kunstkring-PaleisWebsite : www.tuguhotels.comINFORMATIONOpen hour : 11 AM - 12 AMPrice Range : Food (Rp. 22 - 398K), Drinks (Rp. 23 - 110K)Tax 10%, Service 5% continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2015-06-23
113 views
Saya berkesempatan singgah dan merasakan atmosfer di restoran ini atas undangan dari seorang kerabat dekat. Tidak perlulah saya menjelaskan asal usul bangunan yang tampak seperti bangunan kolonial tempo dulu, kalian tanya saja ke eyang gugel.Suasana di dalam restorannya sendiri sangat tempo dulu. Ruang makannya sendiri terdiri dari 3 tempat; ruangan makan utama (terdapat lukisan besar), ruangan dengan nuansa cina tempo dulu, dan ruangan untuk mencicipi wine di sebelah ruang tunggu. Sedangkan dilantai atas terdapat galeri seni yang bisa dicapai dengan tangga atau lift.Rasa makanannya sendiri sih menurut saya tidak terlalu istimewa sekali. Menu yang ditawarkan adalah menu lokal, western dan asia. Saya tidak begitu hapal nama makanan yang saya santap ini, dan yang saya cicipi ini adalah menu lokal.Untuk harga, lumayan premium.. karena yang dijual bukan hanya rasa makanan namun juga suasananya (cocok banget yang lagi mo ngelamar atau menyatakan cintanya disini, kalau sih ditolak sakitnya tuh bukan cuma di hati tp juga di dompet )Setelah makan, cobalah berkunjung ke galeri di lantai atas. Selain tempat untuk menikmati lukisan2, disana juga terdapat ruangan makan private (bahkan ada yang khusus untuk berdua saja, romantis... (or creepy...)). Selain itu juga ada tempat makan outdoor yang terletak di atas balkon lantai atas tersebut.Dan terakhir adalah pelayanan, pelayan di restoran ini sangat ramah dan tidak segan2 membantu kita untuk mengambilkan makanan yang terletak agak jauh dari jangkauan kita. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Pada 14 April lalu saya berkesempatan untuk menghadiri acara perayaan 100 tahun bangunan yang dulunya merupakan Gedung Imigrasi Jakarta dan sekarang telah berganti nama dan fungsi menjadi Restoran Tugu Kunstkring Paleis.Restoran ini sangat indah, megah dan sangat bergaya Batavia, keasliannya tidak dihilangkan dari masa colonia. Didalam restoran juga terdapat gallery seni yang dapat dinikmati para pengunjung.Anhar Setjadibrata yang merupakan pemilik dari Tugu Hotel Group juga hadir pada acara malam itu. Setelah mendengar kata sambutan dari ibu Marie Elka Pangestu saya dan para tamu lainnya diajak untuk naik ke lantai 2 untuk melihat pameran lukisan “The Dark Treasures”. Lukisan yang Dipamerkan kepada para pengunjung sebelumnya belum pernah dipamerkan semenjak 52 tahun yang lalu dan hanya akan dipamerkan selama 2 jam. Rupanya lukisan koleksi Bpk Anhar ini merupakan lukisan yang dibuat dari dari abad ke 14 dari Dinasti Ming dan Qing. Lukisan-lukisan tersebut merupakan harta yang dapat diselamaatkan pada tahun 1960an saat rumah penduduk Tionghoa di Indonesia disita Negara dan yang paling saya ingat ada beberapa lukisan yang dulunya dimiliki oleh Raja gula Oei Tiong Ham yang dulunya sempat menjadi Orang terkaya di Asia tenggara.Setelah acara tidak lupa saya mencicipi beberapa hidangan yang disajikan, beberapa diantaranya ada nasi kuning, nasi uduk, scallop dll. Mungkin sudah biasa bagi kita untuk menyantap masakan tersebut di restoran2 biasa , tetapi bagi para pecinta kuliner yang tidak hanya menikmati rasa tetapi juga keindahan dari penyajian makanan itu sendiri , Tugu Kunskring Paleis menjadi pilihan yang tepat. Menu yang disajikan hampir semua bertema Indonesia dan peranakan hanya saja ditata lebih berkelas sesuai dengan dengan kemewahan Tugu Kunskring Paleis .Jl. Teuku Umar No. 1 Menteng continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)