9
1
1
Telephone
(021) 3910909
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Number of Seats
40
Other Info
Delivery Service
Parking Area
Reservation
Service Charge
Review (11)
Level4 2015-11-20
587 views
halo sobat openrices kali ini gw mau review tempat makan namanya warung daun. letak resto ini ada di seberang taman ismail marzuki pas, bangunannya rada retro alias bangunan lama namun masi terawat dan terjaga. untuk area makan juga full AC jadinya gak kepanasan, makanan yang ditawarkan disini adalah citarasa lokal, dekornya pun seirama dengan adanya kain batik yang digantung. dari segi pelayanan juga cukup baik, pelayannya ramah dan cekatan. pesanan makanan gw disini:untuk nasi gw pesan nasi liwet cuman gw lupa foto, sayurnya yang gw pesan:- bakwan jagung (26rb)isinya ada 3 porsi, makanan disini diklaim tanpa menggunakan MSG alias lebih sehat pastinya. bakwan jagungnya sendiri crunchy pas digigit, luarnya garing, berasa gurih dengan rasa asin cukup dominan, dalemnya mayan empuk dengan potongan jagung sedikit.- sate maranggi (56rb)sate ini ada 5pcs seporsi, sate maranggi ini adalah sate sapi, disajikan bersama potongan acar. sate ini disajikan tanpa cocolan, tapi kita bisa minta kecap manis atopun bumbu kacang sebagai cocolan untuk sate ini. rasa satenya sendiri cukup empuk dan gampang digigit, berasa manis campur asin, yummy, boleh dicobain nih sama sobat openricers lainnya. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2014-10-14
492 views
Kebetulan hari Minggu siang gw maen ke kos temen di Salemba, siangnya kami bertiga iseng mencari makan enak dan sehat di sekitar Salemba, berhubung salah satu teman gw sedang menerapkan pola makan sehat, akhirnya pilihan jatuh ke Warung Daun yang terletak di seberang Taman Ismail Marzuki Cikini.Overall, dari luar, resto ini ngga nampak layaknya resto. Bentuknya rumah kuno dengan halaman yang cukup luas.  Bahkan gw sempat ragu, ini resto buka atau ngga ya.  Tapi setelah masuk, suasananya cukup cozy, tenang, desainnya etnik.  Pokoknya enak sih buat makan dan nongkrong agak lama, kebetulan hari itu tidak terlalu banyak pengunjung.Alasan temen gw memilih di sini, karena resto ini mengusung pola makan sehat.  Semua masakan diramu menggunakan bahan-bahan organik, dan tanpa menggunakan MSG, begitu klaimnya.  Kami memesan 2 macam sayur, 2 macam lauk, 1 appetizer, 1 nasi putih dan 2 nasi merah, serta 2 es teh tawar, karena teman yang satu lagi membawa air mineral  Tidak beberapa lama, pesanan kami datang deh, ini satu-satu rinciannya ya (mohon maap fotonya pake kamera hp aja, jadi ngga sebagus kamera digital ) 1. Ini Sup gurame kuah pedas... terus terang begitu membuka menu, gambar ini paling menggiurkan, dan memang recommended kok. Daging ikannya fillet, sama sekali tidak amis, kuahnya lengkap ada irisan cabe, wortel, jahe, serai, daun bawang, bawang putih, bawang merah, daun kemangi, daun jeruk. Dijamin perut hangat setelah makan sup ini.  Porsinya juga lumayan bisa untuk 4 orang.  Harganya Rp 98000,00 2. Ini sayur pucuk labu, dioseng dengan teri, rasanya lumayan lah, seperti masakan rumahan biasa.  Tapi emank sebelumnya gw lom pernah makan pucuk labu juga.  Terus sebelahnya tahu goreng. Cukup maknyus, sayurnya banyak, irisan wortel.  Cuma menurut gw agak terlalu banyak minyak nya.  Jadi kaget juga, gw pikir healthy food kan mestinya ngga terlalu berminyak.  Tapi enak kok rasanya.  Harga sayur pucuk labu Rp 29000,-  dan harga tahunya Rp 26000,-  agak ngga rela karena cuma dapet 3 biji tahu... 3.Tumis brokoli jamur.  Rasanya juga cukup enak, mateng brokolinya pas, ngga terlalu keras dan ngga kematangan, tapi jamurnya terlalu sedikit deh.....  Harga  Rp 36000,-4.Ini Cumi bakar. Yummy sih cumi-nya, cuma 1 ekor walau gede, seharga Rp 62000,- Nasi merah seharga Rp 12000,-  nasi putih Rp 10000 dan es teh Rp 10000Total kami bertiga habis Rp 300000   Mahal juga ya mau makan sehat gini, tapi sekali-kali ah.... agak kurang rela juga sih untuk masalah harga nya... tamu resto yg lain didominasi dengan orang-orang yang berusia lanjut, mungkin karena alasan nya juga mencari makan sehat dan enak, asal bisa membayarnya.. hehehe  continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level1 2013-12-19
718 views
Awalnya nyari2, restoran apa yang unik disekitaran Cikini. Kebetulan suami saya ngajak makan malam karna tanggal hari ini yang cantik, hehehehe 11-12-13. Bentuk restorannya seperti rumah Kolonial pada umumnya. Letaknya deket Taman Ismail Marzuki Cikini, jadi gampang nyari nya. Ruangannya luas mulai dari ruang tamu sampai kamar yang juga diubah menjadi kursi2 tamu. Sepi padahal jam makan malam, jam 7.30. hanya berisi 3 meja dari puluhan meja yang kosong. Untuk menu-2 masakannya bernuansa Indonesia, seperti Sate Khas Senayan dengan harga yang hampir sama juga. Walau variasi masakan disini tidak ada yg unik.Saya dan suami memesan: Nasi liwet porsi 2 orang (38k), sop ikan pedas (86k), sambal merah(21k), ayam goreng 1/2 (40k)Mari saya review satu2:Nasi liwet dsini adalah nasi putih dengan ikan teri diatasnya disajikan dalam ketel zaman dulu, dengan harga 38 k, porsinya dikiiit abisss,, kudu pesan yg porsi 4org nih.. Nasinya kudu kita liwet sendiri ama si ikan teri, kalo terpisah, bakal asin banget. tp kalo di liwet smua ke dalam nasi, enaak loh.Sop ikan gurame pedas, Rasa pedas pada ikan menurut gue terlalu pedas sehingga tidak terlalu menikmati ikannya. padahal rasa ikannya enak loh.. kapan2 kalo mau makan ini, request aja cabe rawit merahnya tidak terlalu banyak.Ayam goreng 1/2: Ukuran ayam yang begitu mini padahal hitungannya 1/2 ekor, ga kebayang ni ayam kalo idup kira2 segede apa.. hehehehe. tapi rasanya boleh lah,, krispi dan enaakSambal: sampai ni makanan smua abis, sambalnya ga dateng2, udah di tanya 2 kali tetep ga dateng, pegawainya cuma bilang maaf aja kalo orang dapurnya lupa.. fiuhh Minuman kita es soda kopyor (28k) dan teh tawar (12k) ga ada yg menarik.Mau kesini lagi? Ga, mending skalian ke Sate Khas Senayan aja, rasanya lebih enak. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-08-23
404 views
Di Warung Daun ini kita bakalan mendapatkan suasana makan yang nyaman yah. Itulah yang saya alami saat berkunjung untuk makan di Warung Daun ini. Saya bersama dengan sepupu saya dan juga teman temannya saat itu mengunjungi tempat ini untuk mengisi perut. Selera kami hari itu sama yah, Indonesia.Seperti yang telah saya bilang sebelumnya kalau tempatnya ini cukup bagus serta bisa banget bikin kita itu damai saat makan di tempat ini. Suasananya yang nyaman ini juga cukup memberikan kontribusi yah. Untuk pelayannya sih cukup baik juga dan cukup bagus cara kerjanya. Untuk kebersihannya juga sudah bersih.Saat itu saya mencoba ayam goreng kampungnya serta cah kangkungnya yah openricers. Meskipun ini berlabel ayam kampung tapi tentu saja ayam ini gak kampungan yah karena rasanya ini yang lezat dan juga cukup gurih. Untuk ayam gorengnya ini rasanya enak juga yah. Daging ayam gorengnya ini juga cukup empuk dan gak susah saat dikunyah. Bumbunya ini juga cukup terasa di ayam goreng kampung yang satu ini. Untuk rasanya ini ada rasa gurihnya, hmm enak deh. Sensasi asinnya juga gak berlebihan kok. Kalau untuk cah kangkungnya ini sendiri juga udah cukup lezat. Kangkungnya ini masih segar sehingga pada saat dimakan itu masih enak gitu deh ceritanya. Untuk rasa cah kangkungnya ini juga yummy karena cukup berasa rasa asin dan juga gurihnya sehingga gak hambra gitu deh. Makan ayam goreng dan juga cah kangkung itu dengan nasi membuat menu makan siang itu menjadi lebih komplit dan lengkap deh.Overall memuaskan yah makan di Warung Daun ini. Masakannya disini itu enak enak dan juga cukup sesuai dengan selera kami saat itu. Kami gak komplain juga kok karena memang untuk kami ini udah enak enak aja kok. Kalau untuk harganya sih udah oke juga kok. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-07-10
299 views
Dear OpenRicers,Warung Daun ini berlokasi di depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini. Kalau melihat bentuk bangunannya sekilas tidak tampak seperti warung pada umumnya, malahan cenderung terlihat seperti rumah lama dari zaman penjajahan. Dengan lokasi parkir yang memadai membuat pelanggan tidak perlu risau untuk mencari tempat parkir. Bangunan restoran ini dilengkapi pula dengan Mushalla kecil di sebelah kiri belakang gedung. Suasana di warung daun ini lebih cenderung seperti suasana rumahan, kalau kita ingin makan disini dengan jumlah peserta yang banyak (untuk acara pertemuan atau reuni) sebaiknya lakukan booking order terlebih dahulu sehingga dari pihak restoran dapat menyediakan tempat yang pas bagi pertemuan tersebut. Sebagian besar perabotan berbahan dasar kayu, suasana ruangan dengan lampu yang temaram membuat nyaman bagi para pelanggan. Pelayanan di warung daun ini juga cukup bagus, begitu kita masuk dan duduk maka pelayan akan membawakan buku menu makanan dan minuman yang dapat kita pesan. Karena kebetulan saya ke warung daun ini dalam rangka menghadiri acara reuni maka urusan pesanan tempat dan makanan diserahkan seluruhnya kepada para senior. Setelah seluruh peserta berdatangan, barulah satu-persatu makanan di hidangkan diatas meja panjang yang khusus buat kita. Makanan dan Minuman yang dihidangkan sangat beragam lho OpenRicers, diantaranya Sup Ikan, Ikan Bakar, Sate, Ayam Goreng, Tumis Tauge, Kangkung Tumis, Ayam Bakar dan aneka makanan lainnya, sementara minumannya juga banyak seperti air mineral, es kelapa muda dan aneka jus buah segar lainnya.Soal rasa makanan, menurut saya lumayan lezat dan porsi nya juga lumayan banyak. Karena acara waktu itu makannya bersama-sama jadi hanya beberapa menu yang bisa dicicipi seperti Sup Ikan, Kangkung Tumis, Ikan Bakar dan aneka makanan lainnya. Overall makanan dan minumannya mantap banget rasanya. So, buat OpenRicers yang ingin makan enak silahkan saja mampir di Warung Daun ini ya... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)