71
11
0
Level1
3
0
2013-09-19 80 views
OpenRice gathering kali ini diselenggarakan di Brussel Spring, dan beruntungnya gw diundang. Seru deh nyobain kuliner khas asal Belgia (meskipun ga bener-bener otentik Belgian cuisine sih menurut gw). Tapi gpp ketemu member yang lain ditemenin sama menu lezat dari Brussel Spring cukup membayar kekecewaan dengan menu yang kurang otentik itu tadi. Tapi gw cukup acungi jempol deh buat dessertnya. Lho ko dessert dibahas duluan sik? Jadi begini berhubung lidah gw ngerasa dessert nya yg paling mirip d
Read full review
OpenRice gathering kali ini diselenggarakan di Brussel Spring, dan beruntungnya gw diundang. Seru deh nyobain kuliner khas asal Belgia (meskipun ga bener-bener otentik Belgian cuisine sih menurut gw).


Tapi gpp ketemu member yang lain ditemenin sama menu lezat dari Brussel Spring cukup membayar kekecewaan dengan menu yang kurang otentik itu tadi. Tapi gw cukup acungi jempol deh buat dessertnya. Lho ko dessert dibahas duluan sik? Jadi begini berhubung lidah gw ngerasa dessert nya yg paling mirip dengan Belgian cuisine (dari keseluruhan menu yang dihidangkan), so gw mw bagi2 opini gw tentang dessertnya dulu nih.

Dessert apa sih yang pengen banget gw certain sampe ngalahin appetizer sm main course plus baverage nya. Ini dia OpenRicers, mengingat Belgia terkenal dengan waffle nya, so di Brussel Spring menyajikan dessert banana waffle dan liege waffle. Keduanya diolah berdasarkan resep cara membuat waffle ala Belgia. Apa bedanya dengan American waffle ya? Okeh, adonan Belgian waffle itu lebih ‘ringan’ sehingga saat dimasak hasilnya waffle terasa lebih renyah dan ‘tipis’, beda dengan American waffle yang cukup tebal dan padat. So, klo dijadikan menu sarapan Belgian waffle agak kurang nampol makanya dessert ini memang hanya untuk menu penutup atau camilan.
19 views
1 likes
0 comments
Jenis waffle yang dihidangkan adalah banana waffle yang sesuai dengan resep Belgian waffle tadi. Benar saja rasanya ringan dan garing. Ditambahin one scoop chocolate ice cream, sedikit whipped cream dan sebiji buah ceri. Jika didiamkan sebentar lelehan ice cream akan membantu melembutkan wafflenya. Jadi sesuai selera deh kalau pengen sensasi garing lekas2 makan atau pengen lembut tunggu beberapa saat. Satu lagi Belgian waffle yang disajikan yaitu liege waffle. Nah, kalau waffle yang ini benar2 kebalikannya masih memakai adonan yang sama namun liege waffle lebih padat seperti American waffle. Mungkin waffle ini dibuat untuk memuaskan selera pengunjung yang udah terlanjur jatuh cinta sama tekstur American waffle ya. Klo menurut gw, liege waffle lebih oke, mungkin karena gw jarang makan waffle garing. Abisnya waffle garing ko malah lebih mirip crepe renyah ya di lidah gw hehehehe. Oia penyajian waffle nya bisa sesuai selera lho misalnya mw pilih rasa ice cream sendiri.

Okeh soal dessert udah kelar, sekarang gw mw runut jabarin menu keseluruhan. Yang keluar pertama udah pasti appetizer. Brussel spring ngasi dua pilihan menu pembuka yaitu bitterballen dan tahu pletok. Menurut gw bitterballennya nothing special tp ga jelek2 amat ko (masih bisa ketelen hehehehe). Tahu pletoknya lumayan ketolong sama sambelnya (maklum lidah Indonesia selalu nyari sambel). Penampilan tahu pletok menurut gw mirip tahu pong yang ditempelin sama cireng hehehehe gimana ya renyah2 gurih gitu.
30 views
1 likes
0 comments
17 views
1 likes
0 comments
Trus menu selanjutnya adalah main course, ada spageti ala brussel spring. Sekilas mirip carbonara soalnya sausnya pakai jenis saus cream. Rasanya juga ga begitu beda jauh, creamy2 gurih. Toppingnya ada irisan daging tenderloin sama jamur, bawang bombai dan paprika. Not bad lah, tekstur spagetinya cukup al dente. Main course satu lagi yaitu brussel beef steak with mushroom sauce. Uuummm sebentar2 gw agak sedikit mikir gimana mendeskripsikan rasa dari steak ini. Soalnya klo bicara steak itu bener2 selera masing2 ya tergantung tingkat kematangan daging yang disukai. Untuk steak di Brussel Spring lumayan sesuai sama selera gw. Tekstur dagingnya lembut, cukup matang hingga ke dalam namun ga terlalu mentah juga…hhmmm disebut apa ya antara medium mengarah ke medium well kyanya. Pokoknya di bagian tengah masi cukup ‘pink’ tapi ga terlalu mentah. Steak tenderloinnya disajikan bareng rebusan sayur kaya wortel dan buncis yang menurut gw agak overcook. Dipercantik dengan hiasan spageti yang digoreng jadi mirip lidi. Trus dipakein saus mushroom yang gurih.
24 views
1 likes
0 comments
Nah untuk beverage nya disediain sejenis fresh cocktail dengan potongan buah segar seperti strawberry, melon, apel dan pir. Klo menurut gw mirip Italian soda deh, air soda yang dikasi sirup. Cuma yang ini ditambahin buah2an segar. Pilihan sirupnya ada rasa blueberry, mangga dan orange.

Secara keseluruhan menu di Brussel Spring cukup okeh ditambah pelayanannya yang sigap dan ramah serta suasananya yang apik dan bersih. Kombinasi yang keceh punya deh. Gw rekomendasiin wafflenya buat kamu cobain klo datang ke Brussel Spring OpenRicers. Oke segitu aj penjabaran gw tentang pengalaman makan diacara OpenRice Gathering bersama Brussel Spring. Lain waktu gw diundang lagi pasti gw bagi cerita serunya. See ya OpenRicers.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Spending Per Head
Rp50000 (Dinner)
Recommended Dishes
  • Liege Waffle