31
3
0
Level4
117
6
2013-07-23 117 views
Berbuka puasa, saya dan pasangan mencari tempat berbuka yang bisa “membalaskan dendam” lapar kami seharian, hihi . Karena kami berdua pekerja, sehingga saya sendiri tidak cukup waktu untuk memasak sendiri hidangan berbuka. Alhasil pergilah kami ke daerah Pesanggrahan, Kebun jeruk yang memang berderet resto-resto yang bisa dijadikan pilihan untuk tempat makan. Pilihan kami jatuh pada Warung Tekko. Benar saja karena kami datang terlambat (setelah adzan maghrib), tidak ada tempat kosong lagi untuk
Read full review

Berbuka puasa, saya dan pasangan mencari tempat berbuka yang bisa “membalaskan dendam” lapar kami seharian, hihi
. Karena kami berdua pekerja, sehingga saya sendiri tidak cukup waktu untuk memasak sendiri hidangan berbuka. Alhasil pergilah kami ke daerah Pesanggrahan, Kebun jeruk yang memang berderet resto-resto yang bisa dijadikan pilihan untuk tempat makan.

Pilihan kami jatuh pada Warung Tekko. Benar saja karena kami datang terlambat (setelah adzan maghrib), tidak ada tempat kosong lagi untuk kami sehingga kami pun harus menunggu. Padahal tempatnya bisa dibilang cukup besar terdiri dari 2 lantai. Namun untungnya kami bisa berbagi bangku dengan pengunjung yang lain sehingga kami tidak harus menunggu cukup lama.
Meskipun sangat sibuk melayani para pengunjung, pelayan disini sangat gesit dan cepat tanggap dengan kebutuhan pengunjung. Saya dan pasangan sangat cepat dilayani, mulai dari pemberian buku menu, order pesanan, hingga pesanan datang sampai ke meja kami, semuanya bisa dikatakan cukup cepat. Good job!!
46 views
0 likes
0 comments
46 views
0 likes
0 comments
54 views
0 likes
0 comments
Ohya, untuk suasana disini pun saya menemukan kehangatan. Karena memang rasa hangat itu muncul dari warna lampu kuning yang temaran dipadukan dengan unsur kayu yang cukup dominan. Dekorasi dalam resto Warung Tekko ini sangat khas, yaitu dengan memajang foto dan testimoni-testimoni dari para Public Figur yang pernah datang dan mencicipi menu di resto ini. Ya, hampir disetiap sudut dindingnya terdapat bingkai foto dan testimoni tersebut. Selain itu, banyak lukisan yang berasal dari Bali pun dipilih sebagai dekorasinya, yang ditempelkan didinding resto.

Untuk menu makanan, saya memesan Nasi Putih (Rp. 4.500) dan Iga Goreng Penyet (Rp. 37.000) dengan sambal yang pedas. Dan wuaah bener-bener pedas sambal penyetnya. Berharap tidak menggangu lambung yang baru diisi makanan karena berpuasa, hihi. Satu porsi Iga Penyet ini terdiri dari 4 potong iga yang cukup besar, ditambah dengan lalapan mentah sebagai pelengkapnya seperti mentimun, kol dan kemangi. Meskipun tekstur daging iganya tidak terlalu lembut, namun cita rasa bumbu dari iganya ini pas! Apalagi jika dimakan berbarengan dengan sambal penyetnya yang khas. Enak...
72 views
0 likes
0 comments
Untuk minumnya saya memesan Ice Lemon Tea (Rp. 12.500), ya seperti biasanya, hehe. Lemon Tea disini rasanya tidak terlalu asam dan tidak terlalu manis. Karena disini hampir banyak menu Iga, mungkin lain kali saya bisa mencoba berbagai olahan menu iga yang lainnya
.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2013-07-17
Spending Per Head
Rp50000 (Dinner)
Recommended Dishes
  • Iga Penyet